
Setelah acara drama menyuapi Lia sarapan, Mario kini tengah berada di kampusnya yang letaknya tidak jauh dari SMA Darma Bangsa karena kampus tersebut masih satu yayasan yaitu universitas Darma Bangsa.
Di kampus Mario menjadi idola kaum hawa, bahkan banyak para mahasiswa yang merasa tersaingi dengan keberadaan Mario. Tapi bukan Mario namanya kalau tidak bersikap dingin dan cuek terhadap orang lain jika bukan dengan orang-orang terdekat.
" Hai!" sapa seorang mahasiswi yang satu jurusan dengan mario, tanpa menjawab sapaan dari mahasiswi tersebut Mario langsung pergi begitu saja dengan sikap dinginnya.
Mario lebih tertarik pergi ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku yang memang sangat ia butuhkan setiap kali ada jam kosong.
Dengan serius dan konsentrasi penuh Mario membaca satu persatu buku yang tadi dipilihnya, mahasiswi yang bernama Gadis bersama dua orang sahabatnya yang melihat ada Mario langsung mendudukan dirinya di satu meja dengan Mario.
Gadis mencoba mencari perhatian dari Mario tapi Mario yang tengah serius membaca buku sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Gadis.
" Apa gue boleh duduk di sini?" tanya Gadis dengan tidak tahu malunya karena bertanya setelah hampir 20 menit dia duduk di bangku tersebut.
Mario menoleh dan menatap Gadis yang saat ini tengah duduk di kursi yang satu meja dengannya.
Tanpa bicara apa-apa Mario langsung beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
Meskipun banyak wanita yang mencoba untuk mendekati Mario, tapi hal itu tidak digubris sama sekali olehnya karena baginya Lia dan calon bayinya adalah dua orang yang paling berharga dalam hidupnya, dia harus rajin belajar karena ingin cepat lulus dan bisa membagi waktu untuk keluarga kecilnya.
" Ini benar-benar menantang!" ucap Gadis kepada teman-temannya setelah Mario menghilang dari hadapannya.
" Apa rencana loe?" tanya salah satu teman baik Gadis
" Gue akan berjuang untuk meluluhkan hatinya" sahut Gadis dengan penuh percaya diri.
" Apa loe yakin bisa?"
" Harus, gue yakin gue pasti bisa bukan Gadis namanya kalau tidak bisa menaklukkan tuh cowok" Sahut Gadis
" Tapi yang gue dengar dia sudah punya cewek loh!" ucap salah satu temannya.
" Iya benar, ceweknya anak SMA Darma Bangsa!" teman yang satunya membenarkan.
" Gue gak peduli, apalagi ceweknya masih anak SMA. gue yakin cowok itu pasti akan berpaling ke gue!" ucap Gadis dengan penuh percaya diri.
Mario menghampiri Lia pada saat jam istirahat, Lia yang tengah berada di kantin bersama teman-temannya hanya memutar bola matanya malas pada saat Mario duduk di sampingnya.
" Loe kenapa sih Li dari tadi muka ditekuk terus?" tanya Indah membuat Lia menatap tajam ke arah indah.
" Eh ini anak ditanya malah melotot" ucap Indah mendengus kesal.
" Tau loe Li sudah ada penawarnya juga masih cemberut aja !" ucap Mona menimpali
" Masih marah?" tanya Mario seraya memasukkan bakso milik Lia.
" Apaan sih!" kesal Lia
" Nanti aku jelasin, sekarang aku lapar!" ucap Mario dengan santai.
" Jangan cemberut terus tidak baik untuk calon anak kita sayang!" bisik Mario seraya mengelus perut Lia sontak Lia terkejut dengan apa yang telah Mario lakukan. Lia melotot dan kesal dengan apa yang Mario lakukan tanpa tau tempat, ia takut ada yang melihat apa yang Mario lakukan kepadanya.
" Sudah makanya jangan ngambek terus sayang!" Mario menyandarkan kepalanya di bahu Lia membuat Lia merasa aneh dengan apa yang Mario lakukan.
" Sudah, cepat habiskan ini setelah itu jelaskan padaku yang tadi papah bicarakan!" ucap Lia tegas
" Yaudah aku pesan dulu ya!" Mario hendak beranjak dari duduknya namun Lia menarik tangannya
" Ada apa?" tanya Mario
" Mau kemana?" Lia balik bertanya
" Mau pesan makan" Mario hendak berdiri namun lagi-lagi Lia menarik tangannya
" Gak usah ini saja habiskan!" ucap Lia
" Itu punya kamu kalau aku makan terus kalian makan apa?" tanya Mario
" Kalian?" Lia memincingkan alisnya
" Iya kalian, kamu dan anak kita sayang!" Bisik Mario.
" Aku sudah kenyang" jawab Lia
" Tapi_!"
" Kamu tadi menyuapiku banyak, jadi aku masih merasa kenyang" jawab Lia
" Kalau kenyang kenapa pesan makanan?" Mario menggeser mangkok bakso yang ada di hadapannya.
" Karena aku yakin kamu pasti akan kesini!" jawab Lia santai
__ADS_1
" Ukh isteri aku memang hebat!" puji Mario
" Jadi semakin sayang!" lanjutnya.
Teman-teman Lia merasa jengah dengan kemesraan sahabatnya itu yang terkesan tidak tahu tempat. mereka enggan berkomentar dan lebih memilih untuk mengobrol.
" Sudah selesai?" tanya Lia setelah mangkok bakso Mario kosong.
" Sudah" Mario tersenyum tipis
" Ayok kita ke taman!" ajak Lia
" Mau apa kesana?" tanya Mario
" Kamu mau aku terus merasa penasaran dan kepikiran terus dengan omongan papah?" Lia mendengus kesal
" Iya..iya aku akan menjelaskan semuanya!" ucap Mario lalu Lia dan Mario pamit kepada teman-temannya untuk pergi ke taman.
Setelah kepergian Lia dan Mario kini tinggal Zaira dan Mita yang masih duduk di kantin sementara Indah, Mona dan Mia sudah pergi lebih dulu karena kebelet ingin ke toilet.
" Za, balik ke kelas yuk!" ajak Mita dan beranjak dari duduknya
" Iya, ayok" Za pun beranjak dari duduknya dan mereka berdua pergi menuju kelas.
Pada saat melewati koridor sekolah tanpa sengaja Zaira menabrak seorang pria yang sebenarnya sangat ingin ia hindari.
" Ma..maaf!" ucap Zaira tanpa melihat orang yang ditabraknya
" Gak apa-apa, apa kamu baik-baik saja?" jawab pria tersebut dengan senyum yang mengembang.
Zaira yang merasa tidak asing dengan suara tersebut langsung mendongak dan betapa terkejutnya Zaira saat melihat pak Aldy yang tengah berdiri di hadapannya seraya tersenyum kepadanya.
" Pak Aldy!" ucap Zaira dengan keterkejutannya.
" Maaf ya pak saya tidak sengaja!" ucap Zaira seraya sedikit membungkukkan badan
" Tidak apa-apa, santai saja. saya tahu kok kamu tidak sengaja!" ucap pak Aldy
" Kalau begitu saya permisi pak!" ucap Zaira
Zaira dan Mita pergi meninggalkan pak Aldy namun baru saja melangkah pak Aldy memanggilnya
" Alzaira!" panggil pak Aldy
" Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kamu bareng saya?" tanya pak Aldy berharap Zaira tidak menolaknya
" Maksud pak Aldy apa ya?" Zaira balik bertanya
" Kita pulang bareng!" sahut pak Aldy. Mita yang mendengar hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala pelan.
" Maaf pak saya tidak bisa!" ucap Zaira membuat pak Aldy merasa kecewa.
" Kenapa?" tanyanya
" Saya sudah ada yang jemput pak!" jawab Zaira asal
" Benarkah, tapi kemarin saya lihat kamu pulang bareng pak Bagaz!"
Deg
Zaira bingung harus menjawab apa, Zaira merasa kesal karena guru yang ada di hadapannya saat ini sungguh menyebalkan karena mau tahu saja urusan orang.
" Emmm... itu pak anu ..!" Zaira merasa bingung harus menjawab apa.
" Itu karena saya yang minta pak, biasanya Zaira itu pulang bersama saya tapi karena kemarin saya ada urusan jadi saya yang meminta pak Bagaz yang mengantarkan Zaira pulang!" sahut seseorang yang kini sudah berada di belakang pak Aldy
" Kamu yang meminta pak Bagaz mengantar Alzaira pulang?" tanya pak Aldy menaikkan satu alisnya
" Iya " jawab Lia singkat yang kini berdiri di hadapan pak Aldy dengan wajah datar
" Kamu meminta guru kamu mengantarkan teman kamu?" tanya Aldy yang merasa aneh dengan apa yang Lia katakan.
" Kenapa memangnya, apa ada masalah?" tanya Lia tegas
" Kenapa pak Bagaz mau saja kamu suruh?" pak Aldy semakin bingung murid menyuruh gurunya itu sungguh aneh.
" Gak usah bingung pak!" ucap Mita yang dengan jelas terlihat dari wajah pak Aldy yang tidak terima karena Lia dengan seenaknya menyuruh Zaira pulang bersama Azka
" Masa bapak gak tahu sih sahabat saya yang satu ini adalah adik kandung dari pak Bagaz" ucap Mita memberitahu membuat pak Aldy terdiam dan sibuk dengan pikirannya.
" Yaudah pak permisi kami mau ke kelas sebentar lagi masuk!" ucap Lia lalu menggandeng tangan Zaira.
__ADS_1
Pak Aldy terdiam dan hanya bisa memandangi punggung Zaira yang sudah pergi bersama teman-temannya.
sesampainya di dalam kelas Zaira langsung mendudukkan dirinya lemas.
" Za kenapa?" tanya Mona kepada Mita
" Biasa dia lagi dapat godaan!" sahut Lia santai
" Godaan?" Mia memincingkan matanya
" Godaan pesona guru baru!" sahut Lia
" Apa? jadi Zaira tergoda oleh guru baru itu?" tanya Mona dengan bodohnya
"Loe suka Za sama guru baru itu?" tanya Mona dengan polos dan langsung mendapat tatapan tajam dari Zaira.
" Monaaaa..... loe bikin gue tambah pusing!" kesal Zaira
" Loh kok gue?" tanya Mona menunjuk dirinya sendiri.
" Tau ah!" kesal Zaira
" Duh ini anak kenapa jadi kembali telmi sih!" kesal Lia
" Eh enak aja loe bilang gue telmi!" protes Mona yang tidak terima dibilang telmi
" Mona sayang, begini ya bukan Za yang tergoda tapi Za yang selalu di goda." tutur Mita menjelaskan.
" Ya terus kalau Za di goda masalahnya dimana?" tanya Mona
" Masalahnya Za merasa risih bila diperlakukan seperti itu!" ucap Mita
" Memangnya siapa yang menggoda Za biar nanti gue kasih pelajaran" tutur Mona
" Pak Aldy" ucap Mita terus terang
" Pak Aldy? tapi lumayan ganteng Za. gak apa-apa kali di godain guru ganteng!" ucap Mona membuat Zaira langsung melotot.
" Apaan sih loe Mon gak jelas banget!" ucap Zaira
" kalau masih singel ya mungkin bisa loe bilang gak apa-apa Mon tapi kan loe tahu Za malah sudah punya buntut." tutur Mita
"Oiya, gue lupa" ucap Mona seraya terkekeh.
❄️Jam pulang sekolah
Zaira nampak bingung harus pulang bareng siapa, dia takut pak Aldy kembali melihatnya jika dia pulang bersama Azka.
" Za loe naik ke mobil gue aja nanti di pertigaan jalan loe turun dan pindah ke mobil kak Azka!" ucap Lia
" Benar itu Za!" sahut Mia menimpali
" Yaudah kalau begitu!" ucap Zaira dan baru saja mereka akan pergi ke parkiran tiba-tiba saja pak Aldy datang menghampiri mereka.
" Alzaira!" panggil pak Aldy
Zaira yang namanya dipanggil mendengus kesal dan Lia menepuk pundaknya. " Santai aja ada gue!" ucap Lia
" Sudah mau pulang ya?" tanya pak Aldy basa basi
" Iya pak!" bukan Zaira yang menjawab tapi Mia
" Bagaimana kalau saya antar?" ucap pak Aldy menawarkan
"Maaf pak saya tidak bisa!"Tolak Zaira sopan
" Kenapa?" tanya pak Aldy
" Karena saya_" ucap Zaira terpotong
" Karena kakak kamu?" tanya pak Aldy membuat Zaira dan teman-temannya membelalakkan matanya mendengar ucapan pak Aldy
" Kakak, Maksud bapak?" kali ini Mona yang bertanya.
" Ya apalagi kalau bukan pak Bagaz yang merupakan kakak Alzaira?" tanya pak Aldy memastikan.
Zaira dan teman-temannya mengerutkan keningnya mendengar penuturan pak Aldy yang ternyata salah paham atas ucapan Mita.
" Say_!" ucapan Azka terhenti saat menghampiri Zaira dan melihat keberadaan pak Aldy.
" Kita pulang sekarang!" ucap Azka tegas dan Zaira langsung mengekor di belakangnya.
__ADS_1
Suasana menjadi tegang dan pak Aldy hanya melempar senyum getir melihat kepergian Zaira bersama Azka.
" Kakak yang posesif!" gumam pak Aldy