
Setelah semua murid-muridnya telah menyelesaikan ulangan harian yang ia berikan, Aldy meminta Khanza untuk membantunya membawakan lembaran kertas ulangan tersebut ke ruangannya dengan alasan membantunya mengoreksi hasil ulangan
Khanza hanya bisa pasrah mengiyakan tanpa bisa menolak apalagi ini atas perintah suaminya sendiri, mau tidak mau Khanza pun mengikuti langkah Aldy yang berjalan menuju ruangan guru
Di dalam ruangan guru Aldy di bantu Khanza memeriksa lembar demi lembar tugas para siswa siswi lainnya baik dari kelas 10 sampai tugas kelas 12.
Khanza mendengus kesal karena lagi-lagi Aldy mendiamkannya tanpa sebab, dia jadi jengah dan kesal sendiri.
" Sepertinya ada yang mulai cari gara-gara lagi nih, diam tanpa sebab. okelah kalau begitu maunya, aku sih cuma bisa mengikuti apa maunya aja!" gumam Khanza menyindir seraya memeriksa hasil ulangan tadi.
Mendengar gumaman Khanza, Aldy baru teringat dengan ultimatum Khanza yang akan balik marah kalau Aldy tiba-tiba marah padanya tanpa tahu sebabnya bahkan bisa saja pergi tanpa pamit.
Aldy menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya berbicara dengan Khanza
" Apa kalian tadi pergi bersama?" tanya Aldy membuat Khanza mendongak dan menarik alisnya ke atas.
" Pergi? siapa dan dengan siapa?"bukan menjawab Khanza malah balik bertanya
" Ya anak itu, aku lihat tadi dia menghampiri mu"
"Oh Nicko maksudnya?" Aldy mengangguk
" Jadi dari tadi mas mendiamkan aku karena mas melihat Nicko menghampiri aku begitu?"
" Iya" jawab Aldy singkat
" Ya ampun mas, dia itu tadi menghampiri aku cuma mau minta maaf"
" Setelah itu?"
" Ya enggak ada lagi, dia pergi setelah meminta maaf mungkin dia sadar selama ini tindakannya salah." jawab Khanza
" Udah dong mas jangan bahas dia lagi dan jangan cemburu dengan Nicko lagi, aku sudah bilang berkali-kali kalau aku sama Nicko tidak ada perasaan apa-apa selain sebatas teman" lanjutnya menjelaskan
" Tapi tetap saja mas merasa cemburu sayang" ucap Aldy merajuk
" Oh ya ampun betapa menggemaskan sekali rupanya ya Gutami kalau lagi cemburu" ucap Khanza terkekeh
" Aku lagi cemburu sayang jangan meledek harusnya di rayu gitu" protes Aldy
" Duh maaf ya pak suami isterinya ini tidak pandai merayu jadi jangan merajuk" sahut Khanza jutek
" Duh isteriku jutek banget sih untung cinta"
" Ish, gombal!"
" Siapa yang gombal? memang fakta"
" Terserah deh" Khanza memutar bola matanya jengah
" Mas tega banget sih jam istirahat juga masa aku di kurung disini tanpa diberi makan, lapar tau!" Khanza memegang perutnya yang bunyi keroncongan
" Ya ampun mas lupa sayang, maaf... maaf... mas delivery dulu ya sayang, kamu mau makan apa?"
" Apa ajalah, yang penting kenyang" jawab Khanza
" Emmmm... tapi makan siomay yang didepan sekolah enak kali ya mas?" ucap khanza tiba-tiba
" Mau makan siomay?" Khanza mengangguk cepat
__ADS_1
" Yaudah, tunggu sini ya mas belikan dulu!" ucap Aldy seraya beranjak dari duduknya
" Jangan lama-lama ya pakSu!" ucap Khanza
" PakSu?"
" Pak suami maksud nya!" Khanza terkekeh sendiri
" Ih dasar kamu tuh ya!" Aldy merasa gemas dengan isteri kecilnya itu dan mencubit pipinya
" Aww... sakit tau!" Khanza mengerucutkan bibirnya lucu membuat Aldy tertawa
" Isteri siapa sih ini bikin gemas aja?" Aldy mengacak-acak rambut Khanza membuat bibir Khanza semakin di tekuk.
Cup
Khanza melotot karena mendapat serangan dadakan
" Makanya jangan dimanyunin tuh bibir!" goda Aldy
" Mas ih mesum"
" Mesum sama isteri sendiri pahala sayang" Aldy menoel dagu Khanza
" Ihhh... udah ah cepat sana, aku lapar mas!"keluh Khanza protes lalu mendorongnya
" iya... iya... sayang maaf ya, mas keluar dulu ya sebentar" Khanza mengangguk seraya tersenyum
Ceklekk
Saat Aldy hendak membuka pintu tiba-tiba pintu sudah di buka dari luar.
" Loh pak Aldy mau kemana?" tanya Bu Siska
" Mau beli makan bu, cari siomay" jawab Aldy
" Siomay?" tanya bu Siska meyakinkan
" Iya bu, sepertinya siomay yang ada di depan sekolah enak" ucap Aldy
" Wah kebetulan dong ya pak, ini saya tadi beli siomay di depan sekolah. rasanya memang enak loh pak, kalau pak Aldy mau ini ambil saja kita bisa makan bersama!" ucap bu Siska dengan tatapan genit
Khanza yang berada di sudut ruangan yang tidak terlihat oleh bu Siska diam-diam memperhatikan interaksi keduanya, rasanya kesal melihat suaminya yang sedang di goda wanita berstatus janda.
" Hari ini selera kita sama ya pak semoga saja kita berjodoh" ucapnya lagi.
" Apa bu?" tanya Aldy yang tidak terlalu dengar ucapan bu Siska, membuat bu Siska salah tingkah sendiri
" Ah tidak apa-apa kok pak" jawab nya tersipu malu
" Pak Aldy tidak usah sungkan, tadi saya belinya banyak kok, cukup buat kita makan berdua pak biar lebih romantis" ucap bu Siska dengan percaya dirinya.
" Tapi bu Siska_"
" Tidak apa-apa kok pak, tidak ada yang akan marah kok, saya masih single begitu juga pak Aldy jadi status kita aman pak!" ucap bu Siska membuat Aldy geleng-geleng kepala
" Biar saya siapkan ya pak, kita akan makan siomay yang paling roman_...tis!" Bu Siska membulatkan matanya saat melihat seorang siswi tengah duduk santai di depan meja kerja Aldy
" Kamu_?" tanya Bu Siska disela keterkejutannya
__ADS_1
" Eh ada bu Siska!" sapa Khanza dengan senyum yang dipaksakan
" Sedang apa kamu disini?" tanya bu Siska ketus
" Emmmm... ini bu, saya diminta pak Aldy untuk memeriksa lembar jawaban anak-anak" sahut Khanza santai tapi tidak dengan bu Siska dia merasa geram dan kesal tentunya saat melihat Khanza berada di ruangan tersebut.
" Sebaiknya kamu kembali ke kelas saja sekarang, biar ini saya yang urus !" perintah bu Siska
" Em.. tapi Bu!" ucap Khanza yang hendak protes
" Tidak ada tapi-tapian pergi sana!" usirnya
" Ih ini orang main usir aja, dasar guru gak ada akhlak, gak tau malu godain suami orang!" batin Khanza
" Maaf bu Siska, Khanza sedang membantu saya bu, sebaiknya bu Siska saja yang keluar dari ruangan ini jika bu Siska tidak ada keperluan yang lain!" ucap Aldy yang membuat bu Siska telak dan menatap Khanza tajam.
" Duh... bau-bau pelakor nih" gumam Khanza dalam hati
" Tapi pak Aldy saya_" ucapan Bu Siska terpotong
" Bu Siska!" ucap Aldy datar
" Iya maaf pak Aldy, tapi biar saya saja pak yang membantu bapak menghendle semua ini, memeriksa hasil ulangan murid-murid mah soal mudah!" ucap bu Siska menawarkan jasanya
Aldy berpikir sejenak ada baiknya juga jika dia mengiyakan tawaran bu Siska, sesuatu yang menguntungkan juga menurutnya.
Aldy tersenyum membuat bu Siska salah tingkah.
" Apa bu Siska tidak berkeberatan?" tanya pak Aldy memastikan
" Tidak pak, bisa membantu pak Aldy justru membuat saya senang!" jawab Bu Siska sumringah
" Minggir kamu Khanza biar saya yang mengerjakannya" usir Bu Siska
" Benar tidak merepotkan bu Siska? saya jadi tidak enak loh Bu"ucap Aldy basa-basi padahal dalam hati ia sangat senang
" Tidak apa-apa kok pak saya senang malah!"
" Ya sudah terima kasih banyak ya bu atas bantuannya" ucap pak Aldy dengan senyum yang mengembang
Melihat Aldy tersenyum Bu Siska jadi gugup dan tersipu-sipu.
" Ya sudah kalau begitu saya pamit keluar dulu ya bu, mau cari makan dulu di luar" pamit Aldy
" Kok keluar si pak?Ini saya bawa makan loh pak Aldy, cukup kok buat kita makan berdua" sahut Bu Siska
Aldy tersenyum " Terima kasih Bu atas tawarannya tapi kayaknya makan nasi pecel lebih enak"
Bu Siska mendengus kesal apalagi Khanza masih ada di ruangan itu, tentu saja dia merasa dipermalukan di depan muridnya
" Ya sudah saya keluar dulu ya bu, ayok Khanza ikut saya, kamu juga belum makan iya kan?" ajak Aldy
" Ya belum pak, dari tadi saya kan disini" sahut Khanza
" Ya sudah ayok ikut saya!" Aldy berjalan keluar dan Khanza mengekor di belakangnya
" Pak Aldy terus saya bagaimana?" teriak bu Siska saat keduanya berjalan keluar
Aldy menoleh sebentar " Ibu selesaikan tugas saya ya, maaf merepotkan" ucap Aldy
__ADS_1
" Iya pak tidak apa-apa" ucap bu Siska walaupun sebenarnya hatinya kesal dan tidak terima karena Khanza ikut bersamanya.