Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
180 derajat


__ADS_3

Lia tersentak kaget saat sadar jika dirinya sudah bangun kesiangan, akibat Mario yang terus memaksanya untuk terus mengulang mengisi pasokan energi yang hanyalah alasan semata membuat keduanya baru bisa memejamkan mata setelah jam 3 pagi. tentu saja hal itulah yang membuat Lia bangun kesiangan.


Dengan bergegas Lia turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Setelah selesai dengan ritual bersih-bersihnya Lia membangunkan Mario untuk segera bergegas dan bersiap-siap.


" Io, bangun ini sudah siang nanti kamu bisa telat loh" Lia mengguncang tubuh Mario supaya bangun.


" Iya sebentar lagi, aku masih mengantuk sayang" ucap Mario yang masih memejamkan matanya.


" Io, mau bangun sekarang atau kau akan benar-benar tidak bisa pergi ke Jerman?" ancam Lia yang sontak langsung membuat Mario bangun dan beranjak turun dari tempat tidur.


" Iya aku bangun sayang!" ucap Mario yang sudah beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi namun sebelum itu dia mendaratkan satu kecupan di pipi Lia membuat Lia menggelengkan kepalanya.


Setelah Mario masuk ke dalam kamar mandi Lia menyiapkan baju yang akan Mario gunakan hari ini untuk pergi ke Jerman dan selesai menyiapkan baju Lia turun ke bawah untuk membantu bi Tini menyiapkan sarapan.


" Loh bi ini sudah siap semuanya?" tanya Lia


" Iya non"


" Maaf ya bi saya kesiangan" ucap Lia yang merasa tidak enak dengan bi Tini


" Gak apa-apa non, ini kan memang sudah pekerjaan saya non" ucap bi Tini


" Kalau begitu saya ke kamar Mita dulu ya bi, sekalian mau memastikan keadaannya bi" pamit Lia.


" Iya non"


" oiya bi, kak Arta apa sudah bangun atau jangan-jangan dia masih di kamar Mita?" tanya Lia


" Den Arta sudah berangkat dari tadi non, katanya mau ke kantor dulu mengambil berkas yang ketinggalan dan den Rio diminta untuk langsung ke bandara karena den Arta setelah dari kantor langsung ke bandara" tutur bi Tini menjelaskan.


" Oh kak Arta sudah berangkat, makasih ya bi nanti akan saya sampaikan ke Io" ucap Lia setelah itu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.


Tok


Tok


Tok


Ceklekk


Lia membuka pintu kamar tamu yang Mita tempati. " Hai Mit, bagaimana sudah merasa baikan?" tanya Lia yang duduk di tepi tempat tidur.


" Sudah agak enakkan, Terima kasih ya Li sudah menjaga gue padahal hari ini suami loe kan mau berangkat ke Jerman, maaf karena sudah merepotkan elo dan Mario" ucap Mita yang tidak tahu jika yang menemani dan menjaganya semalaman bukanlah Lia melainkan Arta.


" Iya santai aja, sudah kayak sama siapa aja loe" ucap Lia yang sengaja tidak memberitahu bahwa Arta lah yang menjaganya semalaman selain merasa malu dan tidak enak terhadap Mita, Lia juga takut Mita salah paham karena sudah membiarkan orang yang tidak Mita kenal menjaga dan menemaninya semalaman.


" Yaudah yuk kita sarapan dulu, biar kondisi loe semakin sehat. loe mau makan disini aja atau ikut gue sarapan di ruang makan?" tanya Lia


" Gue ikut sarapan disana saja, bosen juga gue dikamar terus" Sahut Mita yang sudah melepaskan selang infusnya.


" Mit loe gak Kenapa-napa?" tanya Lia yang melihat dengan santainya Mita melepas infusnya.


" Kenapa, ini? gak apa-apa" sahut Mita.


" Yaudah yuk !" ajak Lia dan membantu Lia turun dari tempat tidurnya.


Lia membantu Mita berjalan menuju ruang makan dan baru juga Mita mendudukkan dirinya di kursi meja makan dan Lia hendak pergi memanggil suaminya tapi baru mau melangkah Mario sudah datang lebih dulu dengan tergesa-gesa.


" Yang maaf aku gak bisa ikut sarapan bareng kalian ya, tadi kak Arta menelpon dia sudah ada di bandara" ucap Mario.


" Iya io, aku tadi baru saja mau bilang ke kamu kalau kak Arta sudah berangkat duluan" ucap Lia


"Yaudah, aku pamit ya!" Mario mengecup kening Lia setelah itu Lia mencium punggung tangan Mario penuh cinta.


" Tapi kamu kan belum sarapan?" tanya Lia


" Tenang aja aku nanti sarapan di bandara" sahut Mario


"Yaudah kalau gitu hati-hati ya Io!" pesan Lia


" Iya isteriku!" Mario mengacak-acak rambut Lia gemas.


" Yaudah aku pergi ya, kamu hati-hati di rumah, jangan keluyuran gak jelas!" pesan Mario


" Iya bawel" ucap Lia mengerucutkan bibirnya.


" Ekhemm, duh romantis banget sih kalian bikin gue iri aja!" celetuk Mita membuat keduanya menoleh dan menjadi tersipu malu.


" Ehh Mit, gimana keadaan loe udah baikkan?" tanya Mario

__ADS_1


" Alhamdulillah baik, sorry ya gue udah ngerepotin loe berdua." ucap Mita


" Gak apa-apa santai aja" ucap Mario


" Yaudah ya gue pamit dulu, loe disini aja dulu temani Lia dan sekaligus buat loe cari suasana baru." ucap Mario


" Iya, loe juga hati-hati di sana!" ucap Mita


" Iya, oiya Mit loe gak nitip salam gitu buat kak Arta?" tanya Mario menaikan satu alisnya.


" Kak Arta?" tanya Mita yang nampak sedikit berpikir


" Iya semalam itu dia kan su_" Lia langsung memotong ucapan Mario.


" Io kamu sudah hampir terlambat loh, kak Arta juga pasti udah nungguin kamu di bandara" ucap Lia


" Oh iya, yaudah aku pergi ya!" Mario melihat ke arah jam tangannya


Saat didepan pintu sebelum Mario masuk ke dalam mobil Lia nampak sedih.


" Kamu kenapa?" tanya Mario


" Aku kok sudah merindukan kamu sih Io?" ucap Lia lirih dan tiba-tiba menitikkan air mata


" Duh sayang jangan seperti ini dong, aku jadi berat nih buat pergi ke Jerman kalau kamunya seperti ini!" ucap Mario


" Iya maaf, yaudah sana berangkat!" ucap Lia yang nampak sendu dan Mario pun langsung menariknya ke dalam pelukannya.


" Aku pasti akan sangat merindukan mu sayang" ucap Mario disela pelukannya


" Aku juga lebih merindukanmu Io" Sahut Lia


" Setelah sampai di sana aku pasti akan memberi kabar, jadi jangan sedih lagi ya. setiap hari aku janji akan berusaha meluangkan waktu untuk video call" ucap Mario


" Janji ya!" Lia mendongak menatap lekat wajah Mario


" iya"


" Yaudah aku berangkat" dan sebelum masuk ke dalam mobil Mario mengisi energinya dulu dengan memberi l*****n dan spontan membuat Lia terkejut sekaligus malu takut dilihat orang.


Setelah mobil Mario sudah pergi Lia kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri Mita yang berada di meja makan.


" Gak apa-apa santai aja, gue paham apalagi kalian ini pengantin baru" ucap Mita tergelak


membuat Lia tersipu malu.


" Loh kok loe belum makan sarapannya sih Mit?" tanya Lia karena piring Mita masih bersih belum di isi apapun.


" Ya mana enak gue sarapan sendiri sementara yang punya rumah aja belum sarapan!" ucap Mita


" Yaudah yuk makan!" ajak Lia.


" Oiya, Li tadi itu Mario bilang apa kok dia nanya gitu gue gak nitip salam sama siapa tadi tuh?" tanya Mita yang mencoba mengingat-ingat


" Kak Arta!" ucap Lia memberitahu


" Iya kak Arta, kenapa Mario bisa bilang seperti itu?" tanya Mita yang merasa sedikit aneh


" Emmmm... sorry sebelumnya tapi ya Mit loe jangan marah" ucap Lia yang merasa tidak enak hati dengan Mita


" Marah kenapa?" tanya Mita


" Sebenarnya yang menggendong loe semalam sewaktu loe berada di dalam kamar mandi itu kak Arta, melihat loe pingsan di kamar mandi entah kenapa dia langsung menggendong loe gitu aja dan merebahkan loe di tempat tidur. bahkan dia nampak begitu panik kata Mario ini adalah hal pertama yang dia lihat kalau kakak sepupunya itu sebegitu mengkhawatirkan seorang wanita karena sebelumnya kak Arta itu selalu menutup hatinya dan bersikap dingin terhadap wanita manapun tapi dengan Loe justru Mario melihat sosok yang lain pada diri kakak sepupunya itu" ucap Lia memberitahu cerita yang semalam sempat Mario katakan kepadanya yang melihat perubahan sikap pada diri Arta.


" Maksud loe kakak sepupunya Mario yang menolong gue?" tanya Mita memperjelas


" Iya, bukan hanya itu saja dia juga yang menyuruh Mario memanggil dokter dan menebus obat loe " sahut Lia


" Kenapa, bukannya dia gak kenal sama gue dan gue juga kan gak kenal sama dia" sahut Mita


" Entahlah, Mario bilang tatapan mata kak Arta terhadap loe itu beda, dia gak pernah bersikap hangat terhadap wanita manapun tapi sama loe kak Arta justru berubah sampai 180 derajat" ucap Mita


" Kenapa bisa seperti itu?" tanya Mita yang jadi penasaran


" Kata Mario kak Arta itu pernah menyukai seorang gadis dan dia pernah berjanji akan menikah dengan gadis tersebut tapi sampai saat ini dia belum juga menemukan gadis tersebut walaupun sudah bertahun-tahun kak Arta mencarinya tapi tetap saja dia belum menemukan gadis yang dicarinya itu. setidaknya dia ingin memastikan kehidupan gadis itu dalam keadaan baik-baik saja" ucap Lia menceritakan apa yang Mario ceritakan kepadanya.


" Beruntung sekali gadis itu ya yang begitu dicintai kak Arta" ucap Mita.


" Iya, tapi sayang mereka belum juga di pertemuan. entah gadis itu masih hidup atau tidak, sudah menikah atau belum" ucap Lia


" Iya juga sih" ucap Mita

__ADS_1


" Dan satu lagi yang belum gue bilang sama loe" ucap Lia


" Apa?" tanya Mita penasaran


" Sebenarnya yang menjaga loe semalaman itu ya kak Arta" ucap Lia membuat Mita membulatkan matanya sempurna


" Bercanda loe gak lucu, sumpah" ucap Mita tertawa tidak percaya dengan ucapan Lia


" Gue serius" ucap Lia dan membuat Mita menatap bola mata Lia mencari kebohongan namun tidak ada.


" Dia semalam yang meminta buat jagain loe, gue juga heran kenapa kak Arta bisa sepanik itu melihat loe gak sadarkan diri. seperti kalian sudah saling kenal aja bahkan kekhawatirannya itu seperti seorang suami yang tengah mengkhawatirkan keadaan isterinya" ucap Lia membuat Mita memutar bola matanya malas.


" Loe jangan berlebihan deh Li, gue itu masih dalam masa bersedih ya jangan bicara yang aneh-aneh deh" ucap Mita membuat Lia tergelak.


" Siapa yang bicara aneh-aneh sih Mit loe aja yang sensi. gue bicara sesuai fakta ya!" ucap Lia


" Terserah loe aja deh" ucap Mita malas menanggapi


" Sudah ah jangan bahas itu lagi mending kita sarapan" lanjut Mita


" Iya betul" ucap Lia dan saat asik menyantap sarapannya tiba-tiba bi Tini datang membawa dua mangkuk sup ayam kampung yang diletakkan di atas meja.


" Non Lia, non Mita ini dimakan ya selagi panas" ucap bi Tini


" Sup?" ucap Lia dan Mita bersamaan


" Iya, silahkan dimakan non " ucap bi Tini lalu beranjak kembali ke dapur.


" Sup ini sepertinya enak" ucap Mita


" Iya, makan cepat selagi masih panas loe kan paling suka sama sup" ucap Lia


" Ha..ha... tau aja loe, bi Tini tau aja ya makanan kesukaan gue bikin suasana hati gue sedikit membaik" ucap Mita membuat Lia menggelengkan kepalanya.


" Lebay loe" ucap Lia yang ditanggapi kekehan dari Mita.


Mita menyuapkan satu sendok sup ayam yang bi Tini berikan kedalam mulutnya dan seketika mata Mita membulat.


" Sup ini..?" Mita nampak terdiam sejenak dan kembali menyuap satu suapan lagi sup tersebut.


" Sup ini siapa yang membuatnya?" tanya Mita dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan


" Kenapa memangnya tidak enak?" tanya Lia dan Mita bukan menjawab malah menitikkan air mata.


" Mita loe kenapa?" tanya Lia namun Mita malah diam tidak bergeming Lia yang nampak panik langsung berteriak memanggil bi Tini


" Bi Tini!" teriak Lia dan tidak berapa lama bi Tini pun datang.


" Ada apa non?" tanya bi Tini yang nampak takut-takut.


" Bi siapa yang masak sup ayam ini bi?" tanya Lia membuat bi Tini terkejut


" Itu non anu" ucap bi Tini tergagap


" Itu anu apa bi?" tanya Lia sedikit meninggi karena terlalu khawatir dengan Mita yang masih diam saja seakan tengah memikirkan sesuatu.


" Maaf non tadi bibi lupa bilang kalau sup ayam kampung itu den Arta yang membuatnya dan kata den Arta sup ini bagus buat non Mita jadi non Mita diminta untuk menghabiskan sup nya" ucap bi Tini membuat Mita diam membeku dan Lia tercengang tidak percaya kalau sepupu dari suaminya itu sampai menyempatkan diri memasak sup untuk Mita.


" Sup ini jadi buatan kak Arta bi?" tanya Mita dengan air mata yang sudah kembali mengalir.


" Mita loe sebenarnya kenapa sih, ada apa memangnya dengan sup ini?" tanya Lia yang merasa aneh dengan sikap Mita


" Gak apa-apa gue suka banget dengan sup ini, ini benar-benar enak banget" ucap Mita menghapus kasar air matanya Yang menetes begitu saja dan dia ingin memastikan terlebih dahulu apakah yang membuat sup ini adalah orang yang sama.


" loe yakin gak apa-apa, tapi kenapa loe menangis?" tanya Lia.


" Gue hanya merasa terharu aja dan tadi sempat teringat dengan_" Mita menggantungkan ucapannya


" Dengan siapa?" tanya Lia penasaran


" Bukan siapa-siapa" Sahut Mita berbohong


" Yaudah kalau gitu lanjut habiskan sup nya"


ucap Lia


" Tenang aja pasti habis kok" ucap Mita yang kembali dengan lahap menyantap sup ayam kampung buatan Arta.


" Gue jadi penasaran siapa sebenarnya kak Arta itu dan bagaimana bisa dia memasak sup ayam ini sama seperti dengan sup buatan laki-laki itu dan sup ini benar-benar mengingatkan aku dengan kakak tampan" batin Mita


" Apa kakak tampan masih ingat sama imut, rasanya tidak mungkin dia masih ingat ?"

__ADS_1


__ADS_2