
“baiklah pertandingan pertama akan segera kita mulai. A.Z. melawan B.R. berikan tepuk tangan kepada kedua peserta kita yang tangguh ini” suara wasit memenuhi ruangan dengan pencahayaan remang-remang dan dipenuhi oleh para manusia pencinta kekerasan dan dunia bebas.
“READY?”
“FIGHT!”
Suara riuh penonton semakin menjadi, ketika dua manusia di atas ring kini saling melayangkan pukulan dan tendangan keras mereka. Pertarungan berlangsung sengit, tak luput dengan para penonton yang sudah mengumpulkan uang taruhan mereka.
Bau alkohol dan asap rokok juga tercium sangat menyengat di ruangan yang tidak cukup luas itu. A.Z. terlihat sedikit mengusap hidungnya dan kembali fokus bertarung. Dia harus, dia harus sekali menang.
“KNOCK OUT A.Z. WIN!” suara wasit dan tepuk tangan kembali memenuhi tempat itu. A.Z. Segera membenarkan letak kupluk nya dan meninggalkan arena.
“kau datang lagi, menang dan tidak mengambil uangmu” ucap suara di belakangnya.
“aku hanya bersenang-senang” balas A.Z. dan meninggalkan seorang pemilik suara tadi. Suasana malam kota memang membuatnya ketagihan, terutama dengan hujan gerimis seperti itu. A.Z. tentu saja hanya nama samaran, nama gadis itu adalah ivy dan dia seorang perempuan. Sejak dua tahun yang lalu pertandingan kelas bebas menjadi tempat barunya untuk menghajar seseorang tanpa perlu membuat masalah, dan tentu saja sebagian dari mereka adalah laki-laki, walau pun ada beberapa dari mereka adalah perempuan.
“aku pulang” ucapnya, tidak ada jawaban. Tentu saja, karena selama ini dia hidup sendirian, berpisah dari keluarga besarnya. Apartemennya cukup besar jika harus ia tinggali sendiri. Ia mengganti pakaiannya yang semula aroma alkohol dan rokok tercium cukup menyengat kini menjadi wangi kembali. Mengamati kota dari balkon apartemennya, beberapa pasti sudah tidur pada jam itu.
“apa kau melihatnya? Bulan hari ini sangat cantik” gumannya.
TEEET,,TEEET,TEEET.
Suara bel sekolah sudah terdengar di seluruh penjuru sekolah. Beberapa siswa siswi dan guru terlihat berlarian untuk memasuki gedung sekolah sebelum gerbang di tutup. Tak terkecuali Ivy, dia bangun kesiangan karena ponselnya mati dan alarm tidak berbunyi. Di kelas juga sama saja, dia hanya punya sedikit teman, itu pun hanya sekedar mengobrol mengenai pelajaran atau basa-basi.
“vy, pipi kananmu tergores, kau jatuh?” nina memberikan plester luka di pipi kanan ivy, ivy hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
“apa kau sudah mengerjakan tugas ekonomi? Aku kelupaan” ucap ivy sambil cengengesan.
“sudah ku duga, ini, cepat catat sebelum pak ed masuk kelas”
“waw, kau memang pengertian”
Hari-hari di sekolahnya terasa biasa saja. Mereka (para siswa dan guru) menganggap ivy murid yang biasa saja, hanya saja ivy memang sedikit cuek dan dingin. Namun kata nina, jika kalian sedikit saja dekat dengannya ivy adalah seseorang yang perhatian dan lembut.
“sudah, makasih nina” ivy memberikan buku catatan nina kembali.
__ADS_1
“pa ed nggak masuk hari ini” ucap salah satu siswa di kelas dan tentu saja di tanggapi positif oleh seisi kelas, tapi ivy tidak peduli dan dengan senang hati ia membenamkan kepalanya di lipatan tangannya dan tidur.
Pertemanan mereka (ivy dan nina) terjadi cukup unik.
Flashback.
Waktu masa orientasi tentu saja banyak siswa atau siswi yang belum terlalu mengenal seluk beluk sekolah seluas itu. ivy saat itu baru saja dari kamar mandi dan tersesat ketika mau kembali ke kelasnya. Dia mendengar suara seseorang meminta tolong di balik semak-semak yang terlihat tidak terawat. Dan benar saja nina sedang bergelayutan di akar pohon berusaha tidak jatuh karena di bawahnya terdapat kolam renang yang sangat kotor dan penuh lumut atau tumbuhan basah lainya.
Ivy mengulurkan tangan kananya sedangkan tangan kirinya berpegangan pada pohon lain. Nina dapat meraih tangan ivy dan seketika itu ivy menarik tubuh nina sampai menumbruk tubuh ivy sampai ia pingsan beberapa detik dan hal itu membuat nina sangat takut dan panik. Sejak saat itu nina selalu bersama ivy dan mereka berteman.
End.
“vy! Ivy! Bangun vy!” bisik nina. Tapi sepertinya ivy menghiraukannya, sampai nina sedikit mengguncang tubuh ivy sampai dia bangun.
BRAK
Satu gebrakan di meja membuat ivy seketika berdiri dari tidurnya. Tatapan matanya bertemu dengan sorot tajam bagaikan elang yang sudah sangat siap mencincangnya hidup-hidup. Ivy melihat sekeliling dengan heran dan kembali menatap pria itu.
“anda siapa?” tanyanya polos. Satu kelas langsung menepuk jidat mereka. Anak ini benar-benar cari mati.
“berani sekali anda tidur di hari pertama saya mengajar, sekarang keluar dari kelas saya” ucap guru itu dingin dan penuh penekanan. Walau pun masih tidak terlalu mengerti ivy dengan senang hari keluar dari kelas sesuai apa yang di perintahkan. Seisi kelas hanya melihatnya heran, di saat seisi kelas ketakutan eh, dia justru terlihat tidak peduli dan santai-santai saja.
“semuanya kumpulkan tugas dari pak ed kemarin di meja sesuai urutan, yang tidak mengerjakan silahkan lari keliling lapangan 10x”
“mampus” desis beberapa siswa yang tentu saja akan berlari keliling lapangan.
Ivy memainkan bunga di taman belakang. Merangkainya menjadi sebuah mahkota bunga yang terlihat sangat cantik. Senyum cantiknya tidak bisa lepas dari wajahnya yang cantik dan manis. Rambut coklat panjangnya menari besamaan dengan angin yang berhembus.
“dan selesai. Cantik sekali, dia pasti menyukainya” ucapnya riang. Senyumnya seketika hilang ketika suara salah satu temannya terdengar di belakangnya. Spontan ivy langsung menyembunyikan flower crown buatannya di belakang tubuhnya.
“kamu di panggil ke kelas sama pak Juan" ucapnya.
“pak juan siapa?”
“guru yang mengajar ekonomi tadi”
__ADS_1
Siswa itu langsung pergi mendahuluinya setelah mengucapkan kalimat itu. ivy menyembunyikan flower crown buatannya di semak-semak dan kembali ke kelas.
“siapa namamu?”
“Ivy Alecia Burnett pak”
“anda mewarnai rambut ke sekolah?”
“maaf ini rambut asli saya pak”
“pak dia bohong pak, warna aslinya tidak begitu” ucap salah satu siswi tengil di kelasnya. Juan melihat siswi itu tajam tanda untuk menyuruhnya diam.
“baiklah, tapi karena anda tidak mengumpulkan tugas silahkan bergabung dengan siswa di lapangan dan lari keliling 20 kali”
“baik pak, saya permisi”
“maaf pak bukannya yang lain hanya 10 putaran saja?” sela nina, tapi lagi-lagi tatapan membunuh itu terlihat kembali dan seketika itu juga nina dan yang lainya diam tidak berani menjawab. Kelas kembali seperti semula, juan mengawasi kelas dengan tegas dan disiplin. Jumlah siswa yang juan hukum sekitar 7 siswa termasuk Ivy.
Ketujuh siswa lari dengan terus menyumpahi guru baru mereka yang galak itu, jika pak ed pasti guru kalem itu hanya memberi teguran atau waktu tambahan.
…
Setelah bel tanda pulang berbunyi, ivy menuju taman belakang untuk mengambil flower crown yang ia buat tadi di semak-semak.
“ah, ketemu, yah ada yang rusak” dengan cekatan ivy membenarkan kembali flower crown itu lagi. Senyum cerahnya kembali terukir di wajah cantiknya.
Ivy tak langsung pergi ke apartemennya, ada hal penting yang harus ia kunjungi terlebih dahulu. Tapi pandanganya mengabur dan menjadi sedikit tidak jelas.
“bagaimana aku lupa makan, dasar bodoh”
Ivy menyusuri jalan dengan senyum riang sambil memakan roti yang sempat ia bawa dari rumah. Udara sejuk karena gerimis serta bau tanah yang basah, ivy menyukainya. Mungkin banyak juga yang tidak menyangka kalau gadis itu adalah petarung bebas yang selalu bertindak ganas di malam hari.
….
“kau sudah lama menunggu?” tegur ivy pada orang di depannya.
__ADS_1