
Suasana di ruang TV apartemen Aldy dan Khanza sedikit terlihat canggung.
Nana dan Nicko sejak masuk ke dalam apartemen tersebut nampak diam, hanya sesekali bicara itu pun jika Billy yang mengajaknya berbicara
Hana memutar bola matanya malas karena melihat sikap dingin Nana terhadap Miska
" Udah pada lapar belum nih? kalau lapar gue pesenin makan bagaimana?" tanya Khanza yang baru kembali dari dapur pada sahabat-sahabatnya
" Makan dulu deh Za, gue juga udah lapar nih" sahut Hana
" Ah loe si taunya makan doang" cibir Billy
" Enak aja dari tadi juga gue udah ngerjain kali" Hana tidak terima
" Ka, loe kenapa kok dari tadi diam aja?" tanya Khanza
" Enggak apa-apa, cuma sedikit ngantuk" jawab Miska cengengesan
"Alahh... paling juga lagi mikirin Roni yang lagi selingkuh, playboy ya tetap aja playboy" cibir Nicko
" Loh kok loe ngomongnya gitu sih Nicko?" tegur Khanza tidak suka dengan cara Nicko bicara
" Ya emang benar kan, Roni itu playboy bukannya enggak mungkin dia lagi pacaran sekarang, Miska aja yang terlalu percaya sama tuh anak" balas Nicko
" Kalau gue percaya sama dia terus apa urusannya sama loe?" Miska menatap tak bersahabat pada Nicko
" Kok loe ngomongnya nyolot gitu sih Ka? apa yang Nicko bilang bisa aja ada benarnya" Nana ikut berkomentar
" Gue enggak nyolot, biasa aja" Miska memutar bola matanya jengah
" Loe itu dulu paling benci sama dia tapi kenapa sekarang loe jadi segitu ngebelanya mati-matian?" ketus Nana
" Loe tahu Roni itu siapa gue kan? jadi sudah sepatutnya gue membela harga diri dan kehormatannya, sebaik dan seburuk apapun dia tetap dia adalah laki-laki yang patut gue jaga kehormatannya" jawab Miska tegas
" Ah dasar muna loe" Miska hanya menarik napas dalam-dalam menahan kesabarannya.
" Sudah-sudah kalian ini kenapa sih ribut mulu!" ucap Billy menengahi
" Loe kenapa sih Ka, sekarang jadi ngebelain Roni kayak gitu banget, gak terima banget kalau dia dijelek-jelekkin?" Nicko merasa tidak habis pikir Miska yang sekarang benar-benar sudah berubah
Ceklek
Belum sempat Miska menjawab pertanyaan Nicko terdengar suara pintu yang terbuka dari luar
" Assalamualaikum!" ucap Aldy yang baru saja masuk
" Wa'alaikum salam" sahut Khanza dan teman-temannya serempak
Khanza beranjak dari duduknya dan menghampiri Aldy
" Baru pulang mas?" tanya Khanza seraya menyalaminya takzim
__ADS_1
" Iya sayang" jawab Aldy seraya tersenyum ramah pada teman-teman isterinya sekaligus muridnya sendiri.
Aldy lalu berjalan ke arah kamar dan diikuti oleh Khanza yang mengekor di belakangnya.
" Apa kalian sudah makan?" tanya Aldy sambil membuka kancing bajunya setelah keduanya sudah berada di dalam kamar
" Baru aja mau pesan makan mas" sahut Khanza
" Ya udah pesan aja sekarang, kasihan mereka pasti sudah lapar terutama si dedek " kata Aldy sambil mengelus perut Khanza
" Aku tadi sudah minum susu jadi tidak terlalu lapar " ucap Khanza tersenyum
" Yaudah cepat sana mandi, aku pesan makan dulu setelah itu kita makan bareng" Khanza mendorong badan Aldy ke arah kamar mandi
" Iya... Iya... sayang, mas mandi dulu nanti mas akan periksa tugas kalian" ucap Aldy lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi
" Siap pak guru" Khanza terkekeh sendiri sambil menatap suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi
Sementara di ruangan lain dimana para sahabat Khanza sedang mengerjakan tugas kelompoknya, Nana dan Miska masih saling bersikap dingin.
" Ka apa loe masih menganggap gue sahabat?' tanya Nana tiba-tiba membuat Miska dan Hana menoleh ke arahnya begitu juga dengan Billy dan Nicko
" Apa gue pernah bilang kalau kita itu udah enggak sahabatan lagi? gue tahu gue udah banyak melakukan kesalahan sama loe Na, tapi terlepas dari itu semua gue berharap loe itu mengerti posisi gue dan jangan sampai apa yang sudah terjadi diantara kita itu membuat persahabatan kita itu putus begitu aja." jawab Miska
" Gue yakin loe tahu betul bagaimana hubungan gue sama Roni itu kayak gimana, jadi sekarang pertanyaan itu gue kembalikan lagi ke elo, apa loe masih menganggap gue ini sahabat loe atau tidak?" Nana terdiam kata-kata Miska membuatnya tercekat sendiri.
" Gue akan tetap menganggap loe sahabat asal_" Nana menggantungkan kata-katanya
" Asal apa?" tanya Miska mengerutkan keningnya
Deg
Miska membulatkan matanya begitu juga dengan Billy dan Hana, berbeda dengan Nicko yang hanya menanggapi perkataan Nana dengan datar.
" Loe dulu meminta gue putusin Roni disaat gue masih sayang-sayangnya dan sekarang gue juga minta loe tinggalkan Roni biar diantara kita tidak ada yang memilikinya " lanjut Nana
Miska tersenyum kecut menatap ke arah Nana
" Demi persahabatan kita apa loe bisa ngelakuin itu semua?" tanya Nana lagi karena Miska masih bergeming sementara diambang pintu tanpa mereka sadari ada seseorang yang juga tengah menunggu jawaban Miska.
" Posisi kita berbeda Na dan loe tahu itu, seandainya loe jadi gue apa loe bisa melakukannya?" Nana diam
" Menyandang status baru yang tidak pernah diinginkan oleh wanita manapun didunia ini apalagi diusia yang terbilang masih sangat dini, yang jadi pertanyaannya sekarang, apa loe mau menyandang gelar itu seandainya loe berada di posisi gue?" Nicko menautkan alisnya menatap bingung ke arah Nana dan Miska bergantian
" Gue tau Na mungkin hal ini masih sangat berat buat loe terima tapi mau bagaimana lagi takdir yang menuliskan semua ini, gue enggak bisa menolak dan menghindar dari ketetapan garis yang sudah dituliskan"
" Dulu gue sudah berusaha untuk menolak dan menghindar bahkan gue seperti orang bodoh yang berusaha untuk bersikap tenang walaupun hati gue bergemuruh hebat saat gue tau loe dan Roni kembali berpacaran" Nana terdiam
" Gue juga enggak mau berada di antara loe berdua waktu itu, gue sudah berusaha untuk menolaknya namun semakin gue menolak semakin takdir menyatukan kami berdua"
" Nana, gue minta maaf mungkin jawaban gue ini akan menyakitkan buat loe tapi jujur gue enggak bisa memenuhi permintaan loe. seandainya loe meminta gue memilih pun gue akan memilih persahabatan kita tetap utuh namun tidak untuk meninggalkan suami yang merupakan ayah dari anak yang gue kandung saat ini"
__ADS_1
Jegeeerrrrrr
Nana dan Nicko membulatkan matanya sempurna mendengar jawaban Miska yang sangat mengejutkan keduanya
" A...anak" beo Nana
" Su... suami? Anak? maksudnya?" Nicko nampak bingung
" Gue juga enggak akan pernah bisa melepaskan Miska begitu saja, loe tuh harusnya sadar Na semakin loe bersikap seperti itu yang lebih mementingkan ambisi dan obsesi, maka yang akan loe dapatkan bukanlah cinta melainkan hanyalah sebuah kebencian" jawab seseorang yang berjalan menghampiri Miska
" Kamu _?" Miska sangat terkejut dengan kehadiran Roni yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya
" Aku sudah mendengar semuanya" jawab Roni seraya mengusap perut Miska yang masih rata
" I...ini tidak mungkin" Nicko menatap tidak percaya lalu berjalan keluar pergi begitu saja
" Nicko loe mau kemana?" tanya Billy namun tidak digubris oleh Nicko sedikit pun
Khanza baru saja keluar bersama Aldy yang mengekor di belakangnya
" Ada apa?" tanya Khanza yang melihat ketegangan di ruangan tersebut
" Biasa masih masalah percintaan" jawab Hana
" Kenapa sih hal kayak gini aja masih aja diperpanjang, loe masih belum terima Na kalau Roni sudah menikah dengan Miska?" Khanza merasa kesal dengan sahabatnya yang satu itu.
" Terus mau loe sekarang apa, sih?"
" Loe mau Miska sama Roni bercerai gitu, iya?"
" Apa loe enggak mikir, status loe dulu sama Miska itu jelas-jelas beda. kalau loe dulu putus tanpa menyandang status apa-apa tapi kalau Miska, dia bisa menyandang status janda, apa loe tega? terlebih saat ini Miska tengah mengandung anak Roni" tegas Khanza yang sudah merasa lelah dengan sikap Nana.
Nana terdiam sedangkan Khanza sedang ditenangkan oleh Aldy
" Sudah sayang sudah, jangan terbawa emosi ingat kandungan kamu !" Aldy mengusap punggung Khanza
" Gue minta maaf kalau gue sudah sangat menyakiti perasaan loe Na, tapi gue yang sekarang hanya ingin terfokus pada isteri gue yaitu Miska sahabat loe. selama ini gue memang udah banyak nyakitin perasaan cewek, termasuk loe, gue suka mencari kesenangan tanpa memikirkan perasaan kalian, tapi jujur sejak gue menikah dengan Miska banyak hal yang sebenarnya gue sendiri juga enggak ngerti kenapa, yang jelas ada perasaan yang belum pernah gue rasakan sebelumnya, Miska memberikan gue rasa nyaman, tenang dan bahagia setiap kali berada di dekatnya. Miska juga sering banget mengingatkan gue agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab" Roni menghela nafasnya panjang
" Miska memberikan gue rasa yang belum pernah gue dapatkan dari wanita manapun termasuk bersama loe, gue sangat mencintainya dan gue berharap loe mau mengerti dan bisa menerima kenyataan ini Na" lanjut Roni
" Seandainya yang berada di sisi gue sekarang bukan Miska, gue yakin sampai detik ini Roni yang ada di hadapan loe ini masih seorang Roni yang bereNgs*k" Nana menitikkan air matanya, kata-kata Roni sungguh bagaikan belati yang menghujam tepat di jantungnya
" Na, kita berdua minta maaf. tapi sungguh gue enggak bisa. maafin gue Na terserah loe mau bilang gue munafik atau apalah yang pasti satu hal yang perlu loe tau gue enggak bisa melepaskan Roni karena_" Miska menjeda kata-katanya
" Karena gue... gue sudah mulai mencintai ayah dari anak yang gue kandung" ucap Miska membuat semua mata menatap ke arahnya
Jlep
Nana tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya ada air mata yang terus membasahi pipinya, Khanza yang melihatnya pun merasa tidak tega dan langsung memeluknya
Sementara Roni menatap Miska penuh cinta
__ADS_1
" Terima kasih sayang!" ucapnya penuh haru dan Miska hanya membalasnya dengan senyuman
Nana menangis di pelukan Khanza, Hana pun terenyuh melihat pemandangan yang ada di depan matanya lalu ia pun menghampiri Nana dan Khanza ikut berpelukan.