
Setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit Khanza pun sudah di izinkan pulang.
" Duh senangnya yang sudah boleh pulang" goda Aldy
" Iya dong mas bete disini gak betah gak bisa ngapa-ngapain" jawab Khanza
" Ya mana ada yang betah si yang dirumah sakit, semua pasien juga pasti maunya pulang." sahut Aldy seraya membereskan barang-barang Khanza
" Kita pulang kemana mas?" tanya Khanza memperlihatkan suaminya yang tengah beres-beres
Aldy menghentikan kegiatannya sejenak menoleh ke arah Khanza " Memangnya kamu maunya pulang kemana hem?" tanya Aldy yang berjalan menghampirinya lalu duduk di tepi kasur
" Aku maunya kita pulang ke rumah ibu, boleh?" Aldy diam sejenak lalu sedetik kemudian ia pun mengangguk pelan
" Boleh tapi-" Aldy menjeda ucapannya
" Tapi apa mas?"
" Maaf ya sayang tapi dikamar kamu kasurnya terlalu kecil buat mas, jadi gak apa-apakan kalau mas beli kasur yang baru?"
" Oh ya ampun mas, maaf kalau kasur di kamarku terlalu kecil."
" Iya enggak apa-apa mas bagaimana baiknya mas aja, aku sih ikut aja"
" Terima kasih ya sayang" Khanza hanya menjawab dengan senyuman
Setelah sampai di rumah ternyata kasur yang mereka beli sudah sampai dan Izan yang menyuruhnya untuk meletakkan di kamar Khanza kakaknya.
" Kak kasurnya bagus banget" ucap Izan saat Khanza dan Aldy baru saja tiba.
" Benarkah? kakak mau lihat dulu" Khanza bergegas masuk ke dalam kamarnya dan baru saja hendak membuka pintu bu Khodijah memanggilnya
" Khanza!" suara bu Khodijah memanggilnya dari belakang
Khanza menoleh lalu menyalami punggung tangan ibunya " Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikum salam, kamu kok baru pulang?" tanya bu Khodijah yang khawatir dengan keadaan putrinya
" Maaf Bu tadi Khanza mampir dulu ke tempat makan, lapar" sahut Khanza jujur
" Oiya kalian beli kasur?"
" Iya bu, kasihan mas Aldy katanya kasur Za terlalu kecil"
" Iya juga sih, yaudah sebaiknya kamu istirahat saja tadi Izan yang merapihkan kamar kamu"
Khanza menoleh ke arah Izan yang tengah tersenyum.
" Adik kakak memang yang terbaik" Khanza melemparkan sun jauh untuk sang adik membuat Aldy mengerutkan keningnya.
" Yaudah Za masuk kamar dulu ya bu"
" Iya"
Khanza merasa terpukau dengan kasur yang Aldy belikan untuknya selain besar warnanya pun sesuai dengan selera Khanza, warna putih gading dan nampak begitu elegan dan mewah
" Bagaimana, suka?" Aldy yang tiba-tiba berdiri di belakangnya membuat Khanza terjingkrak kaget
__ADS_1
" Iya mas suka, suka banget malah"
" Syukurlah!" Aldy memeluk Khanza dari belakang
" Yaudah kamu istirahat saja ya, mas mau memeriksa pekerjaan mas dulu."
" Iya mas, maaf ya mas gara-gara Za sakit pekerjaan mas jadi terbengkalai" ucap Khanza sendu
" Kamu ini bicara apa sih, sudah jangan mikir yang macam-macam sana istirahat!"
" Iya mas"
Aldy sibuk dengan beberapa pekerjaan yang dikirimkan oleh Shendy lewat email. cukup lama dia berkutat dengan layar laptopnya.
Waktu tanpa terasa sudah menunjukkan pukul 7 malam, Khanza yang melihat Aldy masih sibuk dengan pekerjaannya langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menghampiri Aldy yang sedang duduk bersandar beralaskan karpet.
" Mas!" seru Khanza saat ikut duduk di karpet di hadapan suaminya
Aldy mendongak dan lalu tersenyum melihat isterinya tersenyum.
" Mas masih sibuk ya?" tanya Khanza
" Sedikit lagi sayang, ada apa hem?" Aldy menutup laptopnya dan meletakkannya di sampingnya
" Kita makan yuk!" ajak Khanza
" Kamu sudah lapar?" Aldy mengelus pipi Khanza lembut
Khanza mengangguk " Iya mas aku lapar, lagipula kata dokter aku kan tidak boleh telat makan mas" sahut Khanza
Khanza dan Aldy keluar kamar menuju meja makan dan ternyata di sana sudah ada ibu, bi Ratna dan Izan yang sedang menunggu mereka.
" Maaf ya bu, semuanya kami telat!" ucap Khanza seraya mendudukkan dirinya di kursi yang sudah disiapkan oleh Aldy
" Tidak apa-apa kok sayang, ayo makan "
" Kakak telat karena terlalu nyenyak ya kak tidurnya di kasur baru?" goda Izan
" Nah itu kamu tau Zan, kasurnya empuk banget kakak jadi bablas deh tidurnya" Khanza cengar-cengir.
" Aku mau nyoba dong kak, boleh gak Izan tidur di kamar kakak" ucap Izan polos
" Huss .. mana boleh begitu, kamu ini" ucap bu Khodijah mendelik tajam ke arah putranya itu.
" Tidak apa-apa bu" ucap Aldy yang merasa tidak enak
" Tuh bu kak Aldy saja tidak masalah"
" Izan!" panggil bu Khodijah tegas
" iya bu maaf" Izan menundukkan wajahnya
" Sudah ayo kita makan" ucap bu Khodijah selanjutnya
Semua menikmati makan malam dengan diam hanya sesekali Khanza yang berbicara sekedar mencairkan suasana.
Khanza tahu suaminya pasti merasa tidak enak dengan Izan.
__ADS_1
" Izan!" panggil Aldy
" Apa hari ini ada tugas yang kamu tidak mengerti?" tanya Aldy
" Ada kak" jawab Izan pelan
" Yaudah selesai makan kamu ke kamar kakak ya kita kerjakan sama-sama bagaimana?"
" Iya kak" ucap Izan antusias, Khanza tersenyum simpul melihat semangat sang adik.
Bu Khodijah hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat anak-anak dan menantunya.
Selesai makan Izan langsung segera bergegas ke kamarnya mengambil buku dan alat-alat tulis lainnya.
Saat ini Khanza sedang sibuk membuka buku pelajarannya yang sudah cukup banyak tertinggal pelajaran, Aldy tengah membantu Izan menyelesaikan tugas matematika nya sesekali ia melirik sang isteri yang nampak serius mengerjakan ketinggalannya dibantu oleh Miska yang mengirimkan salinan bukunya
" Belum selesai?" tanya Aldy menoleh ke arah Khanza
" Belum mas masih banyak"
" Kalau banyak, jangan sekaligus sayang kamu kan baru sembuh!"
" Iya mas sedikit lagi"
" Katanya masih banyak" Khanza cengengesan
" Yaudah, jangan dipaksakan kalau capek istirahat"
" Iya mas" jawab Khanza
Sekitar jam setengah sembilan Izan sudah selesai mengerjakan tugasnya.
" Kamu mau ngerasain tidur di kasur empuk?" tanya Aldy membuat Izan tersipu malu
"He..he... boleh kak?" Aldy mengangguk seraya tersenyum
" Udah sana tapi jangan sampai ketiduran ya!' ucap Khanza
" Iya kak!" Izan begitu senang dan langsung beranjak naik ke atas tempat tidur
" Kak benar-benar empuk banget kasurnya, wah bisa langsung pulas Izan kalau tidur di sini!"
" kalau sampai ke tiduran biar kakak seret ya kamu " Seloroh Khanza
" Kakak tega banget" Izan nampak lesu
"Biarin wleee!" Khanza menjulurkan lidahnya
" Mana lagi tugas kamu yang belum selesai?" tanya Aldy yang bergeser duduk mendekati Khanza
" Yang ini mas!" Khanza menunjukkan tugasnya yang belum selesai kepada Aldy
Aldy membantu Khanza mengerjakan tugasnya setelah hampir jam 11 malam khanza sesekali menguap dan hal itu tidak luput dari perhatian Aldy.
Khanza ketiduran dan dengan perlahan Aldy memindahkan Khanza ke atas tempat tidur. setelah itu Aldy mengitari tempat tidur lalu memindahkan Izan ke kamarnya.
Setelah memindahkan Izan, Aldy pun ikut naik ke atas tempat tidur dan ikut terlelap bersama Khanza dengan memeluknya dari belakang.
__ADS_1