
Hari ini adalah pengumuman hari kelulusan Miska sudah sangat tidak sabar untuk melihat pengumuman tersebut
" Roni cepetan dong!" teriak Miska yang sudah tidak sabaran menunggu Roni memakai sepatunya.
" Iya sebentar dong sayang" setelah selesai memakai sepatunya Roni pun menghampiri Miska yang sudah menunggunya di ambang pintu
" Tidak baik ibu hamil berdiri di sini!" Roni langsung merangkul pinggang Miska dan mengajaknya turun untuk sarapan
" Kita sarapan dulu ya!" ajaknya
" Tapi aku sudah tidak sabar mau cepat-cepat melihat pengumuman kelulusan kita" rengeknya
" Iya tapi kita sarapan dulu, kasihan dedek!" Roni mengusap perut Miska yang sudah sedikit ketara
" Tapi_" Miska hendak protes tapi diselak oleh Roni
" Tidak ada tapi-tapian sayang, utamakan kesehatan kamu dan juga dedeknya" tegas Roni
" Iya... iya.." Miska akhirnya mengalah
Mereka lalu berjalan menuju meja makan untuk sarapan dan disana sudah ada mommy Sarah dan Bambang
" Sayang sini sarapan dulu!" panggil mommy Sarah
" Iya mom" sahut Miska
Miska dan Roni pun sarapan bersama setelah selesai mereka langsung berangkat ke sekolah
Sesampainya di sekolah Miska yang sudah tidak sabaran hendak turun lebih dulu namun dengan cepat di cegah oleh Roni
" Sayang sabar dong jangan tergesa-gesa kayak gitu, ingat dedek!" ucap Roni menarik tangan Miska yang hendak turun
" Aku tuh udah enggak sabar yang mau liat hasilnya" jawab Miska
" Kamu tenang aja, kamu pasti lulus kok" ucap Roni
" Amin, tapi tetap saja aku penasaran"
" Kita masuk bareng, awas aja kalau main jalan duluan!" pesan Roni
Roni dan Miska jalan bersama masuk ke dalam sekolah, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka berdua terutama Lolly dan Luna.
Lolly dan Luna menatap tajam ke arah mereka berdua " Roni selera loe udah turun sekarang?" ejek Luna saat Roni dan Miska melewatinya
Roni menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Luna yang sedang berdiri seraya bersandar pada dinding
" Loe salah besar Lun, justru selera gue sekarang terlalu tinggi sampai loe aja bukanlah tandingannya!" ucap Roni santai namun sangat menyakitkan untuk Luna
" Loe terlalu berlebihan Ron, dia itu enggak ada apa-apanya dibandingkan gue. loe nya aja yang sudah termakan oleh bujuk rayunya"
" Loe itu enggak tau apa-apa Lun, semakin loe banyak bicara tentangnya semakin loe menjatuhkan harga diri loe sendiri" terang Roni sementara Miska sudah sedari tadi menarik-narik lengan Roni
" Sebentar sayang" ucap Roni pada Miska
" Jangan menjatuhkan harga diri wanita lain kalau loe enggak mengenal wanita itu karena hal itu sama saja loe sedang menjatuhkan harga diri loe sendiri!" pesan Roni
" Loe benar-benar udah berubah Ron" ucap Luna
" Gue berubah untuk menjadi manusia yang lebih baik, apa itu salah?" tanya Roni pada Luna
" Gue berharap loe juga bisa berubah menjadi lebih baik lagi ke depannya Luna, masa depan kita masih panjang sudah waktunya kita berbenah diri memperbaiki segala kesalahan yang pernah kita perbuat selama ini" lanjutnya
" Gue minta maaf Luna kalau selama ini gue sudah membuat loe sakit hati tapi jujur gue bilang sama loe kalau gue sudah bahagia dengan kehidupan gue yang sekarang, mendapatkan wanita yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anak gue'' Roni menggenggam erat tangan Miska
" Tapi Roni gue masih sayang sama loe" ucap Luna
__ADS_1
" Loe berhak sayang dan cinta pada siapapun karena gue enggak bisa melarang loe tapi jika untuk membalas rasa sayang dan cinta loe, gue minta maaf sampai kapanpun gue enggak akan bisa membalasnya" jawab Roni tegas
" Ron" ucap Luna lirih
" Lupain gue Lun, Loe berhak bahagia. Mungkin kita memang hanya ditakdirkan untuk berteman dan tidak lebih. suatu hari nanti loe pasti akan menemukan laki-laki yang jauh lebih baik dari gue dan yang bisa mencintai loe dengan tulus" ucap Roni
" Loe memang sudah berubah Ron" Luna menghapus air matanya
" Gue berubah demi mendapatkan cinta sejati gue Lun yaitu Miska Maheswari" ucap Roni tulus dan menatap ke arah Miska
Miska tersenyum penuh haru membalas tatapan mata Roni
" Setelah acara wisuda kelulusan, gue dan Miska akan menggelar pesta pernikahan kami yang tertunda" Miska membelalakkan matanya mendengar kata-kata Roni
" Pernikahan?" Luna sama terkejutnya dengan Miska
" Iya, kami sebenarnya sudah menikah" Roni memperlihatkan cincin pernikahannya yang tersemat di jari manisnya begitu juga dengan Miska
" Tidak mungkin, loe pasti bercanda iyakan Ron?" Luna menggelengkan kepalanya
" Iya kalian pasti berbohong!" Lolly tiba-tiba menyela pembicaraan Luna dan Roni
" Lolly" beo Roni
" Gue enggak percaya itu pasti akal-akalan kalian aja iya kan?" geram Lolly
" Loe keterlaluan Ron, pengecut!" maki Lolly
" Terserah loe mau bilang gue apa Lolly, gue sudah berkata jujur dan kalau loe enggak terima gue bisa apa, yang jelas gue sudah memberitahu kalian buat melupakan gue karena gue enggak mungkin membalas perasaan kalian disaat gue sudah memiliki kekasih halal" Jawab Roni
" Loe pasti berbohong Ron, gue enggak percaya dengan apa yang sudah loe bilang. loe jahat Ron!" marah Lolly
" Loe itu cantik Lolly, pasti masih banyak cowok yang bahkan jauh lebih baik dari gue yang suka sama loe"
" Lolly, Luna gue minta maaf tapi gue enggak bisa. Hati gue sudah dipenuhi oleh nama isteri gue yaitu Miska. loe boleh percaya atau tidak tapi yang jelas kami memang sudah menikah" terang Roni
" Mana mungkin kalian sudah menikah, kalian masih sekolah" ucap Lolly
" Kami memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu, dan sudah saatnya semua orang tahu kalau wanita cantik yang berdiri di samping gue ini adalah isteri gue" ucap Miska
" Enggak mungkin " ucap Luna yang juga sama-sama tidak percaya dengan kata-kata Roni
Miska tidak bicara sekata patah pun karena itu memang sudah menjadi urusan mereka bertiga.
Bruk
Miska sedikit oleng dan untung saja Roni berdiri sambil melingkarkan tangannya di pinggang Miska, jadi saat Miska hampir terjatuh Roni dengan sigap mendekapnya
" Kamu kenapa sayang?" tanya Roni spontan membuat dua wanita yang berada di hadapannya memanas
" Aku tidak apa-apa cuma sedikit pusing, mungkin terlalu lama berdiri" ucap Miska dengan suara pelan
" Yaudah kita ke ruang UKS aja dulu ya!" ajak Roni namun Miska menggeleng
" Aku mau lihat pengumuman kelulusan kita" ucap Miska
" Tapi kamu kan lagi pusing"
" Cuma sedikit kok, aku penasaran"
" Yasudah ayok!" Roni menggandeng tangan Miska dan mereka berjalan menuju papan pengumuman
Lolly merasa geram melihat kemesraan Roni dan perhatian Roni yang tidak pernah ia rasakan sewaktu bergelar sebagai kekasihnya.
Melihat perhatian Roni ke Miska membuat Lolly terbakar api cemburu dan dengan cepat Lolly sudah berada di belakang Miska
__ADS_1
Brukk
" Aww...." Teriak Miska saat tubuhnya jatuh kelantai
" Rasakan itu cewek munafik, dasar perebut pacar orang!" maki Lolly yang langsung pergi begitu saja
Roni terkejut saat tangan Miska terlepas dari pegangannya dan terjatuh di hadapannya.
" Sayang!" Roni panik
" Akhh... perutku!" Miska mengelus perutnya terasa nyeri
Roni yang panik langsung menggendong Miska ala bridal style Luna yang melihat raut kepanikan dan kecemasan di wajah Roni nampak pasrah karena dengan jelas ia bisa melihat betapa besarnya cinta yang Roni miliki untuk Miska
" Ron, pakai mobil gue aja!" ucap Luna yang membuat langkah Roni terhenti
Roni menatap Luna seraya mengerutkan keningnya " Gue akan belajar ikhlas " ucap Luna membuat Roni mengangguk dan mengikuti langkah Luna menuju mobilnya
Saat Roni berjalan sambil menggendong Miska banyak pasang mata yang menatapnya penuh tanda tanya
" Roni!" teriak Billy saat melihat Roni sedang menggendong Miska
" Ada apa?" tanya Billy yang melihat wajah pucat Miska yang berada di dalam gendongannya.
" Nanti gue ceritain!" ucap Roni kembali melanjutkan langkahnya
" Naik mobil gue!" Billy sudah membukakan pintu mobilnya untuk Roni dan Miska
Roni menatap ke arah Luna " Udah cepat naik !" ucap Luna yang mengerti maksud dari tatapan Roni
" Thanks Lun" ucap Roni sebelum masuk ke dalam mobil Billy
" Hem" Luna mengangguk dan tersenyum
Roni sudah masuk ke dalam mobil Bily dan pada saat Billy hendak masuk ke dalam mobilnya, Hana yang baru datang bersama Nana berteriak memanggilnya
" Billy!" Hana setengah berlari menghampirinya
" Loe mau kemana lagi?" tanya Hana
" Ke rumah sakit" jawab Billy
" Siapa yang sakit?"
" Miska"
" Miska?" Hana terkejut
" Han, sebaiknya loe masuk aja deh!" ucap Roni yang membuka kaca mobil
" Iya!" Hana pun dengan tergesa masuk ke dalam mobil Billy.
" Na tolong liatin ya, gue ikut Billy dulu!" teriak Hana dan Nana mengangguk
Disepanjang jalan Roni nampak gelisah dengan keadaan Miska yang sedari tadi memegangi perutnya
" Sayang bagaimana apa masih sakit?" tanya Roni pada Miska
Miska mengangguk pelan seraya menarik napas berkali-kali dan tiba-tiba saja
Bruk
Miska jatuh pingsan
"Sayang!"
__ADS_1