
Setelah mengetahui hubungan Miska dengan Roni yang sebenarnya, Nicko berusaha untuk mengikhlaskannya.
Dia sadar perasaan itu tidak dapat dipaksakan, awalnya memang berat dan dia tidak bisa menerima begitu saja tapi setelah Billy menasehatinya Nicko pun mulai belajar untuk menerima hubungan Roni dengan Miska, Nicko pun sadar hubungannya dengan Miska selama ini tidak lebih dari sebatas sahabat.
Begitu juga dengan Nana, dia merasa malu karena menyukai Roni seorang diri, cintanya bertepuk sebelah tangan.
3 Minggu berlaluđź–¤
Pagi ini Khanza dan ke tiga sahabatnya tengah bersiap-siap untuk menjalani UAN.
Miska satu ruangan dengan Nana dan Nicko sedangkan Khanza satu ruangan dengan Hana dan juga Billy.
" Sumpah gue deg degan banget tadi" ucap Hana setelah mereka selesai mengerjakan UAN
" Makanya belajar jangan pacaran mulu" ledek Miska
" Dih, siapa juga yang pacaran kita itu cuma belajar bareng " sahut Hana tidak terima
"Ah itu sih cuma alasan aja, bilangnya aja belajar taunya belajarnya yang lain" kali ini Khanza yang meledek Hana
" Ya itu sih sekedar selingan doang sedikit mah enggak apa-apa" ucap Hana tertawa
" Uuhh dasar" Miska menoyor kepala Hana
" Tapi emangnya loe beneran udah punya pacar Han?" tanya Khanza dan diangguki oleh Miska
" Menurut kalian?" Hana malah balik bertanya
" Mana kita tau" Khanza mengangkat bahunya
" Nanti juga kalian tau lah!" ucap Hana tertawa sendiri mengingat Billy yang saat ini menjadi pacarnya, bagaimana kalau teman-temannya tau bisa diledek habis-habisan mereka
Saat ini Hana sudah menjalin hubungan dengan Billy, mereka resmi pacaran setelah pulang dari apartemen Aldy dan Khanza tapi teman-temannya belum tau kalau pacar Hana adalah teman mereka sendiri
Flashback on
Setelah Nicko pergi dari apartemen Aldy, beberapa menit kemudian Hana, Nana dan Billy pun pamit pulang. ada rasa tidak enak pada suami sahabatnya sekaligus guru mereka sendiri karena gara-gara masalah percintaan membuat belajar kelompok mereka jadi berantakan.
Billy mengantar Nana terlebih dahulu setelah itu ia baru mengantarkan Hana pulang.
Pada saat mobil Billy sampai di rumah Hana secara kebetulan mobil kakaknya Hana pun baru tiba.
Kakaknya Hana yang melihat Hana pulang diantarkan oleh seorang laki-laki pun langsung turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Hana yang baru turun dari dalam mobil Billy
" Bang!" sapa Hana
" Siapa?" tanya Haris kakaknya Hana menunjuk ke arah Billy yang masih berada di dalam mobil dengan ekor matanya
" Dia teman sekolah aku bang" jawab Hana
Billy merasa tidak enak jika tidak turun dan langsung pergi begitu saja, jadi ia memberanikan diri untuk turun dan menyapa Haris
" Bang perkenalkan saya Billy teman sekelas Hana" ucap Billy setelah berada di hadapan Haris
" Haris" ucap Haris menyambut uluran tangan Billy yang tengah memperkenalkan diri
" Masuk!" titahnya dengan datar
Haris sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah
" Udah loe pulang aja gih Bill, thanks ya loe udah nganterin gue" ucap Hana yang sedikit gugup takut kakaknya marah karena melihatnya dekat-dekat dengan teman cowok.
" Tapi abang loe_?" Billy bingung sendiri mau pergi atau tetap masuk kedalam rumah Hana
" Enggak apa-apa, nanti gue yang urus" ucap Hana
" Hana, ajak teman kamu masuk ke dalam, abang mau bicara!" teriak Haris karena Hana dan Billy belum juga masuk ke dalam rumah
" Iya bang" sahut Hana yang juga berteriak
" Udah gue ikut masuk aja ya, enggak enak sama abang loe, kalau dia tambah marah gimana" ucap Billy yang langsung berjalan masuk ke dalam rumah Hana
" Enggak usah Bill, biar abang gue jadi urusan gue"
Billy tidak memperdulikan ocehan Hana ia tetap melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah Hana
__ADS_1
" Duduk!" ucap Haris mempersilahkan Billy duduk
" Terima kasih bang" Billy duduk di sofa ruang tamu
" Bang mau ngapain sih nyuruh Billy masuk segala?" keluh Hana yang sudah duduk di sebelah Haris
" Kenapa memangnya? abang cuma mau mengobrol dengan teman mu ini" jawab Haris
" Siapa tadi nama kamu?" tanya Haris yang lupa nama teman adiknya itu
" Billy bang" jawab Billy menyebutkan namanya
" Sudah lama kamu kenal dengan Hana?" tanyanya
" Cukup lama, sejak kelas 10" jawab Billy
" Abang ngapain sih nanya kayak gitu segala?" Hana sedikit kesal dengan abangnya karena dia merasa malu dengan sikap abang nya yang terlalu posesif
" Abang cuma nanya doang, Billy sendiri juga enggak keberatan kan? iyakan Billy?"
" Iya bang, enggak apa-apa saya paham kok sebagai abang pasti tidak menginginkan adik satu-satunya salah bergaul dan berteman" jawab Billy
" Betul sekali, abang kamu ini cuma tidak mau kamu salah dalam berteman" ucap Haris
" Apa kamu menyukai Hana?" tanya Haris tanpa basa-basi
Deg
Hana dan Billy menelan salivanya kasar pertanyaan Haris membuat mereka saling melempar pandangan
" A... Abang kenapa bertanya seperti itu?" Hana nampak gugup
" Kami ini cuma teman bang tidak lebih, dan tadi itu kami baru selesai belajar kelompok " lanjutnya dengan perasaan malu pada Billy karena pertanyaan sang kakak.
" Abang bertanya sama Billy tapi kenapa kamu yang gugup seperti itu atau jangan-jangan kamu yang lebih dulu menyukainya?"
Jlep
Hana membulatkan matanya akan pertanyaan kakaknya yang terdengar konyol oleh Hana
"Abang!" kesal Hana
" Aww, sakit dek" Haris menyeringis mengusap pinggangnya yang tercapit oleh jari Hana
" Abang jangan konyol deh, "bisik Hana dengan kesal
" Udah Bill omongan abang gue enggak usah loe dengerin, ini orang lagi mabok kali ngomongnya jadi ngelantur gitu" ucap Hana pada Billy yang malah tersenyum menyikapi omongan sahabatnya itu
" Loe santai aja kali Han, gue udah biasa kok ditanya begini kemarin waktu gue ngantar Nana bokapnya juga nanya kayak abang loe gini" ucap Billy membuat Hana langsung melotot
" Bokapnya Nana?" Billy mengangguk
" Terus ?" Billy mengerutkan keningnya
" Terus apa jawaban kamu?" bukan Hana yang bertanya tapi Haris
" Ya karena kami memang berteman saya menjawab apa adanya, kami hanya berteman tidak lebih" jawab Billy setenang mungkin
" Lalu bagaimana dengan adikku, apa kalian juga hanya berteman saja dan tidak lebih dari itu?" Hana hanya bisa mendengus kesal mendengar pertanyaan kakaknya yang membuatnya semakin malu dihadapan Billy
" Untuk saat ini kami memang sebatas teman bang" jawab Billy jujur
"Untuk saat ini? berarti ada kemungkinan lebih dari sekedar teman?" Billy tersenyum seraya menatap kearah Hana yang dibalas tatapan bingung oleh Hana
" Udah deh Bill, bang Haris enggak usah diladenin mending elo pulang aja deh!" usir Hana secara halus
" Apa elo enggak mau mendengarkan jawaban gue Han?" tanya Billy membuat Hana memutar bola matanya malas
"Jawaban apa? kita emangnya temenan dan enggak lebih" sahut Hana membuat Billy mengulum senyumnya
" Ih loe kok malah senyum gitu sih, enggak jelas banget " jengah Hana melihat senyum Billy yang tidak seperti biasanya
" Kita emang cuma temenan tapi kita bisa berubah jauh dari sekedar teman kalau loe mau menerima gue jadi pacar loe" ucap Billy yang langsung membuat Hana tersedak salivanya sendiri
" Uhukk... uhukk... "
__ADS_1
Haris menepuk-nepuk punggung Hana dengan tawa terbahak
" Hebat kamu Billy, aku salut dengan keberanian kamu. berani mengutarakan langsung dihadapan aku kakaknya" ucap Haris seraya mengacungkan ibu jarinya.
Sementara Hana masih diam nampak syok mendengar pernyataan Billy kepadanya.
" Han... Hana!" Haris mengguncang bahu Hana yang masih diam membatu
" Eh? iya bang kenapa?" tanya Hana dengan bodohnya
" Bagaimana dengan jawaban kamu?" tanya Haris
" Jawaban?" beo Hana
Pletak
Haris menyentil kening Hana " Aww.., Abang sakit" kesal Hana mengusap keningnya yang terasa berdenyut nyeri
" Kamu tuh bikin geregetan abang tau enggak, itu Billy sedang menunggu jawaban kamu" oceh Haris yang sudah tidak sabar mendengar jawaban Hana
" Enggak usah dijawab sekarang juga enggak apa-apa bang, mungkin Hana butuh waktu" ucap Billy membuat Hana menundukkan kepalanya
" Han.... Hana udah cepat ngomong!" Haris menyenggol Hana
" Iya bang sabar kenapa sih, Billy aja sabar kenapa abang yang enggak sabaran gini sih?" kesal Hana menatap tajam pada sang kakak
" Abang itu mau yang terbaik buat kamu, dan menurut abang, Billy itu anak yang baik dan cocok sama kamu apalagi dia dengan berani meminta kamu jadi pacarnya di hadapan abang" ucap Haris membuat Hana sedikit berpikir dengan ucapan kakaknya itu
" Apa Billy serius? kenapa dia bisa ngomong kayak gitu ya?" batin Hana
" Bill, sorry ya gue masih ngerasa aneh aja denger loe ngomong kayak gitu secara tiba-tiba, apa loe sadar dengan ucapan loe tadi?" bukan memberi jawaban Hana malah balik bertanya
" Maksud loe gue enggak serius gitu sama ucapan gue tadi?" Billy pun balik bertanya pada Hana
" Ya jujur gue terkejut sama ucapan loe tadi"
Billy menarik napasnya dalam-dalam sebelum kembali berbicara " Rihana apa loe mau jadi pacar gue, dan gue akan selalu berdoa semoga loe yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anak gue" ucap Billy yang seketika membuat Hana tercengang mendengar pernyataan perasaan Billy kembali
" Emmmm.... gue minta maaf Bill, gue enggak bisa" Billy nampak kecewa berharap Hana memilik perasaan yang sama namun apalah daya cinta bertepuk sebelah tangan.
Billy tersenyum hambar " Enggak apa-apa Han, karena perasaan itu memang tidak dapat dipaksakan. semoga kelak loe bertemu dengan laki-laki yang baik dan bisa membahagiakan loe" ucap Billy tersenyum kecut
" Gue enggak bisa menolak loe jadi pacar gue Bill" seketika Billy membulatkan matanya menatap Hana lekat.
" Alhamdulillah" ucap Haris
" Bang" Hana memeluk abangnya
" Abang seneng kalau kamu punya pacar yang berani terang-terangan menyatakan perasaannya dihadapan abang, daripada diam-diam dan pacaran di belakang abang mending begini tapi_"
" Tapi apa bang?" tanya Hana
" Kalian boleh pacaran tapi harus bisa jaga diri kalian jaga kehormatan dan masa depan kalian berdua, jangan mengecewakan abang apalagi sampai mengkhianati kepercayaan abang. pacaranlah yang sehat" pesan Haris
" Iya bang, kami akan selalu ingat pesan Abang" ucap Billy
" Bagus Abang percaya sama kamu"
Flashback off
" Sayang!" panggil Roni seraya berjalan ke arah Miska yang sedang duduk di taman sekolah bersama teman-temannya.
" Hai pih, baru selesai?" tanya Miska saat Roni sudah berada di sampingnya bersama Billy dan juga Nicko
" Nicko udah enggak panas kan?" seloroh Khanza yang melihat Nicko datang bersama Roni
" Insyaallah aman Za udah enggak panas kok' sahut Billy
" Alhamdulillah deh gue seneng dengernya" balas Khanza
" Yang geser dong " ucap Billy yang memilih duduk di samping Hana
Semua mata langsung tertuju kearah mereka berdua setelah mendengar ucapan Billy yang memanggil Hana Yang
" Kalian_?" tanya Khanza dan teman-temannya yang nampak terkejut dengan ucapan Billy
__ADS_1
Deg
Hana tercekat dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal