Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Tekkk


Tekkk


" Loh kok di kunci?" tanya Khanza namun tidak digubris oleh Aldy


Dengan tatapan tajam dan langkah perlahan Aldy mendekati Khanza yang terlihat gugup dan juga salah tingkah.


" Apa tujuan kamu memanggil bu Siska untuk datang ke ruangan ini?"


Deg


Khanza tercekat dan menelan salivanya dengan kasar.


" Emm... aku... aku!" ucap Khanza gugup dan meremas jemari tangannya sendiri


" Aku apa hem?" tanya Aldy menyelidik


" Tidak apa-apa" Khanza melangkah mundur karena Aldy semakin mengikis jarak keduanya


" Apa kamu sengaja melakukannya?" Khanza akhirnya mengangguk


" Kenapa?"


" Pikir saja sendiri?" Khanza malah balik bertanya dengan nada ketus


" Loh kok bukan dijawab malah aku yang di suruh mikir sih?" gemas Aldy


" Ya pikir aja sendiri, apa terlalu senang karena ada gadis cantik yang duduk di pangkuan jadi lupa begitu?" kesal Khanza


" Apa kamu melihatnya?" tanya Aldy memincingkan matanya


" Tidak" jawab Khanza cepat


" Bohong" Aldy mengulum senyumnya


" Untuk apa aku berbohong?" Khanza mengalihkan pandangannya


" Ya untuk apa lagi kalau bukan menutupi rasa cemburu!" bisik Aldy


" Cemburu? siapa yang cemburu, ge'er"


" Biarkan aku ge'er untuk saat ini yang terpenting aku bahagia karena merasa di cemburui oleh isteri kecilku ini" Aldy tidak mau membuang waktu lagi langsung menarik khanza kedalam pelukannya


" Pak kok main peluk gini sih?" Khanza ingin mengurai pelukan sang suami namun Aldy semakin mengeratkan pelukannya seraya berbisik


" Biarkan seperti ini sebentar, aku pasti akan merindukan momen seperti ini sayang" Khanza akhirnya pasrah dan membiarkan Aldy memeluknya


" Apa kamu akan merindukan aku hem?" bisik Aldy


" Tidak" jawab Khanza asal


" Tidak? oh tega sekali!" Aldy merajuk

__ADS_1


" Belum pergi sudah bilang rindu" sahut Khanza


" Aku tidak akan merindukan kamu, karena itu cepatlah pulang, jangan lama-lama disana dan juga jangan macam-macam!" ucap Khanza yang langsung membuat Aldy tergelak


" Iya isteriku memang tidak akan rindu padaku tapi belum berangkat sudah disuruh cepat pulang" ucapnya seraya tertawa gemas dengan Khanza


" Sudah mas, apalagi yang harus dikemas?" tanya Khanza teringat akan ucapan suaminya saat bicara dengan bu Siska


" Tidak ada sayang semua sudah beres, sekarang hanya tinggal mengemas yang satu ini!" ucap Aldy yang langsung melancarkan aksinya bergerilya tidak jelas membuat Khanza memikik dan membulatkan matanya


" Mas apa-apaan sih, ini di sekolah jangan yang aneh-aneh deh!" kesal Khanza yang langsung menepuk lengan Aldy


" Aww... sakit sayang!" ucap Aldy pasang wajah cemberut


" Makanya punya tangan itu di kondisikan, ini masih area sekolah tidak baik melakukan hal yang aneh-aneh. lupa ada cctv Hem!" ucap Khanza mengingatkan


" Oh astaga aku hampir saja lupa kalau begitu kita kesana saja bagaimana. tidak ada cctv kok!"


Khanza mendelik tajam dengan tingkat omes suaminya.


" Yaudah iya, kalau begitu ambil tas kamu sekarang!" Khanza menaikkan satu alisnya bingung


" Antarkan aku ke bandara, hari ini juga jam kosong bolos sedikit tidak masalah bukan" Khanza geleng-geleng kepala mendengar penuturan Aldy


" Yang aku tahu ya selama ini guru melarang muridnya itu bolos sekolah lah ini malah menyuruh muridnya untuk bolos"


Aldy terkekeh dan langsung menarik tangan Khanza


" Itu berlaku untuk murid yang lain tapi untuk kamu kepengecualian."


" Karena kamu adalah seorang isteri yang harus memberi suami mu vitamin sebelum berangkat ke kota x dan menjadi penyemangat aku sewaktu di sana"


" Maksudnya?"


" Jangan banyak bertanya lagi waktu ku sudah mepet nih!"


Khanza melirik jam dinding yang ada di ruangan tersebut


" Ya ampun mas kamu sudah telat loh mas hampir jam 10 sekarang!" ucap Khanza panik sendiri


" Tenang saja, aku memundurkan jadwal keberangkatannya, karena aku masih kangen sama kamu dan tidak bisa pergi begitu saja tanpa melihat mu terlebih dahulu" ucap Aldy yang dengan cepat mengajak Khanza pergi


" Tas aku bagaimana mas?" tanya khanza


" Minta teman kamu mengantarkannya ke mobil sekarang"


Khanza dengan terpaksa menelpon Miska dan memintanya untuk membawakan tasnya ke mobil


Khanza dan Aldy kini sedang berada di dalam mobil. Miska sudah mengantarkan tas milik Khanza


Aldy membawa Khanza pulang ke apartemen dan sesampainya di sana Aldy langsung menggendong Khanza ala bridal style.


" Aaaaaaaaa.... mas turunkan aku mas!" teriak Khanza tapi tidak di gubris oleh Aldy

__ADS_1


Untung suasana apartemen cukup sepi jadi tidak ada yang melihat tingkah Aldy yang bisa saja mengundang curiga banyak orang.


Yang tahu hubungan Khanza dan Aldy di apartemen itu hanya satpam penjaga apartemen itu saja, jadi dia tidak merasa heran dengan tingkah keduanya.


" Kemarin-kemarin jutek-jutekkan eh sekarang romantis bener dah' ah.... bikin pingin aja " gumam pak satpam yang melihat ke uwu an mereka.


Ceklekk


Dengan langkah cepat Aldy langsung membawa Khanza masuk ke dalam kamar dan menurunkannya dengan sangat hati-hati.


" Mas mau apa?" tanya Khanza saat Aldy merangkak naik dengan tersenyum miring


" Mau apalagi kalau bukan meminta Vitamin sebelum pergi"


" Mas yang semalam saja masih_" belum selesai dengan ucapannya Aldy sudah lebih dulu beraksi tanpa menunggu jawaban dari Khanza


Ceklekk


Pintu kamar mandi terbuka Aldy tersenyum senang menatap lekat wajah wanitanya yang tengah tidur damai seperti bayi


" Terima kasih sayang!" ucap Aldy seraya mendaratkan satu kecupan di kening Khanza yang hanya menggeliat sebentar lalu tidur lagi.


Aldy dilema sendiri saat hendak beranjak pergi Khanza masih begitu nyenyak tidurnya.


Ingin membangunkan tapi merasa sangat kasihan karena sudah membuat isteri kecilnya itu kelelahan.


Ingin berangkat tapi tidak tega setelah meminta haknya masa pergi begitu saja.


Akhirnya Aldy dengan rasa bersalah memilih membangunkan isterinya.


Dengan lembut Aldy menepuk bahu Khanza yang masih bergelung dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga ke dada


" Sayang bangun... sayang!" Aldy mengguncang tubuh Khanza pelan


" Emmmhhh...!" Khanza yang merasa terusik tidurnya akhirnya terbangun dan cukup terkejut melihat penampilan Aldy yang sudah rapih.


" Loh mas sudah mau berangkat sekarang?" tanya Khanza


" Iya!"


" Kok gak bangunin aku dari tadi sih mas, aku belum mandi ini bagaimana dong!' Khanza hendak beranjak dari tempat tidur


" Kamu mau kemana?" tanya Aldy karena Khanza memberingsut turun dari kasur


" Mandilah, tunggu aku sebentar ya!" belum turun sempurna Aldy langsung memeluk Khanza


" Tidak usah mengantarku ke bandara, sebaiknya kamu istirahat saja ya, kamu pasti capek kan?" Aldy mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah Khanza


" Tapi mas_!"


" Enggak apa-apa, kamu pasti risih berjalannya itu pasti akan membuat kamu merasa tidak nyaman. jadi tidak perlu mengantar."


" Terima kasih ya sayang, aku akan semangat bekerja dan menyelesaikan semuanya dengan cepat. maaf karena sudah membuat kamu kelelahan. "

__ADS_1


Khanza menggeleng" tidak apa-apa mas, maaf ya tidak bisa mengantar"


" Tidak apa-apa sayang!" Aldy kembali memeluk Khanza sampai akhirnya dengan perasaan berat hati Aldy melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Khanza di apartemen sendirian.


__ADS_2