Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Jatuhnya Najim Dan Catherin


__ADS_3

Catherin dan Najim terdiam membisu dengan wajah pucat begitu mendengar kalau Kenzo akan menghancurkan mereka. Namun tak lama, Najim kembali tenang dan memberanikan diri melawan Kenzo.


"Kamu pikir, kami ini takut dengan gertakanmu, hah?! Aku sama sekali tidak takut pada ancaman bocah ingusan sepertimu!" Najim menimpali ucapan Kenzo dengan kesal, dia mengira kalau Kenzo hanya menggertak dan tidak mungkin melakukannya.


"Jadi ... kamu meragukan kemampuanku? Aku punya banyak bukti tentang kebusukanmu ditanganku. Kamu selalu menggunakan kekuasaan untuk kesenanganmu. Kamu membujuk para artis dan model baru untuk memuaskan nafsumu dengan iming-iming kalau mereka akan mendapatkan peran dalam film yang kamu produseri. Lihatlah ini, aku mengumpulkan semuanya sejak kamu mulai mengganggu istriku pada pesta dihotel waktu itu. Sekarang semua informasi ini akan berguna, kan?"


Kenzo tersenyum pada Najim saat dia menyerahkan daftar nama-nama orang yang pernah terlibat dalam skandal dengannya. Bahkan Kenzo memiliki beberapa foto syur yang digunakan Najim untuk mengancam targetnya agar mereka menutup mulut rapat-rapat dan mengikuti apa yang dikatakan Najim.


Degh


"Ini … bagaimana dia bisa mengumpulkan semua ini? Aku yakin kalau semua data dan foto ini hanya ada dilaptopku saja, itupun sudah ku pakaikan sandi yang rumit agar tidak ada siapapun yang bisa membukanya selain aku. Tapi bagaimana dia bisa mendapatkan semua ini?" batin Najim bertanya-tanya setelah melihat apa yang ditunjukan Kenzo padanya.


Kenzo beralih pada Catherin. Dia berjalan mendekatinya dan berdiri di hadapannya


"Dan kamu … kamu ingin istriku terjerumus ke hal-hal kotor sepertimu? **** bebas, alkohol, bahkan sampai obat-obatan terlarang. Kamu pikir aku akan membiarkannya begitu saja?" Kenzo tetap bersikap tenang, dia bicara dengan nada yang dingin, namun matanya menatap Catherin dengan tatapan penuh kemarahan, hingga membuat sang model gemetar ketakutan melihat Kenzo.


"A-apa mau kalian sekarang?!" tanya Najim dengan suara terbata-bata karena panik dan merasa sesak karena aura mengintimidasi dari Kenzo.


"Ehm … membuatmu jatuh dan tidak bisa lagi menjebak wanita manapun" Safira menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum tipis.


Najim dan Catherin terdiam dengan wajah pucat dan tubuh gemetar mendengar ucapan Safira. Bahkan Catherin sudah berderai air mata.


"Ada apa dengan ekspresi wajah kalian ini? Itu benar-benar terlihat sangat aneh sekali" Safira tersenyum mencibir dengan sikap yang tenang dan kedua tangan disilang didada.


"Tadi kamu sangat sombong saat mengatakan bisa memenuhi semua keinginanku, kenapa sekarang diam saja? Oh kamu tidak bisa berkata apa-apa setelah melihat suamiku, ya? Coba lihat dia. Dia tampan, muda, kaya dan bisa melakukan apa saja untukku, jadi kenapa aku harus meninggalkannya hanya untuk bersama dengan pria menyebalkan sepertimu?" Safira tersenyum saat dia menyombongkan Kenzo dihadapan Najim. Kenzo pun tetap tenang dan sesekali menoleh pada Safira yang kini menggandeng tangannya.

__ADS_1


"Bukannya kalian tadi menghubungi polisi? Kenapa sampai sekarang mereka belum juga datang?" Kenzo bertanya pada bagian keamanan yang sebelumnya ikut mengamankan Catherin


"Oh, mungkin sebentar lagi, Pak" kata satpam yang sejak tadi terpaku melihat Kenzo dan Safira


Tok tok tok


"Sepertinya itu mereka" ujar satpam lagi sambil menoleh ke arah pintu dan beranjak untuk membukanya.


"Selamat siang. Kami mendapatkan laporan kalau …"


"Ya, saya yang membuat laporan atas upaya penculikan istri saya". Polisi pun langsung masuk setelah Kenzo mengkonfirmasi kebenaran laporannya.


"Mereka tersangkanya dan selain penculikan, saya juga memiliki bukti lain atas kejahatan yang mereka lakukan" Kenzo menunjuk pada Najim dan Catherin sambil menjelaskan apa yang dia miliki dan menyerahkan buktinya.


"Oh, tangkap mereka berdua!" ujar polisi itu memberikan perintah pada bawahannya setelah mendengar penjelasan Kenzo dan melihat bukti yang dia miliki


"Tidak! Lepaskan aku! Safira, jangan biarkan mereka membawaku! Karirku bisa hancur jika aku ditangkap polisi!" Catherin terus meronta saat polisi mulai membawanya


"Kamu yang berani melakukan semua itu. Berarti kamu sudah tahu apa konsekuensinya, jadi kamu harus terima itu" Safira menanggapi dengan sikap acuh tak acuh


"Lepaskan aku! Kalian tidak bisa memperlakukan aku seperti ini! Kalian tidak tahu siapa aku!" Najim pun meronta dan berteriak saat dibawa polisi


"Kenzo, kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku! Aku pasti akan membalasmu! Kamu tidak tahu siapa aku! Aku Najim, seorang produser terkenal! Kamu pikir, kamu ini siapa berani bersikap seenaknya seperti ini?! Aku akan buat perusahaanmu hancur!" Najim terus berteriak dan mencaci maki Kenzo


"Tunggu!" Kenzo menghentikan polisi yang membawa Najim dan berjalan mendekat padanya dengan sikap yang tenang

__ADS_1


"Kamu pikir aku takut? Najim, ini hanya permulaan saja. Meskipun kamu ada di dalam penjara, tapi kamu tidak akan pernah bisa lepas dari tanganku begitu saja karena kamu telah berani mengusik istriku. Bahkan setelah kamu keluar dari penjara pun aku masih bisa menemukanmu" bisik Kenzo dengan seringai tipis dibibirnya.


"A-apa maksudmu?!" tanya Najim dengan wajah panik.


"Kamu masih belum sadar telah berurusan dengan siapa?" tanya Kenzo berusaha membuat Najim merasa bingung dan menerka-nerka.


"Kamu tidak tahu siapa aku, padahal kamu sudah tahu aku bekerja dimana? Bodoh! Bagaimana bisa kamu berbisnis tanpa memiliki otak yang bekerja dengan baik?" Kenzo bicara dengan nada bicaranya yang dingin dan sikap yang acuh tak acuh


"Kamu … bukannya kamu hanya programer yang beruntung karena bakatmu dilihat oleh pak Lian? Jika bukan karena skandalmu sebelumnya, mana mungkin pak Lian bisa tahu kemampuan mu?!" Najim menanggapi Kenzo dengan nada mencibir.


"Kamu pikir pak Lian itu akan dengan mudah menjadikan orang asing sebagai penerus perusahaan miliknya? Jika memang karena itu, mana mungkin dia menjadikan aku sebagai pemimpin sedangkan disana ada dua orang kepercayaannya. Pikirkan baik-baik bagaimana aku bisa menjadi pemimpin perusahaan Anggara"


"Hah, dasar otak udang. Sepertinya isi kepalamu hanya ada trik licik untuk merayu para gadis saja" Kenzo mencibir Najim dengan sikap yang tetap tenang setelah dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari pria itu


"Dengarkan baik-baik. Namaku Kenzo Osterin Anggara. Salah satu putra dari Erliansyah Anggara dan Chevania Sayna Krisnajaya" Kenzo bicara dengan menegaskan namanya dan juga nama orang tuanya


"Apa?!" Catherin dan Najim sama-sama terkejut hingga berteriak dan saling menatap satu sama lain. Tubuh mereka pun kini sudah gemetar ketakutan bahkan Catherin sudah terduduk lemas tak berdaya dilantai


"Kamu pasti mempermainkan kami, kan?" tanya Najim memastikan


"Sudah ku bilang diawal pertemuan kita kalau aku adalah pencabut nyawamu, tapi kalian masih tetap saja mengusik istriku. Sekarang, hidup kalian sudah hancur. Akan kupastikan kalian menderita" Kenzo tersenyum sambil merangkul Safira dengan lembut. Dia tersenyum penuh kemenangan dibibirnya. polisi pun mulai menggiring Najim dan Catherin menuju mobil tahanan. Kini mereka hanya bisa pasrah dengan air mata yany berlinang dipelupuk matanya


"Tunggu!" Kenzo kembali mendekati polisi yang bertugas.


"Masih ada 1 tersangka lagi yang harus kalian tangkap karena dia telah berkomplot dengan mereka. Hanya saja dia sedikit susah karena terhubung dengan jaringan bawah. Apa anda berani menangkapnya?" Kenzo bertanya dengan ekspresi serius pada kapten pilisi yang datang membantunya hari ini

__ADS_1


"Tentu saya berani! Saya akan menangkapnya berdasarkan bukti yang anda berikan pada kami nanti" ujar polisi dengan penuh keyakinan


"Kalau begitu anda tinggal tunggu bukti yang saya berikan untuk menangkapnya nanti"


__ADS_2