
Khanza saat ini sedang membantu bu Khodijah di kantin, kebetulan banyak siswa siswi yang mungkin belum sarapan dari rumah, jadi pagi ini suasana kantin terbilang cukup ramai, Khanza membantu bu Khodijah melayani para siswa dan siswi yang cukup mengantri dan dibaris antrian tersebut tanpa Khanza sadari ada seseorang yang diam-diam tengah memperhatikan aktivitasnya.
" Mau pesan apa?" tanya Khanza yang seketika membulatkan matanya saat mata itu bertemu pandang dengan sosok pria yang sudah cukup menyita waktu dan perasaannya selama satu bulan ini.
" Maaf bapak mau pesan apa?" tanya Khanza yang persekian detik mampu kembali mengontrol dirinya.
Pak Aldy diam saja menatap lekat wajah gadis yang ada dihadapannya yang satu bulan lalu telah dipersuntingnya.
" Maaf Pak mau pesan apa, masih banyak yang antri dibelakang?" tanya Khanza lagi karena belum mendapat jawaban
" Soto plus nasi, minumnya teh hangat" Jawab Aldy datar
Melihat sikap Aldy yang cuek membuat Khanza pun bersiap demikian, bahkan gadis tersebut lebih bersikap dingin dan enggan menyapa lebih jauh.
Setelah pesanan selesai di buat Khanza langsung memberikannya kepada Aldy tanpa menatapnya.
Aldy yang melihat sikap dingin Khanza pun mengernyitkan dahi berpikir Khanza masih marah kepadanya karena tidak memberinya kabar selama satu bulan terakhir.
Usai menghabiskan sarapannya Aldy hendak menghampiri Khanza dan berusaha damai pada hatinya yang tidak bisa dipungkiri ternyata masih menyimpan perasaan pada sepupunya dan belum bisa menerima Khanza seutuhnya. Aldy mengingat pesan mamanya yang tidak berhenti memintanya untuk meminta maaf kepada Khanza atas sikapnya yang terbilang cukup keterlaluan terhadap Khanza bahkan menuduhnya yang bukan-bukan hanya karena sebuah mimpi. Langkah Aldy terhenti saat netranya mengarah pada sosok yang dicarinya tengah tertawa lepas bersama seorang siswa yang nampak begitu akrab apalagi sesekali siswa tersebut dengan santai berani merangkul bahu Khanza.
Aldy mengepalkan tangannya kuat ada perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya. ia mumutar badan dan pergi begitu saja.
Bel berbunyi Khanza dan teman-temannya sudah pergi dari kantin berjalan menuju kelas.
" Za, loe liat deh tuh guru kenapa ya dari tadi gue perhatiin liatin ke arah loe terus?" bisik Miska saat jam pelajaran sudah berlangsung.
" Ah cuma perasaan loe aja kali" jawab Khanza santai tanpa menoleh dan fokus mengerjakan tugas yang diberikan pak Aldy
" Gue serius Za, loe lihat sendiri aja dah!" Miska menyenggol lengan Khanza.
" Biarin aja gak usah diliatin entar ge'er lagi tuh guru" Khanza tidak menghiraukan ucapan Miska karena memang dia enggan melihatnya.
" Jangan-jangan pak Aldy naksir loe Za"
" ngaco, udah ah jangan ngomong terus tuh tugas kerjain!" Khanza menunjuk buku Miska dengan ekor matanya.
" Iya... iya .."
Pulang sekolah Khanza meminta izin kepada ibunya untuk mengerjakan tugas kelompok di rumah Miska yang kebetulan ditunjuk oleh teman-temannya dan sebelum pergi Khanza membantu ibunya terlebih dahulu.
" Za loe yakin gak bareng kita-kita?" tanya Nana
" Nanti aja gue nyusul kalau nungguin gue pasti lama!" sahut Khanza
" Iya kalian pergi aja duluan biar Khanza nanti bareng gue" sahut Nicko yang tiba-tiba muncul di belakang Khanza
" Gak usah Ko loe berangkat aja bareng mereka, gue nanti naik ojol ajal" tolak Khanza
" Gak seru ah kalau gak ada loe Za, gak apa-apalah sekali-kali gue jadi ojol loe" sahut Nicko
" Gue gak suka penolakan ya!" jawab Nicko cepat sebelum Khanza kembali menolak
" Iya dan gue juga gak suka dipaksa" sahut Khanza ketus
" Sudah-sudah, Za mending loe bareng gue aja. gue ada urusan sebentar sama ketos nanti loe bisa bareng gue pulangnya!" sahut Billy
" Nah begitu boleh, jadi gak cuma nungguin gue aja kan tapi ada kepentingan lain ?" ucap Khanza
" Iya Za gue setuju sama loe biar Billy aja yang bareng loe kalau Nicko pasti modus" celetuk Nana
" Jangan gitu dong Na, tega banget sih loe gak ngasih gue kesempatan buat ngedeketin Za" ucap Nicko pura-pura sendu
" Eh babang tobat dulu deh loe sana kalau mau deketin Khanza, semua cewek cakep loe pepet sampe temen sendiri mau loe embat , mana mau Khanza sama cowok model loe ya Za?" ucap Miska menimpali
" Udah ah jangan di bahas lagi, intinya gue gak mau loe buang-buang waktu cuma buat nungguin gue Ko, mending loe pergi bareng mereka dan kerjakan tugasnya duluan kan lebih bermanfaat" tutur Khanza
" Iya..iya..!" Nicko pun pasrah.
Khanza pamit pergi membantu ibunya dan Miska bersama teman-temannya pun langsung pergi menuju ke rumahnya namun pada saat mereka hendak pergi tiba-tiba ada yang memanggil dari belakang
" Nicko!" teriak Bayu yang setengah berlari menghampiri dirinya
Nicko berhenti dan menoleh ke sumber suara
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Nicko dengan malas
" Loe mau kemana, jangan pulang dulu!" ucap Bayu yang sudah berdiri di hadapannya
" Kenapa memangnya?" tanya Nicko datar
" Ada yang mau gue omongin sama loe dan Billy"
" Sama gue enggak!" celetuk Miska
" Ini urusan cowok" Sahut Bayu cepat
" Urusan apalagi sih, kalau gak penting gue malas?" Nicko hendak beranjak pergi
" Cukup penting, makanya ayok loe ikut gue dulu!" seru Bayu
" Awas aja kalau gak penting, gue mau ngerjain tugas nih" ketus Nicko yang memang tidak terlalu suka berinteraksi dengan Bayu.
" Yaudah makanya loe ikut gue dulu"
" Iya" jawab Nicko
" Kalian pergi aja duluan biar nanti gue sama Billy nyusul" seru Nicko pada teman-temannya
" Yaudah oke" sahut Miska
" Ada urusan apaan sih, kenapa gak loe libatin anak-anak yang lain?" tanya Nicko yang sudah duduk di ruang OSIS bersama Billy dan Bayu
" Gue rencananya mau ngadain camping, gue usulin ini dulu sama kalian berdua setelah kalian oke baru minta pendapat anggota osis lainnya!" tutur Bayu
" Kalau gue sih setuju-setuju ajalah" ucap Billy
" Sebaiknya loe konsultasikan dulu sama guru BK dan juga minta pendapat guru lainnya, masalahnya akhir-akhir ini kan cuaca juga sedang kurang bersahabat kalau mereka mengizinkan buat gue sih gak masalah" jawab Nicko
" Iya gue setuju dengan loe Ko" Billy mengacungkan ibu jarinya ke arah Nicko
" Loe sih dari tadi setuju semuanya Bill, mana pendapat loe?" celetuk Bayu
" Ya gue sih oke-oke aja, yang penting kegiatan itu positif dan bisa bersenang-senang tentunya" sahut Billy seraya tertawa
" Woyy kepala gue" Billy mengusap-usap kepalanya yang ditoyor Nicko
" Siapa yang bilang kepala" sahut Nicko yang langsung beranjak dari duduknya
" Kalau gak ada lagi gue duluan!" Nicko melangkah keluar ruangan
" Tungguin woy!" teriak Billy dan mengekor di belakangnya
" Udah sana loe duluan!" seru Nicko pada Billy
" Ye gue mau jemput Khanza kali"sahut Billy
" Gue yang jemput Khanza" Nicko berjalan ke arah kantin
" Dasar tuh anak" Billy geleng-geleng kepala seraya menatap kepergian Nicko
" Hai Za udah selesai?" tanya Nicko membuat Khanza sedikit terkejut
" Loh Nicko kok loe masih disini sih?" tanya Khanza yang sedikit heran karena dia mengira Billy yang akan menjemputnya
" Tadi gue ada urusan sama Bayu" jawab Nicko
" Nak Nicko belum pulang?" tanya Bu Khodijah yang muncul di belakang Khanza
" Belum bu tadi masih ada urusan terus sekarang mau jemput Khanza buat belajar kelompok di rumah Miska bu" sahut Nicko
" Ya udah kalau begitu kalian berangkat sekara, yang aja kasihan teman-teman kalian pasti sudah menunggu" tutur bu Khodijah
" Tapi inikan belum selesai bu" jawab Khanza
" Gak apa-apa ada Izan nanti dia yang akan membantu ibu udah sana kalian berangkat"
" Iya bu, Khanza pamit ya bu"
__ADS_1
Khanza meraih tasnya lalu pamit kepada ibunya
" Kami berangkat dulu bu!" ucap Nicko pamit pada bu Khodijah dan menyalami punggung tangan bu Khodijah sama seperti yang Khanza lakukan pada ibunya
" Iya, hati-hati ya !"
" Iya Bu"
" Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikum salam"
Khanza dan Nicko berjalan menuju parkiran, hari ini Nicko membawa motor gedenya. sepanjang jalan menuju parkiran Nicko dan Khanza sesekali bercanda dan tertawa. Khanza memang tipe orang yang supel dan ramah, mudah bergaul dengan siapa saja.
Nicko membantu Khanza memakai helm dan hal itu tidak luput dari perhatian seseorang yang sedari tadi berdiri memperhatikan interaksi keduanya, sampai motor yang Khanza dan Nicko naiki hilang dari pandangannya.
***
" Bu!"
Bu Khodijah menoleh ke sumber suara " Nak Aldy!" seru bu Khodijah yang nampak sedikit terkejut dengan kedatangan Aldy
" Bagaimana kabarnya nak Aldy?" tanya bu Khodijah
" Alhamdulillah baik bu, bagaimana dengan keadaan ibu sendiri?" tanya Aldy balik bertanya
" Alhamdulillah baik, ya walaupun sedikit kecewa karena sudah satu bulan ini putri ibu seperti orang yang disia-siakan" jawab bu Khodijah sedikit menyindir
" Bu_"
" Oia bagaimana keadaan mamamu?" tanya bu Khodijah memotong pembicaraan Aldy.
" Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sudah kembali melanjutkan masa hukumannya" jawab pak Aldy sedikit sendu
"Yang sabar nak Aldy, semua pasti akan ada hikmahnya" ucap bu Khodijah
" Terima kasih bu" Aldy tersenyum tipis
" Emmmm... Khanza kemana ya bu?" tanya Aldy basa basi
" Oh Khanza, tadi dia pergi bersama Nicko katanya mau mengerjakan tugas kelompok di rumah Miska" jawab bu Khodijah
" Owhh begitu" Aldy mengangguk mengerti
"Apa ibu sudah mau pulang?" tanya Aldy yang melihat barang-barang Bu Khodijah tengah di angkut oleh pak Rahmat
" Iya nak Aldy"
" Bagaimana kalau saya antar pulang?" tawar Aldy
" Tidak usah nak Aldy nanti merepotkan" tolak bu Khodijah
" Tidak apa-apa bu, tidak merepotkan kok Bu" jawab Aldy
" Ya sudah kalau begitu, terima kasih. ayo Zan kita pulang!" panggil bu Khodijah kepada Izan yang sedang asik main game
" Iya bu" Izan pun beranjak dari duduknya dan menghampiri bu Khodijah
Di sepanjang jalan tidak ada percakapan antara bu Khodijah dan Aldy, hanya sesekali Aldy bertanya tentang Khanza kepada Bu Khodijah.
Sesampainya di rumah bu Khodijah menyuruh Aldy untuk mampir dan beristirahat terlebih dahulu apalagi setelah bu Khodijah tahu Aldy yang baru datang dari kota x dan langsung berangkat mengajar tanpa beristirahat terlebih dahulu.
" Sebaiknya nak Aldy istirahat saja dulu dan makan malam di sini!" pinta bu Khodijah
" Tidak usah bu, sebaiknya saya pulang saja" jawab Aldy merasa tidak enak
" Kenapa tidak menunggu Khanza pulang, kalian kan sudah lama tidak bertemu bahkan komunikasi pun tidak" celetuk bu Khodijah yang langsung membuat Aldy terdiam
" Maafkan saya bu" ucap Aldy seraya menundukkan pandangannya
" Kenapa, apa putri ibu melakukan kesalahan dengan nak Aldy?"
Deg
__ADS_1
Aldy menelan salivanya dengan kasar ia bergeming dan tidak tahu harus menjawab apa.