Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Kecelakaan


__ADS_3

Azka dan Zaira kini tengah berada di dalam mobil menuju rumah sakit tempat di mana Mita di rawat.


Mita mengalami kecelakaan sesaat setelah ia berpisah dari teman-temannya sewaktu pulang dari cafe.


Flashback on:


" Mi, Ndah, Mit kita ke mall yuk!" ajak Mona.


" Bosen nih, yuk!" tambahnya.


" Gue sih oke aja, kalau loe Ndah gimana?" tanya Mia.


" Oke, gue ikut!" sahut Indah semangat.


" Mit... Mita!" panggil Mia yang melihat Mita masih saja fokus dengan ponselnya.


" Woyyy, Mita!" panggil Mona kali ini dengan sedikit berteriak.


" Apaan sih Mon, gak usah teriak juga kali!" kesal Mita menoleh.


" Ya elo tuh dari tadi di panggilnya diam aja, kenapa sih loe makin aneh aja tau gak?" tanya Mona yang merasa Mita benar-benar ada yang aneh hari ini.


" Gue enggak kenapa-napa, loe aja yang terlalu berlebihan!" sahut Mita menutup ponselnya.


" Ada apa sih?" tanya Lia yang baru datang dan melihat wajah penuh kekesalan gitu di wajah-wajah temannya.


" Gak ada apa-apa, cuma tau tuh Mona rada sewot gitu dari tadi" sahut Mita yang sebenarnya sedang malas bicara apalagi berdebat.


" Ya gue kan cuma mau ngajakin loe ke mall sama yang lain, tapi loe dari tadi dipanggilnya diam aja" terang Mona.


" Ya sorry deh, gue gak denger" ucap Mita merasa bersalah.


" Ya udah kalau gitu yuk kita ke mall" ajak Lia mencairkan suasana.

__ADS_1


Setelah semua setuju akhirnya mereka berangkat ke mall, awalnya Mona ingin mengajak Zaira juga tapi Lia mengatakan kalau Zaira pasti tidak akan di izinkan keluar oleh mamanya mengingat kondisi Zaira yang mereka juga tahu sedang tidak enak badan.


Mereka menghabiskan waktu di mall dengan berbelanja setelah itu pergi ke cafe tempat biasa mereka nongkrong, Mita memutuskan untuk pulang lebih dulu, entah kenapa Lia merasa ada yang aneh dengan sahabatnya yang satu ini, karena merasa khawatir akhirnya Lia pun ikut pamit dan memilih mengikuti Mita.


Mita keluar dari cafe dan saat hendak masuk ke dalam mobilnya ia seperti melihat seseorang yang sangat dikenalnya masuk ke dalam mobil dengan seorang wanita. Mita tidak mau ketinggalan jejak akhirnya memutuskan untuk membututi mobil tersebut.


Lia yang melihat mobil Mita sudah keluar dari area cafe bergegas menuju mobilnya dan membututi dari belakang.


Lia terkejut saat melihat Mita turun dari mobil di depan sebuah hotel dan tambah terkejut lagi saat Mita menarik tangan seorang laki-laki paruh baya yang tengah menggandeng seorang wanita berpakaian cukup seksi.


Entah keributan apa yang terjadi Lia tidak bisa mendengarnya namun yang membuat Lia terbelalak saat pria paruh baya itu melayangkan tangannya ke wajah Mita hingga membuat Mita tersungkur.


Tanpa pikir panjang Lia turun dari dalam mobil hendak menghampiri Mita, namun belum Lia sampai mendekat Mita yang kecewa dan menangis berlari meninggalkan pria yang baru saja mendaratkan tangannya ke pipi Mita.


" Mita!" teriak Lia memanggil sahabatnya yang tengah berlari dengan membawa luka dan kekecewaan terhadap orang yang begitu ia hormati dan sayangi selama ini.


" Mita tunggu!" Lia ikut berlari berusaha mengejar Mita namun sayang Mita yang berlari tanpa menghiraukan keadaan sekitar tidak dapat mengelak ketika sebuah minibus melaju ke arahnya.


Lia terbelalak dan menutup mulutnya ketika melihat tubuh Mita sahabatnya melayang ke udara sebelum akhirnya tergeletak di aspal dengan tubuh berlumuran darah.


" Mitaaaaaaaa...!" teriak Lia dengan tubuh bergetar hebat dan dengan sekuat mungkin Lia berlari menghampiri tubuh Mita tergeletak di aspal.


Banyak orang yang datang mengerubuni dan sopir yang menabrak Mita pun bergegas turun melihat kondisi Mita, setelah itu dengan cepat ia langsung membawa Mita masuk ke dalam mobilnya dan meminta Lia untuk ikut bersamanya.


Setelah mobil mereka sampai di rumah sakit, Mita dengan cepat langsung di bawa ke ruang IGD dan di tangani oleh beberapa dokter dan termasuk orang yang menabrak Mita pun yang ternyata adalah seorang dokter bedah pun ikut menangani Mita.


Lia begitu terguncang melihat dengan mata kepalanya sendiri sahabatnya tertabrak mobil dan berlumuran darah, Lia bingung ingin memberitahu siapa dan akhirnya sebelum memberitahu keluarga Mita, Lia memilih memberi tahu Zaira tentang keadaan Mita.


Flashback off


" Mas, aku takut Mita kenapa-napa!" ucap Zaira dengan isak tangisnya.


" Kamu jangan bicara seperti itu yang, lebih baik kita do'akan semoga Mita tidak kenapa-napa" ucap Azka menenangkan Zaira yang sejak tadi tidak berhenti menangis.

__ADS_1


" Yang sudah dong nangisnya, mata kamu sudah bengkak gitu" Azka merasa tidak tega melihat Zaira yang masih saja menangis.


" Sudah ya jangan nangis terus!" Azka menghapus air mata Zaira.


" Kita do'akan saja semoga kondisi Mita dalam keadaan baik-baik saja!" ucap Azka berharap Zaira bisa tenang dan berhenti menangis.


" Iya mas!" Zaira berusaha untuk tidak menangis dan dalam diamnya tidak henti-hentinya mulutnya berdoa untuk keselamatan sahabatnya Mita.


Tidak butuh waktu lama mobil mereka akhirnya telah sampai di parkiran rumah sakit. Zaira dengan segera turun dari dalam mobil di susul dengan Azka. mereka bergegas pergi ke ruang IGD tempat di mana Mita sedang ditangani oleh tim medis.


Lia yang melihat ke datangan Zaira langsung berdiri dari duduknya dan Zaira pun bergegas berlari menghampiri Lia dan langsung memeluknya.


" Li!" panggil Zaira lirih.


Lia kembali menangis mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. " Za, Mita Za... Mita" ucap Lia lirih.


" Li, kita berdoa saja ya, Semoga Mita bisa melewati ini semua!" ucap Zaira berusaha menguatkan Lia walaupun pada kenyataannya ia pun merasa sangat sedih.


Selang berapa lama orang tua Mita datang dan seketika Lia berdiri terpaku melihat sosok pria yang berdiri tidak jauh dari hadapannya. Lia masih ingat benar bagaimana pria tersebut mendaratkan satu tamparan yang cukup keras di pipi Mita sampai membuatnya tersungkur dan berakhir di rumah sakit.


Lia menatap tajam dan penuh kebencian ke lelaki paruh baya yang sedang menenangkan seorang wanita yang seusianya yang tidak lain adalah mamanya Mita.


Rosa mamanya Mita berjalan menghampiri Lia yang tengah menatap tajam ke arah pria yang tidak lain adalah papanya Mita.


" Nak Lia!" sapa Rosa kepada Lia membuat Lia terkesiap dan berpaling melihat ke arahnya.


" Iya Tante!" sahut Lia dengan sopan


" Maaf nak Lia, sebenarnya apa yang terjadi dengan Mita dan bagaimana kejadian yang sebenarnya, kenapa bisa terjadi kecelakaan ini?" tanya Rosa dengan air mata yang tidak dapat ia bendung lagi.


" Maafkan saya tante karena tidak bisa menjaga dan menolong Mita disaat ia butuh seorang sahabat. sampai akhirnya terjadi seperti ini." Jawab Lia menyesal


" Ini bukan salah kamu sayang, jadi tidak perlu minta maaf" Rosa mengusap punggung tangan Lia dengan lembut." Yang ingin tante tau kenapa dari tadi tante perhatian kamu melihat ke arah papa Mita terus, apa semua ini ada kaitannya dengan dia?" tanya Rosa menebak namun sedikit mengecilkan suaranya. membuat Lia membulatkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2