
Zaira mengerjapkan matanya perlahan menetralkan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.
" Haus!" cicitnya. Azka yang mendengar suara Zaira langsung tersentak dan mendekat ke Zaira.
" Sayang kau sudah sadar?" tanya Azka senang
" Mas!" panggil Zaira dengan suara pelan
" Iya kenapa, kau haus?" tanya Azka yang langsung diangguki oleh Zaira.
Azka perlahan membantu Zaira duduk dan memberinya minum.
Azka merasa lega karena kini Zaira sudah sadar. " Sayang, apa yang kau rasakan sekarang? apa ada yang sakit?" tanya Azka sedikit cemas.
Zaira menggeleng pelan lalu tersenyum. " Mas!" panggilnya lagi
" Iya sayang" Azka mengelus rambut Zaira dengan lembut.
" Mas bagaimana dengan keadaan calon bayi kita?" tanya Zaira dengan suara sedikit serak khas bangun tidur.
Azka tersenyum tipis lalu mengelus perut Zaira " Alhamdulillah, semua dalam keadaan baik sayang." jawab Azka dengan suara selembut mungkin.
" Syukurlah!" Zaira merasa lega.
Lia dan ketiga sahabatnya masuk ke dalam ruangan Zaira setelah tadi mereka pergi ke kantin karena merasa lapar.
Ceklekk
Pandangan mereka langsung tertuju pada brankar dimana Zaira berada, dan seketika mereka terkejut melihat Zaira yang tengah duduk bersandar dengan senyum yang mengembang ke arah mereka.
" Zairaaaa!" teriak Lia, Mona, Mia dan Indah bersamaan mereka langsung bergegas menghampiri Zaira dengan gembira.
" Za, loe gak apa-apakan?" tanya Lia cemas yang langsung berhambur memeluknya.
Zaira mengusap punggung Lia dan tersenyum. "Gue gak apa-apa, kalian gak perlu khawatir!" sahut Zaira.
" Benar loe gak apa-apa, loe gak lagi bohongin kita kan?" tanya Lia seraya menguraikan pelukannya.
" Iya Za loe beneran kan gak apa-apa?" kali ini Mia yang gantian bertanya.
" Alhamdulillah gue gak Kenapa-napa, kalian bisa lihat sendirikan!" ucap Zaira
" Tapi Za_!" ucap Mia terpotong.
" Iya gue tau kalian pasti sangat khawatir dengan keadaan gue, ya emang sih kemarin gue sempat gak bisa ngendaliin diri saat teringat_!" belum selesai Zaira bicara Azka langsung menyela ucapannya.
" Sayang, sudah jangan diteruskan. jangan di ingat lagi hal yang bisa membuat kamu merasa tertekan sayang!" pinta Azka
" Tidak apa-apa mas, aku beneran sudah tidak apa-apa!" jawab Zaira tenang.
" Iya Za udah gak usah bahas itu lagi. yang terpenting sekarang loe udah gak apa-apa!" ucap Mona
" Terus gimana kondisi calon keponakan gue Za ?" tanya Lia
" Alhamdulillah sehat"
" Syukurlah!" ucap Lia dan teman-temannya bersamaan.
Tring
pesan masuk ke ponsel milik Azka, mendengar ponsel sang suami berbunyi Zaira menyuruh Azka untuk mengangkatnya.
" Mas, udah angkat saja dulu siapa tahu penting!" pinta Zaira karena sedari tadi ponsel Azka sudah berkali-kali berdering tapi selalu Azka abaikan karena dia tidak ingin meninggalkan Zaira sendirian.
" Yaudah mas angkat telpon dulu ya sebentar" ucap Azka yang diangguki oleh Zaira
Azka keluar dari ruangan Zaira dan menerima panggilan telpon yang masuk.
📞" Iya ada apa?" tanya Azka
📞" Perusahaan WR Grup sudah di akuisisi, tuan besar sudah tahu semuanya"
📞" Bagus kalau begitu, sepak terjang orang tua itu memang tidak bisa diragukan lagi"
📞" Benar itu bos"
📞" Lalu bagaimana Irfan, rasanya ingin sekali aku menghajarnya"
📞" itu masalahnya bos!"
📞" Ada apa?"
📞" Dia melarikan diri dan sepertinya ada orang yang sengaja melindunginya bos"
📞" Melindunginya? siapa?"
📞" Masih belum diketahui bos, pak Bram tadi sudah mendatangi kediaman Wiryawan dan dia bilang kalau dia tidak tahu putranya melarikan diri kemana"
📞" Siapa yang sudah berani melakukan hal itu?" geram Azka.
📞" Sen, cepat kau cari tahu kemana anak itu pergi dan siapa orang yang sudah berani menyembunyikannya!"
__ADS_1
📞" Siap bos!"
☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️
Di dalam kamar rawat Zaira
" Lia!" panggil Zaira
Lia menoleh dan tiba-tiba ada rasa bersalah terhadap Zaira.
" Za maafin gue ya!" ucap Lia tiba-tiba membuat Zaira mengerutkan dahi
" Maaf untuk?"
" Gue tadi sempat salah paham!" ucap Lia dengan wajah menunduk
" Meliani adik ipar ku sayang, salah paham apa? jangan bilang kalau loe itu_?"
" Dia sempat cemburu Za sama loe!" sela Mia yang langsung membuat Lia menatapnya tajam.
" Gak usah melototin gitu juga kali Li!" ucap Mia yang mendapat pelototan dari Lia
" Apa? loe beneran Li cemburu gue sama Mario?" tanya Zaira memastikan
" Tau tuh katanya cinta tapi sama kakak iparnya sendiri udah cemburu!" ejek Mona membuat Lia matanya mendelik kesal
" Udah deh kalian jangan godain Lia terus kasihan tuh mukanya udah kayak kepiting rebus!" ucap indah
Lia hanya memutar bolanya malas.
dan semua Sahabatnya tertawa melihat raut wajah Lia yang ditekuk.
" Lia... Lia.... sampai saat ini loe masih ragu sama Mario?" tanya Zaira memincingkan matanya
" Ya maaf, gue juga ga tau kenapa saat itu gue kok bisa-bisanya gampang terprovokasi dengan ucapannya Rangga!" sahut Lia merasa menyesal
" Terus sekarang bagaimana, apa loe sama Mario_?" tanya Zaira
" Dia tadi dicuekin sama Mario, makanya jadi kusut gitu tuh muka!" sahut Mona menyeletuk
dan Zaira manggut-manggut sementara Lia wajahnya semakin ditekuk dan bersandar di bahu Zaira dengan lesu seperti anak kecil yang sedang ngambek karena tidak kebagian permen. Dan ketika mereka tengah asik menggoda Lia pintu terbuka dari luar dan munculah Azka dari balik pintu namun seketika suasana didalam ruangan yang awalnya riuh dengan tawa meledek Lia menjadi senyap apalagi ketika netra mereka menangkap sosok pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan ke arah mereka.
Pria yang berjalan dibalik punggung Azka terlihat biasa saja, ia menampakkan senyum manisnya menyapa semua yang ada di ruangan tersebut.
" Gue gak salah lihat kan gaes?" tanya Mia berbisik
" kenapa Loe?" tanya indah yang ikutan berbisik
" Ya iyalah, emang siapa lagi bege!" toyoran mendarat sempurna di kepala Mia dari Mona.
" Gue juga gak nyangka tuh anak bisa berubah gitu ya!" ucap Indah menimpali
" Woy yang loe omongin itu cowok gue!" ucap Lia dengan wajah garang. membuat Zaira menahan tawanya.
" Hai Za, gimana keadaan loe?" sapa Mario
" Hai Ka, Alhamdulillah keadaan gue baik-baik aja dan semua juga berkat loe. thanks banget ya kak loe udah nolongin gue!" ucap Zaira tulus
" Sama-sama" sahut Mario.
" Hai Za!" sapa seseorang yang berada di samping Mario membuat Mia menyenggol bahu Mona.
" Hai kak Yoga, makasih ya kak udah datang!" ucap Zaira dan Yoga tersenyum ramah sementara Mona mengerucutkan bibirnya.
Cukup lama mereka berada di ruangan Zaira, Mario, yoga dan Azka duduk di sofa membahas tentang Irfan sementara Zaira dan para cewek yang lainnya menemani Zaira sambil terus menggoda Lia dan sesekali juga menggoda Mona.
Hari sudah malam, Mona, Mia dan Indah memutuskan untuk pulang dan Yoga yang mendengar Mona dan kawan-kawannya mau pulang akhirnya turut serta pamit pulang.
kini di ruangan tersebut hanya tinggal Azka, Zaira , Lia dan Mario. " Mas !" panggil Zaira
" Iya sayang" jawab Azka seraya berdiri dari duduknya dan menghampiri Zaira
" Mas tolong bantu aku ke toilet!" ucap Zaira
" Biar gue aja Za yang bantu loe ketoilet!" ucap Lia menawarkan
" Gak usah Mel kakak iparmu kecil-kecil gini badannya berat loh, kamu pasti gak kuat mengimbanginnya . " ucap Azka menolak
" Masa sih?" tanya Lia gak percaya
" Iya aku ini berat Li makanya gak tega kalau diatas " ucap Zaira ambigu membuat Lia mengerutkan keningnya mencerna ucapannya.
Zaira dan Azka kini berada di dalam toilet. sementara Lia tengah celingak-celinguk menjadi salah tingkah sendiri. mau bicara ada rasa canggung dan takut di cuekin. sedangkan Mario sejak tadi tengah mengulum senyumnya melihat tingkah konyol Lia yang tidak seperti biasanya.
" Kenapa kamu duduk di situ terus? apa sudah tidak ingin melihat aku lagi? baiklah kalau begitu aku pergi saja" ucap Mario beranjak dari duduknya.
Mendengar Mario ingin pergi Lia Langsung berdiri dan menoleh ke arah Mario. " Jangan pergi!" ucap Lia saat Mario hendak melangkah ke arah pintu.
Mario menghentikan langkahnya dan dibalik punggungnya dia menahan senyumnya.
" Jangan pergi!" ucap Lia mengulang kata-katanya.
__ADS_1
" Maafkan aku!" ucapnya lirih
Mario diam saja masih belum berbalik badan. Lia merasa salah tingkah sendiri namun sebisa mungkin ia mengendalikan perasaannya yang tengah dilanda kegugupan.
" My Io maaf!" ucap Lia lirih membuat Mario tidak sanggup lagi untuk menahan rasa senangnya yang memuncah karena akhirnya tanpa harus ia jelaskan pun Lia bisa menyadari kesalahannya.
Mario berbalik badan lalu tersenyum " Sini!" Mario melambaikan tangannya meminta Lia menghampirinya.
Lia dengan senyum yang kembali menghiasi wajahnya perlahan melangkah ke arah Mario.
Setelah Lia tepat berada di hadapan Mario tiba-tiba satu sentilan mendarat di hidung Lia membuat Lia cemberut tapi sedetik kemudian tersenyum bahagia.
" My Io!" ucapnya manja
" Apa my Lily!" sahut Mario yang langsung menarik Lily ke dalam pelukannya.
" Maafkan aku!" ucap Lia yang berada di dalam pelukan Mario
" Maaf untuk apa?" tanya Mario dengan nada selembut mungkin
" Maaf karena aku sempat tidak mempercayai kamu!" ucap Lia yang merasa sedikit kecewa terhadap dirinya sendiri.
" Owh soal itu, sebelum kamu minta maaf aku sudah jauh lebih dulu memaafkan kamu sayangku My Lily!" Mario mengurai pelukannya dan mengacak-acak rambut Lia gemas .
" Benarkah?" tanya Lia mematikan dan Mario mengangguk pelan dengan senyum menghiasi wajah tampannya.
" Lalu kenapa tadi kamu mengabaikan aku?" tanya Lia yang teringat dengan sikap cuek Mario.
Mario mengajak Lia untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut. " Tadi itu aku hanya ingin memberikan kamu waktu untuk berpikir dan menyadari letak kesalahan kamu" sahut Mario sambil mengusap punggung tangan Lia dengan lembut.
" Kamu jahat banget sih, bikin aku sedih dan rasanya tuh sakit banget Io di cuekin sama kamu tuh" ucap Lia jujur
" Benarkah?" tanya Mario dan Lia mengangguk dengan wajah yang sedikit memberengut.
" Sakit mana dengan dituduh belum move on?" tanya Mario sedikit menggoda Lia.
" Ya maaf namanya juga cemburu" jawab Lia merasa malu sendiri
" Kenapa harus cemburu?" tanya Mario memincingkan matanya
" Ya karena terlalu cinta puas?" Jawab Lia sedikit ngegas dan tepat pada saat itu pula Zaira dan Azka keluar dari dalam toilet.
" Duh siapa nih yang terlalu cinta?" tanya Zaira sedikit menggoda. jangan ditanya lagi wajah Lia langsung merah merona bak kepiting rebus.
" Mel kenapa tuh muka?" tanya Azka menggoda Lia membuat Lia dengan spontan langsung memegang kedua pipinya.
" Kenapa memangnya kak dengan wajahku?" tanya Lia dengan polos.
" Wajah kamu merah seperti kepiting rebus!" bisik Mario membuat Lia merinding.
" Cie... cie... Udah akur nih!" goda Zaira dan Azka hanya menggeleng melihat tingkah para ABG yang tengah dimabuk cinta.
" sudah sana kalian pulang saja, Mario tolong antarkan Meli pulang ya!" pinta Azka.
" Aku disini saja kak mau menemani kakak ipar" ucap Lia
" Tidak... tidak... tidak... kau sebaiknya pulang saja, kalau kamu ada di sini bagaimana kakak bisa memanjakan isteri kakak Mel" protes Azka buru-buru.
" Maksudnya?" tanya Lia yang entah sejak kapan otaknya menjadi polos.
" Maksudnya kita harus segera pergi dari sini karena kakak dan kakak ipar kamu mau bermesraan!" sahut Mario yang langsung mendapat acungan jempol dari Azka.
" Wah calon adik ipar yang pengertian" timpal Azka membuat Zaira menepuk lengannya.
" Wah kak Azka parah nih Za itu masih sakit kak jangan diapa-apain!" protes Lia sambil geleng-geleng.
" Memangnya kakak mau ngapain? pikiran kamu aja tuh yang harus disapu!" ucap Azka.
" Kak Mario hati-hati kak sama cewek disamping kakak , yang ada nanti kak Mario malah yang di mangsa dia!" goda Zaira yang mendapat cibikan bibir Lia.
" Kalian ini dasar pasutri gak ada akhlak!" ucap Lia membuat Azka dan Zaira tertawa terbahak-bahak.
" Sudah yuk yang Kita pergi saja dari sini, memang mereka doang yang bisa mesra-mesraan kita juga bisa loh yang!" bisik Mario membuat Lia melotot dan Mario menaik turunkan alisnya.
" Yang apaan sih!" Lia memukul lengan Mario membuat Mario gemas sendiri dengan jalan pikiran yang ada di otak gadis tercintanya itu.
☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️
Mario dan Lia kini tengah berada di atas motor membelah jalan ibu kota yang masih terbilang cukup ramai. Lia mengeratkan pegangannya di peri Mario membuat Mario mengulum senyumnya.
Mario mengajak Lia pergi kepasar malam yang kebetulan pada saat mereka lewat ada pasar malam yang cukup ramai.
Lia dan Mario kini sedang duduk di dibangku yang ada di dekat pasar malam tersebut sambil melihat permainan yang ada di tempat tersebut.
Lia menarik tangan Mario mengajaknya untuk ikut permainan yang ada di pasar malam. pertama Lia mengajak Mario untuk melempar gelang ke botol-botol yang tengah tersusun rapih dan dengan sekali lempar Mario sudah bisa memasukkan gelang-gelang tersebut botol-botol yang tersusun dan Mario mendapatkan sebuah gelang tangan couple. Lia nampak gembira karena Mario berhasil dengan game tersebut.
Puas dengan permainan yang satu mereka pindah ke permainan yang lain sampai tangan Lia tidak sanggup memegang beberapa hadiah yang Mario menangkan.
meskipun hadiah-hadiah itu tidaklah seberapa tapi kebersamaan mereka lah yang membuat semua itu jauh lebih berharga.
Mario dan Lia duduk sambil tertawa bahagia, berharap semua akan selamanya seperti itu.' walaupun rambut memutih kebersamaan dan kemesraan mereka tidak akan pernah pudar sedikit pun. sampai ajal yang mampu memisahkan mereka.
__ADS_1