Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Nana memilih pulang setelah melihat adegan mesra pasangan suami isteri yang membuat hatinya panas sore ini


Ada rasa tidak rela melihat kebahagiaan sahabatnya yang justru bersama mantan kekasihnya.


Ingin rasanya Nana menghampiri mereka dan mengumpat pada Miska yang telah merebut kebahagiaannya, tapi semua urung dilakukan karena mengingat kembali tentang persahabatan mereka selama ini dan terlebih mengingat semua yang Khanza katakan kepadanya.


Nana tidak kuasa menahan kesedihannya lalu ia berhenti di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari kedai bakso cinta.


Dibawah pohon yang cukup rindang Nana menghentikan langkahnya lalu duduk di atas rerumputan. Dia meluapkan kesedihannya menangis sambil memeluk erat lututnya.


Tempat Nana sekarang berada memang terbilang jarang dilalui orang yang berlalu lalang, karena tempatnya yang sedikit gelap waktu pun sudah hampir petang jadi tak ayal bila tempat tersebut sepi.


Nana tidak menghiraukan keberadaannya saat ini yang ia cari hanyalah tempat untuk meluapkan rasa sesak di dadanya. Roni kini nampak bahagia bersama Miska lalu masalahnya dimana, jika ia terus bersama Roni apa mungkin sikap Roni akan selembut itu terhadapnya ? gejolak hati terus menerus memberontak namun ketika ego itu tiba Nana merasa sangat membenci Miska yang sudah merebut Roni darinya.


Andai saja dulu ia tetap bertahan dan tidak menghiraukan ucapan Miska yang menyuruhnya untuk memutuskan Roni mungkin saat ini ia sudah bahagia bersamanya.


" Elo jahat Miska, loe munafik!" teriak Nana dengan air mata yang menetes


" Loe bahagia diatas luka yang loe torehkan, loe bilang Roni laki-laki bere**Sek dan menyuruh gue buat mutusin dia tapi sekarang loe malah bersama dia dan tertawa bahagia bersamanya. Loe jahat Miska, loe jahat. kita sudah lama bersahabat tapi loe tega sama gue!"


" Hiks... Hikss....!"


" Kalau benar kalian dijodohkan kenapa begitu cepat kalian bisa menerima perjodohan itu dan loe bilang loe membenci Roni tapi nyatanya loe terlihat begitu bahagia"


" Loe tahu gue sangat mencintainya tapi loe merebutnya dari gue, hiks... hiks..!"


" Loe juga udah benar-benar berubah Roni dulu loe bisa pacaran sama beberapa cewek bahkan Loe menduakan gue dan gue rela Roni asal kita tetap bersama tapi sekarang setelah bersama Miska kenapa loe berubah dingin sama mereka semua termasuk sama gue, kenapa Ron?" teriak Nana meluapkan rasa sakit hatinya


" CINTA"


" Semua itu karena CINTA.... seorang penjahat besar pun akan bertekuk lutut jika sudah berhadapan dengan yang namanya cinta"


Deg


Nana menoleh ke arah sumber suara dan nampak lah sosok pria yang cukup dewasa tengah berdiri seraya menyunggingkan senyumnya


" Kamu menangis sendirian di sini meratapi keadaan yang seharusnya tak perlu. cinta itu tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa dicegah pada siapa ia akan berlabuh. jika mantan kekasihmu yang seorang playboy itu kini sudah insyaf dan hanya menginginkan bersama satu wanita saja seharusnya kau itu merasa senang apalagi wanita itu adalah sahabatmu sendiri. Belum tentu kan jika laki-laki itu masih menjalin hubungan dengan mu dia bisa setia pada satu wanita. Kalau dia bisa setia pada sahabat mu itu berarti dia adalah wanita yang spesial jangan membenci atau marah padanya karena takdir itu tidak ada yang tahu akan mengarah ke mana"


Nana beranjak dari duduknya dan menatap tajam ke arah laki-laki yang kini berada di hadapannya.


" Loe siapa berani bicara seperti itu?" ketus Nana


" Loe enggak tahu apa-apa tentang gue jadi jangan sok tahu deh loe!" Nana menatap sengit laki-laki yang ada dihadapannya yang malah menyunggingkan senyum


" Kalau bicara itu yang sopan, jangan pakai loe gue karena usia kita itu terpaut jauh!" ucap pria tersebut dengan santai


" Apa peduli loe, sebaiknya loe pergi deh dari sini!" usir Nana

__ADS_1


" Sekarang sudah hampir gelap, sebaiknya kamu pulang tidak baik seorang gadis sendirian di tempat seperti ini!" Nana memutar bola matanya malas


" Apa mau aku antar pulang?"


" Tidak perlu, makasih!" ketus Miska namun pria tersebut lagi-lagi tersenyum


" Tenang aja aku ini orang baik tidak perlu takut!"


" Kalau kata gue enggak ya enggak, udah sana pergi!" usir Nana.


" Baiklah aku pergi, dan sebaiknya kamu juga cepat pulang kasihan orang tua kamu pasti khawatir" ucap pria tersebut lalu pergi meninggalkan Nana


Setelah pria tersebut pergi Nana pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai petang.


Sementara sepasang suami isteri yang berada di kedai bakso memutuskan untuk pulang. mereka kini sedang berada di dalam mobil Miska menyandarkan tubuhnya pada jok mobil dengan mata terpejam sedangkan Roni fokus menyetir tapi sesekali ia melirik sang isteri yang tengah tertidur


" Sayang, bangun kita sudah sampai rumah!" Roni mengguncang pelan bahu Miska namun tidak ada respon, karena merasa kasihan Roni akhirnya memilih untuk menggendong Miska masuk ke dalam rumah


" Tidur?" tanya mommy yang melihat Roni menggendong sang menantu


" Iya mom, mommy kapan pulang?"


" Baru aja, tapi daddy mu masih disana. udah cepat sana bawa isterimu ke dalam kamar, kasihan!" ucap mommy mengintruksi


" Yaudah, Roni bawa Miska ke kamar dulu ya momm!" pamit Roni


Roni dengan sangat hati-hati merebahkan Miska ke atas tempat tidur, rupanya tempat tidur yang berada di kamar tersebut kini sudah di ganti menjadi kasur dengan ukuran king size


" Mommy memang pengertian" ucap Roni tersenyum senang


Setelah merebahkan Miska di atas kasur Roni masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih, sekitar 20 menit Roni baru selesai, Roni melirik ke arah kasur rupanya mantan gadis itu pun masih asik dengan tidur lelapnya.


" Sayang, bangun!" Roni menepuk-nepuk pipi Miska pelan, Miska yang merasa tidurnya terusik menggeliat dan membuka matanya dengan perlahan.


" Loh ini dimana?" Miska mendudukkan dirinya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan


" Ini di kamar kita sayang" Roni duduk di tepi kasur seraya mengusap pucuk kepala Miska dengan lembut


" Kamar kita? tapi tempat tidurnya?" Miska nampak bingung


" Sudah di ganti sama mommy, oh sungguh pengertian mommy ku sayang!" sahut Roni


" Kalau cuma ada satu tempat tidur lalu kamu akan tidur di mana?"


" Ya tidur di sinilah, kita itu sudah suami isteri apalagi di sini sudah ada Roni junior jadi apa masalahnya kalau kita berbagi tempat tidur hem?" jawab Roni dengan santai


" Tapi aku_"

__ADS_1


" Tenang aja aku tidak akan meminta hak aku kalau kamu tidak mengizinkan, aku tidak akan memaksamu" ucap Roni memotong kata-kata Miska yang tahu ke arah mana


" Janji?"


" Janji sayang, tapi kalau sekedar peluk cium gak apa-apa ya, aku ini kan pria normal sayang masa setelah beristri malah tidak mendapatkan vitamin sih!" pintanya namun siapa yang menyangka niatnya hanya bercanda tapi Miska beranggapan yang lain


" Jadi kamu merasa menyesal sekarang karena setelah menikah kamu jadi tidak bisa bebas berciuman, begitu?" kesal Miska


" Kamu mengeluh karena menikah dengan ku jadi tidak lagi merasakan benda kenyal milik pacar-pacar kamu yang dengan sukarela membiarkan tubuhnya di jamah oleh tangan nakalmu itu, iya?" Miska memberingsut turun dari tempat tidur dengan wajah merah menahan marah


" Mau kemana?" Roni mencekal pergelangan tangan Miska yang hendak pergi dengan kemarahannya


Brugh


Roni menarik Miska hingga terduduk di atas pangkuannya. Miska memberontak namun Roni semakin memperkuat dekapannya


" Diam dulu atau aku cium!" tegas Roni dan membuat Miska langsung terdiam


" Aku tidak ada maksud seperti itu sayang, jika kata-kata aku tadi melukai hati dan harga diri kamu aku minta maaf tapi sumpah aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya bercanda" ucap Roni


Miska bergeming bahkan enggan menoleh ke arah Roni, sakit rasanya saat membayangkan laki-laki yang kini berstatus suaminya sedang mencium rakus bibir kekasihnya bahkan salah satunya adalah sahabatnya sendiri.


Miska tiba-tiba menitikkan air mata, entah kenapa ia menjadi orang yang sangat sensitif


" Ya kok nangis sih yang, aku kan udah minta maaf, yaudah iya enggak aku enggak akan minta cium kalau kamu nya enggak mau, udah jangan menangis lagi ya!" pinta Roni


" Jika aku tidak memberimu lalu kamu akan minta pada mantan-mantan kamu iya, atau jangan-jangan di belakang aku kamu masih punya kekasih lain iya?" todong Roni


" Oh ya ampun sayang, mana berani aku punya pacar di belakang kamu hem, aku tidak akan minta cium sama siapa pun selain isteriku seorang. dan satu hal yang harus kamu tahu aku tidak akan pernah berhubungan dengan wanita manapun selain dengan mu isteriku!"


Miska menatap lekat wajah Roni


" Aku janji tidak akan ada wanita mana pun yang akan berani mendekati ku, kecuali dirimu ratu ku"


" Gombal terus, sudah berapa cewek yang kamu gombalin?" tanya Miska penasaran


" Cewek yang aku gombalin itu banyak banget tapi yang aku ajak serius cuma satu yaitu kamu"


Blusssss


Seketika wajah Miska merona bak kepiting rebus, ada desiran aneh yang menghinggapi hatinya.


" Aku mencintaimu jadi percayalah, hanya kamu yang ada di pikiran ku, jangan pernah berpikir yang macam-macam, apalagi sampai melibatkan masa lalu ku. jadi aku mohon sayang jika sesuatu terjadi jangan menghadapinya sendiri, kita lalui bersama-sama, kamu dan aku adalah satu jadi Jangan bersikap dan bertindak sesuatu tanpa bertanya terlebih dahulu!" tutur Roni


Miska terdiam lalu dengan gerakan cepat mantan gadis itu pun langsung mendaratkan satu kecupan manisnya pada Roni sebelum beranjak dari duduknya dan tentu saja hal itu membuat Roni mematung dan saat tersadar Miska sudah turun dari pangkuannya


" Sayang!" Roni menggeram namun sialnya Miska sudah lebih dulu melesat masuk ke dalam kamar mandi

__ADS_1


" Awas kamu ya, mulai nakal!" Roni terkekeh sendiri seraya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.


__ADS_2