
Pergaulan remaja di zaman modern seperti sekarang ini memang bisa dibilang terlampau bebas, bahkan tidak sedikit siswi yang masih duduk di sekolah SMA bahkan SMP sekalipun ada yang sampai hamil di luar nikah.
Ada yang berani mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuatnya dengan melakukan pernikahan dini ada pula yang pengecut lalu memilih tindakan bodoh dengan melakukan abortus padahal selain menambah dosa bisa juga membahayakan keselamatan nyawa
Kurangnya perhatian dari orang tua yang selalu sibuk dengan mengutamakan pekerjaaan atau bisa jadi akibat broken home kedua orang tua yang memilih bercerai semua itu bisa berakibat anaknya yang menjadi korban dengan kurangnya cinta dan kasih sayang dari orang tua tidak sedikit dari mereka yang mencari perhatian dengan cara berbuat hal-hal yang negatif tanpa memikirkan masa depan mereka sendiri.
Oleh karena itu sebagai generasi penerus bangsa alangkah baiknya mencari pergaulan yang bisa membawa diri ke hal-hal yang positif, jika ada yang menyimpang dari kaidah-kaidah ajaran agama sebaiknya jangan diteruskan dan bijaklah dalam mencari kawan.
Bisa menjaga dan melindungi diri sendiri adalah sesuatu hal yang paling berharga untuk mewujudkan masa depan yang berguna dan bermanfaat tentunya apalagi mengingatkan dan merangkul mereka agar kembali ke jalan yang lebih baik.
" Elo gak usah menangisi cowok macam dia Na, air mata loe terlalu berharga!" ucap Miska tegas
Saat ini mereka berada di rooftop dan duduk lesehan di lantai.
" Tapi gue cinta sama dia " ucap Nana disela Isak tangisnya
" Cinta?" Miska tertawa hambar
" Apa loe gak bisa bedakan mana yang namanya cinta dengan nafsu?"
" Loe cinta sama dia tapi apa loe yakin cowok macam dia bisa cinta sama loe? gue yakin di otak tuh cowok cuma ingin memanfaatkan cinta loe aja dan setelah dia mendapatkan apa yang dia mau dengan mudahnya dia bakalan membuang loe seperti sampah gak ada artinya apa-apa" lanjut Miska dengan suara lirih
" Itu gak mungkin Roni bukan orang macam itu, dia cinta sama gue dan gak mungkin dia mencampakkan gue begitu aja!" ucap Nana tidak terima dengan ucapan Miska
" Bilang aja loe pada irikan karena gue punya pacar sementara loe gak pernah pacaran dan gak ada satu pun cowok yang mau sama elo " Miska tersentak hatinya bergemuruh hebat ucapan Nana begitu menusuk, sakit sungguh sakit.
Miska tersenyum kecut lalu beranjak berdiri begitu juga dengan Khanza dan Hana sungguh mereka tidak percaya Nana bisa berkata seperti itu.
" Na loe sadar gak sih dengan ucapan loe barusan? parah loe Na sumpah ya gue gak nyangka loe bisa-bisanya bicara seperti itu" ucap khanza penuh rasa kecewa terhadap sahabatnya yang satu itu.
" Na loe tuh udah dibutakan yang namanya cinta" Hana ikut bicara
" Kalian itu sama saja, jomblo. jelas kalian iri kan makanya bicara seperti itu?"
" Dan loe juga Za sama aja sok jual mahal padahal jelas-jelas loe tahu Nicko cinta mati sama loe" ucap Nana membuat Khanza tertawa hambar
" Tau apa loe tentang Nicko? yang gue tahu kalau terlalu memaksakan diri untuk memiliki sesuatu yang hanya bisa menghancurkan dirinya sendiri bahkan merugikan orang lain itu bukan cinta namanya tapi nafsu dan ambisi yang berlebih" sahut Khanza dengan senyum menyeringai
" Terserah loe mau mendengar atau tidak, loe pilih sesuka hati loe jalan hidup loe sendiri. gue sudah mengingatkan dan jika terjadi sesuatu yang nantinya bahkan bisa merugikan diri loe sendiri jangan pernah menyesalinya. camkan itu!" Miska lalu pergi begitu saja dengan rasa kecewa yang teramat besar
" Kita semua sahabat loe, tidak ada sedikitpun rasa iri dihati kami. kalau loe bahagia kami juga ikut bahagia dan jika loe sedih dan terluka kami juga akan turut merasakannya. kami mau loe bahagia Na tidak ada niat sedikitpun untuk merusak hubungan loe sama Roni. tapi kalau hubungan loe sama Roni hanya akan mendatangkan keburukan buat diri loe kedepannya tentu saja kami menolak Na. kami sayang Na sama loe tapi semua keputusan ada di tangan loe Na, loe yang menentukan mana yang terbaik untuk diri loe sendiri kedepannya!" ucap Khanza panjang lebar lalu pergi menyusul Miska
__ADS_1
" Loe salah menilai kami Na, cinta sudah membuat Loe gelap mata Na. bahkan loe gak bisa menilai mana yang tulus sayang sama loe dan mana yang hanya memanfaatkan ke tulusan hati loe Na. semoga loe tidak menyesal" Hana menepuk bahu Nana lalu beranjak pergi menyusul kedua sahabatnya.
Nana menangis sesenggukan dan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
" Apa yang harus gue lakukan?" gumam Nana
Disaat Nana tengah berada di titik terendahnya menangisi pria yang dicintainya tiba-tiba indra pendengarannya menangkap suara yang sangat tidak asing ditelinganya.
Deg
Dada Nana bergejolak batinnya teriris sembilu ia berusaha menutup mulutnya meredam Isak tangisnya.
" Sayang kamu kenapa sih kok kayak lagi marah gitu ?" ucap seorang siswi
Posisi Nana yang terhalang tembok apalagi posisinya yang duduk di lantai membuat gadis tersebut tidak terlihat keberadaannya
" Tidak ada apa-apa, aku hanya lagi kesal aja" jawab seorang laki-laki yang sangat Nana kenal
Nana bergeser dan mencoba mengintip namun seketika matanya membulat sempurna saat netranya menangkap sesuatu yang membuat hatinya begitu sakit.
" Kesal kenapa hem? jangan kesal terus dong mending kita nikmati kebersamaan kita saat ini, bagaimana?"
Siswi tersebut mendekati Roni laki-laki yang sama-sama berada di rooftop dan tidak tahu keberadaan Nana yang tengah menatapnya dibalik tembok dengan perasaan terluka.
Nana semakin terisak melihat aksi tak senonoh keduanya. sakit itulah yang dia rasakan padahal statusnya saat ini masih kekasih laki-laki tersebut.
" Sayang, apa kamu masih menjalin hubungan dengan si Nana Nana itu?" tanya siswi tersebut
" Hem!" sahut Roni seraya mengelus pipinya
" Kapan kamu akan mutusin dia?"
Roni tersenyum lalu mengikis jarak mereka dan tanpa gadis itu sangka Roni kembali mengulang kegiatan mereka.
" Jangan hiraukan dia, aku hanya bermain-main saja dengan gadis bodoh itu, diantara mereka berempat hanya dia gadis yang paling bodoh dan juga polos mudah tertipu hanya dengan kata-kata gombalan semata" ucap Roni membuat Nana berhenti menangis dan terngiang dengan kata-kata sahabatnya.
Nana sungguh merasa bersalah kepada ketiga sahabatnya karena sudah menuduh yang tidak-tidak dan tidak mau mendengar ucapan ketiga sahabatnya.
" Maafin gue, Hana, Khanza, Miska... gue benar-benar bodoh!" batin Nana
" Lalu kapan kamu berhenti mempermainkan dia?"
__ADS_1
" Tentu saja sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan, dia gadis yang polos lambat laun dia pasti tidak akan menolak pesona seorang Roni Aryandra !" ucap Roni dengan sombongnya
" Maksudnya?" tanya gadis tersebut dengan bingung
" Aku harus bisa membuatnya luluh dan mau menyerahkan dirinya sendiri kedalam pelukanku setelah aku mendapatkannya aku akan segera membuang dirinya yang sudah tidak berguna lagi" jawab Roni dengan seringai licik diwajahnya.
" Lalu bagaimana dengan ku?"
" Kau tetap menjadi satu-satunya kekasih ku tapi jangan pernah kamu membatasi keinginan ku untuk bersama gadis lain, camkan itu!" ucap Roni tegas
Nana sungguh tercekat dan sulit menelan salivanya sendiri. ucapan Roni begitu menyakitkan dan yang membuat Nana bertambah sakit saat pikirannya kembali terngiang kata-kata ketiga sahabatnya.
" Kalian benar, ternyata Roni hanya memanfaatkan perasaan ku saja. dia tidak benar-benar mencintai ku!" gumam Nana dalam hati
Terdengar bunyi bel Roni dan kekasihnya segera turun. Selang beberapa menit Nana keluar dari tempatnya bersembunyi lalu beranjak pergi kembali ke kelasnya.
Sesampainya di kelas Khanza dan kedua sahabatnya dibuat terkejut dengan sikap Nana yang tiba-tiba langsung memeluk mereka.
" Maafin gue ya gaess!" ucap Nana dengan menyembunyikan kesedihannya
" Nana loe?" tanya Hana tercengang
" Gue kenapa? gue baik-baik aja kok. kalian memang sahabat terbaik yang gue miliki tanpa kalian gue gak tahu akan bagaimana jadinya!"
" Nana loe?"
" Gue enggak apa-apa Za, gue minta maaf karena udah menyakiti perasaan kalian!" Khanza tersenyum lalu memeluk Nana.
" Kita itu sahabat dan selamanya akan menjadi sahabat!" ucap Khanza
" Terima kasih ya Za!" Nana kembali memeluk Khanza
Nana lalu berjalan menghampiri Miska yang hanya diam saja di bangkunya.
" Miska!" panggil Nana lirih
" Hem!" jawab Miska singkat
" Maafin gue ya?" ucap Nana
" Udah gak usah dipikirin, yang penting loe baik-baik aja!" ucap Miska
__ADS_1
Sedetik kemudian Nana memeluk Miska membuat Miska tersentak kaget, apalagi dengan posisi Nana yang menangis sesenggukan