Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Aldy tidak bisa berkonsentrasi setiap kali teringat dengan Khanza, sesekali ia mengusap wajahnya kasar karena pekerjaannya masih belum juga selesai.


" Shendy apa pekerjaan kita disini masih lama ya?" tanya Aldy setelah meeting dan Shendy yang merupakan asisten Azka ikut serta dalam meeting tersebut


" Ada apa memangnya pak?" tanya Shendy yang menangkap raut kegelisahan pada Aldy


" Aku ingin pekerjaan ini cepat selesai, aku harus pulang" jawab Aldy menghembuskan napasnya kasar


" Apa terjadi masalah?" tanya Shendy


" Hem, isteri ku sakit" jawab Aldy sendu


"Sakit?" Aldy mengangguk


" Saat ini isteriku sedang dirawat" jawab Aldy sedih


" Ya sudah sebaiknya pak Aldy pulang saja , kasihan isterinya pasti sangat mengharapkan pak Aldy berada di sampingnya."


"Tapi_" Aldy menjeda ucapannya


" Pak Aldy tidak usah khawatir, semua tinggal menunggu hasil laporannya saja, dan itu bisa saya hendle nanti dan saya yang akan mengirim laporannya kepada pak Azka"


" Saya rasa pak Azka pun tidak akan keberatan, dia pasti akan mengerti posisi pak Aldy saat ini" Aldy mengangguk mengerti


" Baiklah kalau begitu, aku akan pulang sekarang juga. terima kasih banyak"


" Sama-sama pak, semoga isterinya cepat sembuh"


" Amin"


Aldy bergegas meninggalkan kantor menuju rumahnya


Hanya butuh waktu 20 menit ia kini sudah sampai dikediaman rumah orangtuanya.


Ceklekk


Aldy membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam rumah tersebut dengan tergesa-gesa.


" Loh den Aldy, tumben sudah pulang?" tanya art yang selama ini bekerja di rumahnya


" Ah iya mbok, aku buru-buru mau pulang ke ibu kota." sahut Aldy yang hendak pergi ke kamarnya


" Mas!" panggil seseorang yang cukup mengejutkan Aldy


" Kamu?"


" Apa kabarnya mas?" tanya Mila yang merupakan adik iparnya


" Baik, kamu sedang apa disini?"


" Aku datang ke sini karena tahu mas pulang, apa mas sudah menjenguk mama?" tanya Mila dengan tersenyum yang sulit di artikan


" Sudah kemarin"


" Oh, aku kira belum jika belum aku ingin mengajak mas pergi bersama"


" Kau datang sendiri, dimana Nino?" tanya Aldy yang celingukan mencari keberadaan keponakannya itu.


" Nino sedang ikut omanya" jawab Mila tersenyum menggoda


" Apa Toni sudah pulang?"


" Sudah, 2 Minggu yang lalu tapi sekarang dia sudah pergi lagi" jawab Mila santai tanpa ada rasa sedih sedikitpun


" Pergi lagi?" tanya Aldy mengerutkan keningnya


" Iya, aku berharap Toni bekerja yang benar disana selain kuliah di juga kan harus bekerja untuk mencari uang"


" Bagaimana kuliahnya?"


" Baik dan lancar karena itu aku melarangnya untuk bolak-balik karena itu hanya buang-buang waktu dan biaya saja" sahut Mila membuat Aldy sedikit mengerutkan keningnya


" Tapi dia juga kangen dengan kalian, jangan terlalu memaksanya, biarkan dia melepaskan kerinduannya kepada putranya mungkin dengan begitu dia akan lebih semangat baik bekerja maupun urusan kuliahnya"


" Tapi aku yang malas jika bertemu dengannya terus, lebih baik dia tidak pulang dan aku ingin mas Aldy saja yang pulang. lagi pula Nino juga lebih dekat dengannya" batin Mila

__ADS_1


" Oiya, bagaimana keadaan kandungan kamu?" tanya Aldy


" Baik mas, oh ya ampun aku lupa" Mila menepuk keningnya sendiri


" Lupa apa?" tanya Aldy mengerutkan keningnya


" Aku lupa mas kalau hari ini adalah jadwal kontrol kandungan ku mas" jawab Mila berharap kakak iparnya ini mau menemaninya


" Emmmm.. apa boleh aku minta tolong sama mas Aldy?" tanya Mila


" Tolong apa?"


"Apa mas bisa tolong temani Mila periksa kandungan Mila?" tanya Mila dengan sedikit memohon


Aldy terdiam sejenak, hari ini dia harus segera pulang dan menemui isterinya yang pastinya tengah membutuhkan dirinya


" Mas bagaimana, bisa kan? dulu waktu hamil Nino kan mas juga yang menemani Mila, jadi tidak ada masalah kan mas?" Mila terus merajuk


" Jika aku menemani Mila maka aku pastikan akan terlambat datang, Khanza pasti menanti kedatangan ku. tapi jika tidak aku antar kasihan juga" batin Aldy


"Mas kok melamun sih?" Mila menepuk bahu Aldy manja


" Ya?"


" Maaf... maaf tadi kamu ngomong apa?"


" Tidak ada, mas mau kan ya menemani Mila?"


" Berapa usia kandungan mu?" tanya Aldy tiba-tiba


" Ya?" Mila nampak terkejut mendengar pertanyaan Aldy yang merupakan kakak ipar tercintanya.


" Aku bertanya berapa usia kandungan mu saat ini?"


" Emm... jalan 5 bulan mas" Mila mengusap perutnya dan Aldy nampak memperhatikan kegiatannya, tiba-tiba Aldy teringat dengan khanza mungkin akan sangat menggemaskan jika Khanza dalam keadaan perut buncit seperti Mila saat ini.


" Mas kenapa sih melamun terus?" tanya Mila yang nampak senang melihat Aldy yang tersenyum memperhatikan perut buncitnya


" Ah tidak apa-apa" Aldy tersenyum tipis


Satu pesan masuk membuat Aldy mengalihkan atensinya meraih ponselnya yang berada di saku


..." Assalamu'alaikum" ...


..." Mas sedang apa?" ...


..."Sudah makan belum?"...


..."Ingat ya mas jangan telat makan!" ...


Pesan dari Khanza membuat senyum di wajah Aldy mengembang.


" Mas" panggil Mila


" Iya kenapa Mila?"


" Pesan dari siapa sih kok kayaknya senang banget?" tanya Mila ada rasa kesal dalam hatinya


Aldy tidak menjawab hanya melempar senyuman termanisnya.


" Oiya, maaf ya Mila aku harus pergi sekarang. aku sedang terburu-buru." ucap Aldy lalu berbalik badan dan pergi melesat ke kamarnya.


Aldy masuk kedalam kamarnya lalu bersih-bersih dulu sebelum berangkat ke bandara.


Ceklekk


Setelah 15 menit berada di kamar mandi Aldy keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. betapa terkejutnya Aldy saat netranya menangkap sosok wanita duduk dengan santainya di tepi tempat tidurnya seraya tersenyum menggoda


" Apa yang kamu lakukan di kamarku Mila?" marah Aldy


Bukannya takut Mila malah beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan hendak mendekati Aldy


" Jaga sikap kamu Mila, kamu ini adik ipar ku tidak sopan kamu masuk ke dalam kamarku seperti ini!" bentak Aldy murka


" Aku tahu kamu laki-laki normal mas, kamu tidak pernah berhubungan dengan wanita lain karena kamu sebenarnya menginginkan aku bukan?" Mila nampak percaya diri

__ADS_1


" Omong kosong apa yang kamu bicarakan Mila!" geram Aldy


" Keluar kamu dari kamarku !" Aldy lagi-lagi membentak Mila


Mila yang dibentak-bentak Aldy pura-pura menangis berharap Aldy akan luluh dan masuk kedalam perangkapnya.


" Kamu tega mas, aku hanya ingin bersama kamu mas aku kangen sama kamu mas, kangen kebersamaan kita beberapa bulan yang lalu. kamu yang selalu perhatian dan sangat menjagaku mas" ucap Mila disela isak tangisnya


" Mila sebaiknya kamu keluar sekarang, tidak baik kamu berada di kamarku" Aldy tidak menghiraukan ucapan Mila


" Tapi mas_"


" Aku mohon Mila, jangan membuatku semakin murka dan penilaian ku kepadamu menjadi berubah" sahut Aldy yang merasa kecewa dengan sikap lancar Mila


" Mas aku_"


" Keluar!" Mila masih diam ditempat


" Keluar kataku!" Aldy masih menahan emosinya sampai pada akhirnya suara Aldy menggelegar memenuhi kamarnya


" Keluar!" bentak Aldy dengan suara yang sangat kencang dan Mila sampai bergidik ngeri karena baru kali ini melihat Aldy semarah itu.


Art yang sedang berada di dapur pun ikut terkejut saat mendengar suara Aldy yang terdengar sangat murka. karena merasa khawatir si bibi pun tergopoh-gopoh menuju kamar majikannya.


" Tu.. tuan!" ucap bibi nampak hati-hati dan juga sedikit ada rasa takut saat melihat amarah di wajah majikannya


" Tolong bawa dia keluar bi!" ucap Aldy tegas


" Mari non!' ajak bibi


" Aku bisa sendiri" ketus Mila langsung nyelonong pergi.


Aldy mengusap wajahnya kasar saat bibi dan Mila sudah pergi.


Tidak mau membuang waktu Aldy langsung bersiap-siap untuk pulang.


" Bi... bi..!" panggil Aldy saat sudah menarik kopernya menuruni tangga


" Iya den!" bibi datang dengan tergesa-gesa


" Bi aku mau pergi sekarang, tolong jaga rumah dengan baik ya bi. dan seperti biasa kirimkan makanan kesukaan mama ya. kalau ada apa-apa tolong kabarin ya bi"


" Iya den tenang saja!"


" Ini bi!" Aldy menyodorkan kartu ATM kepada si bibi.


" Loh ini apa den?" tanya bibi bingung.


" Ini kartu ATM bi, Pin nya tanggal lahir bibi" sahut Aldy


" Saya kan jarang pulang bi, jadi soal gaji dan uang belanja nanti saya transfer aja bi"


" Iya den, terima kasih banyak" ucap bibi terharu


" Terima kasih ya den!" .


" Sama-sama bi, saya juga terima kasih banyak karena bibi sudah banyak membantu keluarga kami. kalau ada apa-apa kabari saya ya bi!"


" Iya den pasti, den Aldy juga hati-hati ya di jalan!"


" Iya bi saya berangkat dulu ya bi, oiya gaji bibi saya naikkan sisanya itu untuk belanja keperluan sehari-hari ya bi!"


" Iya den terima kasih"


Aldy berangkat ke bandara setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam dia pun sudah sampai di ibu kota. Aldy memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit.


Ceklekk


Mata Aldy membulat sempurna saat netranya menangkap sosok yang sangat tidak di sukainya tengah duduk di samping sang isteri apalagi mereka nampak tengah tertawa dan bercanda.


" Ekhemm!" suara deheman tersebut sontak membuat Khanza dan ke lima sahabatnya menoleh ke arah yang sama.


" Mas!" panggil Khanza namun melihat suaminya hanya diam saja membuat Khanza sadar saat ini pasti suaminya tengah cemburu.


Khanza menghela napasnya panjang menatap suaminya yang masih setia berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2