Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
season 2 Khanza


__ADS_3

Sepulang sekolah Khanza dan para sahabat berjalan beriringan di koridor sekolah. mereka bercanda dan tertawa-tawa saling mengejek dan menggoda satu sama lain sampai pada akhirnya keceriaan mereka terusik dengan kedatangan Roni yang dengan tidak tahu malunya.


" Nana kita harus bicara!" Roni menarik tangan Nana secara paksa membuat Nana yang awalnya tidak menyadari kehadiran Roni terkejut bukan main.


" Loe apa-apaan sih Ron, lepasin gak!" Nana menyentak tangannya yang dicekal oleh Roni.


" Kita perlu bicara Na!"


" Cukup Ron, semua sudah jelas dan tidak ada lagi yang perlu kita bicarain. apa loe gak dengar kalau gue bilang hubungan kita itu udah berakhir!" ucap Nana tegas


" Enggak Na, gue enggak mau kita putus!" geram Roni


" Ya itu sih terserah loe, tapi yang pasti kita itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. sorry Ron kalau gue udah mengecewakan dan menghancurkan niat dan rencana loe. gak perlu loe mutusin gue dan ngecampakin cewek bodoh kayak gue Ron. gue sudah cukup tahu diri kok jadi sebelum loe ngecampakin cewek bodoh ini biarkanlah cewek bodoh ini sendiri yang mencampakkan dirinya sendiri dari sisi loe" ucap Nana terang-terangan membuat Roni terkejut dengan apa yang Nana ucapkan


" Apa maksud loe bicara kayak gitu, loe_?"


Nana tersenyum kecut lalu menatap Roni dengan tajam.


" Gue ini cuma cewek bodoh yang gak ada level buat loe, jadi loe enggak usah susah-susah buat mutusin gue." ucap Nana lalu tersenyum miring


" Udah ya gue mau pulang, yuk gaess!" Nana pergi begitu saja meninggalkan Roni yang tercengang dengan kata-kata Nana yang begitu monohok.


" Gue gak terima loe perlakukan gue kayak gini Marlina, lihat saja gue pasti akan membuat loe memohon cinta gue" batin Roni menatap punggung Nana yang kian menjauh.


Sesampainya di parkiran mobil Khanza hendak memisahkan diri namun dengan cepat Miska menarik tangannya.


" Et... mau kemana ?" tanya Miska seraya menarik tangan Khanza


" Biasalah mau kemana lagi" sahut Khanza


" Elo ada hutang cerita sama gue tadi, enak aja mau main kabur aja setelah air gue loe habisin" Miska merangkul leher Khanza dan menariknya ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri.


" Kalian pada mau ke mana?" tanya Hana


" Mau ngemol, ikut enggak?" tanya Miska


" Gue ikut dong!" Hana langsung berlari menghampiri Miska


" Yaudah gue juga ikut" sahut Nana


" Its... gue belum izin ini, bisa ngamuk tuh orang kalau gue main kabur gitu aja!" ucap Khanza dengan wajah cemberut


" Yaudah cepetan izin!" seru Miska


" Iya bentar" Khanza meraih benda pipih yang berada di sakunya.


" Assalamu'alaikum!"


..." Wa'alaikum salam"...


..." Sudah nunggu di parkiran?"...


" Sudah, tapi mau izin jalan sama Miska dan yang lainnya!"


..." Mau kemana?"...


" Ke mol"


..." Sebaiknya langsung pulang saja gak usah pakai jalan segala"...


" Aku enggak sering jalan sama mereka, setiap mereka kumpul aku selalu absen, apa kali ini aku harus absen juga. apa tidak ada kebebasan sedikitpun untuk aku bergerak bersama teman-teman ku. apakah seorang wanita jika sudah menikah harus menjadi burung di dalam sangkar sementara sang suami bebas terbang sesuka hati?"


Jlepp


Aldy menghela napasnya panjang isterinya benar-benar pandai bermain kata.


..." Baiklah kalau begitu, tapi jangan pulang malam" Aldy pun akhirnya mengalah...


" Tidak akan pulang malam paling pagi" seloroh Khanza namun ditanggapi serius oleh Aldy


..." Khanza Az-Zahra!" panik Aldy...


" Iya ada apa?"


..." Kamu_?"...


" Kenapa? boleh aku pulang pagi?" goda Khanza


..." Jangan harap, awas saja kamu berbuat macam-macam"...


" Tidak akan, paling satu macam"


..." Maksudnya?"...


" Tidak ada maksud, yaudah aku tutup telponnya, teman-teman ku sudah menunggu!"


" Assalamu'alaikum!"


..." Sayang tunggu dulu!"...


Belum selesai bicara Khanza sudah menutup sambungan teleponnya


..." Wa'alaikum salam!"...


Jawab Aldy seraya menatap layar ponselnya


" Bagaimana Za, boleh?" tanya Hana


" Aman!" Khanza mengacungkan ibu jarinya


" Sip lah!" ucap Nana

__ADS_1


" Elo kelihatan ceria sekarang Na?" puji Khanza


" Ya gue kan sekarang udah move on dari tuh anak, dan semua itu berkat kalian semua terutama loe Za!" sahut Nana


" Kok gue?" Khanza menunjuk pada dirinya sendiri


" Ya sikap loe yang tegas dan pemberani membuat gue tersadar kalau menghadapi cowok macam Roni memang gak boleh terlihat lembek dan takut."


" Betul itu Na, gue setuju!" sahut Miska yang tengah menyetir


" Ya kita itu sebagai cewek memang seharusnya begitu, bisa memposisikan diri kita dengan tepat. kapan kita boleh terlihat lemah dan kapan kita harus bersikap berani. jangan terlalu monoton!" sahut Khanza


" Wadidau.... nyonya Aldiansyah kalau udah bicara bikin bulu kuduk gue merinding!" Seloroh Hana


" Eh sialan loe, emangnya gue dedemit apa bikin merinding!" ucap Khanza pasang wajah horor dan membuat ketiga sahabatnya tertawa.


" Oiya Za loe masih belum cerita ya sama gue tentang tuh cewek!" ucap Miska tiba-tiba


" Cewek siapa Mis?" tanya Nana


" Enggak tahu tuh Khanza!" sahut Miska menunjuk Khanza dengan dagunya


" Siapa Za?" tanya Hana yang ikut penasaran


Khanza hanya diam menatap lurus ke depan


" Za!" panggil Miska


" Iya gue denger, tapi apa harus ya gue cerita?"


" Ya kalau loe enggak keberatan kita pingin tahu tapi kalau loe enggak mau cerita ya terserah loe sih Za, cuma ya kita-kita jadi penasaran terus" sahut Miska


Khanza menghela napasnya panjang sebelum cerita


" Wanita yang kita lihat di mall bersama pak Aldy tempo hari, ingat gak yang kalian anggap itu adalah isterinya!" tutur Khanza


" Oh wanita yang sedang hamil itu ya?" celetuk Nana


" Iya betul" sahut Khanza


" Memangnya dia itu siapa?" tanya Hana yang ikut penasaran


" Dia itu adik iparnya pak Aldy!" sahut Khanza


" Adik ipar?" beo Miska


" Iya"


" Tapi kok gue kayak mencium bau sesuatu ya Za?" ucap Miska curiga


" Bau apa Mis? gue enggak kentut ya... gue juga enggak nyium bau apa-apa, loe Han nyium gak?" tanya Nana dengan polosnya


" Astaghfirullah!" Miska menepuk jidatnya sendiri sementara Khanza menutup mulutnya menahan tawa sedangkan Hana geleng-geleng kepala.


" Enggak kenapa-napa Nana Marlina!" sahut Miska


" Maksud loe bagaimana Mis?" tanya Hana


" Ya seperti ada sesuatu aja sama tuh cewek, apalagi kemarin gue sempat tuh melihat dia di sekitar sekolah" sahut Miska


" Loe lihat dia kemarin?" Miska mengangguk


" Elo kemarin enggak pulang sama laki loe kan?"


" Kok loe tahu?"


" Ya jelas gue tahu karena gue lihat tuh orang pergi bareng. justru gue nyariin loe tapi gak ada"


" Loe kemarin pulang sama siapa?"


" Naik taksi!" sahut Khanza


" Ya emang benar sih apa yang Loe pikirkan sekarang, karena tadi pagi tuh orang datang lagi dan meminta laki gue untuk menemaninya sebelum dia pulang ke kota X katanya."


" Terus reaksi laki loe gimana?" tanya Hana yang ikut menyimak pembicaraan Miska dan Hana


" Ya gue enggak tinggal diamlah. kalau laki gue sampai mau menerima permintaannya bakal gue kasih pelajaran"


" Siapa?" tanya Hana


" Ya laki gue lah!" sahut Khanza


" Waww ngeriii....!" Hana menggidikkan bahunya


" Apaan sih loe Han!" Khanza mengerucutkan bibirnya


" Ya gue enggak kebayang aja kalau loe ngamuk, bagaimana ya nasib pak Aldy?" Hana menerawang membayangkan Khanza menghajar suaminya.


" Jangan kebanyakan berhayal deh loe!" ucap Khanza


" Ha ...ha ... ngeri.. ngeri... sedap!" sahut Hana


"Sialan loe!"


" Apaan sih?" tanya Nana bingung


" Tau tuh Hana enggak jelas!" sahut Khanza


Tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di parkiran mall


" Sudah sampai Woyyy!" ucap Miska

__ADS_1


" Enggak terasa udah sampai aja!" ucap Hana


Mereka berempat kini sudah berada di dalam mall tersebut dan memilih untuk mencari makan terlebih dahulu.


Mereka makan disalah satu restoran yang ada di dalam mall tersebut.


" Terus rencana loe apa Za?" tanya Miska melanjutkan pembicaraannya


" Ya gue sih santai aja, selama masih wajar gue diamkan aja dulu" sahut Khanza


Mereka bercerita dan berbincang-bincang tentang apa saja, terkadang tertawa terkadang terlihat sedih ya meluapkan semua unek-unek mereka masing-masing.


" Za lihat deh itu!" tunjuk Hana ke salah satu meja yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk


" Itu bukannya_?" Miska menggantung ucapannya


" Iya, itu dia " sahut Khanza


" Apa itu suaminya?" tanya Hana


" Kayaknya bukan deh, masa enggak ada mirip-miripnya sama pak Aldy" sahut Miska


" Elo udah pernah lihat belum Za adik ipar loe?" tanya Nana


" Sudah fotonya doang, tapi itu kayaknya sih bukan" sahut Khanza


" Yakin?" tanya Miska seraya mengambil gambar Mila yang sedang bergelayut mesra dengan seorang laki-laki yang tidak tahu memiliki hubungan apa dengannya


" Loe ngapain Mis?" tanya Khanza bingung sebab diam-diam mengambil gambar Mila


" Buat koleksi, siapa tahu suatu saat bisa berguna!" sahut Miska seraya tertawa


" Pintar loe Mis" puji Hana


" Miska gitu loh!" Miska tergelak sendiri


Khanza dan ketiga sahabatnya masih tetap fokus memperhatikan Mila dengan pasangannya.


" Za coba deh minta foto adik ipar loe sama laki loe biar kita enggak salah orang nantinya!" ucap Miska


" Iya sebentar! " sahut Khanza yang langsung mengambil ponselnya dan membuka akun media sosial suaminya.


Khanza menscroll layar ponselnya dan mencari foto yang di carinya


" Bagaimana!" tanya Miska


" Ini loe lihat, beda kayaknya!" ucap Khanza seraya memberikan ponselnya


"Apa jangan-jangan dia itu selingkuh?" ucap Miska membuat Khanza menoleh ke arahnya


" Maksud loe wanita itu selingkuh dari suaminya?" tanya Khanza memastikan


" Tepat sekali!" Miska menjentikkan jarinya


" Ini bagus, kita buntutin aja bagaimana?, kita cari tahu dan kalau dia macam-macam lagi loe bisa jadikan ini sebagai senjata Za!" ucap Hana


" Maksudnya kita ikutin mereka gitu?"


" Iya Khanza ku sayang, ini demi ketentraman dan kesejahteraan rumah tangga loe,!" sahut Hana


"Harus gitu?"


" Iya Khanza, ayolah nanti keburu jauh tuh orang!" ajak Miska yang sudah beranjak dari duduknya


Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil membuntuti mobil merah yang di dalamnya ada Mila dengan seorang pria yang entah siapa.


" Ehhh.... lihat deh mereka menuju hotel loh!" ucap Miska yang sudah menepikan mobilnya


" Wah parah" ucap Nana


" Udah loe ambil belum Za gambarnya?"


" Udah, tenang aja. tapi kita cuma bisa mengikuti mereka sampai sini aja. enggak mungkin kan kita masuk ke sana?" ucap Khanza


" Tenang aja, bentar gue mau nelpon dulu ya!"


" Hallo!"


(......)


" Iya, coba kamu awasi orang ini ya, nanti aku kirim fotonya dan langsung kabari aku "


(.....)


" Iya!"


Miska mengirimkan foto Mila dan teman prianya kepada seseorang yang bekerja di hotel tersebut


" Loe habis nelpon siapa Mis?"tanya Khanza


" Salah satu pegawai hotel " jawab Miska


" Loe ada kenalan di sana?" tanya Nana


" Bukan kenalan tapi itu hotel punya bokapnya Miska" sahut Hana


" Seriusan loe?" Khanza dan Nana terkejut


" Biasa aja kali!" Miska geleng-geleng.


" Punya bokap gue bukan punya gue jadi gak usah sekaget itu juga kali!" lanjutnya

__ADS_1


" Waww... Sultan ternyata ini anak" ucap Nana


Khanza tidak menyangka kalau ternyata sahabatnya yang satu itu benar-benar anak orang kaya. bisa dibilang tajir melintir.


__ADS_2