Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Sendiri Dulu


__ADS_3

Ceklekk


Lia membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Lia terperanjat keget dengan apa yang dilihatnya saat sudah berdiri di ambang pintu, Lia berdiri mematung setelah berbalik badan membuang pandangannya sedangkan Mario nampak melotot ke arah pintu menatap punggung Lia yang berdiri membelakanginya.


" Oh My god" batin Lia


Mario dengan cepat menyambar handuk yang ada di atas kasur.


Awalnya Mario berpikir Lia akan lama dan karena merasa dikamar tidak ada Lia maka dengan santai Mario melepaskan handuknya dan memakai celana yang sudah di siapkan oleh Lia sebelum pergi turun ke bawah.


Lia spontan langsung berbalik badan dengan detak jantung yang sudah berpacu dengan cepat.


" Mata gue udah gak perawan ini mah" batin Lia


Dengan cepat Mario kini sudah berpakaian lengkap namun Lia masih berdiri menghadap pintu dengan tangan yang masih memegang segelas ramuan ala bi Sum untuk Mario sebagai obat herbal pereda pegal-pegal.


" Sayang!" ucap Mario yang sudah berdiri di belakang Lia dengan melingkarkan tangannya di pinggang, sontak hal itu membuat Lia semakin dibuat mematung.


Deg


Sebenarnya bukan hanya Lia yang gugup dengan situasi seperti itu namun Mario sebagai seorang laki-laki normal berusaha untuk bersikap tenang seakan tidak terjadi apa-apa.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Mario yang berlagak sok polos padahal siap untuk memoloskan Lia.


" Emmm.. gak Kenapa-napa, i.. ini Io aku membawakan minuman untuk kamu" ucap Lia sedikit gugup dan berbalik badan setelah Mario melepaskan pelukannya.


" I..ini!" ucap Lia seraya menyodorkan segelas minuman herbal yang ada di tangannya kepada Mario.


Mario mengerutkan keningnya melihat gelas yang Lia sodorkan kepadanya.


" Ini apa?" tanya Mario mengangkat gelas yang kini sudah berpindah ke tangannya.


" Itu minuman yang diracik bi Sum untuk meredakan pegal-pegal" ucap Lia yang sudah mencoba untuk bersikap tenang dan biasa.


" Jamu?" tanya Mario


" Bisa dibilang seperti itu" sahut Lia sambil tersenyum


" Pahit?" Mario mencium aroma minuman tersebut nampak terlihat enggan untuk meminumnya.


" Cepat di minum selagi hangat, itu baik untuk tubuh kamu yang terasa pegal-pegal, kecapean dan kelelahan" ucap Lia meyakinkan Mario untuk meminum jamu tersebut.


" Gak mau ah, baunya aja gak enak!" ucap Mario menyodorkan kembali gelas yang berada di tangannya.


" Kok kamu gitu sih Io , padahal aku sudah minta sama bi Sum loh untuk membuatkan kamu ramuan pereda pegal-pegal ini, susah payah bi Sum mengajariku membuat ini karena aku merasa tidak tega melihat kamu kelelahan seperti itu!" ucap Lia nampak kecewa.


" Baiklah aku akan meminumnya" ucap Mario seraya meraih kembali gelas yang berada di tangan Lia dan dengan sekejap Mario sudah meneguk minuman tersebut sampai habis tanpa tersisa.


Lia nampak terkejut karena Mario meminumnya dengan sekali tegukan.


" Rasanya aneh!" ucap Mario memberikan gelas yang sudah kosong kepada Lia.


" Mau minum air putih?" tanya Lia nampak kasihan karena Mario yang tidak terbiasa meminum minuman seperti itu.


Mario menggelengkan kepalanya lalu dengan gerakan cepat Mario menarik tengkuk Lia lalu menciumnya membuat Lia yang belum siap nampak melotot saking terkejutnya dengan ulah Mario yang terasa mendadak.


Setelah Mario melepaskan ciumannya Lia memasang wajah cemberut. " Kenapa cemberut?" tanya Mario menaik turunkan alisnya


" Kamu ihh apa-apaan sih" sahut Lia jutek


" Biar kamu merasakan juga apa yang aku minum tadi, bagaimana rasanya enak tidak?" tanya Mario dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Lia.

__ADS_1


" Gak enak, pahit!" ucap Lia


" Kamu hanya merasakannya sedikit sayang, aku sampai mau muntah rasanya untung saja ada penawaranya jadi ya agak sedikit berkurang sekarang rasa pahitnya" tutur Mario sambil tertawa kecil


" Huh.. dasar!" Lia memukul lengan Mario sambil mengerucutkan bibirnya membuat Mario tertawa gemas melihat wajah Lia yang nampak lucu menurutnya.


" Yaudah yuk turun semua pasti sudah pada nunggu!" ajak Lia


Mario dan Lia bergandengan tangan menuruni anak tangga dibelakang mereka ada Azka yang juga baru turun.


" Ekhemm!" Deheman Azka membuat keduanya terperanjat kaget dan menoleh kebelakang.


" Bisakah memberi kakak jalan !" ucap Azka membuat keduanya langsung memerah.


Azka sudah lebih dulu duduk di samping Zaira setelah itu Lia dan Mario menyusul sementara papa dan mama Maria belum datang.


" Mama sama papa mana?" tanya Lia seraya mendudukkan dirinya di kursi yang sudah di tarik oleh Mario terlebih dahulu.


" Kenapa? mama sama papa di sini!" sahut mama Maria yang baru saja muncul di belakang Lia bersama papa Sam.


Papa dan mama Maria mendudukkan dirinya lalu sambil makan malam mereka sedikit berbincang-bincang.


Usai makan malam papa Sam dan mama Maria kembali ke kamarnya begitu juga dengan Zaira dan Azka tetapi tidak dengan Mario dan Lia mereka memilih untuk keluar jalan-jalan mencari udara segar awalnya Zaira merengek ingin ikut bersama Lia tapi karena Azka masih banyak pekerjaan jadi mau tidak mau Zaira terpaksa tidak jadi ikut karena Zaira dilarang keluar rumah jika tidak bersamanya dan Lia berjanji akan mengajak Zaira pergi di akhir pekan bersama sahabat-sahabatnya yang lain ke kedai bakso cinta yang Mario kelola bersama mamang penjual bakso. Zaira akhirnya menyetujuinya dan Azka pun berjanji akan menemaninya.


Mario dan Lia berkeliling dengan menggunakan motornya. seperti layaknya para ABG lainnya mereka juga ingin berpacaran menghabiskan waktu bersama-sama dan jalan-jalan berdua dengan pacaran yang sudah halal membuat mereka jauh merasa lebih tenang.


Mereka memutuskan untuk singgah di pasar malam yang kebetulan diadakan di taman kota. suasana cukup ramai dan Lia merasa sangat senang bisa datang ketempat itu bersama Mario pacar halalnya.


Lia mengajak Mario untuk mengikuti semua permainan yang ada di pasar malam tersebut, awalnya Mario menolak tapi karena sang pacar halal terus merajuk mau tidak mau Mario lebih memilih untuk mengalah dari pada panjang urusannya jika Lia sudah merajuk.


Setelah selesai mengikuti semua permainan yang ada Lia mengajak Mario untuk membeli sosis bakar jumbo, jagung bakar dan juga beberapa cemilan lainnya.


Mereka lalu memutuskan untuk makan di bangku yang tersedia di taman tersebut di dekat tempat permainan. Dan ditengah keasikan mereka yang berpacaran ala halal tiba-tiba netra Lia menangkap sosok sepasang kekasih yang tidak asing lagi dimatanya.


" itu!" Lia menunjuk dengan ekor matanya ke arah sepasang kekasih yang sepertinya nampak bersitegang.


" Kita tidak usah ikut campur dengan urusan mereka" ucap Mario


" Bukan ikut campur setidaknya aku ingin memastikan keadaan mereka baik-baik saja" ucap Lia yang mengkhawatirkan sahabatnya itu.


Disisi lain sepasang kekasih tersebut sedang bertengkar dan menuntut kejujuran satu sama lain.


" Sebenarnya kamu ini kenapa sih?" tanya laki-laki yang tidak lain adalah dokter Ariel


" Aku sudah bilang aku tidak kenapa-kenapa mas" ucap Mita yang masih saja belum berani untuk bertanya kepada dokter Ariel karena merasa takut akan fakta yang sebenarnya.


" Gak mungkin gak Kenapa-napa kalau akhir-akhir ini saja kamu seakan selalu menghindar dari mas, bahkan jika bukan mama yang memaksa mungkin kamu masih enggan jalan bersama mas" ucap dokter Ariel yang sudah tidak sabar lagi dengan sikap Mita yang lebih banyak diam dan menghindarinya.


" Aku tidak apa-apa mas, aku sudah bilang aku tidak apa-apa" ucap Mita dengan berusaha untuk tidak menitikkan air matanya.


" Bukankah kamu yang bilang menjalin suatu hubungan itu harus ada kejujuran satu sama lain!" ucap dokter Ariel mengingatkan.


" Iya!" ucap tegas Mita sambil mengusap air matanya kasar yang tanpa bisa diajak kerja sama sudah lolos begitu saja.


Dokter Ariel tersentak kaget melihat Mita ternyata menitikkan air mata.


" Lalu kenapa kamu sendiri yang tidak berkata jujur dan selalu bilang tidak apa-apa?" tanya dokter Ariel membuat Mita menarik napasnya dalam-dalam.


" Aku akan bicara jujur jika mas sendiri berbicara jujur tentang kehidupan mas setelah berpisah dengan Zaira!" ucap Mita membuat dokter Ariel tersentak


" Maksud kamu?" ucap dokter Ariel yang menjadi sedikit gelisah.

__ADS_1


" Apa mas tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Mita dengan penuh selidik. dokter Ariel yang menatap mata Mita seakan meminta jawaban hanya menghela napasnya berat.


" Apa yang sebenarnya ingin kau tahu?" tanya dokter Ariel


" Apa saja, aku tidak ingin masa lalu mas justru muncul setelah kita menikah dan menjadi bumerang sendiri atas pernikahan yang mungkin tidak seharusnya terjadi." tutur Mita dengan suara parau.


" Masa lalu?" tanya dokter Ariel dengan wajah yang sedikit tegang.


" Mas aku ingin mas jujur sama aku tentang masa lalu mas Ariel. aku tidak ingin menjadi penghalang dan perusak kebahagiaan orang lain. jika memang hubungan kita harus berakhir disini tidak apa-apa mas, aku rela dari pada harus hancur setelah menikah." ucap Mita berusaha untuk kuat


" Kamu ini bicara apa sih Mita Paramita?" tanya dokter Ariel yang pura-pura tidak mengerti dengan arah pembicaraan Mita padahal yang sebenarnya terjadi di dalam hatinya dia merasa takut dan gelisah.


" Aku bicara tentang kejujuran mas, maaf jika seandainya aku ini kekanak-kanakan. aku hanya tidak ingin melangkah jika didepan ada yang tersakiti dengan kehadiran aku dalam kehidupan mas Ariel" ucap Mita membuat dokter Ariel membeku seketika.


" Mita apa yang kamu bicarakan?"


" Aku rasa mas yang jauh lebih mengerti kemana arah pembicaraanku ini!"


Dokter Ariel meraih tangan Mita mencoba menenangkan hati Mita tapi dengan cepat Mita menepis tangan dokter Ariel begitu saja.


" Aku bisa jelasin tapi tidak sekarang, aku minta maaf ya! aku mohon jangan seperti ini kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik sayang!" ucap dokter Ariel mencoba menenangkan hati Lia.


" Cukup mas, aku tidak marah sama mas aku hanya butuh waktu untuk menerima semuanya mas" ucap Mita tegas " Sebaiknya kita tidak usah bertemu dulu mas sampai mas siap untuk mengatakan semuanya mas" lanjut Mita


" Tapi sayang_" ucap dokter Ariel terpotong.


" Mas kita ini akan menuju hubungan yang lebih serius dan sakral dimana hubungan kita akan dipertanggung jawabkan dimata tuhan kelak. Aku bukan tidak mau menerima masa lalu mas aku hanya ingin mas jujur dan tidak akan terjadi kesalahpahaman diantara kita kedepannya. Aku tidak ingin mas hubungan kita bahagia diatas luka orang lain". Mita menarik napasnya panjang.


" Mungkin saat ini mas berat untuk mengatakan semuanya dan aku akan memberi mas waktu" ucap Mita yang beranjak dari duduknya dan semuanya itu tidak lepas dari tatapan mata seseorang yang sedari tadi ternyata tengah memperhatikan keduanya di balik pohon.


" Aku tahu mas bagaimana rasanya dikecewakan dan dicampakkan, jadi aku tidak mau apa yang aku rasakan dirasakan juga oleh orang lain. jika kebahagiaan itu memang bukan milikku aku rela dan ikhlas mas menerimanya asalkan tidak akan ada hati yang terluka karena aku mas" ucap Mita dengan mata yang sudah berkaca-kaca namun berusaha untuk tetap tersenyum.


" Aku akan menceritakan semuanya sama kamu nanti, tapi percayalah satu hal jika di dalam hati aku hanya ada kamu seorang Mita Paramita" ucap dokter Ariel meyakinkan Mita


" Aku akan jelaskan setelah semua benar-benar selesai dan aku harap kamu akan menunggu aku sampai aku bisa membuktikan semua penyebab keresahan dan keraguan hati kamu saat ini. aku tidak tahu kamu tahu tentang masa lalu aku itu dari mana tapi yang jelas aku sama sekali tidak berniat sedikit pun untuk menyakiti hati siapa pun terutama kamu gadis yang sangat aku cintai." ucap dokter Ariel yang sudah ikut berkaca-kaca.


" Aku_" ucap Mita yang tercekat


"Aku akan memenuhi janjiku dan aku berharap kamu akan menunggu ku" ucap dokter Ariel


" Iya mas, tapi berjanjilah untuk tidak menyakiti hati siapa pun, jika mereka jauh lebih membutuhkan kehadiran mas aku tidak apa-apa mas" ucap Mita membuat dokter Ariel geleng-geleng kepala.


" Sudahlah, sebaiknya sekarang aku antar kamu pulang!" ucap dokter Ariel


" Maaf mas beri aku waktu sendiri, aku_" ucap Mita menjeda ucapannya


" Aku ingin pulang sendiri dan menenangkan hati aku mas dan mas sebaiknya pergi saja!" ucap Mita


" Tidak mas akan mengantarkan kamu pulang " tolak Dokter Ariel


" Jangan memaksa aku mas, selama mas belum bisa mengatakan semuanya mas anggap saja kita ini adalah dua orang asing yang tidak saling mengenal" ucap Mita membuat dokter Ariel langsung membulatkan matanya.


" Kamu ini bicara apa sih, ngawur!" ucap dokter Ariel mendengus kesal.


" Mas, ditempat ini kita dipertemukan dan hati kita dipertautkan, jika memang berjodoh maka kita pasti akan bersatu kembali mas" ucap Mita.


" Aku akan menunggu mas disini jika mas sudah siap menceritakan masa lalu mas Ariel" tutur Mita dengan senyum yang dipaksakan.


" Tidak mas tidak setuju"


" Setuju tidak setuju dokter Ariel harus menerima semua yang sudah menjadi keputusan sahabat aku Mita, anda sebagai seorang dokter yang usianya jauh lebih dewasa dari Mita seharusnya menghargai perasaan Mita dan tidak membiarkan masa lalu anda menjadi dinding penghalang hubungan kalian sendiri. dan ingat satu hal dokter jika anda sampai menyakiti hati Mita maka anda bukan hanya menyakiti hati Mita saja secara tidak langsung anda juga akan menyakiti hati adik anda sendiri Alzaira Kiana Putri" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul diantara mereka membuat keduanya tentu saja terkejut bukan hanya Mita dan dokter Ariel bahkan Lia dan Mario yang memperhatikan mereka dari jauh pun ikut terkejut.

__ADS_1


" Kamu_?" ucap dokter Ariel tercekat


__ADS_2