Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Pengakuan


__ADS_3

Mama Novi mengumpat kesal menatap punggung laki-laki yang sudah berumur tapi masih tetap mesum menghilang dari balik pintu yang baru saja tertutup.


Alex pergi keruang kerjanya dan menemui Arta yang sudah lebih dulu berada di ruangan tersebut.


Ceklekk


Pintu terbuka dan tuan Alex menyembul dari balik pintu.


" Pah!" Arta berdiri memberi hormat kepada paman sekaligus papa angkatnya.


" Bagaimana, apa sudah ada perkembangan?" tanya tuan Alex seraya berjalan menghampiri Arta dan duduk di bangku kebesarannya.


" Pah sepertinya tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari tuan Yamato, tapi_!" ucapan Arta menggantung


" Tapi apa?" tanya tuan Alex


" Nona Mitsuki seperti yang sudah kita duga dia tidak mudah menerima semua itu begitu saja, saya takut wanita itu berbuat nekat dan bisa membahayakan keselamatan Meliani" tutur Arta menjelaskan


" Kau perintahkan semua anak buahmu untuk melakukan penjagaan yang ketat, awasi dan jaga menantu dan calon cucuku!" perintah tuan Alex tegas


" Baik pah!" sahut Arta


" Awasi juga pergerakan wanita itu jangan sampai kecolongan" lanjutnya


" Siap pah!" ucap Arta sigap


" Sekarang kamu boleh istrirahat!" tuan Alex berdiri dan hendak kembali ke kamarnya untuk melihat keadaan isterinya yang baru saja mendapatkan hukuman darinya.


" Pah!" panggil Arta saat tuan Alex melewatinya


" Ada apa?" tanya Alex yang menghentikan langkahnya


" Bagaimana keadaan mama? apa mama baik-baik saja?" tanya Arta takut-takut


Tuan Alex langsung berbalik badan dan menatap putra angkatnya itu lekat.


" Apa kamu mengkhawatirkan mamamu?" tanya tuan Alex memincingkan matanya


Arta tak berani menjawab tapi ia menganggukkan kepalanya pelan.


" Mamamu sedang beristirahat dia pasti sangat kelelahan setelah papa memberinya hukuman" sahut tuan Alex santai


" Papa menghukum mama?" tanya Arta spontan


" Iya, mama mu pantas di hukum" jawab tuan Alex


" Papa hukum mama apa pah, mama tidak bersalah pah ini semua salah Arta yang tidak bisa menghalangi mama " ucap Arta merasa khawatir dengan keadaan mamanya.


" Kau tidak perlu cemas dengan keadaan mama kamu, papa tahu hukuman apa yang pantas papa berikan kepada mama kamu" ucap tuan Alex


" Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat sekarang masalah mama kamu tidak perlu cemas" lanjutnya lagi setelah itu dia pergi meninggalkan Arta yang masih diam saja memikirkan keadaan mamanya.


" Semoga papa tidak menyakiti mama" batin Arta


Tuan Alex kembali ke kamarnya dan saat masuk ke dalam kamar ia melihat isterinya tengah tertidur lelap di balik selimutnya.


Tuan Alex duduk di tepi tempat tidur seraya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


" Semoga aku bisa menjaga dan melindungi kalian semua" ucap tuan Alex menatap punggung isterinya


Tuan Alex yang merasa lelah akhirnya merangkak naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya yang terasa sangat melelahkan. Tuan Alex memeluk tubuh istrinya dari belakang dan sedetik kemudian ia pun ikut terlelap bersama sang isteri.


❄️


Setelah keluarga Alexander pergi meninggalkan kediaman keluarga Dinata, semua sudah pergi ke kamar masing-masing termasuk pasangan suami istri yang saat ini masih perang dingin.


Ceklekk


Azka keluar dari kamar mandi dan tatapan matanya langsung tertuju ke arah wanita cantik yang kini tengah terlelap di samping bayi mungilnya.


" Sayang maafin mas ya!" ucap Azka lirih seraya mengusap rambut Zaira dengan lembut.


Sebenarnya Zaira belum begitu pulas ia mendengar saat Azka membuka pintu kamar mandi dan dia juga mendengar permintaan maaf suaminya.


" Aku tahu kamu sangat kecewa karena aku tahu kamu sangat membenci perokok. aku merokok karena aku tidak tahu harus berbuat apa disaat aku tahu ada laki-laki yang dengan terang-terangan menggoda mu dan sok memberikan perhatian lebih sama kamu. rasanya sakit sekali sayang " ucap Azka sendu dan menatap lekat wajah cantik sang isteri yang tengah memejamkan mata.

__ADS_1


" Aku takut kehilanganmu sayang!" ucap Azka yang tanpa sadar menitikkan air mata. Azka duduk membelakangi Zaira berusaha untuk menahan tangisnya.


Mendengar suara serak Azka dan sesekali terdengar Azka menahan Isak tangisnya Zaira langsung membuka matanya dan ia sangat terkejut saat melihat tubuh Azka yang bergetar menahan tangisnya.


" Mas!" panggil Zaira membuat Azka buru-buru menghapus air matanya dan menoleh ke arah Zaira dan tersenyum tipis.


" Maaf kalau mas mengganggu tidur kamu" ucap Azka


" Mas!" tanpa banyak kata Zaira langsung berhambur ke pelukan Azka.


" Maaf ya mas kalau aku sudah bersikap egois!" ucap Zaira


" Tidak sayang ini memang salah mas" ucap Azka


" Mas sebenarnya apa yang membuat mas sampai melakukan itu?" tanya Zaira penasaran


" Mas hanya merasa takut kehilanganmu sayang!" Azka memeluk erat tubuh Zaira


" Kenapa mas bisa berpikir sejauh itu mas?" tanya Zaira saat Azka sudah mengurai pelukannya


" Maaf tadi mas sudah lancang membuka ponsel kamu, tadi mas mendengar ada pesan yang masuk, mas penasaran karena pesan tersebut dikirim dari nomor tidak dikenal jadi mas memutuskan untuk membukanya dan mas terkejut saat mas tahu pesan tersebut ternyata dari guru baru itu" tutur Azka menjelaskan


" Ya ampun mas kenapa gak bilang!" kesal Zaira


" Maaf saat itu mas benar-benar marah dan rasanya ingin menghajar guru tersebut." sahut Azka yang kembali kesal mengingat pesan-pesan yang dikirim oleh Aldy sang guru baru


" Mas, kemarin mas yang bilang sama aku agar aku selalu percaya sama mas dan tidak boleh mudah terpancing dengan perihal apapun yang bisa mengganggu keharmonisan keluarga kecil kita, tapi kenapa justru mas yang melanggarnya. seakan pas itu tidak percaya dengan ku!" ucap Zaira panjang lebar


" Iya maaf mas khilaf" jawab Azka merasa bersalah.


" Sudahlah mas, semua sudah terlanjur terjadi" sahut Zaira


" Tapi apa kamu maukan memaafkan mas!" tanya Azka


"Iya, tapi ingat jangan di ulangi lagi!" Zaira memberingsut dan melanjutkan tidurnya


" Sayang!" Azka mengguncang tubuh Zaira yang kini sudah kembali memejamkan mata


" Hem!" jawab Zaira dengan malas


" Apa sih mas?" kesal Zaira masih dengan mata yang terpejam


" Mas gak bisa tidur!" sahut Azka berharap Zaira mau membuka matanya


" Mas tidur saja, pejamkan matanya nanti juga lama-lama tidur" saran Zaira


" Sayang!" panggil Azka lagi namun sepertinya Zaira benar-benar sudah berada di alam mimpi karena terdengar dengkuran halus.


Azka merebahkan tubuhnya di samping sang putri kecil yang tidur ditengah-tengah mereka karena malam semakin larut akhirnya Azka pun tertidur pulas.


Pagi harinya Zaira sudah bangun terlebih dahulu, selesai ritual subuhnya Zaira memutuskan pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


" Selamat pagi mah!" sapa Zaira saat sudah berada di dapur dan melihat mama Maria bersama bi Sum sedang sibuk membuat sarapan


" Selamat pagi sayang!" mama Maria menoleh dan membalas sapaan sang menantu


" Sedang membuat apa mah?" tanya Zaira


" Mama sedang membuat ayam kecap dan nasi goreng seafood" jawab mama Maria


" Bagaimana kalau nasi gorengnya Za aja yang buat mah?" tawar Zaira


" Boleh, terima kasih ya sayang!" jawab mama Maria senang


" Sama-sama mas!" Zaira tersenyum manis


" Mah, Za!" sapa wanita hamil yang menghampiri mereka masih dengan muka bantalnya


" Mel kamu belum mandi?" tanya mama Maria seraya geleng-geleng kepala


" Belum" jawab Lia santai lalu mendudukkan dirinya di salah satu kursi meja makan


" Mandi dulu sana, gak baik ibu hamil bermalas-malasan!" ledek Zaira


" Gak sering kok Za, cuma hari ini aja lagi mager banget" sahut Lia

__ADS_1


" Sayang!" panggil Mario yang berjalan menghampiri Lia


" Tuh suami kamu nyariin" ucap mama Maria


" Iya mah" Lia menoleh ke arah Mario yang tengah berjalan kearahnya


" Rio, bawa masuk tuh isterinya sekalian mandiin dulu biar wangi!" ledek Zaira


" Ih apaan sih loe Za, belum mandi juga gue tetap wangi kali!" sahut Lia


" Masa?" Zaira kembali menggoda Lia


" Gak percaya nih cium!" Lia beranjak dari duduknya dan menghampiri Zaira namun belum sampai ke arah Zaira tiba-tiba Lia memekik kesakitan.


" Aa...!" pekik Lia


Mario yang terkejut melihat Lia meringis kesakitan langsung berhambur menghampirinya, begitu juga dengan Zaira dan mama Maria


" Kamu kenapa sayang?" tanya Mario di balik kepanikannya.


" Perutku sakit!" cicit Lia


" Sayang kita ke rumah sakit sekarang ya!" Lia tidak menjawab karena menahan rasa sakit diperutnya


Dengan cepat Mario langsung menggendong Lia dan membawakan ke rumah sakit.


Zaira yang juga ikut panik langsung mematikan kompor dan bergegas pergi ke kamar begitu juga dengan mama Maria namun sebelum pergi mama Maria sudah menyuruh bi Sum untuk meneruskan memasak.


Zaira yang kini sudah berada di dalam kamar langsung membangunkan Azka. " Mas bangun mas!" Zaira mengguncang tubuh Azka


" Mas cepat dong bangun, Lia sedang dibawa ke rumah sakit mas oleh Mario sekarang" ucap Zaira hingga membuat Azka langsung membulatkan matanya


" Apa? Meli dibawa ke rumah sakit?" tanya Azka dan Zaira mengangguk dengan cepat.


Azka langsung beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. sementara Zaira menggendong baby Zia yang tengah menangis.


Azka dan Zaira kini sudah rapih begitu juga dengan mama Maria dan papa Sam


" Mah kalian berangkat duluan saja ke rumah sakitnya, Azka dan Za mau pulang dulu ke rumah" tutur Azka


" Baiklah kalau begitu" ucap mama Maria


Zaira dan Azka kini tengah berada di dalam mobil. baby Zia menangis karena merasa masih mengantuk.


Zaira memberikan ASI-nya dan tidak butuh waktu lama mobil mereka pun sampai dirumahnya.


" Bi Ningsih tolong ya nitip baby Zia, saya mau kerumah sakit dulu melihat keadaan Lia" ucap Zaira


" Non Lia masuk rumah sakit mbak Za?"


" Iya bi, tolong doakan semoga tidak terjadi apa-apa ya bi dengan Lia!" ucap Zaira


" Amin, iya mbak semoga saja non Lia tidak kenapa-kenapa" sahut bi Ningsih.


" Amin, terima kasih ya bi!" sahut Zaira


" Sama-sama mbak" ucap Zaira pelan


❄️


Zaira dan Azka kini sudah berada di rumah sakit, dan pada saat Zaira dan Azka tengah berjalan di koridor rumah sakit tiba-tiba mereka mendengar ada seseorang yang memanggil Zaira.


" Alzaira!" teriak seseorang memanggil nama Zaira membuat langkah mereka pun terhenti


Deg


Zaira menoleh kearah Azka saat tahu siapa yang tengah memanggil namanya.


" Alzaira!" panggilnya lagi membuat seseorang yang berada di samping Zaira mengepalkan tangannya kuat.


" Za ayok!" titah Azka membuat Zaira menelan salivanya kasar mengetahui kalau ada bau-bau cemburu pada suaminya.


" Selamat pagi pak Bagaz!" sapanya membuat Azka sebisa mungkin berusaha menahan amarahnya.


" Maaf kami permisi dulu!" ucap Azka langsung menarik tangan Zaira

__ADS_1


" Silahkan!" ucapnya dengan tangan yang sudah mengepal dengan kuat


__ADS_2