Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Khanza terus menatap lekat wajah pria yang tengah duduk di sampingnya yang nampak fokus dengan kemudinya.


" Kenapa melihat ku seperti itu? apa ada yang aneh di wajah tampanku ini hem?" tanya Aldy yang melirik Khanza sekilas


" Apa kau ini benar-benar suamiku?" Aldy terkejut dan menginjak rem secara mendadak.


" Ish, kenapa mengerem mendadak sih?" Khanza memberengut karena hampir saja keningnya membentur dasboard.


" Ap... apa maksud mu bertanya seperti itu tadi?" Aldy menatapnya lekat


" Apa?" Khanza balik bertanya


" Apa kamu meragukan ku kalau aku ini suamimu? apa ada orang lain yang kau temui dan wajahnya mirip dengan ku?" tanya Aldy yang jadi penasaran dengan pertanyaan sang istri


" Aku hanya bingung?"


" Bingung?" Aldy mengerutkan keningnya


" Iya, apa benar pintu Doraemon itu ada dan kamu berhasil meminjam kantong ajaibnya?" pertanyaan Khanza membuat Aldy tergelak


" Jadi sedari tadi kamu memikirkan hal itu?" Khanza mengangguk


" Iya aku berhasil membujuknya dan Doraemon akhirnya mau meminjamkan pintu ajaibnya padaku sehingga membuat ku berhasil menjemput mu sayang"


" Bohong, kamu pasti bohong. mana ada seperti itu?"


" Sungguh demi bertemu dengan mu aku berhasil meminjam pintu Doraemon" ucap Aldy seraya tertawa


" Tapi sayangnya aku tidak percaya!" Khanza memberengut


" Ha ..ha..." tawa Aldy semakin pecah


" Suamiku ternyata pandai berbohong ya!"


" Ah tidak sayang, hanya sedikit saja!"


" Sedikit apa?"


" Sedikit berbohongnya" Aldy kembali tertawa


" Ish, menyebalkan" Khanza membuang pandangannya ke jendela


" Sudah sayang jangan marah lagi, kita pulang sekarang ya aku ingin meminta hadiah ku!" ucap Aldy seraya kembali menyalakan mesin mobilnya sementara Khanza menelan salivanya kasar saat mendengar Aldy meminta hadiah darinya.


Sesampainya di apartemen Khanza sudah masuk ke dalam kamar lebih dulu sementara Aldy pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Aldy menoleh saat pintu kamarnya terbuka Aldy yang sedang duduk di ruang TV memperhatikan Khanza yang berjalan menuju dapur.


" Kamu mau ngapain?" tanya Aldy yang membuat Khanza nampak terkejut


" Astaghfirullah mas ngagetin aja sih!"


"Kamu sedang apa? ini sudah malam sayang sebaiknya kita istirahat aja yuk aku ingin meminta hadiah ku!" bisik Aldy membuat Khanza seketika menegang


Khanzada tau hadiah apa yang di inginkan suaminya dan meskipun sudah pernah melakukannya tetap saja Khanza merasa gugup dan tegang.

__ADS_1


Saat ini keduanya tengah berada di kamar, Khanza dan Aldy duduk bersandar di kepala tempat tidur


" Katakan yang sebenarnya, bagaimana mas bisa secepat itu menjemputku?" ucap Khanza yang tengah menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


" Bukannya mas sudah menjawabnya ya" Aldy menahan tawanya


" Mas aku serius ih, aku bukan anak kecil yang bisa mas bohongi dengan cerita macam itu!" kesal Khanza lalu hendak beranjak dari tempat tidur namun tangannya langsung di tahan oleh Aldy.


" Mau kemana?" Khanza melirik Aldy jutek


" Iya.... iya aku akan menjawabnya tapi sebelum itu kamu juga harus janji akan memberikan hadiah ku malam ini!' ucap Aldy seraya menaik turunkan alisnya


" Hadiah apa?" tanya Khanza pura-pura lupa


" Jangan pura-pura lupa" Khanza tertawa


" Iya, mas mau hadiah apa?'


" Mas yakin kamu pasti sudah tahu hadiah ap yang mas inginkan saat ini"


" Apa?"


" Ya itu"


" Itu apa?" Khanza pura-pura tidak mengerti


" Ah... kau sungguh menyiksa ku sayang" ucap Aldy lesu namun semakin membuat Khanza tertawa


" Baiklah, aku akan memberimu hadiah nanti sekarang ceritakan bagaimana kamu bisa pulang, bukannya pekerjaan di sana sangat banyak ya?" tanya khanza


" Gombal"


" Sayang ceritanya besok saja ya , sekarang lebih baik kita_" Aldy tidak melanjutkan kata-katanya tapi langsung meminta jatahnya malam itu juga.


Khanza yang mengerti dan paham dengan keinginan suaminya hanya bisa pasrah dan menikmati setiap kelembutan yang diberikan Aldy dengan penuh cinta mereka pun menghabiskan malam dengan melepaskan kerinduan yang tertahan.


Khanza terperanjat dari tidurnya saat melihat jam yang bertengger di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


Dengan tergesa-gesa Khanza langsung turun dari tempat tidur dan melesat ke dalam kamar mandi.


Sekitar 15 menit Khanza keluar dari kamar mandi dan langsung menggunakan seragam sekolahnya.


Setelah rapih dengan seragam sekolahnya Khanza mendekati tempat tidur dan membangunkan suaminya.


" Mas bangun sudah siang kamu berangkat mengajar tidak hari ini?" tanya Khanza seraya mengguncang bahu Aldy pelan.


Aldy melenguh lalu dengan perlahan membuka kedua matanya.


" Hari ini aku masih belum bisa mengajar sayang, aku harus kembali lagi ke luar kota. aku meninggalkan pekerjaan ku kemarin" jawab Aldy lalu bangun untuk duduk.


" Ya sudah kalau begitu aku berangkat sendiri saja, maaf tidak sempat membuatkan mas sarapan" ucap Khanza


" Tidak apa-apa nanti mas bisa sarapan di jalan, mas akan antar kamu sebentar. mas akan berangkat nanti sekitar jam 10 jadi masih ke buru kok buat mengantarkan isteri mas berangkat ke sekolah" Aldy langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi


Khanza meraih tasnya dan sambil menunggu Aldy mandi ia menyempatkan diri membuat kopi lalu memasukkannya ke dalam botol minum dan tidak lupa Khanza pun membuat roti bakar dengan selai coklat kesukaan Aldy lalu meletakkannya di dalam kotak makan untuk bekalnya nanti.

__ADS_1


Khanza dan Aldy kini sudah berada di dalam mobil di sepanjang jalan menuju sekolah Khanza menyuapi Aldy dengan telaten.


" Sayang sudah, aku sudah kenyang" ucap Aldy yang menggelengkan kepalanya saat Khanza menyuapi roti bakar untuk yang kesekian kalinya


" Tapi ini belum habis mas sayang kalau tidak dihabiskan" keluh Khanza


" Tapi mas sudah kenyang, kamu taruh saja disitu ya nanti kalau lapar mas makan lagi" ucap Aldy yang sedang menyetir


" Tapi rasanya pasti sudah tidak enak"


" Apapun yang kamu buat tetap kok sayang."


Khanza akhirnya menyerah dan menutup kota makan tersebut dan meletakkannya di atas dasboard.


Setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan gedung sekolah SMA Darma Bangsa, sebelum turun dari mobil Khanza mengulurkan tangannya untuk salam takzim kepada sang suami dan tidak lupa Aldy pun mendaratkan kecupan di kening Khanza.


" Sayang, aku pasti akan merindukan mu lagi" keluh Aldy yang merasa tidak bersemangat


" Jangan begitu dong mas, kasihan papa Sam kalau mas kerjanya pulang terus. kangennya di tahan dulu ya!'


" Mana bisa seperti itu, sehari saja rasanya seperti setahun" lirihnya


" Lebay"


" Kok lebay sih, ya ampun sayang aku tuh disana selalu saja kepikiran kamu terus. ingin rasanya ngajak kamu untuk ikut"


" Aku kan sekolah mas'


" Iya mas ngerti. yaudah sana nanti terlambat lagi"


" Iya mas, aku pamit ya!"


" Iya sayang!" Aldy yang tidak tahan akhirnya menarik tangan Khanza yang hendak membuka pintu mobil.


Khanza membelalakkan matanya saat Aldy mendaratkan m****** bibirnya.


" Mas ini di sekolah!" Khanza mendengus kesal


" Maaf"


" Yaudah, mas hati-hati ya dijalan"


" Iya kamu juga sayang!'


Khanza keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam sekolah.


Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya.


Khanza melambaikan tangannya ke arah Aldy dan hal itu membuat seseorang yang sedari memperhatikannya nampak terkejut saat sadar yang berada di dalam mobil tersebut adalah sang guru.


Khanza terus berjalan masuk ke dalam sekolah dan menuju kelasnya sampai pada akhirnya langkahnya terhenti karena seseorang yang memanggilnya dari belakang


" Khanza!"


Merasa namanya di panggil Khanza pun menoleh dan sedetik kemudian ia merasa terkejut saat melihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2