
Lia mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.
" Aku dimana?" tanya Lia lirih matanya berkeliaran menatap kesekeliling ruangan.
" Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang!" mama Novi yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Lia dan membantunya saat hendak aja duduk.
" Mah, aku _"
" Kamu berada di rumah sakit sayang, tadi kamu sempat pingsan" ucap mama Novi memberitahu Lia
" Mah aku_" Lia tidak melanjutkan kata-katanya namun air matanya meluncur begitu saja membasahi pipinya.
" Sayang!" mama Novi langsung mengusap lembut air mata Lia dengan ibu jarinya.
" Kamu kenapa menangis nak?" mama Novi menarik Lia kedalam pelukannya.
" Mah aku.... aku sangat merindukan Io mah. aku tahu aku ini egois tapi aku juga tidak tahu kenapa mah aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri mah" tutur Lia dengan tangis yang semakin sesenggukan.
" Sayang, kamu harus sabar ya." mana Novi mengelus pucuk kepala Lia dengan lembut.
Ceklekk
pintu terbuka Zaira dan Azka langsung masuk ke dalam ruangan dengan keadaan cemas.
" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira
" Wa'alaikum salam!" sahut mama Novi
" Kak !" lirih Lia yang langsung berhambur memeluk sang kakak
" Kamu kenapa sampai seperti ini, ada apa sebenarnya?" tanya Azka dengan raut wajah khawatir.
" Kak aku_!" bukan menjawab Lia malah kembali terisak.
" Kamu kenapa, sudah jangan menangis lagi cepat ceritakan sama kakak apa yang sebenarnya terjadi dan dimana Mario?" tanya Azka yang begitu mengkhawatirkan keadaan adiknya.
" Io pergi kak dan aku sangat merindukan dia kak, dia pergi meninggalkan aku sendirian!" Lia kembali terisak membuat Azka terkejut dan semakin panik.
" Pergi? maksudnya?" tanya Azka bingung namun bukannya menjawab Lia malah semakin menangis.
Mita, Mia, Indah dan Mona yang baru saja sampai dibuat bingung dengan apa yang telah terjadi dengan Lia karena tidak biasanya Lia seperti itu menangis sampai sesenggukan.
Mita meraih ponselnya lalu mengirim pesan ke seseorang setelah itu berjalan menghampiri Lia.
" Li loe kenapa?" tanya Lia yang saat ini masih berada di dalam pelukan sang kakak.
Azka mengurai pelukannya lalu menghapus air mata Lia.
" Sudah jangan menangis lagi, coba kamu jelaskan sebenarnya apa yang terjadi hem?" tanya Azka kepada Lia
" Mario hari ini berangkat ke Jepang untuk mengurus proyek kerja sama dengan perusahaan Yamato Okinawa" tutur Lia disela Isak tangisnya.
" Mario ke Jepang?" tanya Azka memastikan
" Iya, apa kakak kenal dengan CEO dari Okinawa Grup?" tanya Lia
" Mitsuki Okinawa, putri satu-satunya tuan Yamato Okinawa!" jawab Azka
" Apa dia cantik?" tanya Lia
__ADS_1
" kenapa memangnya?" tanya Azka balik dan Lia menggeleng
" Aku ingin menyusul Io ke Jepang kak!" lirih Lia kembali menangis
" Mario itu pergi untuk bekerja dan kondisi kamu juga tidak memungkinkan untuk pergi ke sana!" tutur Azka menjelaskan
" Tapi aku ingin bersama Io kak!" Lia kembali histeris dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Meli tenangkan dirimu. kamu tidak boleh seperti itu, kasihan bayi yang ada di dalam perut mu.!" ucap Azka
" Li apa yang dikatakan mas Azka ada benarnya, loe harus sabar waktu seminggu itu tidaklah lama" tutur Zaira
" Sebaiknya loe tenangkan diri loe dan cobalah untuk bersabar!" ucap Mita menimpali
" Gue gak bisa!" ucap Lia lirih
" Loe pasti bisa, kemana Lia yang gue kenal kuat dan tangguh. kenapa loe jadi selemah ini sih, Mario itu pergi cuma seminggu dan dia juga pergi untuk masalah pekerjaankan!" tutur Mona ikut berbicara
" Iya Li loe gak boleh kayak gini, kasihan bayi yang ada di dalam kandungan loe!" Ucap Mia menambahi
Lia terdiam lalu memberingsut merebahkan tubuhnya. " Gue juga maunya seperti itu, tapi entah kenapa perasaan gue tidak tenang dan rasanya ingin menyusul Mario sekarang juga!" ucap Lia lirih dengan air mata yang kembali berlinang.
" Li!" Zaira mengusap punggung tangan Lia dengan rasa iba.
❄️ Di Jepang
Seorang wanita cantik tengah tersenyum melihat pria tampan yang berada di hadapannya apalagi pria tersebut nampak jauh lebih muda usianya dibandingkan dirinya.
" Selamat datang tuan Mario!" sapanya dengan senyum yang mengembang
" Terima kasih!" sahut Mario seraya tersenyum tipis
Perbincangan dan pembahasan masalah kerjasama mereka berjalan cukup alot karena kedua belah pihak sama-sama menguatkan pendapat mereka masing-masing sampai akhirnya kata sepakat pun tercipta setelah perdebatan yang cukup panjang.
Mitsuki Okinawa mengundang Mario untuk makan malam, awalnya Mario menolak tapi Mitsuki Okinawa sedikit memaksanya jadi dengan terpaksa Mario pun menuruti keinginan wanita Jepang tersebut.
Pada saat makan malam berlangsung Mario merasakan kepalanya sedikit pusing dan ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Karena merasa tidak enak badan akhirnya Mario memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
" Tuan anda tidak apa-apa?" tanya Mitsuki Okinawa dengan senyum yang penuh arti
" Aku tidak apa-apa, maaf aku pamit untuk istirahat saja!" ucap Mario seraya beranjak dari duduknya.
" Biar aku bantu!" tawar Mitsuki namun dengan sopan Mario menolak
" Terima kasih, aku bisa sendiri!" ucap Mario yang dengan sekuat tenaga berusaha untuk kembali ke kamarnya.
Mario meraih benda pipih dari saku celananya lalu menghubungi seseorang.
" Baik aku tunggu, cepatlah!" ucap Mario tegas
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya orang yang ditunggu pun tiba.
" Kau kenapa?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Arta
" Sepertinya wanita Jepang itu punya rencana lain kak, dan aku merasa tubuhku terasa aneh panas dan begitu tidak nyaman kak" ucap Mario menjelaskan
" Sial, wanita itu memberimu obat. untung saja kau segera pergi!" tutur Arta
" Sebaiknya kamu istirahat di kamar Antoni dan biarkan laki-laki itu menempati kamar mu, aku yakin wanita itu dari awal sudah merencanakan ini semua makanya kamar kita berjauhan!" ucap Arta
__ADS_1
" Iya kak!" Arta membantu Mario berdiri yang saat ini berada di dalam toilet karena Mario sengaja mengurung dirinya didalam sana.
Mario dibantu Arta pergi ke kamarnya karena Antoni setelah dihubungi ternyata sedang berada di luar.
Arta memberikan Mario obat pereda rasa kurang nyaman pada tubuhnya, walaupun obat tersebut hanya mengurangi sedikit saja. saat ini Mario tengah berada di guyuran air shower berusaha untuk meredam gejolak yang begitu ingin segera dituntaskan.
" Kurang ajar berani-beraninya dia melakukan ini padaku!" umpat Mario
Mario dengan tubuh yang sudah merasa kedinginan memutuskan untuk keluar dari kamar mandi
Ceklekk
" Ka.. kau?" lidah Mario seakan membeku
" Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Mario dengan gugup dan tiba-tiba gejolak yang sedari tadi ditahannya kini kembali muncul melihat tubuh wanita seksi yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan senyum yang mengembang.
" Aku menginginkanmu sayang!" ucap Mario yang berjalan mendekati wanita yang kini tengah berdiri dengan tangan yang sudah membentang lebar.
" Dengan senang hati sayang, aku pun menginginkanmu!" ucapnya.
Akhirnya Mario pun dapat melampiaskan apa yang sedari tadi diredamnya.
Entah sudah berapa kali Mario melampiaskan gejolak yang sedari tadi membuatnya merasa begitu tersiksa akhirnya karena sudah merasa sangat kelelahan Mario pun tumbang dan tertidur pulas saling berpelukan.
Pagi menjelang, Mario mengerjapkan matanya
" Akh..!" Mario terkejut bukan main saat sadar ada seorang wanita yang tengah tidur di sampingnya, Jantung Mario berdegup sangat kencang saat menatap punggung wanita yang polos dibalik selimut.
" Apa yang sudah aku lakukan!" Mario menjambak rambutnya sendiri dengan kasar.
" Maafkan aku sayang!" lirih Mario lalu menatap wanita yang masih tertidur dan membelakanginya.
Mario dengan gontai masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan bersalah dan terus meruntuki perbuatannya semalam.
Setelah hampir 30 menit Mario membersihkan diri akhirnya dia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe.
Ceklekk
" Rupanya kau sudah bangun sayang!" sapanya dengan manja.
Mario menatapnya dengan tatapan tajam dan duduk di tepi tempat tidur. " Bagaimana kau bisa masuk ke kamar ini?" tanya Mario dengan tegas
" A..aku!"
" Sudahlah tidak perlu dijawab, sebaiknya cepat kau bersihkan dirimu!" tegas Mario lalu beranjak dari duduknya untuk berganti pakaian.
Deg
Melihat sorot mata Mario yang tajam membuatnya langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dia tidak ingin membuat Mario semakin marah.
Ceklekk
Mata Mario membulat sempurna saat melihat tubuh seksi wanita yang kini tengah tersenyum kepadanya, " Ah sial !" umpatnya saat merasakan sang Junior bangkit dari tidurnya.
" Ada apa?" tanyanya bahkan tanpa berdosa tangannya langsung melingkar di leher Mario dan memberikan kecupan di bibir Mario yang sudah kembali menegang.
" Kau memancing ku , kamu tahukan resikonya?" Mario dengan cepat langsung mengangkat tubuh seksi itu dengan penuh gairah. Dan pergulatan pagi yang panaspun terjadi.
Namun saat Mario ingin melakukan penyatuan Mario tersadar dan langsung beranjak " Ini tidak boleh diteruskan" Mario dengan cepat langsung masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Brak