Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi ini di sekolah SMA Darma Bangsa terdengar kasak kusuk berita tentang kedekatan Roni dan Miska.


Berita tersebut sudah tersebar seantero sekolah, Nana dan Hana sudah tidak terlalu kaget begitu juga dengan Billy dan Nicko tapi mereka khawatir dengan Miska yang bisa saja menjadi sasaran kemarahan para mantan dan fans berat Roni yang tidak suka dengan berita kebersamaan Roni dan Miska.


Khanza dan Miska belum tau berita tersebut karena mereka belum datang sedangkan Roni sudah tahu dari Billy yang pagi tadi langsung menanyakan langsung perihal berita tersebut.


Roni berusaha untuk bersikap biasa dan kali ini dia tidak menurunkan Miska di sekolah sebelah melainkan langsung masuk ke area parkir sekolah SMA Darma Bangsa


" Loh kita kok langsung ke sini sih?" tanya Miska yang terlihat bingung


" Nanti kalau ada yang lihat kita bagaimana?" kesal Miska yang masih belum dijawab oleh Roni


" Tenang aja, apapun yang terjadi kamu harus bersikap tenang dan jangan terpancing oleh apapun. percaya sama aku, oke!"


" Sebenarnya ini ada apa sih? kamu menutupi sesuatu dari aku?" Miska menggeser duduknya hingga menghadap ke arah Roni


" Bukan apa-apa, ini mungkin sudah waktunya untuk mereka tahu akan hubungan kita"


" Maksudnya?" Miska nampak bingung dengan ucapan Roni


" Semuanya sudah tahu kedekatan kita, Lolly sudah menyebarkan berita tentang kita di chat grup sekolah"sahut Roni


" Jadi mereka semua sudah tahu?" Miska nampak terkejut dan juga khawatir


" Iya, Lolly tidak main-main dengan ucapannya, kita tidak boleh memandang remeh cewek macam dia, tapi kamu tenang aja aku tidak akan membiarkan dia begitu saja, dan kita hadapi semua ini sama-sama ya!" Roni menenangkan hati Miska


" Tapi bagaimana kalau mereka tahu kita sudah menikah bahkan aku sekarang sedang hamil" Miska merasa takut dan gelisah


" Semoga tentang hal itu belum ada yang tahu, kita akan berperan sebagai sepasang kekasih, biar mereka hanya tahu kalau kamu itu calon isteri aku, bagaimana?" Miska nampak berpikir


" Aku rasa itu bukan ide buruk, semoga saja tidak ada yang tahu tentang hubungan kita yang sebenarnya selain teman-teman kita tentunya" ucap Miska penuh harap


" Sekarang kita turun dan cobalah bersikap tenang. aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu apalagi ada baby kita disini" Roni mengelus perut Miska dengan lembut


" Iya"


" Bersikaplah seperti Miska yang biasanya, jangan tunjukkan rasa ketakutan mu dan kegugupan mu!" ucap Roni


" Iya... iya... aku akan berusaha!"


" Yaudah yuk kita turun!" ajak Roni lalu keluar dari mobil dan memutari badan mobil membukakan pintu untuk Miska.


Apa yang dilakukan oleh Roni terhadap Miska tidak luput dari perhatian para siswi yang memang sejak pagi tadi sudah menunggu kedatangan mereka, banyak diantara mereka yang menatap Miska penuh dengan kebencian karena semenjak Roni memutuskan pacar-pacarnya sikap Roni berubah drastis.


Roni tidak lagi dekat-dekat dengan cewek manapun bahkan sikapnya pun sangat dingin dan tidak tersentuh, banyak dari sebagian mantan-mantannya yang kembali berusaha untuk mendekati tapi sama sekali tidak mendapatkan respon dari Roni bahkan sikap Roni semakin dingin terhadap mereka hal itulah yang membuat mereka semakin membenci Miska, wanita yang kini menjadi kekasih satu-satunya Roni yang diperlakukan sangat spesial bahkan bagaikan sang ratu.


Roni dan Miska jalan menuju kelas mereka masing-masing tapi sebelum itu Roni akan mengantarkan Miska kekelasnya terlebih dulu, dan pada saat tengah melewati koridor sekolah ternyata banyak pasang mata yang menatap sinis pada Miska


Dipandang sinis oleh mereka Miska sedikit risih dan tidak nyaman tapi karena pegangan tangan Roni yang semakin erat membuat Miska akhirnya merasa kembali tenang.


" Jangan cemas, cukup bersikap tenang dan jangan hiraukan pandangan mereka tentang hubungan kita. mengerti?" bisik Roni


Miska menoleh ke arah Roni yang tengah tersenyum lalu ia pun mengangguk pelan


" Iya" jawab Miska


Roni tidak membiarkan Miska berjalan sendirian apalagi beberapa murid lainnya menatap tidak suka dengan kedekatan mereka.


Memang tidak sedikit dari mereka yang tahu bagaimana hubungan Miska dan Roni sebelum berita kedekatan mereka tersebar.


Roni sang Playboy adalah musuh bebuyutan Miska, mereka tahu Miska sangat membenci Roni yang suka bergonta-ganti cewek bahkan salah satu sahabatnya pun pernah menjadi korban perasaan dari sang Playboy.

__ADS_1


..." Dasar munafik!" umpat salah satu siswi yang Miska dan Roni lewati...


..." Bermuka dua!"...


..." Bilangnya benci taunya bucin sendiri"...


..." Cewek munafik"...


..." Pengkhianat"...


..." Tukang tikung, teman sendiri suruh putus taunya dia sendiri yang ngembat"...


..." Dasar cewek gak tau diri!"...


..."Enggak tau malu"...


..." Cewek murahan"...


Begitulah bisik-bisik para siswi yang Roni dan Miska lewati. Mendengar umpatan demi umpatan yang dilontarkan untuk dirinya membuat Miska merasa geram dan ingin sekali melabraknya tapi lagi-lagi Roni mencegahnya


" Jangan terpancing dengan ucapan mereka sayang, kamu tidak seperti apa yang mereka tuduhkan jadi buat apa meladeni mereka yang tidak penting!" ucap Roni sedikit berbisik


" Tapi mulut mereka itu nyinyir banget" kesal Miska


" Biarkan saja sayang, nanti mereka juga akan capek sendiri" Ucap Roni dengan senyum tampannya


" Jika kamu marah maka itulah yang memang mereka inginkan. semakin kamu tunjukkan sisi marahmu maka semakin membuat mereka tertawa puas tapi jika semakin kamu tunjukkan sikap tenang kamu maka mereka akan marah dan kesal sendiri" tutur Roni mengingatkan


" Kamu pasti bisa kok sayang, yang sabar ya. kita lewati ini bersama-sama" ucap Roni dengan lembut


Miska tersenyum lalu mengangguk mengiyakan


Kemesraan Roni dan Miska yang malah terlihat terang-terangan membuat Lolly semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat. ia tidak menyangka Roni malah bersikap setenang itu walaupun banyak umpatan demi umpatan yang terlontar untuk Miska.


Di chat grup sekolah Lolly pun menyebarkan gosip tentang Miska yang membuat teman-temannya geram, terutama Roni yang sebenarnya tidak terima jika isterinya dibilang cewek murahan yang munafik sok suci padahal sudah tidak suci lagi, cacian dan makian terus saja terlontar dari para haters.


Roni hampir saja terpancing emosi namun Billy yang belakangan ini menjadi dekat dengannya berusaha untuk menenangkan Roni.


" Ingat bro, ini itu enggak penting buat loe dan Miska ladenin. omongan receh jangan loe tanggepin semakin loe terpancing maka permainan mereka berhasil. Loe dan Miska harus berusaha untuk bersikap tenang dan biasa-biasa aja, kalau soal ngelabrak tuh anak biar tugas gue sama yang lain. loe cukup jagain dan lindungi Miska, jangan sampai tuh anak banyak pikiran karena bisa berpengaruh dengan kesehatannya dan juga Roni junior!" ucap Billy saat Roni tengah mengantarkan Miska ke kelas namun saat ingin pergi ke kelasnya di depan pintu Billy mengajaknya bicara.


" Thanks ya Bill, enggak ada loe enggak tau deh gue harus gimana!" ucap Roni tulus


" Melihat loe yang sekarang sudah banyak berubah membuat gue tenang kalau Miska menjadi pendamping loe dan gue harap loe bisa menjaganya dengan baik" balas Billy


"Gue akan berusaha semampu gue Bill!" sahut Roni


Nicko yang melihat interaksi Roni dan Billy yang semakin hari semakin dekat membuat darahnya mendidih, bukan hanya Miska yang sudah di rebut oleh Roni tapi kini Billy pun semakin dekat dengannya.


Roni sudah kembali ke kelasnya begitu juga dengan Billy yang sudah masuk ke dalam kelas.


Nicko yang baru datang langsung duduk di bangku samping Billy tanpa bicara sekata patah pun.


Berita yang beredar di chat grup membuatnya panas dan geram namun sebisa mungkin ia menutupi rasa cemburunya yang semakin hari semakin besar.


" Bro kenapa tuh muka kusut banget?" sapa Billy


Nicko menoleh sekilas tanpa niat menjawab sapaannya


...Hening...


Beberapa menit kemudian mereka dikejutkan dengan suara keributan dari arah belakang membuat keduanya menoleh mencari tahu apa yang terjadi

__ADS_1


Billy dan Nicko langsung terperanjat dari duduknya saat melihat bangku Miska sudah di kerumuni beberapa siswi yang tengah mencaci maki Miska


Hana yang baru kembali dari toilet bersama Nana pun langsung berlari memecah kerumunan yang mengelilingi Miska sedangkan Nana hanya berdiri menatap mereka dari kejauhan


" Woyyy... apa-apaan loe pada?" teriak Hana


" Ka loe enggak apa-apa kan?" tanya Hana saat sudah berdiri di samping Miska yang masih berusaha bersikap tenang. Billy pun yang melihat Miska di labrak seperti itu tidak tinggal diam dia juga langsung bergegas menghampiri Miska


" Loe enggak usah ikut campur deh Han, enggak malu loe punya temen kayak dia cewek munafik, cuihh!" ucap Ari yang menjadi kompor meleduk


" Eh... jaga ya tuh mulut!" balas Hana tak kalah ketus


" Eh Hana elo emangnya enggak takut apa kalau ditikung sama teman loe yang satu ini? Nana aja ditikung padahal dulu sok sok an benci sama Roni padahal mah cara liciknya aja tuh buat dapetin perhatian Roni" cibir Nila yang ikut melabrak Miska


" Cewek macam dia enggak bisa dibiarin, lebih baik segera kita singkirin!" teriak Susan mantan Roni juga


Luna yang berniat ingin melabrak Miska berhenti di depan pintu kelas saat melihat mantan-mantan Roni sudah lebih dulu bergerak dan Lolly yang sudah berdiri di belakangnya tersenyum puas melihat perbuatan Ari dan teman-temannya


" Bagaimana, cukup menarik bukan?" ucap Lolly membuat Luna langsung menoleh ke belakang


" Loe_!" geram Luna dengan sikap angkuh dan sombong Lolly


" Kita liat saja siapa yang akan bergerak lebih cepat untuk mendapatkan Roni kembali!" ucap Lolly angkuh dan pergi begitu saja meninggalkan Luna yang mengepalkan tangannya kuat


Sementara didalam kelas para mantan Roni sudah mulai anarkis, ada yang menyiram Miska dengan air mineral, ada yang mendorongnya dengan kasar bahkan ada yang melemparinya dengan telur.


Miska hampir saja menangis dan ingin membalas perbuatan mereka tapi jika dia terpancing emosi dia takut mereka akan semakin berbuat nekat dan kasar dan hal itu bisa saja membahayakan keselamatan dirinya dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.


Pada saat ada salah satu diantara mereka yang ingin menjabak rambut Miska dengan cepat Billy mencekalnya dan tidak segan Billy mencengkeramnya dengan kuat hingga cewek yang tangannya ingin menjambak rambut Miska meringis kesakitan


" Aaahhh... sa..sakit!" pekiknya dan Billy menghempaskan tangan itu dengan kasar


" Billy ngapain sih loe ikut campur?" bentak Ari yang tidak terima Billy membela Miska


" Cewek macam dia itu enggak pantas loe bela Bill!" timpal Caca


" Cewek murahan gue yakin dia sudah memberikan keperawanannya pada Roni sampai Roni berubah gitu, dasar wanita jaL*Ng !" maki Nila kasar membuat Miska mengepalkan tangannya kuat


" Loe ngomong apa barusan hah?" teriak Miska dengan lantang


" Kenapa loe marah wanita jaL*Ng?" ucap Nila sinis


" Dasar M U R A H A N !" ucapnya lagi memaki Miska dengan menekan kata-katanya


Plakkk


Tiba-tiba saja sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Nila yang baru saja memaki Miska dengan kasar


Sebuah tangan kekar menarik lengan Nila hingga ia berbalik badan dengan cepat dan siapa yang menyangka pas badannya berbalik sebuah tamparan keras hinggap di pipi mulusnya.


Nila membulatkan matanya saat netranya menangkap wajah seorang pria yang amat dikenalnya


Jantungnya berdegup begitu kencang, apalagi saat matanya mengedar kesekeliling teman-temannya yang tadi datang bersamanya kini sudah entah pergi kemana.


Deg


Deg


Deg


Jantung Nila seakan berhenti berdetak, keringat dingin membasahi keningnya dan kakinya seketika lemas saat netra tajam menatapnya seakan menusuk hingga ke ulu hati.

__ADS_1


__ADS_2