Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Kembali ke sekolah


__ADS_3

Awal tahun pelajaran baru Zaira cs kini sudah kelas 12, hal yang menggembirakan untuk Zaira cs karena tahun ini Zaira sudah bisa kembali ke sekolah. jangan ditanya kenapa bisa? jawabannya ya karena ini dunia novel dan yang berkuasa bisa dengan mudah melakukan apa saja.


Pagi ini Zaira mengantarkan baby Zia ke rumah bunda Aryani karena mama Maria tidak berada di rumah pergi menemani papa Sam keluar kota.


Zaira merasa sedikit gugup karena hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah kembali setelah setahun belajar homeschooling.


Zaira keluar dari dalam mobil setelah Azka memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. dan pada saat yang sama Mario dan Lia pun baru saja sampai dan memarkirkan mobilnya di samping mobil Azka, tidak lama mobil Mona tiba dia datang bersama Mia dan Indah datang bersama Dion sementara Mita datang diantar oleh Arta.


Semua pandangan siswa-siswi yang berada di sana seketika beralih menatap ke arah Zaira dan teman-temannya, terutama ke arah Zaira yang datang bersama guru olahraga mereka.


" Gaes, itu Zaira bukan?" ucap seorang siswa satu angkatan dengan Zaira namun beda kelas.


" Iya itu Zaira"


" Dia sudah kembali masuk sekolah"


" Semakin cantik aja ya!"


" Iya, pantas saja kalau pak Bagaz kepincut"


" Siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Alzaira?" ucap salah satu siswa


" Termasuk elo?" sahut temannya


" Gue memang sudah lama naksir Zaira, bahkan pernah nembak sayang gue ditolak"


" Bukan loe doang gue juga pernah ditolak"


" Wah loe berdua ternyata cowok-cowok yang pernah patah hati karena cintanya ditolak ya?" ledek salah satu temannya.


" Si*lan loe " umpatnya


Zaira, Lia, Mia, Mona, Mita dan Indah berjalan beriringan menuju kelas mereka, nampak senyum menghiasi wajah cantik mereka. para siswa dan siswi nampak kagum melihat pancaran sinar kecantikan mereka terutama Zaira, ibu muda yang satu ini terlihat lebih berisi dan semakin seksi. Lia pun begitu aura kehamilannya membuat dia semakin bertambah cantik sama seperti Zaira lebih berisi dan seksi.


" Za, sadar gak sih loe kalau dari tadi loe itu jadi pusat perhatian cowok-cowok disekolah ini?" bisik Mia kepada Zaira


" Ya terus?" tanya Zaira balik


" Loe tambah seksi Za!" celetuk Indah


" Ekhemm!" terdengar suara deheman dari belakang membuat mereka seketika menoleh


" Eh bapak!" ucap Mia cengengesan saat melihat Azka yang tengah berdiri di belakang mereka.


" Senang ya menjadi pusat perhatian para siswa disini?" ucap Azka dengan jutek


" Eh? Jadi pak suami lagi cemburu nih ceritanya?" tanya Zaira menaik turunkan alisnya


" Cemburu? sama anak-anak bau kencur seperti mereka? Ngarang!" elak Azka


" Owh, kirain lagi cemburu, gak ya ? yaudah yuk gaes lanjut jalan!" ucap Zaira yang langsung beranjak pergi meninggalkan Azka yang dibuat tercengang dengan sikap Zaira.


"Pak kalau cemburu bilang aja, tuh lihat para pebinor siap beraksi loh pak,!" tutur Mona dengan suara pelan seraya berjalan melewati Azka yang langsung memasang wajah datar.


" Alzaira, ikut ke ruangan saya!" ucap Azka tegas membuat langkah Zaira dan teman-temannya berhenti. Zaira menoleh ke arah suaminya lalu menghela napasnya panjang, Lia dan yang lainnya menahan tawa melihat tingkah absurd sepasang suami istri yang ada di hadapannya saat ini.


" Za, kita duluan ya!" ucap Lia seraya kembali melangkah menuju kelasnya.


" Dasar bucin akut!" ucap Mona


" Ya begitulah, kayak loe gak aja Mon" Indah menimpali


" kok gue sih ?" sahut Mona


" Ya emang siapa lagi, tuh loe lihat!" jawab Indah seraya menunjuk ke arah depan kelasnya dengan dagunya.


" Sama yang ngomong juga, tuh!" kali ini Lia yang bicara lalu menoleh ke belakang


Dion melangkah menghampiri Indah sementara Yoga tengah berdiri di depan kelas mereka.


" Apa mereka satu kelas dengan kita?" tanya Mita


" Iya" jawab Indah dan Mona bersamaan


" Cie kompak benar ya!" ledek Lia


" Li kita masuk aja yuk, nanti kita jadi obat nyamuk lagi" ajak Mita menggandeng lengan Lia


" Adik ipar sama kakak ipar yang akur ya!" goda Mona


" Pasti dong!" sahut Lia dan Mita berbarengan


" Wihhh.... sudah kompak rupanya" Indah menimpali


" Iya dong" lagi-lagi Lia dan Mita menjawabnya dengan kompak


" Wah benar-benar sudah kompak ya" ucap Mona


Lia dan Mita tertawa lalu mereka bertos ria seraya masuk ke dalam kelasnya.


Mona berjalan menghampiri Yoga dan Dion menghampiri Indah setelah itu mereka masuk ke dalam kelas bersama-sama.


Sementara di ruang peralatan olahraga raga Zaira tengah memberengut melihat tingkah konyol gurunya yang satu ini, Zaira diminta ikut dengannya namun setelah itu Azka mendiamkannya sedangkan dia sibuk dengan buku yang ada di tangannya sambil mengecek peralatan olahraga raga yang masih baik dan masih bisa digunakan dengan alat-alat yang sudah harus di ganti.


Zaira mendengus kesal dan sesekali menghentakkan kakinya, Azka hanya meliriknya sekilas dan berusaha untuk menahan senyumnya.


" Maaf pak, sebentar lagi bel masuk apa urusan bapak belum selesai?" tanya Zaira dengan mencibikkan bibirnya


" Apa sopan bicara dengan seorang guru dengan bibir seperti itu?" tanya Azka menatapnya datar


" Sudah deh mas, aku mau masuk ke kelas" ucap Zaira yang kesal dengan sikap suaminya kali ini


" Bicara yang sopan dengan guru kamu Alzaira Kiana Putri, saya ini guru kamu panggil saya pak!" ucap Azka tegas namun membuat Zaira menatapnya tajam.


" Kenapa menatap saya seperti itu hem, berani kamu sama guru?" tanya Azka tegas


" Maaf pak jika saya sudah tidak sopan!" ucap Zaira dengan suara tegas dan tatapan tajam.


" Saya harus pergi karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi!" lanjutnya dengan tegas lalu beranjak pergi

__ADS_1


" Tunggu!" Zaira menghentikan langkahnya saat hendak ingin membuka pintu.


" Maafkan aku ya sayang, jangan macam-macam ya dikelas!" ucap Azka seraya melingkarkan tangannya di pinggang Zaira namun dengan cepat Zaira langsung melepaskan tangan Azka dari pinggangnya dengan kasar.


" Ingat batasan anda pak, jaga sikap anda saya ini murid bapak bersikaplah yang sopan sebagai seorang guru!" ucap Zaira dingin


Deg


Azka merasa sulit untuk menelan salivanya, rasanya lidahnya tercekat apa yang dia ucapkan dengan mudahnya diputar balikkan oleh Zaira.


" Saya permisi pak" Zaira keluar tanpa menoleh


Azka mengumpat kesalahannya sendiri yang sudah berani-beraninya mengerjai isterinya dan alhasil kini dia sendiri yang kena batunya.


Zaira melangkah cepat menuju kelasnya dan tanpa sengaja ia menabrak seorang siswi kelas 11


" Sorry... sorry... sorry!" ucap Zaira


" Loe murid baru ya?" tanya siswi tersebut membuat Zaira tercengang dan menaikkan satu alisnya


" Ha?" Zaira nampak terkejut dengan pertanyaan itu namun sedetik kemudian ia berpikir mungkin sebaliknya siswi yang ada dihadapannya ini kelas 10 jadi tidak tahu tentang dirinya.


" Gue_?" belum sempat bicara siswi tersebut sudah memotong ucapannya


" Kalau jalan tuh pakai mata, dan ingat harus sopan dan hormat sama kakak kelas" ucap siswi yang sok galak membuat Zaira tertawa dalam hati.


Zaira semakin ingin tertawa geli saat melihat siswi tersebut yang masuk ke dalam kelas 11.


" Dia yang murid baru!" gumam Zaira lalu terkekeh dan kembali berjalan menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas suasana menjadi heboh saat Zaira masuk ke dalam kelas.


" Selamat datang kembali Alzaira!" sapa teman sekelasnya


" Ih apa-apaan sih kalian?" Zaira terharu dengan sikap teman sekelasnya yang menyambut kedatangannya dengan berdiri berbaris di depan pintu dan mempersilahkan Zaira masuk


" Lebay tau!" ucap Zaira dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Kami senang Za loe sudah bisa masuk sekolah lagi!" ucap salah satu siswi sekelasnya


" Thanks ya Dara!" ucap Zaira seraya menyunggingkan senyumnya.


Bel berbunyi semua murid langsung duduk di bangku masing-masing. Zaira duduk bersama Lia sama seperti dulu, Mia dengan Indah dan Mona dengan Mita.


Senangnya ya bisa kumpul seperti ini lagi" ucap Mia dengan gembira


"Iya tapi sayang gue yang akan bergantian dengan Zaira. gue yang akan gak bisa sama-sama kalian kayak gini" ucap Lia sendu.


" Masih bisa kok, loe itu paling homeschooling cuma beberapa bulan aja apalagi perut loe gak begitu ketara kayak Zaira dulu yang memiliki body minimalis" ucap Mita membuat Zaira melotot.


" Eh teman gak ada akhlak, sahabat sendiri dibilang minimalis" Mita tertawa begitu juga dengan Lia


" Ya loe kan punya body semampai Za gak seperti Lia yang sedikit lebih tinggilah" ucap Mita


" Semampai?" tanya Zaira menaikkan satu alisnya


Ceklekk


Seorang guru masuk membuat semua siswi berdecak kagum dengan sosok guru yang baru saja masuk. wajahnya yang tampan membuat para siswi seperti terhipnotis kecuali Zaira cs yang hanya bersikap biasa saja.


Guru tersebut memperkenalkan diri sebelum memulai mengajar, dia adalah guru baru yang menggantikan pak Bambang mengajar mata pelajaran matematika.


" Assalamu'alaikum muridku semuanya!" ucap guru tersebut


" Wa'alaikum salam pak guru!" sahut siswa siswi yang ada di dalam kelas bersamaan.


" Sebelum kita memulai kegiatan belajar mengajar izinkan bapak untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu ya!" ucapnya dengan ramah membuat siswi kelas tersebut semakin meleleh di buatnya apalagi melihat gurunya tersenyum mereka jadi heboh sendiri.


" Apa disini sudah ada yang tahu tentang bapak?" tanyanya


" Belum!" jawab semua murid serempak


" Oke kalau begitu saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu setelah itu kita bergantian ya !" ucapnya


" Iya pak " sahut murid-murid


" Perkenalkan nama saya Aldiansyah, kalian bisa memanggil saya pak Aldy atau pak Al!" ucapnya membuat para murid heboh


" Pak Al apanya mas Al?" tanya seorang siswi membuat guru tersebut dibuat bingung


" Mas Al?" tanyanya


" Iya pak mas Aldebaran yang lagi digandrungi emak-emak " sahut murid lainnya dan seketika pak Aldy baru teringat dengan sinetron yang lagi fenomenal tersebut.


" Saya kembarannya!" jawab pak Aldy terkekeh dan murid-murid serempak heboh..


" Huhhhhhh!" teriak mereka serempak dan pak Aldy tertawa.


" Saya ini kembarannya karena sama-sama ganteng, iyakan" ucapnya narsis


" Huhhhhhh" teriak muridnya kembali membuat suasana kelas menjadi riuh dan pak Aldy geleng-geleng kepala seraya tertawa kecil


" Lanjut pak!" celetuk Mona


" Oke, kita lanjut ya!" ucap pak Aldy


" Saya ini akan mengajar mata pelajaran matematika menggantikan pak Bambang!" ucap pak Aldy membuat semua murid terkejut ada yang senang dan ada yang tidak.


" Maaf pak, kalau saya boleh tahu pa Bambang kemana ya pak?" tanya Zaira membuat pak Aldy yang menoleh ke arahnya dibuat terpaku oleh kecantikan seorang Alzaira.


"Pak!" panggil Zaira dan ketika semua murid berteriak bersamaan barulah pak Aldy terkesiap dari lamunannya.


" Ah iya, ada apa?" tanya pak Aldy dengan wajah bodohnya


Zaira memutar bola matanya malas, dia lebih memilih untuk diam dan Mona yang kembali melanjutkan pertanyaan Zaira.


" Bapak menggantikan pak Bambang mengajar terus pak Bambang memangnya ke mana pak?" tanya Mona mewakili Zaira


" Pak Bambang sudah mengundurkan diri karena pulang ke kampung halamannya" Jawab pak Aldy menatap ke arah Zaira.

__ADS_1


" Sangat Cantik" batinnya menatap lekat ke arah Zaira


" Sungguh menarik" gumamnya dalam hati saat melihat kearah Zaira dan Zaira yang kebetulan menatap ke arahnya langsung memutar bola matanya jengah saat melihat guru tersebut tersenyum kearahnya.


" Pak bisa kita mulai belajarnya" tanya Yoga yang tahu arti dari tatapan mata pak Aldy kearah Zaira.


" Oh iya, ya tentu saja tapi sebelum kita mulai sebelumnya saya mau absen dulu ya, yang saya sebutkan namanya silahkan berdiri ya!" ucap pak Aldy


" Andara!"


" Hadir pak!"


" Aulia Rahmah!"


" Hadir"


" Alzaira Kiana Putri!"


" Hadir!" Zaira berdiri dan enggan melihat ke arah gurunya itu.


" Alzaira, nama yang bagus" batinnya


" Alzaira, nama kita sama-sama Al dong ya!" ucap Aldy tersenyum dan menatap kearah Zaira dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Saya lebih suka dipanggil Za pak!" sahut Zaira


" Tapi saya lebih suka memanggil kamu Al" ucapnya


" Terserah bapak sajalah!" ucap Zaira mendengus kesal dengan tatapan guru tersebut yang nampaknya tidak bisa dikendalikan


" oke kita lanjut ya" ucap pak Aldy melanjutkan mengabsen murid-muridnya.


Selesai mengabsen Pak Aldy menerangkan dan menjelaskan mata pelajaran matematika sebelum ia memberikan soal latihan kepada murid-muridnya.


Pak Aldy nampak terkejut saat melihat Zaira yang sudah bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan setelah ia periksa pun hasilnya sangat memuaskan, pak Aldy semakin kagum dengan Zaira.


" Za, kayaknya tuh guru baru ngeliatin loe terus ya?" bisik Lia


" Tau tuh risih gue dibuatnya" sahut Zaira


" Duh kalau kak Azka tahu tuh guru ngeliatin loe kayak gitu bisa dibogem mentah tuh guru" lanjut Lia


" Bisa jadi" timpal Zaira


" Mita!" bisik Mona


" Apa?" jawab Mita tanpa menoleh karena dia masih mengerjakan satu soal lagi


" Loe perhatiin gak kalau tuh guru kayaknya naksir Za ya?" bisik Mona


" Iya, bikin Za gak nyaman aja tuh guru" sahut Mita


" Tahu dari mana loe Za merasa gak nyaman?" tanya Mona masih dengan berbisik-bisik


" Yah si dodol, dilihatin kayak gitu bagaimana dia mau nyaman sih Mon, secara loe tahu Zaira siapa?" sahut Mita merasa gemas dengan pertanyaan Mona


" Maksudnya?" tanya Mona dengan polos


" Ih dasar ini anak, ya loe kan tahu Zaira isteri pak Bagaz" ucap Mita


" Owh begitu!"


" Sudah ah, lanjutin tuh soal-soal loe. sudah selesai belum?" tanya Mita


" Belum " jawab Mona cengar-cengir.


" Dasar!" Mita geleng-geleng kepala


Selesai jam pelajaran Zaira dibuat terkejut dengan guru barunya itu.


" Alzaira!" panggilannya membuat Zaira mau tidak mau menyahut


" Iya pak!" jawab Zaira


" Tolong bantu saya membawakan buku-buku ini ya!" ucap pak Aldy menunjukkan tumpukan buku tugas para murid-muridnya.


" Tapi pak _!" ucap Zaira yang hendak protes


" Bawa ke ruangan saya ya!" potongnya


" Maaf pak biar saya saja yang membawa buku-buku tersebut kebetulan saya juga mau ke ruangan guru!" ucap Yoga yang tahu ketidaknyamanan Zaira terhadap guru baru tersebut.


Pak Aldy memutar bola matanya malas " Ya sudah bawa buku-buku tersebut ke ruangan guru!" perintahnya dengan nada ketus


Zaira bernapas lega setelah guru tersebut sudah keluar dari kelas


" Kantin yuk!" ajak Zaira pada saat jam istirahat tiba


" Ayok!" sahut yang lainnya


Zaira dan teman-temannya kini tengah berada di kantin, rasanya Zaira sangat merindukan suasana kantin yang sudah cukup lama dia tinggalkan.


" Za loe mau pesan apa?" tanya Mona


" Seperti biasa!" sahut Zaira


Zaira mengamati setiap sudut kantin ternyata tidak banyak perubahan Zaira tersenyum sendiri karena merasa senang bisa kembali duduk di kantin tempat favoritnya kumpul bersama teman-temannya di jam istirahat


" Loe kenapa sih Za dari tadi senyum-senyum sendiri kayak gitu?" tanya Mita


" Gue senang aja bisa kumpul di sini lagi kayak dulu" sahut Zaira masih mengedarkan pandangannya


Deg


Zaira membulatkan matanya saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


" Mereka?" gumam Zaira pelan namun masih bisa didengar oleh Mita


" Ya ampun " Mita menepuk jidatnya sendiri saat pandangannya mengikuti arah pandangan Zaira

__ADS_1


__ADS_2