
Miska berjalan gontai memasuki kediaman keluarga Bambang Samudra.
" Assalamualaikum!" ucap Miska saat memasuki rumah megah dan mewah tersebut
" Wa'alaikum salam, sudah pulang sayang?" mommy Sarah yang berada di ruang TV langsung berhambur menyambut kepulangan sang menantu
" Iya mom" jawab Miska seraya tersenyum manis
" Tapi kok enggak bareng Roni pulangnya?" mommy Sarah mengusap lembut pucuk kepalanya
" Emmm... Roni tadi pulang bareng temannya mom, lagi pula Miska juga kan bawa mobil sendiri" jawab Miska santai
" Yaudah kalau gitu kamu bersih-bersih dulu gih, setelah itu istirahat"
" Iya mom"
" Tapi kamu sudah makan belum sayang? kalau belum biar nanti mommy suruh bi Atun untuk menyiapkan"
" Sudah mom, tadi ramai-ramai makan di kantin sekolah sama teman-teman" jawab Miska
" Owh begitu yasudah, sebaiknya kamu istirahat saja "
" Iya mom, Miska pamit ke kamar dulu ya mom!" pamit Miska kepada sang mertua
" Iya sayang"
Miska dengan cepat masuk ke dalam kamar dan ingin cepat-cepat beristirahat
Miska masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lengket karena aktivitasnya diluar rumah, selesai dengan ritual mandinya Miska keluar dengan menggunakan bathrobe dan pada saat yang bersamaan pintu kamar pun dibuka dari luar.
Ceklek
Miska menoleh ke arah pintu yang terbuka dan betapa terkejutnya saat netranya menatap ke arah Roni yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Elo_?"
Dengan santainya Roni masuk ke dalam kamarnya lalu duduk di tepi tempat tidur dengan senyum menyeringai
" Eh Loe ngapain, mau menggoda gue iya? jangan mimpi deh loe, mau Loe tela***ng sekalipun di depan gue sedikit pun gue enggak akan tertarik!" ucap Roni meremehkan membuat Miska tersenyum licik.
" Baguslah kalau begitu, setidaknya gue enggak perlu bersusah-susah harus ke kamar mandi hanya untuk berganti baju" ucap Miska dengan santai
" Ingat kata-kata loe tadi dan jangan pernah loe tarik lagi ucapan loe itu!" lanjutnya
" Pede banget loe, siapa juga yang akan tertarik sama cewek macam loe, ingat baik-baik loe itu bukan level gue jadi jangan pernah Loe coba-coba buat menggoda gue karena percuma usaha loe enggak akan mempan" ucap Roni yang sudah berdiri di hadapan Miska
Dengan bersedekap dada Miska tersenyum miring " Gue catat omongan loe, lihat saja nanti siapa yang akan kuat bertahan, Loe atau gue?" ucap Miska dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
" Loe?" Roni menunjuk wajah Miska dengan penuh amarah.
" Minggir Loe!" dengan kesal Roni masuk ke dalam kamar mandi dan menyenggol bahu Miska dengan kasar.
__ADS_1
Jebrett
Roni menutup pintu kamar mandi dengan sedikit kencang membuat Miska terjingkrak kaget.
" Astaghfirullah...!" Miska mengusap dadanya
Dengan buru-buru Miska mengganti pakaiannya dan tidak mau kalau sampai keburu Roni keluar dari kamar mandi.
Setelah rapih Miska lebih memilih naik ke atas tempat tidurnya, seperti yang daddy-nya katakan kamar mereka terdapat dua tempat tidur yang terpisah.
Miska yang merasa sangat lelah pun memilih untuk beristirahat dan memejamkan matanya.
Roni sudah keluar dari kamar mandi dan netranya langsung mengarah kepada gundukan di atas kasur.
" Dasar cewek aneh, awas aja loe bakal gue bikin gak betah berada di dekat gue dan memilih untuk menyerah!" gumam Roni menatap punggung Miska yang mungkin sudah berada di alam mimpi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang dan Miska yang baru saja menyelesaikan kewajiban tiga rokaatnya menatap ke arah Roni yang masih asik memainkan ponselnya bahkan laki-laki itu nampak begitu serius.
" Eh... udah waktunya sholat, dari pada main game yang enggak ada faedahnya mending sholat !" ucap Miska mengingatkan
Roni menghentikan permainannya dan langsung berdiri menatap lekat wajah gadis yang berdiri beberapa langkah darinya.
" Elo bicara sama gue?" Miska mengerutkan keningnya
" Ada hak apa loe mencampuri kehidupan gue? pakai sok nasehati segala lagi, ingat ya loe itu bukan siapa-siapa gue, dan pernikahan kita ini hanya sebatas diatas kertas, camkan itu baik-baik, jadi jangan pernah kepedean deh loe!" ucap Roni tegas dan dingin
Miska tertawa kecil dan merasa ucapan Roni begitu menggelitik " Loe yang terlalu percaya diri, gue mengingatkan loe sholat bukan karena gue merasa diri gue ini isteri loe, emangnya loe pikir gue mau gitu menerima loe jadi suami gue? Enggak sama sekali jadi gue bersyukur banget kalau loe jauh-jauh dari gue!" ucap Miska dengan tenang
" Gue mengingatkan loe sholat karena kewajiban gue sebagai sesama muslim dan gue juga merasa kasihan aja sama kedua orang tua loe terutama mommy Sarah sudah bertaruh nyawa demi melahirkan Loe kedunia yang merupakan anak satu-satunya tapi loe dengan seenaknya hanya bisa menggiring kedua orang tua Loe masuk ke dalam api neraka!" Roni melotot mendengar ucapan Miska yang begitu tajam dan menusuk.
" Diam loe, gue enggak butuh ceramah loe!" Roni dengan raut wajah yang sulit diartikan langsung keluar dari kamar dan pada saat bersamaan mommy Sarah sudah berdiri di depan pintu kamar mereka untuk mengajak anak dan menantunya itu untuk makan malam bersama.
Miska yang berada di dalam kamar hanya geleng-geleng kepala, tapi sedikit yang bisa dia tangkap kalau sebenarnya Roni itu anak yang termasuk sayang kepada mommynya.
" Sayang kamu kenapa?" tanya mommy Sarah saat melihat putranya dengan raut wajah kesal
" Tidak kenapa-napa kok momm" jawab Roni berusaha untuk bersikap biasa
"Terus isteri kamu mana?"
" Ada di dalam" Roni menunjuk dengan ekor matanya ke arah pintu kamarnya
" Ya udah tolong ajak isteri kamu turun dan kita makan malam bersama oke, mommy dan daddy tunggu ya!" ucap mommy Sarah menepuk bahunya dan langsung pergi
" Tapi momm_!" Roni menatap punggung mommy-nya seraya menghentakkan kakinya
Ceklek
Pintu kamar kembali terbuka dan Miska langsung menoleh ke arah Roni yang menyembul dari balik pintu lalu berdiri di ambang pintu menatap ke arahnya
" Jangan ge'er dulu loe, gue cuma di suruh mommy buat manggil loe untuk makan malam, mommy sama daddy sudah nunggu dibawah!" ucap Roni lalu berbalik badan dan pergi begitu saja
__ADS_1
Miska hanya diam menatap ke arah pintu tanpa berkata apa-apa.
Roni turun lebih dulu dan langsung berjalan ke arah meja makan.
" Loh Miska nya mana ?" tanya mommy saat Roni hendak menempati kursinya
" Bentar lagi juga turun momm, jangan lebay deh mom nanti bisa keras kepala tuh anak!" Sahut Roni dengan nada yang sedikit meninggi
" Loe itu kalau bicara sama mommy yang sopan bisa enggak sih?" suara wanita dari balik punggung Roni membuatnya semakin tersulut emosi.
" Diam loe, jangan sok nasehatin gue deh!" Roni beranjak dari duduknya hendak pergi
" Kamu mau kemana Ron?" tanya mommy Sarah saat Roni sudah berdiri dari duduknya
" Aku udah enggak selera momm" jawab Roni seraya menatap Miska tajam
" Selera makan ku hilang gara-gara nih cewek!" lanjutnya lalu pergi begitu saja
" Roni kamu mau kemana sayang?" teriak mommy Sarah saat Roni melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
" Sudahlah momm, biarkan saja anak itu! dari dulu anak itu belum juga berubah!" ucap Bambang Samudra datar
" Maafkan Miska mom... dadd...!" ucap Miska yang tidak enak hati
" Karena ucapan Miska tadi Roni jadi pergi! lanjutnya
" Kamu tidak perlu minta maaf sayang, Roni memang seperti itu anaknya, suka semaunya!" ucap mommy Sarah
" Tapi mom_!"
" Sudahlah Miska, kamu jangan merasa tidak enak hati seperti itu, anggaplah ini seperti rumahmu sendiri, bagaimana pun sikap Roni terhadap mu jangan diambil hati, karena disini kamu juga sudah menjadi putri kami, dan kamu juga berhak berbuat sesuatu sesuai yang kamu inginkan. buatlah dirimu senyaman mungkin di rumah ini nak, kami percaya kamu adalah anak yang baik dan pasti bisa memberi pengaruh yang baik pula untuk Roni" ucap Bambang Samudra penuh harap
" Daddy jangan terlalu berlebihan memuji ku seperti itu, takutnya aku kelak malah akan mengecewakan mommy dan daddy" ucap Miska sendu seraya menundukkan kepalanya
" Tidak apa sayang, biarkan semua berjalan apa adanya, ikuti saja alurnya sebagai mana mestinya, jangan terlalu memaksakan diri dan menjadikan ini beban buat kamu sayang!" ucap mommy Sarah dengan senyumnya yang ramah
" Kami tahu ini berat buat kamu tapi jalani saja dulu dengan pelan-pelan, jika memang merasa sudah tidak nyaman lagi katakan saja sejujurnya dan jangan pernah merasa bersalah akan hal itu!" pesan Bambang Samudra.
" Iya daddy... mommy..!" sahut Miska
" Kamu sudah kami anggap seperti putri kami sendiri jadi jangan sungkan, jika ada sesuatu katakan saja!" ucap mommy Sarah
" Iya mom, terima kasih!"
" Ya sudah sekarang kita mulai saja makan malamnya nanti ke buru dingin!" mommy Sarah berdiri lalu mengambilkan suaminya nasi dan juga lauk pauknya.
Acara makan malam kali ini berjalan hikmat, Miska pun sedang berusaha untuk menyesuaikan diri berada di keluarga Samudra.
Mendapatkan lampu hijau dari sang mertua membuat Miska mulai memikirkan bagaimana cara untuk menghadapi Roni kedepannya.
" Permainan ini baru di mulai, siap-siap aja loe manusia laron" batin Miska
__ADS_1