Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Gebetan Baru


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Mita berbaring di atas tempat tidur dalam keadaan koma dan dengan setia pula dokter Ariel menemani dan selalu mengajak Mita berbicara.


Rosa bergantian menjaga Mita dengan dokter Ariel, bahkan saking sibuk dengan pekerjaan dan juga menjaga Mita dokter Ariel sampai tidak sempat hanya untuk mengurus dirinya sendiri, wajah tampannya kini sudah ditumbuhi bulu-bulu halus dan rambutnya sedikit berantakan bahkan karena kurang tidur matanya seperti mata panda.


Setiap pulang sekolah Zaira bersama dengan sahabat-sahabatnya selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumah sakit mengajak Mita berbicara dan menceritakan tentang semua hal yang terjadi disekolah.


Rangga dan Yoga semenjak mendengarkan ucapan Azka di rumah sakit nampak sungkan kepada Zaira yang meraka tebak pasti Zaira dan Azka memiliki hubungan yang lebih dari sekedar tunangan apalagi melihat perlakuan-perlakuan istimewa yang sering di tunjukkan Azka kepada Zaira saat olahraga.


...🖤...


Pagi ini Zaira dan Azka tengah bersiap-siap berangkat ke sekolah tapi ada sedikit masalah yang terjadi dengan Zaira.


" Sayang!" teriak Zaira saat berada di depan cermin.


" Apa?" Azka berjalan menghampiri Zaira dengan tersenyum.


" Kenapa hem?" Azka melingkarkan tangannya di pinggang sang isteri tercinta dan menempelkan dagunya dicuruk leher Zaira.


" Ada dengan isteriku pagi-pagi udah pasang wajah cemberut begitu?" tanya Azka melihat Zaira dari pantulan cermin.


Zaira membalikkan badannya hingga keduanya saling berhadapan. " Mas lihat bajuku, ini sudah kekecilan. sempit dan pengap aku malu memakai baju seperti lepet begini mas" Zaira menarik-narik baju seragam yang melekat di tubuhnya yang sudah semakin terlihat berisi.


Azka tersenyum dan menoel hidung Zaira,


" Isteri mas seksi" goda Azka berbisik membuat Zaira melotot.


" Mas ih ngeselin orang lagi serius juga" Zaira memukul lengan Azka membuat Azka tertawa.


"Mas juga serius sayang!" ucap Azka masih sambil tertawa


" Tau ah, nyebelin!" Zaira memberengut dan menyenggol kasar bahu Azka berjalan menuju tempat tidur.


Zaira duduk di tepi kasur masih dengan wajahnya yang ditekuk. " Bagaimana aku bisa berangkat ke sekolah kalau bajuku seperti ini?" gumam Zaira.


Azka berjalan menuju lemari mengambil sesuatu dari lemari tersebut dan membawanya kepada Zaira yang masih memberengut.


" Coba pakai yang ini muat tidak?" tanya Azka sambil menyodorkan seragam baru untuk Zaira dengan ukuran yang sedikit lebih besar dengan yang ia pakai.


Zaira terkejut melihat seragam baru yang Azka berikan kepadanya " Mas ini_?" Azka tersenyum


" Sudah cepat di coba nanti keburu telat loh!" pinta Azka


Zaira tersenyum lalu mengangguk dan dengan cepat melepaskan seragam yang dikenakannya dan mengganti dengan seragamnya yang baru.


" Yang pagi-pagi kamu sudah mau menggodaku?" tanya Azka melipat tangannya di dada saat melihat Zaira melepaskan seragamnya.


" Apaan sih mas, itu sih masnya aja yang omes" cibir Zaira


" Habis gimana gak tergoda kamunya seksi gini, udah yang gak usah masuk sekolah saja kita olah raganya di rumah aja ya yang?" Azka menaik turunkan alisnya menggoda.


" Gak, enak saja aku disuruh bolos lagi. mas ini guru macam apa coba masa menyuruh muridnya untuk membolos sih?" ucap Zaira membuat Azka tertawa


" Ya suami macam tutul yang ingin memangsa kamu yang emmm.. menggiurkan" Sahut Azka mendekatkan wajahnya ke wajah Zaira lalu mencium aroma tubuh Zaira seperti mencium bau makanan. " Lezat!" godanya lagi yang langsung mendapat pukulan bertubi-tubi dari Zaira membuat Azka berteriak.


" Ampun... ampun... haha.... ampun... ampun haha!" Azka tidak berhenti tertawa menggoda isteri tercintanya. Azka sengaja menggoda istrinya berharap sejenak isterinya bisa melupakan kesedihannya yang selalu memikirkan perkembangan kesehatan Mita yang masih setia dengan tidurnya.


Azka dan Zaira kini berada di dalam mobil dan baju seragam yang Azka berikan terlihat nyaman Zaira gunakan. sedikit besar tapi setidaknya bisa menutupi perutnya yang mulai terlihat besar. karena tubuh Zaira itu kecil jadi kehamilannya juga tidak terlalu besar jadi jika yang tidak terlalu paham dengan postur ibu hamil pasti hanya mengira Zaira itu lebih berisi.


Mobil yang Azka dan Zaira tumpangi sudah sampai di parkiran sekolah, Zaira turun dari mobil di susul oleh Azka.


Zaira dan Azka jalan berdampingan tidak sedikit para siswa dan siswi yang memperhatikan kedekatan antara guru dan murid tersebut.


" Za !" panggil Indah dan Mia


Zaira menoleh " Hai!" sapa Zaira


" Yang aku duluan ya!" ucap Azka lalu tersenyum ramah kepada Mia dan Indah.


" Selamat pagi pak!" sapa Indah dan Mia pada Azka


" Selamat pagi!" jawab Azka tersenyum ramah


" Saya duluan ya!" lanjutnya


" Iya pak" ucap Mia dan Indah bersamaan.


Zaira, Mia dan Indah berjalan bersama menuju kelasnya baru saja mereka sampai di depan pintu kelas ada Rangga yang berdiri bersama Yoga.


" Hai!" sapa Yoga yang sok akrab


" Ngapain kalian disini?" tanya Indah ketus

__ADS_1


" Biasa aja dong nanyanya, jutek amat loe pagi-pagi!" sahut Yoga


" Ya tumben aja kalian pagi-pagi udah ada disini secara kelas kalian kan bukan di sini" ucap Mia sementara Zaira hanya diam saja menyimak.


" Gue lagi nemenin Rangga buat ketemu sama bidadarinya" jawab Yoga membuat Rangga mendelik kesal dengan ocehannya.


" Apaan sih loe!" ucap Rangga menoyor kepala Yoga.


" Eh ini anak gue udah temenin juga" ucap Yoga kesal


" Emang gue gak tau elo ikut gue juga karena ada mau nya" ucap Rangga membuat Yoga melotot


" Mau apaan?" tanya Yoga pura-pura polos


" Loe ikut gue karena loe mau ketemu sama Mona kan, udah ngaku aja deh loe?" cecar Rangga.


" Apa? jadi loe itu suka sama Mona kak?" tanya Indah kepada Yoga membuat Yoga salah tingkah.


" Ngomong apa sih loe ngga, sok tau loe!" elak Yoga.


" Udah ngaku aja" Rangga menyenggol bahu Yoga


" Beneran loe suka sama Mona kak?" kali ini Zaira yang bertanya


" Gak Za Rangga cuma ngada-ngada aja" Sahut Yoga.


" Kalau iya juga gak apa-apa kak, asalkan kakak serius dan gak cuma buat mempermainkan Mona aja, kita pasti dukung. tapi jika cuma sekedar iseng-iseng sebaiknya jangan deh karena kita pasti gak bakalan tinggal diam kak" ucap Zaira tegas sambil melirik ke arah Rangga.


Mendengar ucapan Zaira Rangga merasa tersentil, dia merasa bersalah karena pernah mempermainkan perasaan Lia dan memanfaatkannya hanya karena kebodohannya. menyesal? tentu Rangga merasa sangat menyesal apalagi sikap Lia yang sedikit berubah terhadapnya. meskipun Lia tidak membencinya dan masih bersikap biasa terhadapnya Rangga tetap merasa bersalah.


" Emmm... gue sebenarnya udah lama suka sama Mona tapi gue malu ngomongnya secara loe tau sendiri tuh anak kalau ngomong asal nyeplos aja. kalau gue ditolaknya mentah-mentah duh mau ditaruh di mana muka gue?" ucap Yoga dengan jujur


" Taro aja di ember kalau gak gentong noh lebih gede!" sahut cewek yang baru saja datang.


" Mona?" pekik Yoga yang merasa terkejut dengan kedatangan Mona yang tiba-tiba.


" Ada apa nih pagi-pagi udah ngumpul depan kelas?" ucap Lia datar


" Hai Li!" sapa Rangga dan dijawab Lia dengan senyuman yang singkat lalu tanpa menghiraukan yang lain Lia langsung masuk ke dalam kelas membuat semu perhatian tertuju pada sikap Lia yang tidak biasanya.


Zaira menghampiri Lia sementara Mona di tarik oleh Yoga ke taman belakang sekolah.


Zaira sudah duduk di samping Lia yang tengah mengeluarkan alat tulisnya.


" Li loe kenapa?" tanya Zaira


Lia menoleh sekilas lalu tersenyum " Gue kenapa? emang gue kenapa Za, gue gak kenapa-napa" Sahut Lia santai


" Tapi kenapa gue ngeliatnya loe sepertinya sedang kenapa-napa ya?" ucap Zaira menyelidik


" Ah loe aja yang salah liat" Lia tertawa hambar.


" Woyy ada berita baru!" tiba-tiba suara teman sekelasnya masuk dengan hebohnya.


" Berita apaan?" tanya Indah.


" Mario punya gebetan baru" ucap Bela teman sekelas mereka


Deg


Lia yang tengah mengeluarkan bukunya langsung berhenti bergerak. Hatinya memanas ada rasa sesak dan kecewa. seminggu tidak berkomunikasi ternyata Mario lebih memilih mencari pengganti dirinya.


Lia menghembuskan nafasnya kasar mencoba untuk bersikap biasa dan setenang mungkin walaupun sebenarnya hatinya bergemuruh hebat.


Zaira tersenyum dan menyipitkan matanya melihat Lia yang bersikap seolah biasa-biasa saja.


" Itu sih udah gak heran kali, namanya playboy ya tetap aja Playboy" cibir Indah membuat Lia semakin berada di situasi yang sangat tidak nyaman.


Entah sengaja atau tidak Lia berdiri dan langsung menggebrak meja cukup keras membuat semua yang ada di dalam kelas terperanjat kaget. " Gue mau ke toilet!" ucap Lia dingin


Zaira mengelus dadanya karena kaget begitu juga dengan yang lain, pandangan mereka terus menatap ke arah Lia yang keluar kelas.


Mia dan Indah menoleh ke arah Zaira " Kenapa tuh anak?" tanya Indah pada Zaira.


" Gak tau, datang bulan kali!" jawab Zaira


" Gaes, kenapa tuh si Lia gue tanya diam aja?" tanya Mona yang baru masuk ke dalam kelas dan sempat berpapasan di luar kelas oleh Lia.


" Gak tau, tiba-tiba aja tuh anak gebrak meja terus mau ke toilet katanya" sahut Mia


" Apa jangan-jangan lagi ada masalah ya tuh anak?" tebak Indah.

__ADS_1


" Bisa jadi" Mia menimpali


" Apa dia putus dari malaikat penolongnya ya?" tebak Mona


" Mungkin" Sahut Indah.


" Udah gak usah asal menebak, biarkan aja dulu sampai dia cerita sendiri ke kita.!" ucap Zaira menengahi.


" Iya betul tuh Za" ucap Mia mengacungkan ibu jarinya.


***


Selesai dari toilet Lia berjalan kembali ke kelasnya namun saat di jalan menuju kelasnya ia berpapasan dengan Rangga.


" Loe sendirian?" tanya Rangga


" Hem!" jawab Lia sedikit malas


" Teman-teman loe mana?" tanya Rangga


" Di kelas " jawab Lia singkat lalu beranjak pergi


" Gue duluan!" ucapnya sebelum pergi namun baru saja melangkah tangannya di tarik oleh Rangga hingga langkah Lia terhenti.


Lia menoleh " loe apa-apaan sih?" tanya Lia ketus dan menghempaskan tangannya kasar namun tangan Rangga cukup kuat menggenggam tangannya.


" Lia gue mau bicara sama loe, sebentar aja" ucap Rangga.


" Oke silahkan loe bicara tapi please lepasin tangan gue!" sentak kasar Lia


Rangga melepaskan tangannya dari tangan Lia namun sebelum Rangga melepaskan tangannya dari tangan Lia, mata Lia membulat sempurna tatkala melihat sosok yang berada di belakang Rangga dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Mario yang berada di belakang Rangga berjalan begitu saja melewati Lia dan Rangga.


Lia sulit menelan salivanya, sesak di dadanya semakin bertambah. ingin Lia mengejar Mario namun lagi dan lagi kaki dan mulutnya seakan terkunci.


Rangga melepaskan tangannya dan betapa terkejutnya dia mendengar ucapan Lia.


" Puas loh!" bentak Lia dengan tatapan tajam.


Rangga tersentak karena tiba-tiba Lia marah kepadanya. " Lia gue_!" belum selesai dengan ucapannya Lia sudah pergi meninggalkan Rangga yang masih diam mematung.


Lia masuk ke dalam kelas dengan perasaan yang tidak karuan. ditambah lagi teman sekelasnya ada yang membicarakan tentang Mario dengan pacar barunya. Lia semakin memanas dan mengepalkan tangannya di bawah meja kala mendengar hal-hal buruk mengenai Mario. walaupun saat ini ia sangat kecewa dan terluka dengan sikap Mario tapi entah kenapa hati kecilnya merasa tidak rela jika ada yang menghina Mario.


Lia meletakkan kepalanya di atas kedua lengannya yang dilipat di atas meja dengan tubuh yang bergetar


Zaira terkejut tatkala melihat tubuh Lia yang bergetar hebat . " Lia loe kenapa?" tanya Zaira panik.


Lia tidak menjawab ia masih menyembunyikan wajahnya, sayup-sayup hanya terdengar Isak tangisnya.


" Li loe sebenarnya kenapa sih? cerita dong Li jangan bikin gue khawatir kayak gini?" tanya Zaira yang memeluk punggung Lia dari samping.


Mona, Indah dan Mia berdiri lalu menghampiri Lia.


" Li loe kenapa, cerita sama kita-kita Li!" pinta Mia


" Iya Li, mungkin kita bisa bantu!" ucap Mona


untung saja hari ini guru di jam pertama kelas mereka kosong. Zaira dan ketiga sahabatnya menjadi bingung karena melihat Lia yang tiba-tiba menangis tanpa mereka tahu penyebabnya.


" Li!" panggil Zaira lirih.


Mona menyenggol bahu Zaira saat melihat Rangga yang tengah berdiri di ambang pintu. Zaira menoleh ke arah yang Mona tunjuk dengan ekor matanya. Zaira lalu berdiri dan menghampiri Rangga.


" Loe mau ngapain lagi kesini kak?" tanya Zaira yang sedikit jutek


" Gue.. gue mau minta maaf sama Lia" sahut Rangga sedikit gugup.


" Apa kak Rangga yang membuat Lia menangis?" kali ini Mona yang bertanya yang sudah berdiri di belakang Zaira membuat Zaira menoleh ke arahnya.


" Gue gak tau, tadi gue sempat ketemu dia memang sewaktu dia habis dari toilet dan dia tiba-tiba marah gitu malah sama gue!" jawab Rangga.


Zaira dan Mona saling melempar pandang. tiba-tiba Zaira teringat akan seseorang lalu pergi meninggalkan kelas begitu saja.


" Woyyy Za loe mau kemana?" tanya Mona namun sama sekali tidak dihiraukan oleh Zaira.


"Sebaiknya loe pergi aja deh kak, minta maafnya lain kali aja, tuh loe bisa lihat kan!" Mona menunjuk ke arah Lia yang sedang dipeluk oleh Indah dan Mia.


" Lia sepertinya hari ini sedang tidak baik-baik saja kak, jadi kak Rangga kembali ke kelas saja kak!" pinta Mona.


Rangga akhirnya pergi kembali ke kelasnya sesuai dengan keinginan Mona, dan Mona kembali menghampiri Lia yang masih menyembunyikan wajahnya dibalik lengannya yang diletakkan di atas meja sementara Zaira entah bumil yang satu itu pergi kemana.

__ADS_1


__ADS_2