
Ditaman belakang tepatnya di kediaman rumah Azka dan Zaira kini semuanya tengah berkumpul tepatnya para sahabat dekat mereka. Zaira pun yang beberapa jam lalu sibuk dengan baby Zia akhirnya bisa ikut bergabung setelah baby Zia sudah tertidur dan juga kedatangan bundanya yang tiba-tiba bisa membuat Zaira lega bila meninggalkan putri kecilnya itu di kamar karena bunda Aryani pun enggan beranjak dari kamar cucunya.
Semua nampak sibuk dengan obrolan masing-masing, Mario, Azka dan Arta yang nampak serius mengobrol tetang urusan kantor sementara Sendy malah sibuk tebar pesona kepada Mia, biasanya dia yang lebih antusias membicarakan soal urusan kantor tapi kali ini tiba-tiba tidak seperti biasanya dia lebih banyak diam ya tepatnya jaga image di hadapan wanita yang sudah lama menjadi pujaan hatinya secara diam-diam.
" Hai!" sapa putra kepada gadis cantik yang duduk tidak jauh darinya
" Hai juga" jawab Mia yang disapa oleh putra
Sendy yang sedari tadi tengah memperhatikan Mia mengepalkan tangannya ada rasa gemuruh yang tiba-tiba saja menyerangnya.
" Loe itu yang tadi ngagetin gue kan?" tanya Mia menunjuk sambil mengingat-ingat
" Iya gue putra, masa baru tadi udah lupa!" sahut putra sambil terkekeh dan obrolan itu masih tidak lepas dari tatapan tajam seorang Sendy.
" Ya kalau gak penting-penting amat buat apa gue ingat-ingat" ucap Mia santai namun sedikit melegakan hati sang pemuja rahasia.
" Berarti gue penting dong kalau loe ingat sama gue" ledek putra membuat darah Sendy mendidih mendengar candaan putra kepada Mia.
" Terlalu percaya diri anda rupanya" ucap Mia
" Biasa aja kali itu mata ngeliatinnya!" bisik Azka yang melihat Sendy tidak berkedip menatap putra dan Mia.
" Apaan sih" elak Sendy.
" Sabar Sen, loe jugakan tau tujuan tuh anak" bisik Arta seraya menepuk-nepuk bahu Sendy
" Sudah akrab aja nih rupanya?" celetuk Dion kepada Mia dan Putra sambil melirik ke arah Mona yang ternyata malah diam melamun.
Dion menyenggol bahu Indah lalu menunjuk ke arah Mona dengan ekor matanya.
" Mona loe kenapa?" tanya Indah membuat Mona terkesiap dari lamunannya
" Ah iya kenapa?" Mona malah balik bertanya saat menoleh ke arah Indah
__ADS_1
" loe kenapa dari tadi yang lain sibuk ngobrol loe malah sibuk ngelamun aja, mikirin apa sih? masih mikirin pak dokter?" ucap Indah keceplosan membuat Mita yang sedang bicara dengan Zaira dan Lia langsung terdiam mendongak melirik ke arah Arta begitu juga sebaliknya Arta pun melirik ke arah Mita lalu keduanya melempar pandangannya ke arah Mona.
Mendengar pertanyaan Indah, Mona tersenyum tipis " Buat apa mengingat sesuatu yang memang bukan milik gue Ndah, hanya buang-buang waktu percuma." jawab Mona santai
" Terus loe dari tadi kenapa ngelamun?" tanya Indah lagi
" Gue hanya teringat seseorang, disaat kumpul seperti ini pasti dia yang paling heboh dan banyak gangguin gue. walaupun bikin gue kesal dan jengkel tuh anak gak ada kapok-kapoknya." tutur Mona menundukkan pandangannya lalu terkekeh.
Putra menatap Mona lekat dengan tatapan yang sulit di artikan dan apa yang putra lakukan ternyata tidak lepas dari tatapan mata Mia yang sedari tadi tengah memperhatikan putra yang memandang Mona penuh arti.
" Apa loe kangen sama dia?" tanya Mario yang tiba-tiba menyeletuk.
" Kangen?" Mona tersenyum getir.
" Apa gue pantas untuk kangen sama dia? walaupun gue kangen percuma saja kan, gak akan mungkin bisa membuat dia kembali lagi?"lanjut Mona.
" Kenapa gak mungkin?" suara itu terdengar sangat tidak asing ditelinga Mona membuat Mona langsung menoleh ke sumber suara tersebut dan menatapnya penuh selidik.
" Loe?"ucap Mona terdiam sibuk dengan pikirannya.
" Gue tahu, tapi untuk orang yang sudah pergi kembali ke sisi Tuhannya gak akan bisa kembali lagi bukan?" tanya Mona kali ini membuat putra langsung terdiam.
" Gue gak akan pernah merindukan dia gak akan pernah, karena dia sudah ingkar dengan janjinya " ucap Mona yang dengan kasar mengusap air matanya lalu tersenyum paksa.
" Mon!" ucap indah lirih.
" Gue gak apa-apa" ucap Mona membuat yang lain terdiam melihat Mona dengan sikapnya yang terlihat jauh dari Mona yang dulu gampang marah dan mudah tersinggung sekarang malah mudah baper dan sensitif.
" Gue akan tagih janjinya saat gue ketemu dia nanti" ucap Mona membuat putra langsung menatapnya lekat.
" Maksud loe apa Mon? " tanya Lia yang sedari hanya menyimak akhirnya calon ibu muda ini pun angkat bicara.
" Umur gak ada yang tahu Li, mungkin gue sama dia gak jodoh di dunia karena sikap egois dan kebodohan yang gue udah perbuat sampai dia lebih memilih pergi ninggalin gue dengan segala janji-janjinya, ya mungkin Tuhan akan menjodohkan gue kelak dengannya diakhirat" ucap Mona dengan seringai senyum di wajahnya.
__ADS_1
" Mon loe kok ngomongnya jadi horor gitu sih?" celetuk Mia
" Kok horor sih Mi, orang mah bilang romantis gitu" ucap Mona seraya terkekeh.
" Ya horor itu mah, bawa-bawa akhirat segala" sahut Mia
" Ya yang namanya hidup gak akan ada yang tahu Mia" ucap Mona menepuk bahu Mia
" Iya gue juga tahu Mona, tapi kenapa loe bicaranya kayak gitu sih, emangnya loe gak mau cari jodoh loe di dunia dulu gitu Mon, apa loe belum bisa move on ya Mon dari yang udah-udah?" tanya Mia
" Gue masih belum bisa move on dari kebodohan gue Mi, gue sudah mengecewakan seseorang yang sudah baik banget sama gue, bahkan gue tidak bisa melihat ketulusan hatinya karena dibutakan oleh obsesi dan ke egoisan gue Mi" tutur Mona membuat putra menatap Mona dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Mon, hidup itu terus berjalan ke depan jangan terus menerus menoleh ke belakang. apa yang pernah terjadi di masa lalu jadikanlah itu sebagai pelajaran yang paling berharga agar kedepannya bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. ingat semua hal yang terjadi pada setiap manusia tidak ada yang luput atas kehendak dan takdir tuhan." ucap Azka
" Iya pak Bagaz benar , tapi saya hanyalah manusia biasa pak yang masih terlalu cetek tingkat keimanannya saya yang baru di uji sekecil ini saja saya sudah jatuh terpuruk dan lemah" sahut Mona.
" Kamu bukan wanita yang lemah Mona, karena saya percaya isteri saya Zaira dan adik saya Meli bersama semua sahabat-sahabat mereka termasuk kamu salah satunya Mona adalah wanita-wanita yang tangguh dan kuat. mungkin saat ini keberuntungan kamu dalam dunia percintaan belum sebagus mereka. awal perjalanan cinta Zaira dan juga Meli pun saya rasa kamu juga sudah sangat tahu seperti apa dulunya apalagi dengan Mita, tapi berkat keyakinan hati mereka masing-masing dan kesabaran mereka yang luar biasa, rasa pahit yang mereka telan dulu akhirnya berbuah manis juga kan" tutur Azka
" Apa yang dikatakan pak Bagaz itu benar. jangan terus menerus berada di lingkaran masa lalu loe, penyesalan loe di masa lalu jangan loe biarkan terus menerus menghantui perasaan loe sendiri sampai loe gak mau melihat kenyataan yang ada di hadapan loe" tutur putra yang ikut menimpali pembicaraan Mona dan Azka
" Loe tahu apa soal gue, loe gak tahu apa-apa jadi jangan sok tahu deh loe" ucap Mona yang tiba-tiba menjadi ketus saat putra bicara.
" Yoga akan selamanya ada di sini" Mona menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak setiap kali teringat dengan Yoga.
" Penyesalan gue, rasa bersalah gue gak akan ada yang tahu seberapa besarnya terhadap Yoga. apa lagi loe orang baru yang gak tahu apa-apa tentang gue dan Yoga, bicara memang mudah tapi gak semudah gue yang ngejalanin ini semua, apa loe tahu seberapa beratnya hari-hari yang gue lewati dengan perasaan bersalah. andai dia masih ada di sini mungkin gue bisa meminta maaf dengannya walaupun gue gak tau dia bakal maafin gue atau gak, tapi masalahnya Yoga sudah tidak ada disini di dunia ini lalu bagaimana caranya gue bisa meminta maaf sama dia, katakan bagaimana caranya hah?" ucap Mona yang langsung membuat semua yang ada di hadapannya tercekat dengan ungkapan hati Mona.
" Maaf gue gak ada maksud apa-apa, sorry gue jadi membuat suasana jadi gak enak ya!" ucap Mona yang sadar akan perubahan sikap orang-orang yang ada didekatnya.
" Gak apa-apa Mona!" ucap Zaira yang langsung menghampiri Mona lalu memeluknya.
" Loe itu cewek yang kuat Mona, loe pasti akan menemukan kebahagiaan loe juga Mon. jika Yoga melihat loe kayak gini hidup terus dalam penyesalan gue yakin dia juga sangat sedih. loe juga kan tahu Yoga itu tulus banget sayang sama loe, dan dia ingin loe hidup bahagia Mona" ucap Zaira
" Thanks Za, tapi gue butuh waktu" ucapnya lirih
__ADS_1
Putra menatap Mona lekat tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca