
" Mia aku minta maaf!" ucap Sendy lirih dan menitikkan airmatanya
" Maaf kak aku tidak bisa_!" Mia membalikkan badannya
Deg
Sendy tidak pernah menyangka jika Mia akan semarah itu.
Mama Nina menepuk bahu Mia, dia juga tidak tahu harus berbuat apa, ini terjadi diluar dugaannya kalau ternyata mereka sudah saling mengenal satu sama lain.
Mia menoleh ke arah mamanya yang juga ikut menangis, Mia tersenyum ke arah mamanya lalu mengusap air mata yang membasahi pipinya.
" Ma, mama jangan menangis, maaf kalau Mia sudah membuat mama kecewa.!" Mama Nina menggeleng dan mengusap pucuk kepala Mia dengan lembut.
" Tidak apa-apa sayang, mama tidak bisa memaksa karena semua keputusan ada pada kamu, mama hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk putri mama" ucap Mama Nina lalu memeluk putri kesayangannya itu.
Sendy hanya menatapnya sendu dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuat Mia agar bisa memaafkannya.
" Nak Mia !" panggil Lidia dengan suara sendu
Mia menoleh dan tersenyum tipis kepada Lidia "Nak Mia, tante minta maaf atas sikap Didi yang sudah keterlaluan sama kamu, tapi tante sangat berharap nak Mia mau memaafkan putra tante dan memberinya kesempatan untuk menebus semua kesalahannya!" ucap Lidia dengan suara parau dan tanpa kuasa iapun tidak bisa menahan air matanya
" Nak Mia, om tahu Didi sudah melakukan kesalahan yang sudah membuat nak Mia merasa sangat kecewa tapi om sangat berharap nak Mia mau memaafkannya.!" pinta Bram
Mia menghela napasnya panjang lalu menatap Lidia dan Bram secara bergantian. " Maaf tante, om jika Mia sudah membuat acara ini jadi berantakan. Mia sudah memaafkan kak Sendy tapi untuk hal ini Mia rasa kak Sendy pasti mengerti!" sahut Mia menatap lekat ke arah Sendy yang sedari tadi hanya bisa terdiam dengan wajah yang nampak begitu frustasi.
" Kak!" panggil Mia dan dengan cepat Sendy langsung menoleh ke arah Mia.
" Maaf ya kak!" ucap Mia membuat Sendy seakan ditusuk ribuan jarum saat mendengar kata maaf dari bibir gadis yang sangat ia cintai itu air matanya meluncur begitu saja. Sendy hanya mengangguk pelan tak bisa mengatakan apa-apa karena berusaha untuk menahan gemuruh dihatinya.
" A...aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah membuat kamu kecewa, tapi besar harapan aku semoga kamu mau memaafkan kesalahanku dan mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" tutur Sendy yang tidak kuasa lagi menahan tangisnya, ia sudah tidak peduli dengan rasa malunya yang menangis dihadapan orangtuanya dan juga mamanya Mia. rasa bersalah dan cinta yang besar karena takut kehilangan Mia mengalahkan segalanya.
" Kak!" ucap Mia lirih saat Sendy hendak berjongkok kembali dihadapan Mia dengan cepat Mia mencegahnya.
" Kak jangan seperti ini!" larang Mia
" Lalu aku harus bagaimana agar kamu mau memaafkan aku dan mau menerima ku Mia?" tanya Sendy dengan lirih
" Kak, aku sudah memaafkan kakak!" sahut Mia yang ikutan menangis karena melihat Sendy yang menangis.
" Tapi aku ingin kamu mau menerima lamaran ku, karena aku sangat mencintai kamu Mia Wulandari" ucap Sendy dengan lantang membuat Mia menahan senyumnya.
" Kak!"
__ADS_1
" Aku harus bagaimana agar kamu mau menerima ku Mia?"
" Setelah apa yang sudah kakak lakukan sama aku, apa aku bisa menerima kakak begitu saja? setelah kakak membuat aku kecewa dan dibuat gelisah apa aku bisa menerimanya?" tanya Mia dengan tegas.
" Gak kak, maaf aku gak bisa, ini gak adil namanya kalau aku langsung menerima kakak begitu saja" ucap Mia lalu tersenyum membuat Sendy menatapnya tidak percaya.
" Maksudnya?" tanya Sendy dengan raut wajah bingung
Bukan menjawab Mia malah menyodorkan tangannya dan menggerakkan jari-jarinya sambil tersenyum.
" Kenapa diam? apa kakak tidak mau memakaikan cincin dijari aku?" tanya Mia membuat Sendy melotot
" Ya sudah kalau tidak mau!" Mia hendak menarik tangannya namun dengan gerakan cepat Sendy menahannya.
Orang tua mereka nampak lega dan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dengan apa yang sudah mereka lakukan.
Sendy dengan cepat langsung mengambil cincinnya dan menyematkannya dijari Mia. senyum pun mengembang di wajah keduanya.
" Kalian ini!" ucap Lidia
" Maaf ya om, tante!" ucap Mia seraya cengengesan.
" Gak apa-apa sayang, kamu pintar ya bisa-bisanya kepikiran untuk membalas Sendy" ucap Lidia
" Selamat ya sayang!" ucapnya lagi dan langsung memeluk Mia begitu juga dengan Bram yang ikut memeluk putranya.
" Mia, Didi jadikan apa yang sudah terjadi sama kalian itu sebagai pelajaran terutama kamu Di, dalam menjalin sebuah hubungan kejujuran adalah kunci dari langgengnya sebuah ikatan apalagi dengan usia kamu yang jauh lebih matang dari Mia, kamu harus lebih banyak mengalah dan mengerti dengan Mia yang masih ABG dan tentunya masih sangat labil" pesan Bram papa Sendy
" Iya betul apa yang dikatakan papah kamu nak Didi, Mia itu masih sangat muda jadi nak Didi harus banyak bersabar dalam menghadapinya ya!" ucap mama Nina ikut menimpali ucapan papahnya Sendy.
" Iya tante _"
" Kok tante sih, mamah dong!" protes mama Nina " Kamu inikan akan jadi menantu mama jadi panggil mama juga ya seperti Mia!" pintanya
" Ah iya mah!" ucap Sendy yang masih nampak canggung.
" Nak Mia juga mulai sekarang panggil mamah juga papah ya jangan panggil om dan tante lagi!" pinta Lidia
" Iya tan_ maksudnya mamah!" ucap Mia tersenyum canggung
" Yaudah sekarang sebaiknya kita makan dulu saja nanti keburu dingin!" ajak mama Nina
mereka saat ini tengah berada di meja makan, senyum mengembang tidak pudar dari wajah Sendy dan juga Mia. selesai makan malam kedua orang tua Sendy dan mama Nina berbincang-bincang di ruang keluarga sedangkan Mia dan Sendy duduk di teras depan.
__ADS_1
" Kamu ini ya, bisa-bisanya mengerjai kakak!" Sendy mencubit hidung Mia gemas
" Ya salah sendiri sudah bikin aku kesal!" sahut Mia
" Ya aku kan gak ada maksud kesitu niatnya cuma mau bikin kamu terkejut aja terus kamu merasa lega dan senang karena yang dijodohkan dengan kamu ternyata aku!" tutur Sendy
" Siapa sangka ternyata gadis yang satu ini pintar juga akalnya, bisa-bisanya ya membuat kakak sport jantung"
" Ya maaf, habisnya kesel aja seharian aku dibuat galau taunya orangnya sama" jawab Mia mengerucutkan bibirnya
" Jangan dimanyun-manyunin gitu bikin aku mau_!" Sendy menjeda ucapannya
" Mau apa ayok?" goda Mia
" Mau...!"
Cup
Sendy dengan gerakan cepat mengecup bibir Mia membuat yang dikecup melotot dan diam mematung
" Hei...!" Sendy tercengang dengan Mia yang diam saja
" Kak, kakak jahat ih sudah mencuri first kiss aku " Mia memegang bibirnya dengan jarinya
" Benarkah?" pertanyaan Sendy justru membuat Mia langsung memberinya pukulan dilengannya bertubi-tubi.
" Iya ampun... ampun sayang...!" teriak Sendy sambil tertawa
" Terima kasih ya sayang, aku senang karena aku menjadi orang yang pertama!" ucap Sendy seraya menangkap tangan Mia.
" Kakak ih nyebelin!" Mia mencibikkan bibirnya
" Jangan seperti itu, apa kamu mau lagi!" goda Sendy
" Kakak apaan sih!" wajah Mia langsung bersemu merah
Sendy dan Mia melewati malam yang awalnya penuh dengan drama kini telah berganti menjadi tawa dan canda, rasa bahagia pun kini memuncah di dalam hati keduanya. Airmata yang sempat mewarnai acara yang seharusnya berlangsung dengan bahagia kini sudah berubah menjadi senyuman dan tawa canda yang riang. semoga ini adalah awal membawa kebahagiaan kepada sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu. perasaan yang selama ini terpendam kini telah terbalaskan sungguh lega perasaan Sendy dan penuh rasa syukur karena cintanya telah bersambut.
Sendy dan keluarganya sudah berpamitan dan Mia masuk ke dalam kamarnya karena merasa cukup lelah.
Di dalam kamar Mia menatap langit-langit kamarnya dengan senyum yang mengembang, tidak menyangka bahwa akhirnya akan seperti ini. andai saja dia tahu dari awal jika yang dijodohkan dengannya adalah pria yang sama yang sudah membuatnya akhirnya jatuh cinta mungkin dia tidak akan merasa bimbang dan bingung ketika menghadapi sebuah pilihan. meskipun sempat kecewa tapi Mia sangat bersyukur karena apa yang dia takuti tidak terjadi. dia tidak ingin melukai perasaan orang yang sudah membuatnya nyaman selama ini dan disisi lain dia juga tidak ingin mengecewakan almarhum papahnya.
Perlahan Mia memejamkan matanya dan masih terbayang jelas wajah Sendy yang begitu membuatnya selalu berdebar-debar dan seketika Mia membuka matanya ketika terlintas kembali bayangan saat dimana Sendy mencuri first kiss nya.
__ADS_1
Deg
Mia memegang dadanya yang berdegup kencang.