Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi menyapa Khanza langsung bergegas bangun saat mendengar suara azan subuh berkumandang.


Khanza segera masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih lalu menunaikan kewajibannya dua rokaat.


Sebelum pergi ke dapur membuat sarapan Khanza terlebih dahulu membangunkan suaminya.


" Mas bangun sudah siang!" Khanza menggoyangkan bahu Aldy beberapa kali.


" Ih susah banget sih banguninnya" kesal Khanza mengerucutkan bibirnya


" Bodoh ah!" ucap Khanza lalu hendak pergi ke dapur membuat sarapan.


" Mau kemana hem?" Khanza terjingkrak kaget saat tangannya di cekal oleh Aldy yang masih memejamkan matanya.


Khanza memilih duduk di tepi kasur menatap kesal sang suami yang masih pura-pura tidur.


" Mas bangun ih ngesilin banget sih sudah banget di suruh bangun juga!" kesal Khanza yang kembali mendaratkan tepukan tangannya di bahu sang suami.


" Ini udah bangun yang, mau yang mana lagi yang bangun?" Aldy masih memejamkan matanya namun di dalam hati tertawa geli


" Udah bangun tapi masih tidur" gerutu Khanza


" Udah bangun dari tadi sayang, ini mas lagi nidurin lagi!" ucap Aldy seraya tersenyum simpul


" Loh kenapa malah tidur lagi sih mas, nanti kesiangan aja!" ucap Khanza menarik lengan Aldy gemas karena tidak mau juga beranjak bangun.


" Sayang, susah nidurinnya lagi nih kamu sih ngelarangnya tidur, ayo tanggung jawab nidurinnya!" ucap Aldy seraya menahan tawanya.


" Loh ngapain disuruh tidur lagi sih mas, udah cepat sana bangun!"


" Tidurin ya?" Aldy menaik turunkan alisnya


" Tidurin bagaimana maksudnya?" tanya Khanza dengan polosnya namun sedetik kemudian baru ia sadar arah pembicaraan Aldy yang sengaja meledeknya..


" Astaghfirullah, mas ih pikirannya udah traveling kemana-mana, "


Aldy tertawa melihat sikap Khanza yang menurutnya sangat menggemaskan


" Apaan sih tau ah" Khanza kesal lalu memilih untuk keluar kamar dan langsung menuju dapur


" Selamat pagi semuanya!" sapa Khanza saat menghampiri bi Ratna dan bu Khodijah yang sedang sibuk didapur.


" Eh udah bangun kamu Za" sapa bi Ratna


" Iya bi' sahut Khanza seraya mendaratkan bokongnya di kursi meja makan


" Mau dimasakin apa nih buat sarapannya?" tanya bi Ratna menawarkan


" Memangnya bi Ratna mau masak apa?" tanya Khanza


" Kamu maunya apa biar nanti bibi buatin?"


" Kalau Za sih apa ajalah!"


" Bibi mau buat bubur sumsum gula merah mau?" tanya bi Ratna


" Wah enak tuh bi mau.... mau!" ucap Khanza antusias


" Suami kamu suka tidak?" tanya bi Ratna

__ADS_1


" Emmmm.... Za_"


" Apa aja saya suka bi!" sahut Aldy yang sudah berada di belakang Khanza


" Mas, sudah selesai?" tanya Khanza setelah menoleh ke arah suaminya


" Sudah, tapi mas mau ngecek email dulu" jawab Aldy lalu berjalan ke arah ruang TV dan duduk di atas karpet


Khanza menghampiri Aldy dengan membawa secangkir kopi ditangannya.


" Silahkan mas diminum dulu kopinya" ucap Khanza seraya meletakkan secangkir kopi di depan Aldy


" Terima kasih sayang!" Khanza tersenyum


" Bagaimana keadaan kamu hem, apa masih ada keluhan?" tanya Aldy perhatian


" Tidak ada mas, aku baik-baik aja"


" Syukurlah, mulai sekarang jangan sampai telat makan dan kalau ada apa-apa itu harus ngomong biar mas gak panik setengah mati" ucap Aldy jujur


" Iya mas, maaf ya sudah membuat mas khawatir"


" Iya enggak apa-apa, asal tidak di ulang lagi kalau punya ponsel tuh di chas!"


" Iya mas maaf, sekarang udah aku chas kok ponselnya"


" Ponselnya sudah di chas suaminya belum" gumam Aldy seraya menatap layar laptopnya pura-pura fokus


" Apa, mas ngomong apa barusan?" tanya Khanza yang sayup-sayup mendengar gumaman suaminya


" Tidak ada, memangnya mas ngomong apa?" Aldy mengelak


Aldy mendongak lalu menarik tangan Khanza hingga jarak di antara keduanya begitu dekat


" Mas jangan macam-macam ya" Khanza panik sendiri


" Kenapa hem? mas cuma minta di Chas" Aldy menatap lekat wajah Khanza terutama bibirnya yang ranum


" Mas ingat di sini rumah ibu nanti bahaya kalau Izan lihat" Khanza hendak beranjak namun Aldy kembali mencekal pergelangan tangannya


" Sebentar aja, boleh ya!" rengek Aldy manja


" Enggak, jangan macam-macam deh kamu mas malu kalau ada yang lihat" kesal Khanza karena Aldy terus saja merengek


" Za!" suara ibu mengejutkan keduanya membuat Khanza hampir terjungkal kebelakang karena tangannya yang tiba-tiba terlepas dari genggaman tangan Aldy


" Astaghfirullah mas!" kesal Khanza menatap tajam ke arah suaminya yang malah mesem-mesem seolah tanpa dosa.


" Maaf sayang!" Aldy mengambut tangan Khanza sambil mengulas senyum sementara bu Khodijah hanya tersenyum melihat sepasang suami isteri yang terlihat salah tingkah itu.


" Sudah jangan ribut, ayo cepat bangun kita sarapan dulu!" ajak bu Khodijah


" Iya bu!"


Setelah selesai sarapan Khanza, Izan dan Aldy berangkat bersama. sementara bu Khodijah dan bi Ratna sudah berangkat lebih dulu bersama bang Rahmat yang sekarang membawa mobil yang dibelikan Aldy untuk membawa semua barang dagangan bu Khodijah ke kantin sekolah.


Setelah sampai di sekolah Izan dengan cepat Khanza turun dari dalam mobil. " Mas aku duluan ya!" pamit Khanza seraya turun dari dalam mobil dan tidak lupa menyalami punggung tangan suaminya tersebut.


" Iya, hati-hati" ucap Aldy seraya mendaratkan kecupan di kening Khanza. Izan sudah turun lebih dulu dan sudah masuk ke sekolahnya.

__ADS_1


" Khanza!" teriak Miska yang kebetulan baru datang juga dan mereka bertemu di koridor sekolah


" Bagaimana keadaan loe, udah baikkan?" tanya Miska


" Alhamdulillah, sudah!" jawab Khanza. mereka berjalan beriringan menuju ruang kelas mereka


" Woyyy, duaan aja sih!" ucap Hana yang merangkul bahu keduanya dari belakang.


" Astaghfirullah, Hana ngagetin aja sih loe"


" Ha... ha... Bu Khanza kaget ya, sorry deh!" ucap Hana cengengesan


"Dasar nih anak!" Khanza menoyor kepala Hana


" Loe udah sehat Za udah bisa masuk sekolah?"


" Alhamdulillah udah, bete juga di rumah sakit terus. kelamaan sampai ketinggalan pelajaran banyak banget" ucap Khanza


" Ini anak baru sembuh yang dipikirin malah pelajaran" Hana geleng-geleng kepala


" Ya emang elo, jangankan enggak sekolah masuk sekolah aja loe mah pikirannya gak nyangkut sama pelajaran" ucap Miska


" Wah parah loe Mis, kalau ngomong suka tepat" Hana tertawa sendiri dan kedua sahabatnya langsung mengapitnya membuat ketiganya tertawa bersama.


" Wah seru banget nih, pagi-pagi udah seceria itu. boleh ikutan gabung dong?" ucap Bayu dengan percaya dirinya


" Ih males banget sih gue liat tuh orang" ucap Miska yang langsung menarik tangan Khanza dan Hana


Mereka bertiga meninggalkan Bayu begitu saja bergegas pergi menuju ruang kelasnya namun pada saat melewati belakang sekolah tepatnya dekat kamar mandi mereka seperti melihat bayangan Nana yang tengah ditarik paksa oleh Roni.


" Gaes itukan_!" ucap Hana


"Kita samperin" ucap Khanza bergegas mengikuti Nana


" Lepasin Woyyy!" teriak Khanza saat melihat Nana yang ditarik paksa oleh Roni


" Ah kalian lagi .. kalian lagi gak ada capek-capeknya ya ikut campur urusan orang" geram Roni


" Elo tuh ya gak ada malunya memaksa seorang cewek yang udah mentah-mentah menolak loe" sahut Khanza


" Jaga bacot loe cewek mu*****."


Plak


Roni menoleh ke arah gadis yang saat ini dicekal tangannya


" Loe_!" Roni hendak melayangkan satu tamparan ke Nana yang sudah berani menamparnya.


namun belum sampai mendarat di pipi mulus Nana tangan Roni dihempaskan kasar oleh Khanza dengan tatapan yang mematikan.


" Kalau loe berani menyentuh Nana sehelai benang pun gue pastikan tangan loe yang biasa loe pakai untuk bermain basket dan menebar pesona kecewek-cewek alay loe itu tidak akan bisa loe gerakan lagi" ancam Khanza dengan tatapan tajam jangankan Roni, Nana pun dibuat takut sampai tak bisa menelan salivanya.


"Pergi loe!" bentak Khanza dengan suara yang cukup menakutkan


"Awas loe ya, gue enggak takut lain kali gue balas loe!" Roni kembali mengancam


" Gue enggak takut dan gue harap loe enggak jadi pecundang membalas hal sekecil ini dengan backingan orang tua, kalau berani satu lawan satu bukan pakai hal licik " ucap Khanza


Roni menatap tajam ke arah Khanza lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2