
Prok
Prok
Prok
Dua insan yang saling bersitegang itu langsung menoleh ke sumber suara tepukan tangan.
Keduanya terbelalak saat melihat Lia yang dengan langkah santainya berjalan ke arah mereka.
" Li.. Lia!" ucap keduanya yang merasa terkejut dengan kehadiran Lia di tempat tersebut.
" Loe kok bisa ada di sini Li, Loe bolos?" tanya salah satu diantara mereka.
" Jika gue bolos lalu bagaimana dengan kalian berdua?" Lia malah balik bertanya dengan senyum menyeringai.
" Apa kalian tidak malu bertengkar di tempat umum seperti ini? tidak malu dengan seragam yang kalian gunakan? ingat seragam yang kalian gunakan itu bisa dengan mudah orang lain tahu siapa kalian ini dan apakah kalian tidak malu mempermalukan nama baik sekolah SMA Darma Bangsa dengan kelakuan kalian?" tanya Lia dengan nada santai namun menekankan setiap kata-katanya.
" Gu.. gue!" ucap gugup seseorang yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri yaitu Mona.
" Ikut gue!" ajak Lia kesebuah cafe yang tidak jauh dari tempat mereka bertengkar.
" Dudukl!" pinta Lia, Mona dan seseorang yang bertengkar dengannya pun ikut duduk di sebelah Mona duduk.
" Kalau loe mau bolos silahkan aja itu hak loe Mon, tapi tidak seperti ini sudah bolos menggunakan seragam pula" ucap Lia merasa kecewa
" Loe sendiri juga bolos, kenapa loe malah sibuk ngurusin urusan orang sih?" ketus Mona
" Gue memang bolos tapi gue pergi keluar rumah tidak menggunakan seragam sekolah Mona, dan satu lagi gue juga bolos bukan karena memang kemauan gue bolos, gue bolos karena gue terpaksa gue khawatir dengan keadaan sahabat gue yang hampir aja meregang nyawa semalam dan gue gak bisa ninggalin dia lama-lama sendirian di rumah" ucap Lia sedikit mendramatisir
" Apa maksud loe, meregang nyawa, siapa?" tanya Mona
" Menurut loe siapa?" Lia malah balik bertanya kepada Mona
" Mita, apa Mita yang loe maksud Li?" tanya seseorang yang bertengkar dengan Mona yang tidak lain adalah Yoga.
" Siapa yang tidak akan merasa frustasi setelah mempersiapkan pernikahan tapi malah bubar di tengah jalan" ucap Lia menatap ke arah Mona.
" Apa maksud loe?" tanya Mona dengan raut wajah yang sulit di artikan.
" Gue rasa loe tau maksud gue apa Mon, dan gue juga yakin loe justru lebih tahu hal ini dari awal iyakan?" tanya Lia menyelidik
" Loe ngomong apa sih Li, jangan sembarangan ngomong deh loe!" sarkas Mona
" Oh ya?"ucap Lia dengan wajah mengejek
" Loe itu kenapa sih Li?" tanya Mona yang sedikit sudah salah tingkah.
" Gue gak mau ya Mon, persahabatan yang sudah lama kita jalin rusak begitu aja" ucap Lia penuh dengan penekanan.
" Maksud loe itu apa sih Li gue gak ngerti?" ucap Mona berdalih
" Udah deh Mon loe gak usah ngelak, gue tau loe kan yang sebenarnya mengirim foto itu ke Mita?"
Deg
" Foto apa?" ucap Mona pura-pura tidak tahu
" Gak usah pura-pura gak tahu deh loe, gue tahu loe kan yang sudah mengirimkan foto dokter Ariel ke Mita, gue gak tahu maksud loe apa mengirimkan foto tersebut ke Mita secara diam-diam tapi berkat foto itu Mita akhirnya batal nikah dengan dokter Ariel" ucap Lia memberitahu Mona.
" Ba.. batal, maksud loe Mita dan dokter Ariel gak jadi nikah?" ucap Mona dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
" Kenapa, apa loe merasa senang jika Mita gagal menikah dengan dokter Ariel?" tanya Lia penuh selidik.
" Ti... tidak juga!" sahut Mona gugup
" Jujur sama gue Mon, loe dapat dari mana foto tersebut dan apa tujuannya loe mengirimkan foto tersebut secara diam-diam ke Mita tepat di hari pertunangannya lagi?" tanya Lia.
" Gue gak ada maksud apa-apa, gue cuma menemukan foto itu di dalam mobil dokter Ariel sewaktu dia mengantarkan gue dan Mita pulang" jawab Mona jujur
" Bohong, gue tau loe sengaja mengirimkan foto itu biar Mita berpikir ulang untuk menerima lamaran dari dokter Ariel, padahal loe sendiri gak tau foto yang bersama dokter Ariel itu siapa" ucap Yoga tiba-tiba menyelak
" Apa itu benar Mon?" tanya Lia
" Jangan sok tahu deh loe Yo!" kesal Mona
" Gue emang bicara apa adanya" sahut Yoga
" Apa loe tahu siapa orang yang ada di foto tersebut?" tanya Lia
" Yang gue tahu itu adalah foto isteri dan anak-anak teman baiknya dokter Ariel" sahut Mona.
" Dan loe tau akibatnya jika loe menyebarkan sesuatu yang loe sendiri gak tau fakta yang sebenarnya?" tanya Lia
" Tau loe Mon" dengus Yoga
" Diam deh loe Yo" kesal Mona
" Gue tahu gue salah, yang ada di benak gue saat itu cuma berharap Mita tidak jadi menikah dengan dokter Ariel. gue udah berusaha untuk menerima kenyataan kalau dokter Ariel lebih memilih Mita dibandingkan gue tapi gue bisa apa Li setiap kali melihat Mita dan dokter Ariel nampak begitu mesra hati gue rasanya sakit Li, sakit!" ucap Mona yang sudah menitikkan air mata.
" Mon di dunia ini laki-laki bukan cuma dokter Ariel, mungkin memang dia bukan jodoh loe" tutur Lia " Jangan karena satu laki-laki persahabatan kita jadi renggang Mon, seperti akhir-akhir ini yang gue lihat loe dan Mita sekarang kayak ada jarak dan gak sekali dua kali juga kata-kata yang loe ucapkan ke Mita itu terdengar pedas." ucap Lia
" Jangan karena laki-laki loe sampai mengorbankan persahabatan kita Mon" lanjut Lia
" Loe gak tau bagaimana rasanya jadi gue Li, loe bisa bicara seperti itu karena cinta loe gak bertepuk sebelah tangan" ucap Mona penuh penekanan
" Mona setiap orang pasti memiliki jodohnya masing-masing dan kisah cintanya yang berbeda-beda. semua itu tergantung bagaimana orang tersebut menyikapi dirinya sendiri dalam menanti jodohnya hadir ke dalam hidupnya" tutur Lia
" Perjalanan kisah gue dan Mario juga loe sendiri tahukan tidak semudah itu Mon" ucap Lia
" Loe itu seharusnya bersyukur Mon ada seseorang yang tulus sayang sama loe" lanjut Lia melirik ke Yoga.
" Tapi Li hati itu gak bisa dipaksakan!" sahut Mona
" Nah itu loe tahu kalau hati itu gak bisa di paksakan sama halnya dengan dokter Ariel yang gak bisa loe paksakan untuk suka sama loe" ucap Lia
" Gue tulus sayang sama loe Mon!" ucap Yoga lirih
" Tapi gue gak bisa buat suka sama loe Yo" ucap Mona
" Kenapa, apa karena dokter itu?" tanya Yoga merasa kecewa
" Loe gak perlu tahu Yo" sahut Mona
" Kenapa?" tanya Yoga lagi
" Sudahlah Yo mending loe sama Mia aja deh sana dia juga kelihatannya suka sama loe" ucap Mona dengan entengnya membuat Yoga geram sendiri.
" Mon loe kok bicaranya kayak gitu, enak banget loe ngomong begitu Mon, loe mikir perasaan gue itu apa Mon yang dengan mudahnya loe suruh pindah ke orang lain?" ucap Yoga kesal
" Ya itu sih terserah loe!" sahut Mona dengan santainya
__ADS_1
" Mona!" geram Yoga yang lebih memilih pergi dari pada membuat hatinya lebih sakit lagi karena kata-kata Mona yang seenak jidatnya.
" Yo... Yoga!" teriak Lia melihat Yoga pergi dalam keadaan marah.
" Mona loe kok bisa sih bicara seperti itu sama Yoga? kalau loe memang sudah menolak dia gak seharusnya loe menyuruh dia untuk mendekati Mia." ucap Lia dengan kesal
" Ya siapa suruh gue udah tolak berkali-kali masih aja ngeyel" sahut Mona.
" Sama kayak loe!" ucap Lia menimpali
" Tapi sekarang Mita dan dokter Ariel sudah putuskan?" tanya Mona dengan tersenyum tipis.
" Ya mereka memang sudah putus sekarang dan gue bersyukur berkat loe mereka akhirnya kini batal nikah dan Mita sudah mengambil sebuah keputusan yang tepat dengan tidak jadi menikah dengan dokter Ariel" sahut Lia
" Maksud loe apa bicara kayak gitu?" tanya Mona yang begitu penasaran
" Mita lebih memilih mundur dari pada tetap lanjut menikah dan melukai hati orang lain" ucap Lia
" Gue gak ngerti dengan apa yang loe omongin!"
" Mita gak mau menjadi orang ketiga Mon dan asal loe tau Mon wanita yang ada di foto itu yang loe bilang isteri dari sahabat dokter Ariel itu adalah isteri sah dari dokter Ariel dan dia sedang hamil anak dari dokter Ariel saat ini" ucap Lia memberitahu Mona
" Apa isteri? gak mungkin itu gak mungkin!" Elak Mona yang sangat terkejut dengan pernyataan yang Lia katakan.
" Tapi itu faktanya Mon, dan karena itulah Mita memutuskan untuk mundur apalagi isteri dokter Ariel sedang hamil ya walaupun dokter Ariel masih belum bisa terima dengan keputusan Mita itu. karena dokter Ariel masih bersikeras ingin menceraikan isterinya itu" ucap Lia
" Menceraikan istrinya?"
" Iya, dan Mita gak mau hal itu sampai terjadi andaipun dokter Ariel tetap ingin menceraikan isterinya Mita tetap tidak akan pernah mau menerima dokter Ariel kembali, apalagi kita juga tahukan bagaimana Mita yang dulu pernah hidup dalam keadaan broken home" tutur Lia
" Lalu bagaimana keadaan Mita sekarang?" tanya Mona
" Alhamdulillah sekarang dia sudah baik-baik saja, dan Mita untuk sementara tinggal bersama gue karena dia tidak ingin kedua orang tuanya tahu dengan masalah yang saat ini tengah dia hadapi" ucap Lia
"Syukurlah kalau dia baik-baik saja" ucap Mona
" Iya, Mita itu anaknya kuat dan sabar gue yakin dia pasti bisa menemukan jodohnya dan tentunya yang lebih baik dari dokter Ariel" ucap Lia penuh harap.
Mona hanya diam dan masih tidak percaya kalau dokter Ariel yang selama ini dia sukai ternyata sudah beristeri.
" Mon gue pamit mau jemput Za, apa loe mau ikut gue jemput Za terus main kerumah mertua gue?" tanya Lia
" Loe tinggal di rumah mertua loe?"
" Iya"
" Mita?"
" Dia juga untuk sementara nemenin gue karena saat ini Mario lagi pergi ke Jerman"
" Ke Jerman?"
" Iya, dan gue harap setelah Mario balik dari Jerman Mita benar-benar sudah bisa move on"
" Berapa lama Mario ke Jerman?" tanya Mona
" Kurang tau pastinya berapa lama, ya mungkin paling lama sekitar satu atau dua mingguan" jawab Lia
" Yaudah gue pergi, loe mau ikut gak?" tawar Lia
" Lain kali saja!" sahut Mona
Zaira yang sudah menunggu kedatangan Lia sangat antusias menyambut kedatangan adik ipar kesayangannya itu.
Zaira dan Lia kini tengah berada di perjalanan menuju rumah Mario
Setelah sampai di rumah Mario Lia dan Zaira langsung masuk ke kamar tamu dimana Mita tengah beristirahat.
Mita merasa sangat senang dengan kehadiran Zaira dan mereka pun memutuskan untuk mengobrol di taman belakang.
Zaira merasa bersalah kepada Mita atas perbuatan kakak angkatnya itu dan Mita tidak mempermasalahkan hal itu karena dia juga tahu Zaira tidak tahu apa-apa soal dokter Ariel yang ternyata sudah menikah.
Cukup lama mereka berbincang-bincang dan disela obrolan mereka Lia menyelipkan candaan tentang niatnya yang ingin mendekatkan Mita dengan Arta. Zaira yang sedikitnya juga mengenal tentang Arta sangat mendukung usaha Lia yang ingin menjodohkan Mita dengan Arta ya walaupun semua itu ditolak mentah-mentah oleh Mita karena saat ini dia masih ingin sendiri dan belum berani untuk menjalin hubungan dengan siapapun karena masih merasa trauma.
Lama mereka berbincang-bincang tanpa terasa hari sudah menjelang sore dan Azka pun sudah datang menjemput Zaira.
Setelah Zaira pulang bersama Azka Lia dan Mita kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri lalu beristirahat.
...☄️☄️...
Pagi ini seperti biasa Lia sudah bangun untuk menunaikan kewajibannya menunaikan ibadah. setelah itu Lia pergi membantu bi Tini untuk membuat sarapan. namun baru hendak melangkah keluar ponselnya berdering Lia lalu meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas.
Matanya berbinar saat melihat nama yang ada di layar ponselnya.
📱My husband ❤️
" Assalamu'alaikum"
📱My Lily ❤️
" Wa'alaikum salam"
📱My Husband ❤️
" Sedang apa?"
📱My Lily ❤️
" Sedang merindukan kamu"
📱" My husband ❤️
" Sejak kapan isteriku pandai menggombal?"
📱My Lily ❤️
" Sejak ditinggal pergi ke Jerman"
📱My husband ❤️
" Aish.. manisnya"
📱My Lily ❤️
" Kapan sampai ?"
📱My husband ❤️
" Kurang lebih sekitar 1 jam ya lalu?"
📱 My Lily ❤️
__ADS_1
" Dan baru menghubungi ku sekarang?"
📱My husband, ❤️
"Ya aku kan tidak mau mengganggu waktu tidur kamu sayang"
📱My Lily ❤️
" Alasan"
📱My Lily
" Serius sayang"
📱My Lily ❤️
" Yaudah kalau begitu kamu istirahat saja, aku mau bersiap-siap berangkat ke sekolah dan nanti malam jangan lupa video call ya!"
📱My husband ❤️
" Baik Nyonya Mario Alexander"
📱My Lily❤️
" Oiya, bagaimana kabar mama dan papa?"
📱My Lily ❤️
" Alhamdulillah mereka baik-baik saja, mereka juga menanyakan kabarmu dan kangen katanya"
📱My Lily ❤️
" Benarkah, kalau begitu titip salam ku untuk mama dan papa"
📱My husband ❤️
" Iya sayang, oiya bagaimana Mita apa dia baik-baik saja?"
📱My Lily ❤️
" Dia sudah lebih baik dari kemarin"
📱My husband ❤️
" Syukurlah, tapi sepertinya tidak dengan kak Arta"
📱My Lily ❤️
" Ada apa dengan kak Arta?"
📱My husband❤️
" Dia terlihat lebih murung dan tidak seperti biasanya"
📱My Lily ❤️
" Kenapa?"
📱My husband ❤️
" Entahlah, apa mungkin ya kak Arta memikirkan Mita?"
📱My Lily ❤️
" Masa sih?"
📱my husband ❤️
" Bisa saja kan? tidak biasanya kak Arta bersikap galau seperti sekarang ini"
📱My Lily ❤️
" Jika memang kak Arta memiliki rasa dengan Mita aku rasa akan mendukungnya"
📱My husband ❤️
" Tapi aku rasa tidak semudah itu"
📱My Lily ❤️
" Kenapa?"
📱My husband ❤️
" Takut kak Arta masih bergelut dengan kisah masa lalunya dan yang ada malah membuat Mita kembali terluka"
📱My Lily ❤️
" Ya semoga saja mereka menemukan jalannya untuk bersama, aku sangat berharap itu"
📱My husband ❤️
" Kau ini"
📱My Lily ❤️
" Berharap tidak ada salahnya bukan?"
📱My husband ❤️
" Iya terserah kamu saja"
" Ya sudah ya, aku tidur dulu rasanya sangat mengantuk."
📱My Lily❤️
" Baiklah, aku juga mau berangkat ke sekolah"
📱My husband ❤️
" Hati-hati ya"
📱My Lily ❤️
" Iya, kamu juga hati-hati disana"
📱My Lily ❤️
" Iya!"
Waktu di Jerman saat ini jam 12 malam jadi di Indonesia sekitar jam 5 pagi . setelah selesai video call dengan Mario Lia pergi ke dapur membantu bi Tini membuat sarapan namun bukan bi Tini yang berada di dapur saat ini melainkan Mita yang tengah sibuk membuat sarapan.
__ADS_1