
Deg
Deg
Deg
Jantung Nila seakan berhenti berdetak, keringat dingin membasahi keningnya dan kakinya seketika lemas saat netra tajam menatapnya seakan menusuk hingga ke ulu hati.
" Ro.... Roni!" pekiknya dengan gemetar
...Flashback on...
Saat Roni baru saja sampai dikelas dan duduk di kursinya tiba-tiba Bayu dengan berlari menghampiri dirinya dengan napas yang sedikit tersengal
" Ada apa loe kesini?" ketus Roni
" Marahnya loe pending dulu Ron, gue datang kemari cuma mau ngasih tau loe tadi saat gue mau ke kelas Maya gue lihat mantan-mantan loe dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kelasnya Miska dan yang gue dengar dari salah seorang dari mereka katanya mau memberi pelajaran sama Mis_ " belum selesai dengan kata-katanya Bayu dibuat terkejut oleh Roni yang dengan gerakan cepat sudah menghilang dari pandangannya.
" Gila tuh anak udah ngilang aja, perasaan gue belum selesai ngomong dah!" gumam Bayu seraya garuk-garuk kepalanya
" Bayu!" panggil Maya dari ambang pintu
Bayu yang mendengar namanya dipanggil langsung menghampiri Maya
" Loe ngapain sih pakai ngasih tau Roni segala, tadi mah biarin aja mereka ngasih pelajaran sama Miska?" kesal Maya karena Bayu yang dia lihat dari pintu kelasnya langsung berbalik arah dengan tergesa-gesa lari ke kelas Roni
" Gue enggak mau disalahkan jika terjadi sesuatu Roni dan Miska, karena gue sudah mendapat mandat untuk menjaga mereka dari orang tuanya" jawab Bayu jujur
" Maksud loe?" Maya mengerutkan keningnya
" Loe enggak perlu banyak tahu soal ini dan saran gue jangan terlalu jauh loe ikut campur dengan urusan Roni dan Miska. kita sekolah untuk belajar bukan?" Maya mengangguk
" Jadi jangan ikut-ikutan seperti mereka orang-orang yang tengah membodohi dirinya sendiri, paham" pesan Bayu
" Gue sudah pernah berada di posisi mereka dan sekarang gue sadar betapa bodohnya gue saat itu dan gue tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dan hanya akan membuat kita menyesalinya di kemudian hari" tutur Bayu panjang lebar
" Gue bersyukur masih diberi kesempatan kedua jika tidak gue enggak tahu bagaimana nasib gue dan keluarga gue sekarang" lanjutnya lagi
Maya yang mendengar kata-kata Bayu yang panjang lebar semakin merasa tidak mengerti.
" Gue yakin Loe bingung kan dengan omongan gue, udahlah enggak usah loe pikirin intinya loe sekarang jangan ikut campur dalam urusan Roni dan Miska. mereka itu bukan orang sembarangan loe juga tahu kan siapa orang tua Roni?" Maya mengangguk
" Karena itu jangan macam-macam dengan keluarga Roni, karena bukan hanya kita yang akan terkena masalah melainkan keluarga kita juga pasti akan dilibatkannya" terang Bayu dan Maya mulai paham dengan arah pembicaraan Bayu.
Bayu dan Maya akhirnya memutuskan untuk melihat apa yang tengah terjadi di kelas Miska sementara Roni sudah lebih dulu melesat ke sana
Roni dengan berlari menuju kelas Miska dan betapa terkejutnya Roni melihat pemandangan yang tentunya membuat hatinya miris dengan keadaan Miska yang jauh dari kata baik-baik saja.
Roni menggeretakan giginya dan mengepalkan tangannya kuat apalagi mendengar cacian dan makin yang terlontar begitu saja dari mulut Nila , yang merupakan salah satu wanita yang pernah ia pacari dulu. Dengan langkah tegas Roni menghampiri Nila semua mantan Roni yang menyadari kedatangannya satu persatu menciut nyalinya dan pergi begitu saja dari ruangan tersebut sementara Nila yang masih mengeluarkan cacian dan makin terhadap Miska belum menyadari dibelakangnya sudah berdiri Roni dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Roni dengan emosi yang sudah tidak dapat dikontrol lagi saat Nila dengan seenaknya menghina belahan jiwanya tanpa memandang Nila adalah seorang wanita Roni langsung mendaratkan satu tamparan keras di pipinya.
Plakk
...Flashback off...
Nana yang melihat kemarahan Roni yang luar biasa menurutnya tidak berani mendekat dia lebih memilih menjauh dan keluar dari dalam kelas
Entah kenapa melihat Miska diperlakukan kasar oleh para mantan Roni membuat Nana tersenyum tipis dan tanpa ia sadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya dengan senyum yang lebar.
" Ternyata loe sahabat yang licik juga dan ini cukup menarik" gumam Luna yang sedari tadi tengah memperhatikan Nana
Miska berusaha untuk tidak menangis walaupun keadaannya saat ini cukup memprihatinkan. Nila yang sudah mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah diperbuatnya terhadap Miska hanya bisa menangis menahan sakit. kali ini bukan hanya pipinya saja yang terasa sakit akibat tamparan keras yang mendarat di pipinya tapi juga hatinya pun terasa sakit diperlakukan kasar oleh laki-laki yang pernah menjadi kekasihnya itu.
Nila memegangi pipinya yang terasa panas, air matanya pun sudah tidak dapat dibendungnya lagi.
" Loe tega ya Ron sama gue, loe bahkan lupa kalau dia yang dulu sering menghina bahkan mencaci maki loe Ron dan sekarang loe malah membela dan melindunginya secara terang-terangan. loe benar-benar udah berubah Ron, loe jahat... jahat Ron!" teriak Nila disela isak tangisnya
Jujur saja Miska sebenarnya merasa sangat bersalah, kejadian ini sungguh menampar hatinya. benar apa yang dikatakan Nila kalau dirinya adalah orang yang dulu sering mencaci dan memaki Roni tapi sekarang justru orang yang dulu ia caci maki kini bersikap sangat lembut terhadap dirinya.
Miska duduk kembali di bangkunya dengan keadaan yang berantakan, rambutnya yang lengket terkena pecahan telur bahkan bajunya pun basah akibat disiram air.
Hana hanya bisa menangis melihat keadaan sahabatnya yang sangat berantakan dan untungnya tadi Khanza sempat menelpon katanya tidak bisa masuk sekolah hari ini, setidaknya Hana merasa lega karena jika tidak wanita hamil itu pasti sudah mengamuk dan tidak bisa dikendalikan lagi emosinya jika melihat keadaan Miska yang sungguh berantakan dan menyedihkan.
" Gue peringatkan sama loe dan juga bilang sama teman-teman loe yang lainnya, jika kalian berani berbuat macam-macam lagi dengan Miska maka kalian semua akan berhadapan dengan gue langsung dan ingat gue enggak akan main-main. kalian berani nekat maka gue akan jauh lebih nekat!" ancam Roni
" Loe itu sudah enggak ada urusan lagi sama gue, mau gue dekat dengan siapa pun itu hak gue. elo dan teman-teman loe yang enggak tau diri itu enggak ada hak buat ikut campur dengan urusan pribadi gue. jika loe dan teman-teman loe berani berbuat macam-macam lagi maka hotel prodeo sudah menanti kalian semua!" tegas Roni membuat Nila semakin bungkam.
" Hari ini loe gue biarkan tapi loe liat di atas sana sudah ada cctv-nya yang loe lupakan soal itu. gue sudah menyuruh orang untuk menyimpan rekaman tersebut buat bukti jika kalian masih berani nekat!" Nila yang mendengar kata cctv nyalinya langsung menciut, ia merutuki kebodohannya sendiri kenapa bisa sebodoh dan seceroboh itu tanpa memikirkan kalau disetiap kelas ada cctv-nya.
" Sebaiknya loe pergi dari hadapan gue sekarang, jangan sampai gue berubah pikiran dan menjebloskan loe ke dalam penjara"
Mendengar kata penjara Nila bergidik ngeri dan akhirnya dengan pontang panting dia keluar dari kelas Miska.
Setelah Nila pergi Roni langsung menghampiri Miska dan merangkul bahunya.
" Kita pulang aja ya?" ajak Roni namun Miska menggeleng
" Aku tidak mau kebanyakan izin" tolak Miska
" Ya udah kalau kamu enggak mau pulang kita bersihkan rambut kamu dulu ya ke toilet, sebentar lagi bel masuk, izin dulu sebentar buat bersihin rambut kamu yang lengket ini!" ucap Roni dengan penuh perhatian
__ADS_1
" Emmm... Mega tolong ya kalau gurunya udah masuk bilang aja gue sama Miska lagi ke toilet!"
" Iya!" jawab Mega dengan malas
" Gue juga" sahut Billy
" Hemm!"
" Terima kasih ya Mega!" ucap Roni membuat Mega yang tadinya malas langsung terkejut dengan ucapan Roni
"Eh iya sama-sama!" ucap Mega dengan wajah cerianya
" Ishh, dasar cewek ganjen giliran Roni yang ngomong tuh muka langsung berubah drastis!" ucap Hana menggerutu
Miska beranjak berdiri dan dengan langkah pelan Roni merangkul bahu Miska. mereka berdua beriringan berjalan keluar menuju toilet dengan Hana dan Billy yang mengekor di belakangnya.
Sikap dan perlakuan Roni yang begitu perhatian dan penuh kelembutan terhadap Miska membuat cewek-cewek yang berada di kelas Miska merasa sangat iri dibuatnya, pasalnya yang mereka tahu selama ini Roni itu tipe orang yang keras, egois garang dan juga dingin
Meskipun Roni memiliki banyak cewek tapi tidak ada yang Roni perlakukan seistimewa dia memperlakukan Miska. bahkan bicara pun sangat jarang Roni lebih banyak bertindak dari pada bicaranya
Sesampainya di toilet Roni meminta Hana untuk membantu Miska membersihkan rambutnya sedangkan Billy dan Roni berjaga di depan pintu
Roni menghubungi salah satu temannya untuk membeli sampoe , handuk kecil dan juga seragam baru untuk Miska di koperasi sekolah dan tidak butuh waktu lama Bayu dan Maya yang Roni yang di mintai tolong datang dengan tergesa-gesa.
"Sorry kalau lama!" ucap Bayu sementara Maya hanya memutar bola matanya malas
" Enggak apa-apa, terima kasih ya udah bantuin gue beli ini!" ucap Roni seraya memberikan uang gantinya
" Maaf jadi ngerepotin loe berdua!" lanjutnya lagi
Mendengar kata maaf dan juga terima kasih yang Roni lontarkan membuat Maya tercengo pasalnya Roni adalah cowok yang anti dengan kedua kata-kata itu.
" Gue enggak salah dengar, seorang Roni sampai mengucapkan terima kasih dan juga maaf dan semua itu demi Miska. benar-benar gue enggak nyangka Miska sampai bisa merubah Roni sampai sebesar itu perubahannya" batin Maya
" Enggak masalah, kalau perlu bantuan jangan sungkan, hubungi gue aja!" ucap Bayu dengan seulas senyum
" Oke, sekali lagi thanks ya!"
" Iya, sama-sama, gue cabut ke kelas ya udah mau bel!"
" Iya!"
Bayu dan Maya sudah pergi kembali ke kelas mereka masing-masing sementara Roni berjalan masuk ke toilet wanita dan memberikan baju ganti untuk Miska
" Han tolong kasihin baju ini buat Miska, suruh ganti bajunya yang basah!" ucap Roni menyodorkan baju gantinya pada Hana yang tengah berdiri di depan pintu toilet yang Miska masuki
" Iya, nanti gue kasihin. sebaiknya loe cepat keluar sana gih takut ada yang liat loe masuk ke toilet cewek berabe lagi ini urusan!" usir Hana
" Ka!" teriak Hana seraya mengetuk pintu
" Iya Han!" jawab Miska dari dalam toilet
" Ini Ka ada sampo, handuk kecil dan juga seragam ganti!"
Ceklek
Pintu toilet terbuka Miska keluar dengan wajah lesu dan Hana tau Miska pasti syok banget diperlakukan seperti itu
"Nih barusan laki loe ngasih ini!" ucap Hana
" Sini biar gue bantu bersihin rambut loe!" Hana mengajak Miska ke wastafel lalu dengan pelan-pelan ia membersihkan rambut Miska.
Setelah selesai membersihkan rambutnya Miska mengganti pakaiannya yang basah.
Miska dan Hana keluar dari toilet mendapati Billy dan Roni yang masih setia menunggunya di depan toilet
" Kalian masih disini?" tanya Miska
" Iya, kamu tidak apa-apa?" Miska menggeleng
" Apa ada yang sakit?" Roni memperhatikan Miska dari ujung kepala sampai ujung kaki
" Aku tidak apa-apa, udah sekarang sebaiknya kamu kembali ke kelas gih, bel sudah bunyi dari tadi kan!" ucap Miska
" Aku akan mengantarmu ke kelas dulu, ayok!" Roni hendak meraih tangan Miska namun dengan gerakan cepat Miska menepisnya
Roni mengerutkan alisnya bingung dengan reaksi Miska yang enggan disentuhnya
"Aku bisa kembali ke kelas bersama mereka, kamu enggak usah khawatir, aku baik-baik aja. kamu kembali saja sana ke kelas mu sekarang!" ucap Miska penuh penekanan
" Iya... iya... baiklah tapi jika ada apa-apa segera hubungi aku!" pinta Roni
" Iya!"
" Yaudah aku pergi sekarang" Miska mengangguk
" Billy... Hana.. titip ya!" ucap Roni sebelum beranjak pergi
" Iya loe tenang aja, Miska kali ini aman sama kita!" sahut Billy dan diangguki oleh Hana
" Oke, thanks ya!"
__ADS_1
" Sama-sama" sahut Billy
Setelah bel istirahat berbunyi Roni dengan langkah cepat langsung menuju kelas Miska.
Melihat Miska yang beranjak dari duduknya dengan cepat Roni langsung menghampirinya
" Loh kamu ngapain ke sini?" tanya Miska melihat Roni yang sudah berdiri di depannya
" Mau ke kantinkan?" Tanya Roni
" Iya, aku lapar banget. makan sotonya bu Khodijah kayaknya enak kali ya!" sahut Miska
" Yaudah ayok!" Roni mengulurkan tangannya
" Jangan gandengan terus ah, enggak enak kalau dilihat oleh guru!" bisik Miska
" Kenapa harus merasa enggak enak, mereka pasti ngerti kok kalau kita ini sedang pacaran. lagi pula sudah halal ini!" Roni ikut berbisik
" Ka!" teriak Hana yang sudah berdiri di depan kelas bersama Billy, Nana dan juga Nicko yang sebenarnya malas melihat Roni dan Miska
" Gue duluan ya, udah lapar pake banget" ucap Nicko yang memilih menghindar dari pada terasa panas setiap kali melihat ke uwuwan pasangan yang satu itu
" Gue juga deh, Ko bareng!" teriak Nana seraya menyusul Nicko
" Na, sekalian ya pesenin soto bu Khodijah 2 ya seperti biasa buat gue sama Miska!" pesan Hana sebelum Nana berlari mengejar Nicko
" Oke!" jawab Nana singkat
Miska dan Roni menoleh ke arah Hana yang tengah berdiri di depan kelas dengan Billy yang sudah berdiri di sampingnya sementara Nana dan Nicko sudah melesat pergi duluan.
" Iya Han tunggu bentar!" Miska langsung berjalan menghampiri Hana sementara Roni mengekor di belakangnya.
Roni meraih tangan Miska walaupun sudah berkali-kali ditepisnya tapi bukan Roni jika menyerah begitu saja.
Miska akhirnya pasrah saat Roni kembali menggandeng tangannya posesif
" Berasa kayak anak kecil aku tuh !" keluh Miska
" Udah jangan kebanyakan ngeluh, kamu ini anak kecil yang sudah mampu membuat anak kecil sayang!" bisik Roni membuat Miska mendaratkan satu cubitan kecil di pinggangnya
" Aww, sakit sayang!" Roni tergelak
Kemesraan keduanya semakin membuat geram Nana dan Nicko yang melihat kedatangan mereka yang dengan perlahan melangkah ke arahnya.
" Udah di pesenin belum Na pesanan gue sama Miska tadi?" tanya Hana seraya mendudukkan dirinya di bangku samping Nana
" Oiya, sorry...sorry Han, gue lupa karena saking laparnya gue!" ucap Nana berbohong karena dia sebenarnya malas jika harus memesankan untuk Miska juga
" Ah tega deh loe Na!" Hana pasang wajah cemberut
" Ya sorry, gue kan lupa Han!" balas Nana
" Yaudah Han, biar gue aja yang pesenin, soto bu Khodijah kan?" Miska beranjak dari tempat duduknya
" Udah kamu diam disini aja biar aku aja yang pesenin, minumnya biar sekalian loe pesan apa Han?" tanya Roni menoleh ke arah Hana
" Gue es teh manis aja deh!" jawab Hana
" Yaudah aku tinggal dulu ya!" pamit Roni pada Miska yang dijawab dengan anggukan
Saat Roni hendak berdiri ternyata Billy pun ikut berdiri " Biar gue temenin sekalian gue juga mau beli soto, kayaknya seger nih" ucap Billy
Roni dan Billy sudah mengantri sementara Miska duduk menghadap ke arah Nana yang semenjak kedatangan Miska dan Roni jadi lebih banyak diam.
" Oiya Han, Khanza enggak masuk kenapa?" tanya Miska yang sedari tadi belum sempat menanyakan hal itu
" Gue juga kurang tau jelas tapi tadi dia bilangnya sih ada urusan gitu, pak Aldy juga kayaknya enggak masuk deh!" sahut Hana
" Urusan apa ya?" Miska jadi bertanya-tanya
" Enggak tahu, gue telpon tapi enggak diangkat." jawab Hana
Sementara yang dibicarakan saat ini tengah berada di dalam mobil menuju kota B.
Pagi tadi saat Khanza dan Aldy hendak berangkat ke sekolah tiba-tiba ponsel Aldy yang berada di saku celananya berdering.
" Siapa mas pagi-pagi menelpon?" tanya Khanza yang sudah berada di ambang pintu apartemen
" Toni?" ucap Aldy saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya
" Toni adik kamu mas?" Aldy mengangguk
" Yaudah angkat aja mas siapa tau penting!"
" Yaudah mas angkat telpon dulu ya"
" Iya mas"
" Hallo, assalamualaikum!"
...(.....)...
__ADS_1
" Apa? innalilahi wa innailaihi rojiun!"