Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Hamil


__ADS_3

Ceklekk


Seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Mario dengan cepat menghampiri dokter yang saat ini tengah menghela napasnya berat.


" Dokter bagaimana keadaannya dok?" tanya Mario cemas.


" Iya dok bagaimana keadaan teman kami Lia?" tanya Mita yang disampingnya ada Mona yang menunggu jawaban dari dokter dengan keadaan cemas.


" Dimana keluarga pasien?" tanya dokter tersebut


" Saya su_" ucapan Mario terpotong


" Saya dok, saya kakaknya!" ucap Azka yang baru saja datang.


" Kalau begitu mari pak ikut saya sebentar!" ucap dokter tersebut kepada Azka.


Azka kini sudah berada di dalam ruangan dokter yang memeriksa kondisi Lia.


" Maaf sebelumnya pak, bukankah anda ini putra dari keluarga Dinata, pak Bagazkara?" tanya dokter yang bernama dokter Bahar itu


" Benar dokter" jawab Azka


" Lalu bagaimana dengan kondisi kesehatan adik saya dokter?" tanya Azka yang khawatir dengan kondisi adiknya Lia


" Begini pak Bagaz, kondisi pasien saat ini dalam keadaan baik-baik saja, pasien hanya mengalami kelelahan dan kecapean.akan tetapi_" dokter Bahar menggantungkan ucapannya


" Ada apa dokter, tolong bicara saja dokter?" tanya Azka yang semakin penasaran dengan kondisi Lia


" Sebelumnya saya minta maaf pak Bagaz tapi alangkah baiknya jika anda dan keluarga membicarakan hal ini secara baik-baik dengan pasien, mengingat dengan kondisi pasien yang masih sangat lemah dan juga cukup rentan untuk pasien yang masih berusia sangat muda. jangan membuatnya merasa tertekan apalagi tersudutkan pak " ucap dokter Bahar membuat Azka mengerutkan keningnya.


" Sebenarnya ada apa dokter, maaf jika saya kurang paham dengan ucapan dokter" ucap Azka dengan sopan.


" Begini pak Bagaz sebenarnya saat ini adik anda tidak sakit tetapi adik anda saat ini tengah hamil " terang dokter Bahar sedikit takut-takut dan membuat Azka sangat terkejut mendengar berita tersebut.


" Hamil? maksud dokter saat ini adik saya sedang hamil dokter?" tanya Azka yang nampak begitu terkejut dan membuat dokter nampak khawatir.

__ADS_1


" Pak Bagaz sebaiknya anda bicarakan hal ini secara baik-baik dengan keluarga anda jangan membuat pasien merasa tertekan dengan memarahinya" ucap dokter Bahar hati-hati takut menyinggung keluarga Dinata.


" Memarahinya, untuk apa dokter? justru saya merasa sangat senang mendengarnya" ucap Azka membuat dokter Bahar mengerutkan dahinya.


" Tapi biasanya jika seorang adik apalagi masih berstatus pelajar jika hamil di luar nik_" belum selesai dengan ucapannya Azka sudah menyelak.


" Adik saya memang masih berstatus pelajar dokter tapi dia sudah menikah dan yang tadi menanyakan kondisi pasien kepada dokter dia adalah suaminya" ucap Azka meluruskan kebingungan dokter Bahar.


" Mereka sudah menikah beberapa bulan yang lalu dokter, jadi adik saya bukan hamil diluar nikah" ucap Azka lagi membuat dokter merasa tidak enak karena sudah berpikir yang tidak-tidak.


" Maafkan saya pak Bagaz karena saya sudah berpikir yang tidak-tidak" ucap dokter Bahar


" Tidak apa-apa dokter saya juga paham, anak berseragam sekolah tiba-tiba dinyatakan hamil siapa yang tidak akan berpikir seperti itu dokter" tutur Azka dan dokter Bahar hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis tetap saja dia merasa tidak enak apalagi yang berada di hadapannya adalah keluarga Dinata.


" Baiklah kalau begitu dokter, saya pamit permisi dulu, saya ingin melihat kondisi adik saya, dan tolong biarkan adik saya di rawat di sini dulu dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Meli dan calon bayinya benar-benar sehat." pinta Azka


" Baiklah pak Bagaz!"


Azka keluar dari ruangan dokter Bahar dan langsung menuju ruang dimana saat ini Lia di rawat.


Ceklekk


" Kak bagaimana keadaan Lily, dia baik-baik saja kan kak?" tanya Mario begitu penasaran.


" Apa yang sudah kamu lakukan dengan Meli Rio?" tanya Azka tiba-tiba membuat Mario tersentak dan nampak terkejut dengan pertanyaan Azka begitu juga dengan yang lainnya.


" Io, Kak!" suara Lia terdengar begitu lirih membuat semuanya langsung menoleh ke arah Lia yang baru saja tersadar.


Mario mengabaikan pertanyaan Azka dan langsung menghampiri Lia yang baru sadarkan diri.


" Sayang, kamu kenapa apa yang kamu rasakan sekarang hem?" tanya Mario begitu khawatir.


" Aku gak apa-apa Io" jawab Lia lagi membuat Mario sedikit kesal karena Lia selalu bilang baik-baik saja padahal baru saja ia pingsan.


" Semua gara-gara kamu Rio makanya Lia jadi seperti ini" ucap Azka dengan datar membuat Mario menelan salivanya kasar.


" Kak sebenarnya ada apa dengan ku kak, kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Lia dengan suara pelan

__ADS_1


" Loe tadi sempat pingsan di sekolah" sahut Mita membuat Lia melirik ke arah Mario.


" Iya sayang kamu tadi pingsan" ucap Mario dengan suara selembut mungkin.


" Jika kamu menjaganya dengan baik Lia tidak akan pingsan seperti itu!" sarkas Azka.


" Kak!" panggil Lia.


" Kamu ini berada di sini karena dia Mel" ucap Azka


" kakak ini ngomong apa sih?" tanya Lia dengan sedikit kesal.


" Ya karena dia yang sudah bikin kamu hamil!" ucap Azka santai.


" Ya bukan karena salahnya Io juga dong kak" sedetik kemudian " Apa? apa kakak bilang tadi, aku hamil?" tanya Lia tercengang begitu juga Mario dan yang lainnya.


" Ha...hamil?" Mario terbata-bata dan tanpa sadar menitikkan air matanya.


" Io aku hamil!" ucap Lia yang juga sudah menitikkan airmatanya. Mario memeluk Lia dan mendaratkan kecupan di kening Lia dengan penuh cinta.


" Terima kasih my Lily, terima kasih!" ucap Mario terdengar begitu mengharukan.


Lia mengangguk pelan didalam dekapan sang suami, haru biru mewarnai ruangan tersebut.


" Selamat ya Li, sebentar lagi loe bakalan jadi ibu" ucap Mita memberikan pelukan kepada sahabatnya itu.


" Keren tokcer juga ternyata, selamat nyonya Mario sebentar lagi nyusul Za jadi mamud" ucap Mona


" Mamud?" tanya Lia menaikkan satu alisnya.


" Yaelah masa gak tau sih loe mamud, mama muda" sahut Mona


" Iya nih bumil, akhirnya akan segera launching juga nih Mario dan Lia junior" ucap Indah mengundang gelak tawa semuanya.


" Gak nyangka keponokan gue sudah mau nambah lagi" ucap Mia yang bergantian memeluk Lia


Lia tersenyum penuh haru tidak menyangka di dalam perutnya kini telah tumbuh makhluk kecil yang bernama janin. Lia mengusap perutnya yang masih rata tangis bahagianya pun kembali meluncur dan teman-temannya langsung memeluk Lia bersamaan.

__ADS_1


Azka mendekat ke arah Mario " Selamat Rio sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah, dan nikmatilah masa-masa mengidam isterimu itu semoga saja tidak minta yang aneh-aneh" ucap Azka seraya menepuk pundak Mario.


" Terima kasih kak" ucap Mario " Semoga saja tidak ngidam yang aneh-aneh" gumam Mario menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


__ADS_2