Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Bucin Omes


__ADS_3

Di rumah orang tua Azka, mama Maria sedang menyiapkan hidangan makan malam bersama dengan bi Sum.


"Assalamu'alaikum" Ucap Azka dan Zaira bersamaan yang sudah berada di ruang keluarga.


" Wa'alaikum salam!" sahut mama Maria yang keluar dari arah dapur


" Kenapa baru datang sayang?" tanya mama Maria saat Zaira menyalami tangannya.


" Tadi ketiduran ma" jawab Zaira yang sedikit gugup.


" Biasa ma, kecapean jadi ketiduran deh" tambah Azka menimpali.


" Pantas saat tadi mama pamit pulang kalian dipanggilin gak ada yang nyahut" mama Maria tersenyum melirik Zaira yang tersipu malu dan mama Maria mengerti arti kata kecapean yang dikatakan oleh Azka.


" Ma, Lia mana?" tanya Zaira mengalihkan kegugupannya.


" Ada di kamarnya, dari pulang sekolah itu anak gak turun-turun" jawab mama " Panggil gih, suruh cepat turun buat makan malam!" seru mama Maria


" Yaudah Za ke atas dulu ya ma, panggil Lia" pamit Zaira. Mama Maria tersenyum dan mengangguk.


" Mas, aku ke kamar Lia dulu ya!" pamit Zaira kepada Azka.


" Iya sayang, tapi jangan lama-lama ya" ucap Azka membuat Zaira mengerutkan alisnya. " Kalau lama-lama aku takut gak kuat nahan rindu" goda Azka membuat mama Maria tertawa melihat tingkah putranya yang benar-benar sudah sangat berubah sementara Zaira merona malu dengan kegombalan Azka didepan mama mertuanya.


" Apaan sih mas, gombal!" Zaira menepuk lengan Azka sebelum akhirnya dia berlari menuju kamar Lia.


" Ka..Ka... sejak kapan kamu suka ngegombal?" ledek mama Maria geleng-geleng kepala.


" Sejak manusia mungil dan cantik itu masuk kedalam kehidupan Azka ma!" jawab Azka cengengesan.


" Manusia mungil, gitu-gitu isteri kamu loh Ka!" protes mama Maria.


" Iya ma, gadis SMA yang sudah bikin hati Azka diaduk-aduk" seloroh Azka.


" Gado-gado kali diaduk-aduk" sahut Mama Maria


" Papa mana ma?" tanya Azka yang masih belum melihat keberadaan papa Sam


" Papa disini, ada apa cari papa?" sahut papa Sam yang tiba-tiba muncul di belakang Azka.


" Pa!" sapa Azka.


" Sudah gak galau lagi ni ceritanya, kayanya gak seperti yang mama kamu bilang tadi?" tanya papa Sam yang membuat Azka langsung menoleh ke arah mamanya


" Galau, siapa yang galau pa?" tanya Azka balik


" Gak galau pa cuma cemburu tapi gengsi" timpal mama.


" Siapa yang cemburu, mama sok tahu ni!" sanggah Azka.


" Iya... iya.. gak cemburu cuma mogok bicara doang iyakan?" cibir mama


" Oh jadi ada yang mogok bicara?" papa Sam ikut meledek.


" Gak ya pa, mama aja yang sok tahu" Azka masih tidak terima.


" Cemburu dengan masa lalu pa!" mama Maria kembali mencibir membuat Azka tersedak oleh salivanya sendiri.


" Uhuk... Uhukk...!" Azka langsung meraih minuman yang ada di hadapannya dan meneguknya sampai habis. sementara papa dan mamanya tertawa puas menggoda putranya yang dulu selalu bersikap dingin dan cuek.


*


*


*


Zaira kini berada di depan pintu kamar Lia.

__ADS_1


Tokkkk... tokkkk...


" Masuk, gak di kunci!" teriak Lia yang tengah bertelungkup di atas kasur sambil menonton Drakor kesukaannya lewat layar laptopnya.


" Emmmm... anak gadis sudah malam begini pasti belum mandi nih, bau" seloroh Zaira saat sudah masuk ke dalam kamar Lia.


" Enak aja!" Lia melempar bantal ke arah Zaira yang langsung ditangkapnya.


" Kapan loe datang?" tanya Lia yang sudah bergeser duduk


" Baru aja!" Zaira duduk di tepi tempat tidur.


" Kak Azka mana?" tanya Lia lagi.


" Ada di bawah sama mama" sahut Zaira


" Li!" panggil Zaira.


Lia menoleh dan mematikan laptopnya lalu menutupnya.


" Apa?" tanya Lia menoleh sekilas sambil merapihkan laptopnya.


" Tadi kemana?" tanya Zaira membuat Lia menarik alisnya ke atas.


" Gue?" Lia menunjuk dirinya.


" Iyalah, emang siapa lagi"


" Ya gue sekolahlah emangnya kemana lagi!" Lia turun dari tempat tidur meletakkan laptopnya di atas nakas.


" Tapi kata Mona, Mia dan Ind_," Lia memotong ucapan Zaira " Mereka yang bolos, pas gue masuk mereka semua gak pada ada di kelas, gue telpon katanya malah ada di rumah sakit" tutur Lia kesal yang masuk sekolah tanpa adanya teman-temannya.


" Za!" panggil Lia menatap lekat manik mata Zaira.


" Apa sih loe liatin gue kaya gitu?" Zaira mengerutkan alisnya.


" Darimana loe dapat foto itu?" tanya Zaira yang sedikit terkejut.


" Za, meskipun loe sahabat baik gue tapi kalau loe sampai mengkhianati kak Azka, gue gak bakal maafin loe Za" ucap Lia sinis.


" Dan gue harap kak Azka jangan sampai tahu tentang foto ini dan loe juga jangan dekat-dekat lagi sama pria manapun. kalau kak Azka tahu dia pasti akan marah besar Za dan gue gak akan bisa nolongin loe kalau kak Azka sampai murka" lanjutnya lagi.


" Loe ngomong apa sih Li, loe gak usah khawatir kakak loe sudah tau kok soal foto itu sih. orang gue meluk tuh dokter juga didepan dia" terang Zaira membuat Lia tercengang tidak percaya.


" Serius loe?" tanya Lia antusias. " Dokter? jadi pria difoto yang lagi loe peluk itu seorang dokter?" tanyanya lagi.


" Seri_"


" Sayang kok lama sih, buruan turun ajak Lia, mama sama papa sudah nungguin!" teriak Azka dari luar kamar memotong kata-kata Zaira.


" Iya mas, ini juga mau turun!" jawab Zaira yang ikut berteriak


" Ayok!" ajak Zaira Kepada Lia.


" Loe punya hutang cerita ya sama gue?" ancam Lia.


Zaira hanya tersenyum dan menggandeng lengan Lia.


" Sudah ayok!" ajak Zaira lagi tanpa menggubris ucapan Lia


Ceklekk


" Ehhh!" Zaira dan Lia terkejut tatkala melihat Azka yang masih setia menunggu di depan pintu kamar Lia.


" Lama banget sih, ayok!" Azka menarik tangan Zaira begitu saja sementara Lia mencibikkan bibirnya merasa kesal dengan tingkah kakaknya yang menurutnya sangat lebay.


" Cihh, dasar bucin!" gerutu Lia pelan namun masih bisa terdengar oleh Azka dan Zaira yang sudah jalan lebih dulu.

__ADS_1


Azka menoleh ke Lia yang berjalan di belakangnya. " Kenapa, iri bilang bos?"


" Cih, gak ya!" Lia berjalan menerobos Zaira dan Azka melewatinya begitu saja.


" Mas ihhh!" Zaira memukul lengan Azka lalu berjalan menyusul Lia.


Azka mengusap lengannya dan tersenyum lalu menyusul Zaira.


*


*


*


Mereka kini sudah berada di meja makan, papa sedang berbicara tentang perusahaannya dengan Azka, sementara mama dan Zaira asik meledek dan menggoda Lia yang ketahuan sedang jatuh cinta.


Kebersamaan keluarga DINATA malam ini sangat bahagia, hanya saja belum adanya tangisan anak kecil membuat terasa ada yang masih kurang lengkap,tapi hal itu bukan masalah bagi mama dan papa Sam karena mereka juga sadar yang telah menikahkan putranya dengan gadis yang masih berstatus pelajar.


" Sayang, malam ini kamu menginap di sinikan?" tanya mama Maria saat mereka sudah berada di ruang TV.


" Emmmm... kayanya gak bisa deh ma, seragam dan buku-buku Za kan ada di rumah" tolak Zaira dengan sopan.


" Iya ma, Azka juga besok ada jam mengajar" lanjut Azka menimpali.


" Guruku suamiku!" celetuk Lia hingga membuat semua menoleh ke arahnya.


Lia memutar bola matanya jengah, " Ya besok itu kan kak Azka ada jam ngajar dikelas aku dan juga Za, yaaaa.... Guruku Suamiku, iya kan Za?" Lia menaik turunkan alisnya.


" Guruku suamiku? Ha...ha.." Azka malah tertawa mengulang kata-kata Lia.


" Kamu kenapa Ka?" tanya papa Sam curiga dengan sikap aneh putranya yang benar-benar berbeda dari biasanya.


" Gak ada apa-apa" Azka mengulum senyumnya menahan tawa.


" Gak mungkin gak ada apa-apa, kamu pasti mikir yang aneh-aneh, iyakan?" tebak papa Sam membuat tawa Azka pecah seketika.


" Papa tau aja ya, Haha..." Azka kembali menahan tawanya " Azka cuma mau bilang kalau Azka itu bukan cuma guru olahraga Za di sekolah saja pa, ma tapi Azka juga guru yang pandai mengajari Zaira olahraga di kamar, iyakan isteri kecilku?" Azka menaik turunkan alisnya menatap ke arah Zaira.


" Apaan sih mas" Zaira mencubit pinggang Azka sampai orangnya meringis kesakitan.


" Sakit yang" Azka mengusap pinggangnya yang panas kena cubitan Zaira.


" Malu tau sama mama papa juga Lia!" kesal Zaira memberengut.


" Tau nih dasar bucin omes" cibir Lia dan melemparkan bantal ke wajah kakaknya.


Azka langsung menangkap bantalnya dan kembali tertawa.


" Apa tuh bucin omes?" tanya mama Maria yang tidak mengerti dengan ucapan Lia.


" Itu bahasa gaul ma" sahut papa Sam.


" Emang papa tahu?" ucap mama Maria meremehkan.


" Gini-gini juga ma, papa gaul gak kudet" ucap papa Sam


" Widih papa gaul ternyata" Lia mengacungkan jempol ke arah papanya.


" Apalagi itu kudet?" mama Maria hanya geleng-geleng kepala.


" Ya ampun ma, kudet banget sih gak tau" cibir papa membuat mama mendengus kesal karena diremehkan.


" Kudet itu kurang updet ma, kalau bucin itu budak cinta, kaya tuh!" terang Lia menunjuk ke arah Azka dengan ekor matanya.


" Terus kalau omes?" kali ini Azka yang bertanya.


" Kalau Omes itu kak Azka otak mesum" jawab Lia dan seketika semuanya mentertawakan Azka hingga membuat Azka salah tingkah sendiri dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2