
Kondisi Mita kini sudah melewati masa kritis, dia pun sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
Rosa menangis disamping Mita tangannya mengelus lembut wajah sang putri. " Sayang, cepatlah sadar. mama sangat merindukan senyuman kamu sayang!" ucap lirih Rosa yang tak tega melihat kondisi Putri kesayangannya.
" Maafkan mama sayang, semua salah mama!" Rosa menangis dan tangannya tidak lepas menggenggam tangan Mita.
" Tante!" panggil Lia saat masuk ke dalam ruangan Mita.
Rosa menoleh dan segera menghapus air matanya. Rosa berdiri dan melemparkan senyum ramah kepada Lia.
Lia melangkah pelan menghampiri Mita yang masih memejamkan mata dengan selang infus menancap di tangan kirinya.
" Bagaimana kondisi Mita tante?" tanya Lia yang sudah mendekat.
" Masih belum sadarkan diri" jawab Rosa sedih.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu sayang?" Rosa membelai lembut pucuk kepala Mita lalu mencium keningnya.
Lia yang melihat mama Mita begitu sedih merasa turut prihatin dengan keadaan Mita yang masih belum sadarkan diri.
Ingin sekali Lia menanyakan perihal tentang pria paruh baya yang tega mendaratkan tamparan yang cukup keras ke pipi sahabatnya itu yang tidak lain adalah papanya sendiri, namun Lia mengurungkan niatnya ia tidak mau dibilang terlalu ikut campur dengan urusan keluarga mereka.
" Tante yang sabar ya, Mita itu gadis yang kuat dia pasti bisa melewati semua ini dengan baik." Lia mencoba menghibur Rosa.
Saat ini Rosa hanya sendiri yang menjaga dan menemani Mita karena Andy papanya Mita tadi pamit ke Rosa masih ada urusan pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
__ADS_1
Rosa tau kalau itu hanyalah alasan Andy saja, sebenarnya sudah lama Rosa mencium gelagat aneh yang mencurigakan pada suaminya namun karena tidak ingin ribut dan berdampak negatif pada putrinya jadi Rosa lebih memilih untuk diam dan memendamnya seorang diri.
" Nak Lia maaf, apa tante boleh tante tanya sesuatu?" ucap Rosa dengan seulas senyum tipis di wajahnya yang sudah sedikit berkeriput.
" Iya tante" sahut Lia mengangguk pelan.
" Tante hanya ingin tahu, bagaimana kecelakaan itu sampai terjadi, apa nak Lia tahu apa yang menyebabnya?" tanya Rosa pelan.
Lia terdiam pikirannya kalut antara ingin menceritakan apa yang telah dilihatnya atau pura-pura tidak tahu, tapi hati kecilnya seakan tidak terima dengan semua perlakuan Andy terhadap sahabatnya Mita.
" Saat pertama kali Tante melihat nak Lia, tante perhatikan nak tatapan mata nak Lia begitu tajam dan seperti memancarkan aura kebencian. apa semua ada kaitannya dengan papanya Mita?" Rosa mencoba untuk menebak dan benar saja hal itu mampu membuat Lia begitu terkejut, bagaimana bisa mama Mita tahu penyebab kecelakaan itu adalah papanya sendiri, jika waktu itu papanya Mita tidak membela perempuan yang tengah bersamanya dan yang lebih parahnya lagi demi wanita tersebut papanya Mita melayangkan tangannya untuk menyakiti putri kandungnya sendiri.
Lia masih diam dengan berbagai isi di pikirannya. Ia mencoba untuk tenang dan menarik napas panjang sebelum akhirnya menceritakan tentang apa yang tengah dilihatnya.
" Tante sebenarnya tadi saya melihat Mita sempat bertemu dengan papanya di depan hotel, entah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya mereka bertengkar dan yang mengejutkan saya melihat papanya Mita melayangkan satu tamparan yang cukup keras ke wajah Mita dan itulah yang menyebabkan Mita pergi dan berlari meninggalkan papanya sampai akhirnya kecelakaan itu pun tidak dapat dihindari." tutur Lia menceritakan apa yang dilihatnya.
" Sebenarnya tante sudah berusaha untuk menjaga dan melindungi Mita agar tidak mengetahui perbuatan bej*t papanya tapi akhirnya Mita mengetahuinya sendiri" ucap Rosa sambil terisak.
" Tante beberapa hari ini saya memang melihat ada yang aneh dengan sikap Mita, dia lebih banyak diam dan melamun. karena merasa khawatir maka tadi sewaktu Mita pamit pulang saya memutuskan untuk mengikuti Mita dan tidak saya duga ternyata Mita bertemu dengan papanya dan mungkin membututinya sampai terjadilah semua ini" Lia mengusap punggung tangan Rosa untuk menenangkannya.
" Tante sudah gagal menjadi ibu yang baik untuk Mita" lirihnya.
" Tante jangan bicara seperti itu jika Mita dengar dia pasti sedih, karena setahu saya Mita sangat menyayangi tante." Lia berusaha menghibur Rosa.
" Terima kasih nak Lia" Rosa memeluk Lia singkat sebelum akhirnya bertanya tentang Zaira.
__ADS_1
" Oia, bagaimana keadaan sahabat kamu yang bernama Za, apa dia baik-baik saja?" tanya Rosa yang teringat tentang Zaira yang sempat pingsan.
" Oh Za, dia sudah sadar dan dokter bilang Za baik-baik saja hanya kelelahan dan juga darahnya sangat rendah, dan untuk hari ini dia terpaksa harus bermalam disini karena kondisinya yang masih lemas" terang Lia memberitahu Rosa.
" Syukurlah kalau dia baik-baik saja" ucap Rosa.
" Li!" panggil seseorang dari ambang pintu membuat Lia dan Rosa menoleh.
" Kalian!" ucap Lia merasa tidak enak dengan sahabat-sahabatnya.
" Masuklah!" titah Rosa dengan ramah.
Mona, Mia dan Indah yang sedari tadi menunggu di luar akhirnya memilih masuk karena sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana keadaan Mita saat ini.
" Bagaimana keadaan Mita tante?" tanya Mia yang sudah tidak tahan menahan air matanya dari tadi dan saat melihat Mita dengan selang infus ditangan dan belum sadarkan diri membuat air matanya pun tumpah.
" Alhamdulillah, Mita sudah melewati masa kritisnya. kita do'akan saja semoga dia cepat sadar" jawab Rosa sementara Lia masih menatap sendu wajah Mita yang nampak begitu pucat dengan mata yang terpejam.
" Mita gue tau loe adalah sahabat gue yang paling kuat dan selalu ceria. loe harus bangun Mit, lihat nyokap loe, dia sedih lihat loe yang seperti ini. loe kan selalu bilang sama gue loe gak mau melihat nyokap loe sedih. sekarang buktiin Mit kalau loe gak akan buat nyokap loe nangis lagi!" ucap Lia lirih.
Mona, Mia dan Indah menangis mendengar kata-kata yang Lia ucapkan begitu juga dengan Rosa.
Mona mendekat ke Mita " Mita loe bangun dong Mit, kalau loe kaya gini terus dan gak mau bangun, besok gue sekolah duduk sama siapa Mit, apa loe tega kalau gue di bully dan digalakin sama mereka?" ucap Mona dengan air mata yang menetes di pipi.
" Li!" panggil Mona lirih ke Lia.
__ADS_1
" Kita berdoa saja gaes, semoga Mita akan segera sadar dan bisa kumpul lagi dengan kita semua" ucap Lia memandang satu persatu sahabatnya yang tengah menangis karena begitu sedih melihat Mita yang terbaring tak berdaya.