Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Tertunda


__ADS_3

Usai sarapan Lia memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamarnya sementara Io pergi ke rumah orangtuanya untuk mengambil sepeda motor kesayangannya.


setibanya di rumah Mario tidak mendapati kedua orangtuanya karena bibi bilang tuan Alex dan istri pagi-pagi sekali sudah berangkat kembali ke Jerman.


Mario menghela napasnya berat karena dengan kepergian papanya ke Jerman itu tandanya Mario lah yang harus mengurus perusahaan papanya yang ada disini dan mau tidak mau hari Senin selain sibuk dengan sekolahnya Mario juga harus disibukkan dengan urusan kantornya yang untuk sementara dia percayakan kepada Arta asisten pribadinya yang tidak lain adalah kakak sepupunya sendiri.


Mario sudah kembali ke kediaman keluarga Dinata, saat memasuki rumah tersebut dia mendapati papa Sam yang tengah berbincang dengan Azka membicarakan tentang bisnis sementara Mama Maria dan bunda Aryani tengah memberi beberapa wejangan kepada Zaira sebagai calon ibu


" Assalamu'alaikum!" ucap Mario saat masuk ke dalam rumah.


" Wa'alaikum salam!" sahut semuanya serempak menoleh ke arah Mario.


" Baru pulang Rio?" tanya papa Sam saat Rio mendaratkan bokongnya di sofa sebelah Azka


" Ia pah!" jawab Mario


" Ada apa, kenapa wajahmu kusut begitu?" tanya papa Sam lagi


" Tidak ada apa-apa pah" elak Mario


" Apa papa mu sudah kembali ke Jerman?" tanya papa Sam membuat Mario mendongak


" Papa tahu ?" tanya Mario sedikit heran


" Iya, papamu semalam bilang kalau pagi ini dia dan mama mu akan kembali ke Jerman" sahut papa Sam


" Apa karena itu kamu nampak suntuk seperti itu?" tanya papa Sam membuat Mario tersenyum kaku dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Emmm... ya kurang lebih seperti itu pah" Jawab Mario jujur


" Kamu pasti bisa Rio, Arta pasti akan membantumu nanti!" ucap papa Sam memberi dukungan


" Iya pah, hanya saja masih terlalu sulit untuk membagi waktu antara sekolah dan urusan kantor apalagi sekarang sudah ada tanggung jawab yang harus aku pikul pah" ucap Mario yang takut tidak bisa membagi waktu untuk sekolah, perusahaan dan juga isterinya.


" Kamu tenang saja, Meli pasti akan memaklumi kesibukkan mu itu. dia tidak mungkin cemburu dengan pekerjaan mu" ucap papa Sam.


" Siapa bilang?" sahut mama Maria ikut menimpali pembicaraan keduanya.


" Meli pasti juga butuh perhatian suaminya. boleh bekerja dan bertanggung jawab dengan pekerjaan tapi isteri juga sebuah kewajiban yang harus tetap diperhatikan sesibuk apapun itu" tutur mama Maria mengingatkan.


" Iya mah" ucap Mario


" Sudah sebaiknya sekarang kamu masuk aja gih ke kamar, Meli pasti sudah menunggu kamu!"


perintah mama Maria.


" Dan alangkah baiknya kamu juga bicarakan hal ini kepada Meli dengan baik-baik agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya" ucap Azka yang sudah duduk menghampiri Zaira.


" Iya!" ucap Mario yang langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar.


Sampai di depan pintu kamar Mario berhenti sejenak memikirkan sedikit kegundahan yang ada di dalam hatinya, ia takut Lia marah karena janji mereka untuk pergi jalan-jalan sepertinya harus tertunda.


Mario menarik napasnya dalam-dalam sebelum tangannya bergerak membuka hendle pintu.


Ceklekk


Mario membuka pintu kamar lalu matanya langsung mengedar ke seluruh ruangan dan ia tidak melihat keberadaan sang isteri di dalam.


Mario lalu melihat ke arah balkon ternyata sosok yang dia cari tengah menerima telpon.


Lia yang ternyata tengah menerima sambungan video call tersentak kaget saat Mario dengan santainya melingkarkan tangannya di pinggang sang isteri dan tentu saja apa yang tengah Mario lakukan membuat heboh diseberang sana. Lia yang merasa malu dengan cepat langsung memutus sambungan video call nya.


Lia langsung memutar tubuhnya dan kini mereka saling berhadapan dengan Lia yang memasang wajah jutek.

__ADS_1


" Aku mencari mu ternyata kau ada disini" ucap Mario dengan santainya lalu meletakkan kepalanya di bahu kanan sang isteri tanpa merasa berdosa.


Lia mengernyitkan keningnya awalnya ingin memarahi Mario tapi rasa kesalnya seketika pudar saat Lia merasakan seperti ada sesuatu yang mengganjal pada Mario.


" Ada apa?" tanya Lia yang merasa sedikit heran dengan Mario yang tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.


" Biarkan seperti ini sebentar!" ucap Mario saat Lia hendak bergeser.


" Kamu ini kenapa sih Io? aku gak suka kalau kamu gak jujur sama aku karena dulu kau yang selalu mengingatkan aku tentang kejujuran sepahit apapun itu." tutur Lia mengingatkan Mario kalau kunci kesejahteraan rumah tangga adalah adanya sebuah kejujuran.


Mario menegakkan tubuhnya dan kini dia berdiri menatap lekat wajah cantik Lia yang tengah menatapnya penuh dengan rasa penasaran.


" Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu tapi aku harap kamu bisa mengerti dan tidak akan marah karena peranan kamu sangatlah penting disini." ucap Mario membuat Lia semakin dibuat penasaran.


" Io ada apa sih sebenarnya jangan membuat ku semakin penasaran deh gak lucu tau" ucap Lia yang sudah pasang wajah memberengut.


" Memangnya aku ini sedang melawak lucu? jelas aja gak lucu orang aku aja bukannya pelawak dan gak ngelucu juga" ucap Mario santai membuat Lia semakin kesal dibuatnya namun Mario masih saja tersenyum membuat hanya menggelengkan kepalanya.


" Sini!" Mario meraih tangan Lia lalu menuntunnya duduk di sebuah ayunan besar yang ada di balkon kamar Lia.


" Duduklah!" pinta Mario


Setelah Lia duduk Mario pun ikut duduk di ayunan sampai Lia.


" Io!" panggil Lia lirih membuat Mario mengulas senyum tampannya. duh meleleh Lia dibuatnya untung sudah halal batin Lia berteriak histeris.


Mario menarik bahu Lia membuat Lia merapat ke arahnya. " Jangan cemberut dulu, dengarkan aku baik-baik jangan memotong kata-kataku" tutur Mario.


Sebelum bicara Mario menarik napasnya dan terus mengeratkan pelukannya pada Lia dari arah samping.


" Mulai hari Senin besok mungkin aku tidak bisa punya banyak waktu untuk kita berdua, banyak hal yang harus aku selesaikan dan ini cukup akan menguras pikiran dan kinerja otakku, jadi apapun yang aku lakukan nanti kamu harus tetap mendukung ku dan jangan pernah cemburu" saat mendengar kata cemburu membuat Lia bergeser dari duduknya namun dicegah oleh Mario.


" Dengarkan aku dulu!" pinta Mario " Aku belum selesai bicara, sudah aku katakan bukan jangan memotong kata-kataku" ucap Mario kembali mengingatkan.


" Aku tahu setiap wanita yang telah menikah pasti butuh perhatian yang lebih dari pasangannya dan aku minta maaf jika nanti aku tidak bisa memberikan perhatian yang memuaskan karena mungkin kedepannya aku akan disibukkan dengan berbagai kegiatan disekolah dan juga dengan urusan kantor" ucap Mario menjeda ucapannya " Papa dan mama sudah kembali ke Jerman tadi pagi dan papa berpesan kepada ku untuk mengurus perusahaan yang ada di sini karena kemungkinan besar papa akan disibukkan dengan perusahaan papa yang berada di Jerman.


" Kamu itu nanti jangan cemburu ya dengan semua yang aku kerjakan. aku harus bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawab aku sebagai seorang suami" lanjut Mario


" Aku butuh dukungan dan semangat dari mu my Lily" ucap Mario menyandarkan kepalanya di bahu Lia.


Mendengar semua penuturan yang diungkapkan oleh Mario, Lia merasa begitu bangga akan penjelasan yang Mario katakan.


" Kamu ini bikin orang penasaran aja tahu gak !" ucap Lia mengangkat satu tangannya dan mengelus lembut rahang Mario dengan lembut.


" Aku bangga memiliki suami yang begitu bertanggung jawab, meskipun statusnya masih pelajar tapi kamu sudah bersikap bijak dalam menyikapi dan menjalani semuanya" ucap Lia dengan senyum manisnya.


Mario menegakkan tubuhnya dan bergeser ke arah Lia dan tanpa kata-kata lagi Mario langsung menarik Lia ke dalam pelukannya tentu saja hal itu membuat Lia menjadi salah tingkah.


" Io!" panggil Lia


" Terima kasih sayang!" ucap Mario mengurai pelukannya lalu memberi kecupan singkat di kening Lia.


Hati Lia merasakan ada sesuatu yang berdesir dan menghangat saat merasakan kecupan singkat di keningnya.


" Aku sungguh beruntung memiliki isteri seperti mu sayang ya walaupun status kita masih seorang pelajar tapi tidak masalahnya kan kalau aku_" Mario menggantukan ucapannya dan dengan gerakan cepat Mario langsung mengangkat tubuh Lia ke udara. Mario menggendong Lia dengan ala bridal style.


Lia memekik disaat tubuhnya yang tiba-tiba melayang begitu saja, jangan ditanya lagi raut wajah Lia yang sudah semerah tomat namun Lia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mario yang terasa begitu nyaman batin Lia.


" Io turunkan aku !" teriak Lia namun tidak digubris oleh Mario.


" Jangan menolak dosa!" bisik Mario membuat Lia melotot dan membeku seketika.


Dengan perlahan Mario menurunkan Lia diatas kasur dan dengan gerakan cepat Mario ikut naik ke atas tempat tidur.

__ADS_1


" Aku menginginkannya apa boleh?" tanya Mario dengan tatapan seolah memohon dan dengan gerakan pelan Lia menganggukkan kepalanya.


Tanpa membuang-buang waktu Mario langsung melancarkan aksinya namun baru saja hendak memulai pemanasan indera pendengarannya sudah dibuat panas terlebih dahulu dengan suara ketukan pintu dari arah luar.


Tok


Tok


Tok


"Non Meli, non!" panggil bi Sum dari balik pintu


" Iya bi!"


" Aahk sial" umpat Mario beranjak turun dari tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur dengan mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar. Lia yang ikut turun dari tempat tidur hanya geleng-geleng kepala dan menahan tawanya melihat Mario yang terlihat sangat kecewa itu.


" Sabar sayang semua ada waktunya!" ucap Lia seraya menepuk-nepuk bahu Mario lalu berjalan menuju pintu.


Ceklekk


" Iya bi ada apa?" tanya Lia saat sudah membuka pintu kamarnya dan melihat bi Sum tengah berdiri menunggunya di depan pintu.


" Itu non ditunggu nyonya dan tuan untuk makan siang bersama " ucap bi Sum memberitahu Lia


" Owh gitu, yaudah terima kasih ya bi sebentar lagi aku dan Mario akan segera turun" ucap Lia yang selalu sopan terhadap bi Sum karena bi Sum memang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


" Baik non nanti bibi bilang ke nyonya dan tuan!" ucap bi Sum sebelum pergi kembali turun ke bawah.


Lia kembali masuk ke dalam kamar tetapi tidak melihat keberadaan Mario dan terdengar suara gemericik air dari kamar mandi ternyata Mario memilih untuk mandi pada saat Lia membukakan pintu kamar.


Lia berjalan ke arah lemari lalu menyiapkan baju ganti untuk Mario setelah itu ia duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu Mario keluar dari kamar mandi Lia meraih ponselnya yang berada di atas nakas dan membuka halaman chat sahabat-sahabatnya itu dan ternyata sudah banyak sekali pesan yang masuk dan semua isinya ledekan dan bulian kepada Lia.


" Akh, dasar sahabat gak ada akhlak!" celetuk Lia sambil tersenyum tipis


" Siapa yang gak ada akhlak?" tanya Mario yang sudah berdiri di hadapannya


" Ya ampun Io, ngagetin tau gak sih!" kesal Lia mengusap dadanya yang merasa terkejut.


Mario hanya tertawa kecil, " Serius banget sih bacanya!" ucap Mario yang ikut duduk disamping Lia


" Sudah yuk ah turun nanti kelamaan, sudah ditungguin mama dan papa untuk makan siang!" ajak Lia yang sudah beranjak dari duduknya dan menarik tangan Mario untuk mengikuti langkah kakinya keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Lia dan Mario menuruni anak tangga dengan tangan yang saling bergandengan.


dan setibanya mereka di meja makan disana sudah pada berkumpul semua hanya tinggal menunggu Lia dan Mario saja.


" Cih, pengantin baru lama banget sih!" ledek Azka kepada sang adik dan adik ipar


" Ka!" tegur mama Maria kepada Azka agar tidak menggoda sang adik terus.


" Li berapa ronde?" bisik Zaira yang kebetulan memang duduknya bersampingan dengan Lia


" Apaan sih!" Lia melotot tajam ke arah Zaira dan membuat Zaira malah menahan tawanya.


" Lanjut terus Li biar nyusul gue ya!" ledek Zaira lagi membuat Lia menjebil pipi Zaira gemes.


" Sudah ya bumil jangan mikir ke arah kesitu terus, tenang ya gue masih segel!" bisik Lia membuat Zaira tersedak oleh salivanya sendiri dan Azka yang sigap melihat isterinya terbatuk langsung memberinya air minum.


Zaira menerima air yang diberikan oleh Azka dan langsung meminumnya sampai tinggal setengahnya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Azka cemas


" Aku gak Kenapa-napa mas cuma sedikit tersedak aja kok!" ucap Zaira mengelak sementara Lia tengah menahan tawanya.

__ADS_1


" Sudah-sudah ayok makan jangan mengobrol saja, cepat dimakan setelah itu nanti kita kumpul di taman belakang ada yang papa dan mama mau bicarakan!" ucap papa Sam membuat semua langsung terdiam dan memakan makanannya dengan kidmat tanpa ada yang berbicara, ya hanya sesekali si bumil yang merengek kepada sang suami karena Azka terus memaksa Zaira untuk makan yang banyak padahal Zaira sudah merasa sangat kenyang tapi Azka selalu bilang kalau ini untuk bayi mereka. ya tetap aja Azka yang makan itu Zaira kalau sudah kenyang ya gak bisa dipaksa dong pak guru.


Zaira hanya mendengus kesal dan seperti biasa akan berakhir dengan Zaira yang merajuk dan memberengut.


__ADS_2