
Usia kehamilan Khanza sudah memasuki 5 bulan, dan tubuhnya kini sudah terlihat begitu berisi.
" Mas Za kok merasa enggak pede ya berangkat ke sekolah hari ini" keluh Khanza yang saat ini tengah berdiri di depan cermin dan memperhatikan tubuhnya yang semakin berisi
" Kamu terlihat semakin seksi Yang!" ucap Aldy yang saat ini tengah melingkarkan tangannya di perut Khanza yang nampak bulat
" Mas bagaimana kalau nanti ada anak-anak yang curiga dengan perubahan bentuk badan Za mas?" kegelisahan terus bergelayut di benak Khanza
" Terus mau kamu bagaimana hem, kamu mau homeschooling aja?" tanya Aldy lembut seraya tangan kekarnya mengusap-usap perut Khanza.
" Enggak tau lah mas, Za juga masih bingung pinginnya sih sampai lulus ujian"
" Ya udah kalau begitu kamu harus sabar sayang, ujian kan hanya tinggal satu bulan lagi"
" Iya sih mas, tapi enggak tahu kenapa hari ini Za merasa kurang percaya diri aja!" Khanza menatap sendu wajah tampan sang suami dari pantulan cermin.
" Yaudah, sekarang jangan terlalu memikirkan hal itu, jalani saja apa adanya jika ada yang mengusik ketenangan kamu baru nanti kita umumkan perihal pernikahan kita, bagaimana menurutmu hem?" Aldy memegang kedua bahu Khanza dan memutar tubuh yang kini terlihat gempal menghadap ke arahnya.
" Apapun yang akan terjadi kita akan menghadapinya bersama-sama jadi kamu tidak perlu khawatir" Khanza mengangguk
Cup
Aldy mendaratkan kecupan manis di kening Khanza
" Kamu cukup fokus dengan kehamilan mu saja sayang, jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting, cukup mas dan dedek bayi saja yang harus kamu pikirkan selain itu jangan karena itu akan menjadi urusan mas"
" Mas pasti akan selalu berusaha menjaga dan melindungi kamu dan dedek bayi sayang!" tutur Aldy lalu kembali mengecup kening Khanza penuh cinta
" Mas mencintai kalian berdua!"
__ADS_1
" Za juga mencintai mas Aldy "
***
🖤
Sementara malam harinya di kediaman keluarga Bambang Samudra seperti biasa Miska dan Roni masih saling perang dingin apalagi setelah kejadian kemarin membuat Roni semakin bertambah dingin terhadap Miska.
Bukan Miska namanya kalau tidak bersikap tenang dan cuek menghadapi si manusia laron, walaupun Roni sering mengatainya dan menghinanya dengan santai Miska lebih memilih diam dan tidak mengambil hati setiap ucapan yang Roni lontarkan.
" Eh cewek mura**N loe itu sudah berstatus isteri, apa pantas loe pulang berboncengan dengan cowok lain, enggak punya harga diri banget si loe jadi cewek!"
Miska yang memang baru pulang dari rumah kedua orangtuanya dan kebetulan Nicko menawarkan tumpangan untuk mengantarkannya ternyata tidak luput dari pantauan seorang Roni Aryandra
Dengan seulas senyum diwajahnya Miska berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Tuan muda Roni Aryandra putra Bambang Samudra yang terhormat" Miska menekankan setiap kata-kata yang diucapkannya
" Gadis yang ada di hadapan anda hanyalah seorang gadis yang berstatus isteri di atas kertas, jadi tidak ada kewajiban untuknya menjaga kehormatan suaminya yang memang tidak layak dihormati dan satu lagi suaminya pun tidak berhak ikut campur urusan masing-masing" lanjut Miska lalu berjalan menuju nakas dan meletakkan tasnya di sana.
Roni mengepalkan tangannya kuat menahan marah dengan ucapan yang dilontarkan Miska, walaupun apa yang Miska katakan ada benarnya tapi Roni menampiknya, selama ini dia selalu merasa benar dan tidak ada yang berani membantahnya.
" Walaupun Loe itu hanya berstatus isteri di atas kertas tetap aja loe harus menjalani kewajiban loe sebagai isteri sesungguhnya sebab jika tidak kedua orang tua loe pasti akan merasa kecewa karena putrinya sudah menjadi isteri durhaka yang mengabaikan kewajibannya sebagai isteri" Roni tersenyum licik
Miska yang baru saja hendak masuk ke dalam kamar mandi menghentikan langkahnya
" Suami yang bagaimana menurut loe yang harus dipenuhi hak dan kewajibannya?, apakah suami yang selalu bergonta-ganti pacar? suami yang suka pamer kemesraan dengan wanita lain dihadapan isterinya? atau suami yang suka mencium bahkan mungkin bermain dengan wanita lain diluaran sana? apakah suami macam itu yang loe maksud Roni Aryandra?" ucap Miska yang sudah berbalik badan dan menatap sinis ke arah Roni
" Asal loe tau ya gue sedikit pun enggak pernah merasa cemburu melihat loe bermesraan dengan para pacar-pacar loe itu justru gue merasa jijik, dan gue juga bersyukur banget jika sikap loe yang seperti itu terus loe pertahankan ya setidaknya sampai 5 bulan kedepan, dengan begitu maka perjanjian gue sama bokap loe akan segera berakhir !" Miska tersenyum puas melihat Roni yang nampak terkejut dengan ucapannya
__ADS_1
" Apa maksud ucapan loe itu?" tanya Roni dengan tatapan nyalang
" Apa bokap loe enggak pernah cerita kalau sebenarnya pernikahan kita akan berakhir setelah 6 bulan dan keputusan itu semua ada ditangan gue. karena jika sampai 6 bulan loe masih belum berubah dengan kebiasaan buruk loe itu maka kita akan berpisah dengan waktu yang cepat dan terserah loe mau terus bermain cewek ataupun bersikap seenaknya di luaran sana karena semua itu bukan urusan gue"
" Dan satu hal yang harus loe tau, gue menerima perjodohan ini bukan atas kemauan gue sendiri tapi karena gue merasa iba dengan bokap loe yang sampai memohon agar gue mau menerima cowok beja* macam loe" ucap Miska tajam
Roni mengeraskan rahangnya merasa terkejut mendengar penuturan Miska yang terdengar cukup tajam
" Jadi gue ucapin terima kasih karena elo sudah memenuhi keinginan gue, jadi dengan begitu kita akan cepat-cepat berpisah dan gue rasa hal itu juga yang elo inginkan bukan, bermain perempuan sesuka loe tanpa merasa terganggu dengan kehadiran gue" ucap Miska sesantai mungkin lalu kembali berbalik badan hendak masuk ke dalam kamar mandi
" Enggak akan!" ucap Roni terdengar tegas
Miska menghentikan pergerakan tangannya yang hendak menutup pintu kamar mandinya.
" Gue enggak akan biarin loe lepas begitu aja, barang yang sudah menjadi milik seorang Roni tidak akan gue biarkan menjadi milik orang lain"
" Tapi sayangnya gue bukan barang dan Loe enggak ada hak untuk mempertahankan gue, karena dari awal kita memang sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing dan pernikahan ini hanyalah sebatas di atas kertas, jadi apapun keputusan loe tidak akan ada pengaruh apa-apa" Sahut Miska
" Lalu bagaimana dengan kedua orang tua loe?" tanya Roni dengan tawa meremehkan
" Bukan masalah, gue rasa mereka pasti akan setuju-setuju aja kalau gue berpisah dengan suami yang tidak pernah bertanggung jawab terhadap isterinya dan selalu bermain wanita diluar sana, orang tua yang mana yang akan tahan jika melihat putrinya diperlukan tidak baik? gue rasa tanpa meminta pun mereka pasti dengan sendirinya yang akan membawa gue pulang kembali ke rumah" Miska tersenyum menang melihat wajah Roni yang diam membeku.
" Sebaiknya urus pacar-pacar loe itu dengan baik, ingat karma itu berlaku. Saat ini Loe dengan mudah mempermainkan perasaan wanita kelak perasaan loe yang akan dipermainkan oleh perempuan"
" Itu tidak akan mungkin" tegasnya
" Apa Loe yakin? ingat loe itu terlahir dari rahim seorang ibu, jika loe membuat seorang wanita sakit hati itu sama aja loe menyakiti hati seorang ibu termasuk mommy, karena wanita-wanita yang loe pacari, mereka juga terlahir dari rahim seorang ibu, dan mereka telah menaruh harapan besar kepada putri-putri mereka agar mendapatkan masa depan yang lebih baik dengan bersekolah di SMA Darma Bangsa" Roni seketika terdiam mencerna setiap perkataan Miska bahkan tanpa dia sadari Miska sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Roni berjalan menuju balkon meraih sebatang rokok dan menghidupkannya.
__ADS_1
berkali-kali dia mengisap rokok tersebut hingga tanpa terasa dia sudah menghabiskan 3 batang , karena merasa penat dan otaknya terasa berpikir berat Roni kembali menghidupkan sebatang rokok lagi namun baru saja hendak menghisapnya jari lentik sudah terulur merebut rokok tersebut lalu mematikannya.
Roni melotot tidak percaya gadis yang ada di hadapannya berani seenaknya mematikan rokoknya.