Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Mobil para peserta camping kini sudah memasuki wilayah perkemahan, satu persatu mobil bus tersebut masuk dan terparkir rapih disana.


Para peserta camping semua sudah turun dari bus dan sebelum acara dimulai panitia penyelenggara acara tersebut memberi instruksi kepada peserta lainnya untuk berkumpul terlebih dahulu, diabsen dan pembagian kelompok.


Khanza bersyukur karena satu kelompok dengan Miska, Nana dan juga Hana


" Alhamdulillah kita satu tim" ucap Miska


" Iya" sahut Nana menimpali


Para peserta camping kini tengah sibuk mendirikan tenda, Khanza kebagian tugas untuk mencari kayu bakar bersama Hana dan Nicko.


" Wah gue bisa jadi obat nyamuk ini sih!" celetuk Hana yang melihat Nicko sedang mendekati Khanza


" Senang loe ya sekarang, sudah satu tim sama Khanza terus kebagian tugas juga sama lagi" oceh Billy


" Iya dong itu namanya kita jodoh, iya kan Za?" sahut Nicko dengan senangnya


Khanza tidak menimpali dan hanya tersenyum tipis.


" Ayuk Za kita berangkat sekarang!" ajak Hana


" Ayolah cus" timpal Khanza


" Khanza!" panggil Miska yang melihat Khanza hendak pergi bersama Hana dan Nicko


" Iya kenapa Mis?" tanya Khanza setelah menoleh ke arah Miska


" Za apa loe udah gak apa-apa? kalau loe merasa kurang enak badan mending loe tukaran deh sama yang lain. sama Mega kalau enggak sama Vina?" tanya Miska yang mengkhawatirkan keadaan Khanza.


" Iya Za kalau loe sedang sakit biar gue aja yang gantiin loe" tawar Mega


" Enggak usah, gue enggak kenapa-napa kok, gue masih bisa" jawab Khanza yang merasa tidak enak sama temannya.


" Tapi Za_"


" Gue enggak kenapa-napa kok Miska, tadi gue cuma kedinginan aja dan sekarang gue udah baikkan kok" sahut Khanza


" Yaudah deh terserah loe aja tapi ingat ya hati-hati jangan terpencar dengan yang lain!" pesan Miska


" Iya bunda!" sahut Khanza seraya tersenyum manis


Aldy saat ini tengah sibuk menyusun acara dan membantu mempersiapkan segala keperluannya bersama Bayu dan juga para guru lainnya.


Setelah selesai Aldy sengaja berkeliling ke tenda putra setelah itu ke tenda putri.


" Sudah siap semuanya?" tanya Aldy kepada salah satu siswi


" Sudah pak!" jawab siswi tersebut


Aldy kembali melangkahkan kakinya dan sampailah ke tenda Khanza dan kawan-kawannya.


" Kamu Miska sahabatnya Khanza kan?" tanya Aldy yang melihat Miska yang baru saja keluar dari tendanya.


" Iya pak " jawab Miska sedikit gugup.


" Apa pak Aldy mencari Khanza?" tanya Miska


" Mau mengambil jaketnya ya pak, itu ada kok di dalam kalau mau akan saya ambilkan" ucap Miska yang berbalik badan hendak masuk kembali ke dalam tendanya.


" Tidak usah!" jawab Aldy cepat membuat langkah Miska terhenti.


" Emmm.... dimana Khanza?" tanya Aldy yang mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Khanza


" Khanza pergi mencari kayu bakar pak!" Jawab Miska takut-takut


" Mencari kayu bakar? apa tidak ada murid laki-laki sampai murid perempuan yang mencari kayu bakar?" Aldy nampak marah


" Maaf pak kami hanya menjalankan apa yang ditugaskan dan tadi juga saya sempat melarang Khanza pergi karena dia terlihat seperti sedang kurang sehat tapi Khanza tetap ingin pergi" jawab Miska yang merasa takut karena melihat wajah Aldy yang nampak merah seperti sedang menahan marah.

__ADS_1


" Ke arah mana Khanza pergi?" tanya Aldy


" Mereka pergi ke arah sana pak!" tunjuk Miska ke arah hutan.


" Ke hutan? apa kalian sudah tahu sebelumnya keadaan ditempat ini?" tanya Aldy cemas


" Jujur saja kalau saya kurang begitu tahu pak karena pada saat meninjau lokasi ini hanya Bayu dan kedua temannya saja pak!" jawab Miska


" Oh ya tuhan!" Aldy merasa panik dan langsung masuk ke dalam hutan untuk mencari Khanza


Aldy berulangkali mencoba menghubungi nomor ponsel Khanza namun puluhan kali Aldy mendial nomor tersebut tetap saja nomor Khanza tidak aktif.


Miska menjadi ikut panik setelah melihat raut wajah Aldy yang nampak begitu mengkhawatirkan keadaan khanza.


" Ya ampun Za semoga loe dan yang lainnya dalam keadaan baik-baik saja" batin Miska


" Miska kenapa loe kelihatan gelisah gitu?" tanya Nana yang tiba-tiba muncul mengagetkan Miska


" Astaghfirullah, Nana bikin kaget aja sih!" Miska mengelus dadanya karena merasa sangat terkejut


" Ye maaf, loe sih pakai acara ngelamun gitu jadinya kaget kan!" sahut Nana


" Gue tuh lagi khawatir sama Khanza dan juga Hana" Sahut Miska


" Khawatir kenapa?" tanya Nana yang penasaran


" Mereka itu belum tahu bagaimana kondisi hutan tersebut gue jadi khawatir aja takut mereka kenapa-napa apalagi Khanza tadi terlihat sedang kurang sehat" terang Miska


" Iya juga sih, yaudah loe telpon mereka aja!" ucap Nana menyarankan


" Sudah Na tapi nomornya tidak aktif!" ucapnya


" Terus kita harus bagaimana?" tanya Nana yang jadi ikutan panik


" Kita cari Bayu dan juga teman-temannya" usul Miska


Sementara Aldy saat ini sedang mencari keberadaan Khanza di dalam hutan, hari nampak mulai gelap tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Khanza dan teman-temannya.


" Pak.. pak Aldy!" Samar-samar Aldy mendengar seperti ada suara yang memanggil namanya.


Aldy terus berjalan dengan cepat menyusuri sumber suara tersebut.


" Pak Aldy tolong!" ucap seseorang yang suaranya semakin jelas terdengar


" Kamu_?" Aldy nampak terkejut saat melihat kondisi muridnya yang sedikit berantakan dan penuh luka


" Ada apa dengan mu kenapa bisa seperti ini?' tanya Aldy yang sudah dipenuhi kekhawatiran akan keadaan isteri kecilnya itu.


" Tadi ada orang yang tiba-tiba saja muncul menjegat kami pak" jawab Nicko dengan tubuh yang dipenuhi luka lebam


" Lalu dimana Khanza?" tanya Aldy yang nampak panik


" Khanza dan Hana mereka tadi dibawa oleh orang-orang itu!" jawab Nicko sambil meringis menahan sakitnya


" Ke arah mana mereka membawa Khanza dan Hana?"


" Sepertinya ke arah sana kedalam hutan" tunjuk Nicko ke arah hutan dalam


" Apa kamu masih bisa berjalan?" tanya Aldy


" Bisa pak!" jawab Nicko


" Kalau begitu kamu sebaiknya cepat pergi dari sini dan kembali ke tenda cari bantuan!" titah Aldy sebelum pergi


" Baik pak" jawab Nicko yang beranjak dari duduknya


" Saya akan mencari mereka"


" iya pak, bapak juga harus hati-hati mereka ada 5 orang tubuhnya besar-besar!" ucap Nicko memberitahu dan Aldy mengangguk mengerti.

__ADS_1


Aldy bergegas mencari Khanza dan masuk ke hutan lebih dalam, Aldy terus mencari Khanza dengan mengikuti arah jejak yang tertinggal.


Aldy menemukan gudang tua yang nampak tidak terawat. Aldy mendekati tempat tersebut dengan langkah perlahan dan samar-samar Aldy mendengar suara beberapa pria yang sedang tertawa.


Aldy yakin mereka membawa Khanza dan Hana ketempat tersebut, diam-diam Aldy pun menyusup ke dalam.


" Hai gadis cantik buat apa loe susah-susah mencari kayu bakar hem" ucap salah satu pria tersebut yang berjalan mendekati Khanza dan Hana yang tangan dan kakinya terikat.


" Dari pada loe mencari kayu bakar lebih baik loe bersenang-senang bersama kami disini" ucapnya dengan tawa yang menggelegar


Hana sudah menangis ketakutan tapi Khanza dia nampak santai tanpa ekspresi apapun.


" Loe cantik tapi jutek tambah menarik" ucap salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketuanya


" Loe bikin gue semakin penasaran gadis cantik!" ucapnya membuat Khanza tersenyum miring


" Kalau memang kalian penasaran kenapa masih diam saja ?" suara Khanza yang terdengar begitu santai membuat Hana melotot ke arah Khanza.


" Khanza loe udah gila ya?" Hana menggelengkan kepalanya sungguh tidak percaya Khanza bisa bicara sesantai itu.


Khanza menoleh sekilas lalu tertawa kecil.


" Apa loe takut?" tanya Khanza dan Hana jelas semakin marah dengan sikap Khanza yang menurutnya tidak wajar.


" Kalau loe takut biar gue aja yang akan melayani mereka, bagaimana?" tanya Khanza beralih kepada para penculik tersebut


" Apa kamu mampu melayani kami berlima?" tanya sang ketua dengan tawa mengejek


" Apa kalian perlu bukti, jika iya tolong lepaskan dulu ikatan ini. aku tidak mungkin bisa melayani kalian semua jika tanganku dalam keadaan terikat seperti ini" ucap Khanza dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


" Baiklah, tapi jangan coba-coba kamu berani berniat kabur!" ancamnya


Khanza tertawa membuat mereka saling pandang satu sama lain.


" Bagaimana aku bisa kabur dari sini lihat diri kalian tubuh kekar seperti itu apa aku bisa melawan, hem?"


" Lagi pula aku juga ingin bersenang-senang dengan kalian, karena sudah lama aku tidak bersenang-senang apalagi saat ini aku sedang, sedih, muak dan sakit hati. mungkin dengan bermain-main dengan kalian sakit hati dan kesedihan ku bisa berkurang" ucap Khanza membuat mereka semakin percaya dengan ucapan Khanza


Hana sungguh tidak percaya, mendengar ucapan yang keluar dari bibir Khanza membuatnya jijik melihatnya


" Gue enggak nyangka ya Za kalau loe itu ternyata playgirl!" Hana menatap jijik ke arah Khanza.


Khanza hanya bisa menyunggingkan senyumnya.


Aldy pun yang mendengar ucapan Khanza merasa tidak percaya. dia diam membeku menatap tajam ke arah Khanza yang didekati para lelaki.


Aldy berbalik badan karena tidak sanggup melihat Khanza yang ingin bersenang-senang dengan para penculik tersebut. Sakit tentu saja, dia tidak menyangka jika Khanza bukanlah gadis sepolos yang dia kira.


Tubuh Aldy melemas saat para penculik yang bertubuh kekar tersebut membuka pakaian mereka masing-masing dengan Khanza yang berdiri dengan senyum yang mengembang dihadapan mereka


Tangan dan kaki Khanza kini sudah tidak terikat lagi, dia tersenyum ke arah Hana.


" Bisa kalian buka juga ikatannya?" pinta Khanza dengan tersenyum manis


" Tidak!" jawabnya tegas


" Ayolah lepaskan ikatannya, dia tidak mungkin pergi kemana-mana, gadis macam dia aku rasa melihat kita bersenang-senang pasti sudah lemas duluan, jadi biarkan dia menyaksikan bagaimana ganasnya aku yang akan melayani kalian satu persatu" ucap Khanza dengan suara yang terdengar seperti sebuah ******n padahal Khanza bicara biasa aja


" Baiklah kalau itu mau mu sayang!" ucap sang ketua yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan tangan dan kaki Hana


" Sebaiknya loe perhatikan baik-baik bagaimana caranya bersenang-senang Hana, duduklah yang manis !" ucap Khanza sebelum berjalan santai mendekati sang ketua dari penculik tersebut.


Hana menatapnya jijik dan memalingkan wajahnya.


" Mari kita bersenang-senang!" suara Khanza terdengar sangat merdu


" Pastikan suara kalian berteriak dengan keras dan menyebut namaku KHANZA!" ucap Khanza membuat Hana ingin muntah mendengarnya begitu juga dengan Aldy yang tidak menyangka isterinya bisa berbuat seperti itu.


Khanza memulai aksinya, sesuai dengan apa yang dia katakan yaitu bersenang-senang dengan para penculik tersebut, Khanza benar-benar melampiaskan semua amarahnya, sakit hatinya dan juga kesedihannya dengan caranya sendiri. melayani para penculik tersebut bersenang-senang ala Khanza dan hal tersebut sungguh membuat Hana tercengang sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya begitu juga dengan Aldy yang nampak tidak percaya melihat pemandangan yang ada di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2