
Menjelang sore sepasang calon orang tua itu masih saja nyenyak dalam tidurnya sampai keduanya tidak sadar dokter cantik dan asistennya sudah berdiri di samping brankar Khanza.
" Pak permisi!" ucap seorang suster yang menjadi asisten dari dokter Dinda menepuk bahu Aldy membangunkannya.
"Ah, iya?" Aldy segera bangun dan dengan perlahan menarik tangannya yang menjadi bantalan Khanza.
" Maaf...maaf dokter!" ucap Aldy merasa malu tertangkap basah ikut tertidur di samping Khanza
Dokter Dinda tersenyum melihat lucu tingkah Aldy yang nampak malu.
" Tidak apa-apa kok pak, saya sudah terbiasa melihat pasangan suami istri seperti kalian, apalagi termasuk pasangan yang belum lama dan sedang hangat-hangatnya ditambah mau jadi calon bapak" sahut dokter Dinda seraya tersenyum
" Sepertinya bundanya nyenyak banget ya tidurnya!" ucap dokter Dinda
" Biar saya bangunkan dokter!" Aldy mendekati Khanza baru hendak menepuk bahunya Khanza sudah lebih dulu membuka matanya.
" Mas!" Khanza mengerjapkan kedua matanya
" Sayang ada dokter Dinda yang mau memeriksa kondisi kesehatan kamu" ucap Aldy memberi tahu
" Eh.. Dokter maaf dokter saya ketiduran!" ucap Khanza yang hendak bangun.
" Tidak usah bangun bunda!" cegah dokter Dinda
" Kalau bunda tidurnya nyenyak itu bagus untuk kesehatan bunda dan juga dedeknya"
" Apa ada keluhan lagi bunda?" Khanza menggeleng
" Tidak ada dokter!'
" Kalau begitu bagus, sekarang kita periksa dulu ya jika kondisinya benar-benar sudah sehat. besok sudah boleh pulang bunda!"
" Baik dokter!" ucap Khanza
Setelah dokter Dinda memeriksa kondisi kesehatan Khanza dan calon bayinya dan sudah dinyatakan sangat bagus,besok pagi Khanza sudah diperbolehkan pulang.
" Mas, aku pingin makan bakso deh mas kayaknya enak!" pinta Khanza saat Dokter Dinda sudah pergi dari ruang perawatan Khanza
" Mau makan bakso?" Khanza mengangguk
" Tapi enggak apa-apa kamu mas tinggal sendiri?"
" Enggak apa-apa mas, sebentar lagi juga ibu bakalan datang kok!"
" Yaudah, kalau begitu mas tinggal dulu ya!" Khanza mengangguk
Aldy memberhentikan mobilnya saat melihat kedai bakso yang berada di pinggir jalan.
" Permisi pak, saya pesan baksonya dua ya dibungkus. kuah sama baksonya dipisah saja sama sausnya juga!"
" Iya mas, silahkan tunggu dulu saja disana!"
" Iya pak!" Aldy pun duduk di salah satu bangku yang berjejer di kedai bakso tersebut.
Sambil menunggu Aldy fokus dengan ponselnya, mengecek beberapa email yang dikirim oleh Shandy sekertaris Azka
Tanpa Aldy sadari ada seseorang yang sedari awal Aldy masuk orang tersebut terus memperhatikannya dengan senyum yang berbinar.
" Pak Aldy!" Seru seseorang yang duduk tidak jauh dari pak Aldy
" Bu Siska!" seru Aldy terkejut
" Sedang beli bakso juga pak?"
__ADS_1
" Iya bu"
" Sendirian pak?"
" Iya" jawab Aldy singkat
Tidak lama bu Siska beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri meja Aldy.
" Boleh saya duduk di sini pak?" ucap bu Siska dengan senyum yang mengembang
" Silahkan bu!" ucap Aldy yang merasa tidak enak hati menolak apalagi di situasi yang cukup ramai.
" Kok sendirian aja pak enggak ada yang nemenin nih?"
Aldy bergeming dan hanya menjawab dengan senyuman.
" Ini bu pesanannya!" ucap si penjual bakso memberikan semangkok bakso pesanan bu Siska
" Wah pesanan saya sudah datang duluan pak" seru bu Siska seraya meraih mangkok bakso tersebut.
" Terima kasih ya mas!" ucap bu Siska pada penjual bakso tersebut
" Iya Bu sama-sama, silahkan di nikmati bu!"
" Iya mas" penjual bakso tersebut kembali ke tempatnya.
" Mari pak makan, pesanannya belum ya pak ?"
" Iya Bu silahkan, mungkin masih mengantri bu"
" Iya, disini selalu mengantri pak karena bakso disini terkenal enak"
"Oh begitu, apa Bu Siska sering makan bakso di sini?" tanya Aldy basa basi
" Iya pak" bu Siska sengaja tidak memakan baksonya hanya diaduk-aduk saja menunggu pesanan Aldy datang.
" Berapa pak?" ucap Aldy seraya menerima bungkusan bakso tersebut
" 40 ribu mas" Jawab penjual bakso tersebut, Aldy lalu mengambil uang dari saku celananya uang 50 ribuan.
" Ini pak!"
" Sebentar ya mas saya ambil kembaliannya dulu"
" Tidak usah pak, kembaliannya ambil saja!" ucap Aldy seraya beranjak dari duduknya lalu hendak pergi
" Loh pak Aldy beli baksonya di bungkus, enggak makan disini?" tanya Bu Siska melas karena niat hati ingin berlama-lama dengan pujaan hati eh malah ditinggal pergi
" Iya bu, mari bu saya duluan" ucap Aldy lalu pergi begitu saja membuat bu Siska mendengus kesal
Setelah selesai membeli bakso Aldy langsung menunju rumah sakit, hanya butuh waktu 10 menit Aldy sudah sampai di parkiran.
Ceklekk
" Assalamu'alaikum!" ucap Aldy seraya membuka pintu ruang perawatan Khanza dan betapa terkejutnya Aldy saat melihat siapa yang tengah berada di dalam ruangan tersebut.
" Wa'alaikum salam" jawab semua orang yang berada di ruangan Khanza bersamaan.
" Dari mana saja kamu? isteri sakit kok malah di tinggal sendirian?" tanya seorang wanita paruh baya walaupun sudah berumur tapi kecantikannya masih terlihat dengan jelas
" Ini baru beliin bakso permintaan ibu hamil" jawab Aldy seraya menyalami punggung tangan wanita tersebut lalu bergantian menyalami pria paruh baya yang cukup disegani itu.
Aldy lalu meletakkan bakso tersebut di atas nakas.
__ADS_1
" Yah, mas lupa enggak ada mangkuknya" ucap Aldy menatap ke arah Khanza
" Itu ada, tadi mama sengaja bawa mangkuk, piring dan juga gelas. takutnya disini enggak ada" jawab wanita paruh baya tersebut
" Mamah memang paling peka kalau soal yang satu ini, kamu beruntung loh Khanza mendapatkan perhatian dari mamah" timpal seorang wanita yang tidak jauh seumuran dengan Khanza
" Wah rupanya menantuku sedang cemburu ya?" goda mama Maria wanita paruh baya yang kini tengah merangkul bahu menantu kesayangannya.
" Iya, Za cemburu karena perhatian mamah sekarang sudah terbagi" seloroh Zaira yang pura-pura merajuk
" Kak Za maaf ya kalau gara-gara Khanza mamah jadi mengurangi perhatiannya pada kak Za!" ucap Khanza sedikit sendu karena merasa tidak enak hati
" Ha ..ha.., kau ini mana ada aku merasa seperti itu. aku hanya bercanda kok Khanza, aku malah senang sekarang saudara perempuan ku bertambah lagi" ucap Zaira dengan tulus
" Terima kasih ya kak" ucap Khanza penuh rasa syukur
" Kalian ini putri-putri kami, harus hidup bahagia dan selalu ceria ya" ucap mama Maria mendekati keduanya lalu meraih tangan Khanza dan Zaira lalu tersenyum bahagia
" Aldy kamu harus berjanji pada papa dan mama akan selalu menjaga dan melindungi Khanza, jangan pernah kamu menyakitinya apalagi menyia-nyiakan nya. papa tidak akan tinggal diam kalau kamu sampai melakukan itu" ucap papa Sam tegas
" Iya pah"
" Khanza!" panggil papa Sam
" Iya pah" Khanza menoleh ke arah papa Sam
" Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang masalah sekolah kamu, cukup kamu perhatikan dan jaga baik-baik kandungan kamu, soal masalah sekolah dan yang lainnya biar papa dan suami kamu yang urus"
" Iya pah"
" Kamu belajarlah seperti biasa nanti di jam pelajaran olahraga papa yang akan bicara dengan bu Tika" lanjut papa Sam
" Terima kasih banyak ya pah, jujur saja ini yang sedari tadi menjadi Beban pikiran Khanza, takut Khanza akan dikeluarkan dari sekolah" ucap Khanza dengan air mata yang tiba-tiba meluncur begitu saja.
" Khanza, kamu tenang saja, kamu pasti bisa kok melewati semua ini. aku tahu perasaan kamu saat ini karena aku juga pernah berada di posisi kamu." ucap Zaira seraya mengusap punggung tangan Khanza
" Kak!" Khanza menatap Zaira dengan mata berkaca-kaca
" Kamu tidak perlu khawatir karena kita memiliki mamah dan papah yang luar biasa hebat, tanpa mereka aku juga mungkin tidak akan seperti ini" ucap Zaira
" Percaya saja semuanya akan berjalan dengan lancar sampai hari itu tiba, dimana malaikat kecil kamu lahir dan menjadi kekuatan untuk mu" tambahnya
" Kamu ini bisa saja, kalian adalah kekuatan untuk kami sayang!" ucap mama Maria yang sangat menyayangi menantunya tersebut
" Sudah ... sudah kenapa kalian jadi melow gini sih, kita itu datang buat menghibur kok malah pada nangis!" ucap papa Sam seraya geleng-geleng kepala
" Jangan pada sedih ini nasib baksonya bagaimana?" tanya Aldy yang sudah menuangnya ke dalam mangkok
" Wahhh... bakso kayaknya enak tuh?" ucap Zaira berbinar saat melihat bakso yang tersaji di atas nakas
" Kamu mau Za?" tawar Aldy
" Mau kalau boleh" sahutnya tanpa malu-malu
" Ini!" Aldy memberikan satu mangkok bakso kepada Zaira dan satunya lagi kepada Khanza
Mereka berdua makan dengan lahap tanpa memperdulikan orang disekitarnya.
" Sayang, makannya pelan-pelan saja!" ucap Aldy lalu memberikan segelas air minum kepada Khanza dan Zaira
Ceklekk
pintu terbuka dari luar dan menyembul seorang pria tampan bersama seorang balita yang berada di dalam gendongannya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum!" ucapannya
" Wa'alaikum salam!" jawab semuanya bersamaan