Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi ini Miska tengah bersiap-siap untuk pulang, Suhendra dan mama Rika datang menjemput, mereka pun sudah mengurus administrasi kepulangan putri kesayangannya itu.


" Sayang, apa sudah siap?" tanya papa Suhendra saat baru masuk ke dalam ruangan Miska


" Sudah pah!" jawab Miska


" Emmm..... mah!" panggil Miska pada mamanya yang sedang merapihkan barang-barang Miska


" Iya sayang, ada apa?" tanya mama Rika


" Roni_" tanyanya menggantung


Mama Rika tau kalau putrinya ini pasti sedang mencari keberadaan suaminya yang tidak terlihat di ruangan tersebut.


Mama Rika tersenyum lalu menghampiri Miska yang sedang duduk di tepi tempat tidur


" Roni tadi pagi-pagi sekali pamit pulang sayang, karena dia harus masuk sekolah dan seragamnya ada di bengkel jadi harus pulang dulu"


" Kenapa enggak bilang dulu sama Miska?" tanya dengan wajah cemberut


" Kamu itu sedang tidur, mana tega dia buat bangunin kamu yang lagi tidur nyenyak"


" Terus nanti kita pulang ke mana?" tanya Miska bingung sendiri


" Ya pulang ke rumah dong sayang" sahut papa Suhendra seraya berjalan mendekat lalu mengusap pucuk kepala Miska lembut


" Ke rumah kita?" tanya Miska seraya mendongak menatap sang papa


" Tentu saja, memangnya kamu mau pulang kemana? ke rumah mertua kamu?" Miska menundukkan wajahnya entah mau jawab apa


" Mertua kamu sekarang tinggal di_!" belum selesai dengan ucapannya Miska dengan cepat langsung memotong ucapan papahnya.


" Pah... mah... tolong bilang ke daddy dan mommy Sarah, Miska enggak jadi pisah sama Roni jadi mereka tidak perlu tinggal di panti asuhan mah, pah!" ucap Miska dengan wajah sendu


" Tolong suruh mereka kembali pulang ke rumah pah, mah!" Miska memelas


" Tapi sayang sepertinya itu sulit" sahut papa Suhendra


" Sulit bagaimana pah?" Miska penasaran


" Sulit untuk membujuknya pulang"


" Kenapa pah?"


" Ya karena mertuamu itu baru saja pergi" sahut mama Rika


" Dan mereka titip salam buat kamu karena tidak bisa menemui kamu terlebih dahulu sebelum pergi" lanjutnya


" Mah.. pah... Miska mau bertemu mereka, Miska mau bilang sendiri kalau mereka tidak perlu pergi dari rumah itu" Miska terisak


" Miska tidak akan berpisah dengan Roni, Miska akan tetap menjalani pernikahan ini" lanjutnya


" Sayang, sudah jangan menangis. nanti mereka juga akan datang menjemput kamu pulang kembali bersama mereka" ucap mama Rika menepuk bahu putrinya


" Tapi mah?"


" Mertua kamu itu hanya pergi ke luar kota karena ada urusan mendadak yang mengharuskan mereka pergi pagi ini juga" sahut papa Suhendra karena merasa kasihan terhadap putrinya yang nampak sesenggukan


" Iya sayang, karena itu kamu pulang ke rumah kita dulu, sebab rumah mereka sepi Roni juga tinggal di bengkel jadi rumah itu kosong hanya ada bibi saja"


" Tapi Miska maunya pulang ke rumah itu!" sahut Miska


" Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi ya. sekarang kita pulang dulu ke rumah biar papa bicarakan keinginan kamu pada Roni" ucap papanya


Miska terdiam dan menghapus air matanya


" iya pah!"


" Apa putri mama sudah tidak betah pulang ke rumah?" canda mama Rika


" Bukan tidak betah mah, Miska juga tidak tahu kenapa rasanya ingin saja pulang ke rumah itu!" jawab Miska memeluk pinggang sang mama


" Mungkin itu bawaan bayi kamu yang ingin tinggal bersama ayahnya" sahut sang mama membuat wajah Miska memerah.


" Mamah apaan sih, Roni kan tinggal di bengkel sekarang" sahut Miska dengan bibir mengerucut


"Pah dengar tuh apa kata putrimu, bujuk Roni untuk pulang ke rumahnya pah bilang isterinya kangen" seloroh mama Rika


" Siap mah!" sahut papah Suhendra

__ADS_1


" Mama iihhh..." Miska memberengut membuat papa dan mamanya tergelak.


Miska dan kedua orang tuanya kini sedang berada di dalam mobil, mereka dalam perjalanan pulang menunju ke rumah.


Sekitar 20 menit perjalanan mereka pun akhirnya sampai di rumah. Sementara papanya setelah mengantarkan isteri dan putrinya pulang langsung bergegas pergi ke kantor dan pulangnya baru ia berencana akan mampir ke bengkel tempat Roni bekerja.


Miska merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya yang sudah lama ia tinggalkan.


matanya menatap lurus ke atas langit-langit tempat tidur, dan pikirannya menerawang menatap masa depannya bersama Roni.


Jika mengingat tentang Roni ada rasa kecemasan tersendiri, apalagi status mereka yang hanya diketahui oleh beberapa orang terdekat saja.


Miska sedikit khawatir kelak jika dia sudah mulai masuk ke sekolah, yang ia khawatir kan adalah jika para mantan Roni yang ada di sekolah itu tahu akan kedekatannya dengan Roni, lalu tidak terima dan melabraknya. jika dulu mungkin dia akan bersikap biasa dan tenang tapi mengingat kondisinya yang kini tengah berbadan dua membuatnya sedikit cemas dan takut membahayakan kondisi kandungannya.


Lelah dengan pikirannya sendiri lama-lama Miska pun terpejam dan terlelap.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, papa Suhendra bersiap untuk meninggalkan kantor dan berencana untuk mampir ke bengkel tempat Roni bekerja.


Sekitar 25 menit perjalanan mobil yang papa Suhendra kendarai pun sampai di bengkel tempat dimana Roni bekerja.


Papa Suhendra yang baru saja keluar dari dalam mobil di hampiri oleh Lukman yang kebetulan berada tidak jauh dari mobil papa Suhendra memarkirkan mobilnya.


" Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?" sapa Lukman dengan ramah


" Eh iya, maaf kalau boleh tahu apa Roni nya ada?" tanya papa Suhendra dengan sopan


" Roni?" tanya Lukman memastikan


" Iya, Roni aryandra" sahut papa Suhendra


" Roni ada di dalam sedang membantu saya mengecek pembukuan, maaf kalau boleh tahu bapak ini siapanya Roni ya biar nanti saya panggilkan Roni nya!'


" Saya papanya" jawab Suhendra


" Oh maaf om ternyata om ini papanya Roni, kalau begitu silahkan masuk dulu biar saya panggilkan Roni nya sebentar" Lukman mempersilahkan papa Suhendra masuk ke ruangan khusus untuk para customer menunggu.


" Terima kasih ya nak_" papa Suhendra bingung karena belum mengenal nama pemuda yang ada di hadapannya saat ini


" Lukman om, nama saya Lukman" sahut Lukman memperkenalkan diri


" Iya nak Lukman terima kasih ya!"


Awalnya Roni menolak karena merasa tidak enak dengan para karyawan Lukman yang lainnya, dia baru bekerja beberapa hari tapi sudah mendapatkan kepercayaan besar seperti itu, dia takut yang lain akan iri dan tidak terima. tapi karena keyakinan yang diberikan Lukman serta kepercayaannya yang begitu besar akhirnya mau tidak mau Roni pun tidak lagi bisa menolak apalagi Lukman sudah begitu banyak membantunya.


" Ron!" panggil Lukman


Roni yang tengah sibuk di depan layar laptopnya menoleh ke arah pintu yang terbuka.


" Eh Man, masuk Man sorry gue belum bisa bantu diluar ya, ini masih memeriksa keuangan bulan lalu" tutur Roni


" Udah loe selesaikan nanti aja, sekarang loe temui dulu gih bokap loe, beliau udah nunggu loe di ruang tunggu!" tutur Lukman memberi tahu


" Bokap gue?" tanya Roni karena setahunya bokapnya sedang berada di luar kota


" Iya katanya papah loe"


Roni langsung tau siapa yang Lukman maksud " Oh papa, beliau itu mertua gue" jawab Roni seraya menutup layar laptopnya.


" Mertua loe?" Roni mengangguk


" Calon mertua kali yang loe maksud?" Roni hanya tergelak lalu berjalan ke pintu keluar


" Gue temui papa gue dulu ya" pamit Roni


" Iya, semoga lancar!" serunya dan Roni hanya melambaikan tangan tanpa menoleh.


Ceklek


" Assalamualaikum pah!"


" Wa'alaikum salam!" jawab papa Suhendra


" Pah, udah lama nunggunya?"


" Belum, baru beberapa menit. sibuk Ron?"


Roni tersenyum ramah " Tidak pah, cuma sedang memeriksa pembukuan aja" sahut Roni


" Kok papa bisa tau aku bekerja di bengkel ini?" tanya Roni yang salut dengan mertuanya itu

__ADS_1


" Untuk mengetahui tempat kamu bekerja tidaklah terlalu sulit buat papa Ron" jawabnya jumawa


Roni hanya menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum


" Oiya, ada apa papa mencari ku?" tanya Roni penasaran


" Apa ada kaitannya dengan Miska?" lanjutnya


"Ya bisa dibilang seperti itu" jawab papa Suhendra


" Ada apa dengan Miska pah, dia baik-baik saja kan?" tanya Roni khawatir


" Miska baik-baik saja, dan sekarang ada di rumah papa" Roni merasa lega mendengarnya


" Maaf pah karena Roni belum sempat menemuinya hari ini" ucap Roni


" Tidak apa-apa, papa mengerti tapi_" papa Suhendra menjeda ucapannya


" Tapi apa pah?" tanya Roni penasaran


" Sepertinya Miska sudah tidak betah lagi tinggal di rumah papa" jawab papa Suhendra mendramatisir


" Ma.. maksud papa?"


" Miska tadi bilang ingin pulang ke rumah orang tua kamu, tapi berhubung kedua orang tua kamu sedang berada di luar kota mana mungkin papa membiarkan putri papa yang sedang hamil sendirian di sana tanpa ada suaminya yang menemani" Roni menatap bingung ke arah mertuanya itu.


" Maaf pah Roni tidak mengerti" ucapnya polos


Papa Suhendra menepuk keningnya sendiri, ternyata menantunya ini cukup lamban dalam menangkap ucapannya.


" Miska ingin kalian pulang dan kembali tinggal di rumah orang tuamu" jawab papa Suhendra


Roni tercengang mendengar pernyataan yang di ucapkan oleh mertuanya.


" Jadi Miska ingin kembali tinggal di rumah daddy?" tanya Roni antusias dan papa Suhendra mengangguk


" Iya, karena itu papa datang mencari kamu agar pulang ke rumah orang tua mu, sepertinya calon cucu papa ingin kedua orang tuanya berbaikan dan terus sama-sama"


" Iya pah, sungguh aku senang mendengarnya"


" Sekarang sebaiknya kamu ikut papa pulang saja, Miska pasti sudah menunggu"


" Tapi pah, aku harus membereskan dulu barang-barang ku dan pamit pada Lukman!"


"Iya, dan bawa saja yang diperlukan, sisanya nanti bisa menyusul"


.


" Emm... baiklah kalau begitu"


" Yaudah sana, papa tunggu di mobil saja ya!"


" Iya pah" Roni pun dengan bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil barang-barang seperlunya, seperti baju seragam dan buku-buku pelajaran.


Sebelum pulang Roni menghampiri Lukman terlebih dahulu.


" Man!" panggil Roni


Lukman yang sedang berbicara dengan salah satu pegawainya menoleh.


" Loh elo mau kemana Ron?" tanya Lukman yang nampak heran melihat Roni membawa tas punggungnya


" Gue mau pamit, hari ini gue mau pulang ke rumah" Lukman mengerutkan keningnya


" Kenapa mendadak?"


" Mertua gue bilang bidadari surga gue minta gue pulang ke rumah" jawabnya terkekeh


" Cih, gaya loe bidadari surga" Lukman ikut terkekeh


" Ya doa kan aja, semoga dia adalah jodoh dunia dan akhirat gue" sahut Roni


" Amin" ucap Lukman menanggapi


" Semoga kalian berjodoh dan sampai ke jenjang pernikahan !"


" Itu sudah bro, isteri gue malah sedang hamil sekarang" bisik Roni membuat Lukman tercengang


" Sudah ya gue pamit!" ucap Roni melangkah pergi meninggalkan Lukman yang masih tercengang

__ADS_1


__ADS_2