
Sekolah cukup dibuat heboh karena kembalinya Azka mengajar.
" Wah pak Bagaz kembali mengajar" ucap salah satu murid
" Bisa tambah semangat nih sekolahnya kalau gurunya ganteng begitu " ucap murid kelas 10 yang baru pertama kali melihat Azka
" Sudah punya isteri cuy!" sahut temannya
" Terus kenapa memangnya kalau sudah punya isteri?"
" Jangan macam-macam loe, isterinya itu sangat cantik dan kalau loe berani mengusiknya bisa-bisa loe terhempas dari sekolah ini" ucap temannya
" Wah tantangan menarik tuh!" ucap siswi tersebut nampak bersemangat
" Ah gue mah enggak mau ambil resiko, loe mending menjauh deh!" kesal temannya
Hari ini Azka mengajar 2 kelas, jam pertama kelas XII dam jam berikutnya kelas X
Di kelas XII tentu siswa dan siswinya sudah mengenal siapa Azka, mereka pun dulu pernah mendengar berita tentang Azka.
" Assalamu'alaikum!' ucap Azka saat masuk ke dalam kelas.
" Wa'alaikum salam!" jawab seluruh murid kelas X
" Sebelum kita mulai dengan pelajaran hari ini izinkan bapak memperkenalkan diri terlebih dulu" ucap Azka
" Sudah ada yang mengenal bapak belum nih?" tanya Azka basa basi
" Sudah"
"Belum"
Jawab para murid tersebut berbeda-beda
" Oke yang sudah kenal selamat berjumpa kembali dengan saya dan buat yang belum kenal salam kenal dari saya bapak Bagaskara yang lebih akrab dipanggil pak Bagaz. saya di kelas X ini akan mengajar mata pelajaran matematika menggantikan pak Aldy untuk sementara waktu" lanjut Azka
" Karena sudah kenal dan tahu nama saya langsung saja kita mulai pelajaran matematika hari dan silahkan buka buku kalian halaman 127.
Azka memberikan penjelasan dan latihan soal kepada murid-muridnya.
Setelah hampir 2 jam mengajar kini Azka sudah kembali ke ruangannya.
Azka membuka laptopnya dan dengan lihai dia mengecek cctv yang sudah terpasang dengan layar laptopnya.
Meskipun ada beberapa area yang cctvnya tidak berpungsi sebagai mana mestinya Azka tetap berusaha untuk menyelidiki kasus yang menimpa Aldy.
Azka yang dibantu Bram akhirnya menemukan sedikit titik terang dalam menghadapi kasus tersebut.
Dugaan Azka ternyata benar kalau selama ini pak Ridwan diam-diam menerima uang sogokan dari Bambang Samudera yang tidak lain orang tua dari Roni tujuannya adalah agar Roni bisa berleluasa berprilaku tanpa ada sanksi tegas terhadapnya.
"Sebelum kasus ini mencuat Azka yang dulu sempat mengajar di SMA Darma Bangsa sudah mencium bau-bau kecurangan dari pihak dalam, apalagi dulu Roni sering keluar masuk kelas tapi tidak pernah mendapat teguran.
Dulu Azka memang tidak terlalu fokus dengan urusan sekolah karena terlalu banyak menguras masalah yang terjadi pada Zaira dan juga adiknya belum lagi masalah yang juga menimpa para sahabat isterinya jadi tentang permasalahan yang terjadi pada urusan sekolah yang lainnya tidak terlalu terfokuskan.
Karena kejadian ini Azka mulai berpikir kenapa sekolah yang cukup terkenal di ibu kota sering tersandung masalah padahal semua keamanan dan penjagaan sekolah sudah di perketat dan pendidikan moral pun sudah ditambahkan.
Azka mulai curiga saat mengecek semua data keuangan yang masuk ke yayasan, ada yang sedikit ganjil menurutnya apalagi setelah mendapat informasi yang diperoleh dari Bram asisten papa Sam.
Untuk mengambil keputusan selanjutnya Azka akan membicarakan semua itu kepada papa Sam .
__ADS_1
Ceklekk
Assalamu'alaikum
Ucap Azka saat memasuki rumah papa Sam
" Wa'alaikum salam" jawab papa Sam dan mama Maria yang tengah duduk di ruang tengah
Azka menyalami kedua orang tuanya lalu mendaratkan bokongnya duduk di sofa samping mama Maria
" Ada apa Ka? hari pertama mengajar kok lemes gitu?" tanya mama Maria
" Tidak ada apa-apa kok mah, Oia Zaira dan baby Zia mana mah?" tanya Azka
" Ada di kamar baru aja Zia tidur" Azka mengangguk mengerti
" Bagaimana hasilnya?" tanya papa Sam langsung pada intinya
" Kecurigaan papa sepertinya benar !" Azka menyerahkan beberapa berkas hasil penyelidikannya hari ini
" Pak Ridwan sungguh keterlaluan, papa tidak menyangka orang yang terlihat begitu baik ternyata diam-diam berbuat curang dan ini cukup merugikan sekolah" geram papa Sam
" Jika dibiarkan terus begini sekolah SMA Darma Bangsa bisa terancam tutup!" lanjutnya lagi
" Kenapa bisa begitu pah?" tanya mama Maria yang tidak mengerti dengan ucapan papa Sam
" Pak Ridwan selama ini telah menyalah gunakan jabatannya mah, dana dari para donatur tidak semua masuk ke yayasan sebagian ada yang dia masukkan ke sakunya sendiri." terang papa Sam
" Semua keperluan sekolah telah dia abaikan termasuk dengan cctv yang rusak pun dia sama sekali tidak ada niat untuk memperbaiki padahal itu cukup fatal akibatnya."
" Benar pah, bahkan pengurus sekolah pun ada yang diberhentikan tanpa memberitahu pihak yayasan dan akibatnya banyak fasilitas sekolah yang tidak terurus" jawab Azka
" Yang papa khawatirkan jika para donatur mengecek keadaan sekolah dan kenyataannya sekolah dalam keadaan yang seperti sekarang, banyak fasilitas yang rusak bahkan tidak layak" papa Sam memijat pelipisnya yang terasa berdenyut
" Tapi apa kamu sudah cukup bukti?" tanya papa Sam ragu
" Tenang saja pah Azka sudah memanggil beberapa siswi yang pernah menjadi korban kebejatan Roni, jadi selama ini Roni mengancam siswi tersebut akan di keluarkan dari sekolah jika tidak menuruti kata-katanya."
" Kenapa anak itu bisa begitu percaya diri?" tanya mama Maria yang merasa heran
" Karena selama ini kepala sekolah yang melindunginya dan pak Ridwan juga takut jika tidak menuruti Roni maka penggelapan dana yang telah dia lakukan di bongkar oleh Bambang Samudera" sahut Azka
" Terus apa rencana kamu untuk mengembalikan nama baik Aldy dan temannya Khanza itu?" tanya mama Maria
"Mah dari kasus ini dengan adanya bukti kalau selama ini perlakuan Roni ternyata sangat buruk jika dibandingkan dengan sikap temannya Khanza dan Aldy selama di sekolah Azka rasa semua orang pasti bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah" sahut Azka
" Ya semoga saja masalah ini cepat terselesaikan!"
" Amin!" ucap Azka
" Yaudah segitu aja laporan Azka, sekarang Azka mau ke kamar dulu mau bersih-bersih" pamit Azka yang sudah beranjak dari duduknya.
" Ya sudah sana!" ucap papa Sam
Sementara di rumah bu Khodijah Khanza tengah duduk di bawah pohon ceri bersama bi Ratna dan Izan sambil makan rujak mangga muda dan buahan lainnya.
" Kak Za apa gak asam makan mangga yang masih putih gitu?" tanya Izan seraya menyipitkan matanya saat melihat Khanza yang dengan santainya menggigit mangga muda yang ada ditangannya
" Ini mah enggak asam sama sekali, enak malah" sahut Khanza
__ADS_1
" Bohong banget enggak asam, lihat aja tuh bi Ratna sampai merem melek makannya" bi Ratna tertawa mendengar ocehan Izan
" Ya kalau enggak suka yang ini kamu kan bisa makan buah yang lainnya. tuh ada bangkuang, jambu air, pepaya dan timun" Izan akhirnya memilih buah pepaya mengkal lalu dicelupkan ke bumbu rujak.
" Assalamu'alaikum!" ucap Aldy saat baru pulang dari kantor
" Wa'alaikum salam, baru pulang mas?" Khanza meraih tangan Aldy lalu salam takzim
" Duh seger banget ada rujak mangga muda!" Aldy hendak mencomot irisan mangga tersebut
" Mas cuci tangan dulu ih, habis dari luar juga!" tegur Khanza
" Iya maaf mas lupa di goda mangga muda" ucap Aldy tertawa lalu melangkah masuk ke rumah
beberapa menit kemudian Aldy sudah keluar lagi dan cukup terkejut karena sudah ada teman-teman Khanza yang ikut bergabung dengan Khanza
" Ekhemm!" deheman Aldy membuat para sahabat Khanza terkejut
" Bi Ratna sama Izan mana kok sudah ganti personil?" tanya Aldy
" Bi Ratna tadi di panggil ibu sedangkan Izan pergi tadi disampar teman-temannya" jawab Khanza
" Sini mas duduk!" Khanza menepuk tempat kosong di sampingnya dan Aldy pun langsung menurut duduk di samping Khanza
" Aaaaa....!" Khanza menyodorkan seiris mangga muda ke depan mulut Aldy.
Aldy langsung menyuapnya dan menikmatinya hingga membuat para sahabat khanza tercengang di buatnya.
" Pak enggak salah tuh, makan mangga asam kayak gitu tanpa ekspresi?" tanya Hana
" Ini enggak asam malah enak manis!" jawab Aldy asal
" Manis dari mana saya udah nyoba asamnya pakai banget gitu juga!" protes Miska
" Ini beneran manis apalagi disuapin isteri sendiri rasanya tuh manis banget, iya enggak sayang?" Aldy menaik turunkan alisnya menggoda Khanza
" Oh ya ampun pak Aldy ternyata orangnya lebay juga ya!" Miska tertawa
" Bukan lebay lagi tapi banget" ucap Khanza
Khanza dan teman-temannya berbicara akrab dengan Aldy namun tanpa mereka sadari ada gadis yang sedari tadi diam saja memperhatikan interaksi semuanya.
" Maaf Za, boleh numpang ke toilet?" Khanza yang sedang tertawa pun langsung menoleh dan betapa terkejutnya Khanza saat baru menyadari ada Nana yang sedari tadi diam saja dan tidak seperti biasanya
" Eh Nana, iya na?" ucap Khanza yang jadi sedikit gugup
" gue mau ke toilet Za" Ucap Nana
" Yaudah sana, loe kaya dimana aja udah tau juga toiletnya dimana" ucap Khanza dan Nana hanya nyengir kuda.
🥀🥀 Hai...Hai....
...Assalamu'alaikum semuanya.........
...Selamat Hari Raya Idul Fitri ...
...Minal Aidin wal Faidzin......
... Mohon Maaf lahir dan batin...
__ADS_1
... 🙏...
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀