Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Mia


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar yang di dominasi dengan warna pink dan ungu seorang gadis tengah duduk melamun di balkon kamarnya.


Helaan napas panjang terdengar begitu berat, ia menengadahkan pandangannya ke langit yang kelam pertanda malam ini akan turun hujan.


Angin yang bertiup menghempas rambut panjangnya yang sengaja digerai dan sapuan angin pun terasa dingin menusuk hingga kepori- pori membuat gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamarnya lalu berjalan menuju tempat tidur dan merebahkan diri di atas kasur menatap ke langit-langit kamarnya.


" Gue terima apa gak ya?" gumamnya sambil pikirannya melayang ke sosok pria yang tadi menyatakan perasaannya.


" Apa mungkin dia itu jodoh gue ya? tapi gue takut gak bisa seutuhnya mencintai dia " monolognya


" Tapi kalau gue tolak terus mau sampai kapan gue ngejomblo sementara yang lain sudah punya pasangan masing-masing" Mia menghembuskan nafasnya berat lalu mencoba memejamkan matanya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara pintu kamar Mia diketuk dari luar.


" Siapa?" teriak Mia dari dalam kamar pandangannya menoleh ke arah pintu


" Ini mama sayang, bisa buka pintunya sebentar?" teriak Nina mamanya Mia dari balik pintu


Mia terperanjat dan sedikit berpikir merasa aneh karena tidak biasanya mamanya malam-malam begini datang ke kamarnya.


" Iya sebentar ma" Mia beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan membukakan pintu kamarnya.


Ceklekk


" Mah!" ucap Mia saat pintu terbuka dan nampak seorang wanita paruh baya yang tengah tersenyum kepada putri satu-satunya.


" Sudah tidur?" tanya mama Nina dengan suara yang sangat lembut


" Belum ma, ada apa tumben banget mama ke kamar Mia malam-malam?" tanya Mia yang nampak bingung dan berpikir pasti ada sesuatu yang penting yang ingin mamanya bicarakan.


" Boleh mama masuk?" tanya mama Nina seraya tersenyum tipis


" Boleh dong mamaku sayang, kayak sama siapa aja sih mah" Mia menggeser tubuhnya dan membiarkan mama Nina masuk ke dalam kamarnya.


" Ada apa ma, kayaknya serius banget?" tanya Mia seraya mendudukkan dirinya di atas kasurnya.


" Emmm... ada yang mama mau bicarakan sama kamu sayang?" mama Nina mengusap lembut pucuk kepala Mia dengan senyum tipisnya


" Mau bicara apa ma, kayaknya penting banget?" mama Nina menghela napasnya panjang sebelum memulai pembicaraannya


" Sayang sebelumnya mama mau minta maaf ya sama kamu" Mia nampak mengerutkan keningnya


" Maaf untuk apa mah? mama kan gak ada salah apa-apa kenapa minta maaf segala?" tanya Mia


" Mama minta maaf karena mungkin setelah ini kamu akan marah sama mama dan menganggap mama tidak menyayangi kamu" ucap Mama Nina menjeda ucapannya


"Mama mungkin bukan mama yang baik buat kamu tapi sungguh apa yang mama lakukan semua hanya untuk kebaikan dan kebahagiaan kamu kelak sayang" tutur mama Nina yang tiba-tiba menitikkan air mata hingga membuat Mia nampak bingung dan khawatir.


"Ma mama ngomong apa sih mah Mia gak ngerti?" Mia menjeda ucapannya


"Sebenarnya ada apa sih mah, kenapa mama tiba-tiba menangis, apa Mia sudah melakukan kesalahan sama mama?" tanya Mia yang merasa bingung dengan sikap mamanya malam ini.


" Gak sayang kamu gak ada salah apa-apa kok sama mama" mama Mia menangkup wajah Mia dengan kedua tangannya lalu mengecup lembut kening sang putri


" Terus kenapa mama menangis?" tanya Mia yang sudah ikut menitik air matanya.


" Sayang sebenarnya... sebenarnya!" mama Nina menggantungkan ucapannya


" Sebenarnya apa sih mah?" tanya Mia yang semakin dibuat penasaran oleh mama Nina


" Sebenarnya mama sudah lama menjodohkan kamu sama anak teman mama sayang" tutur mama Nina bicara dengan nada yang dibuat selembut mungkin


Deg


" Ap...apa, di jodohkan?" Mia nampak syok mendengar ucapan mama Nina


" Mama pasti bercanda, iyakan ma? gak lucu tau mah bercandanya" Mia tertawa merasa konyol dengan kata-kata mamanya itu


Mama Nina menyentuh bahu Mia dan tersenyum " Mama sedang tidak bercanda sayang" Mia menatap lekat manik mata mamanya mencari kebohongan tapi ternyata tidak ada

__ADS_1


" Dulu sebelum ayah kamu meninggal sebenarnya ayahmu sudah menjodohkan kamu dengan anak sahabatnya yang juga sahabat mama. tapi karena sahabat mama dan ayah kamu itu pindah ke kota x bahkan tidak ada kabar dan tidak lama ayah kamu juga meninggal jadi mama tidak pernah lagi menghiraukan perjodohan itu ada. " ucap mama Nina


" Ya berarti perjodohan itu batalkan mah?" Mia sedikit lega


" Mama juga beranggapan seperti itu tapi sebulan yang lalu mama tidak sengaja bertemu kembali dengan sahabat mama itu dan mereka menagih janji perjodohan itu pada mama dan mereka juga sudah menjelaskan alasan kenapa mereka tidak ada kabar selama beberapa tahun belakangan, ternyata saat mereka pindah ke kota x mereka mengalami musibah kebakaran rumah semua habis ludes terbakar, mereka tidak memberi kabar karena tidak memiliki kontak untuk menghubungi kami dan mereka juga tidak ingin membuat ayahmu merasa khawatir jadi mereka memutuskan akan menghubungi ayahmu setelah semua kembali kondusif dan keadaan sudah membaik. bahkan nak Didi putranya sendiri yang kuliah di Malaysia yang akan dijodohkan sama kamu itupun tidak mereka beritahu tentang kejadian tersebut" ucap Mama Nina menceritakan alasan kenapa sahabatnya tidak pernah memberi kabar.


" Sayang, ini adalah keinginan terakhir dari ayah kamu yang ingin menjodohkan kamu dengan nak Didi putra sahabatnya" lanjut mama Nina mengusap pipi Mia yang ternyata sudah basah dengan air matanya.


" Tapi mah Mia tidak mau di jodoh-jodohin, Mia sudah punya pilihan sendiri ma" ucap Mia disela Isak tangisnya


" Sebaiknya kamu temui mereka dulu sayang setelah itu mama serahkan keputusannya sama kamu sayang, hanya saja mama berharap besar kamu tidak mengecewakan ayah kamu " mama Nina beranjak dari duduknya dan sebelum pergi mana Nina mengecup puncak kepala Mia.


" Beristirahatlah!" ucap mama Nina sebelum pergi


Setelah Mama Nina keluar dari kamar Mia dengan perasaan yang kacau Mia meraih benda pipih yang ada di atas nakas lalu menghubungi seseorang.


...πŸ“ž Mia...


" Ha..hallo...!" ucap Mia dengan suara serak karena menangis


...πŸ“ž Mita...


" Mia loe kenapa, loe kok nangis?"


...πŸ“ž Mia...


" Gu..gue harus bagaimana Mit?"


...πŸ“žMita...


" Bagaimana gimana maksud loe? loe bingung harus menerima kak Sendy atau gak gitu?"


...πŸ“ž Mita...


" Saran gue sih ya Mi loe terima aja deh kalau loe juga suka mah, karena yang gue tahu ya Mi kata kak Arta kak Sendy itu sudah lama suka sama loe dan dia gak berani mendekati loe karena waktu itu loe cukup dekat sama Yoga"


" Tapi semua sih terserah loe karena semua tergantung isi hati loe, hanya loe yang tahu mana yang terbaik untuk loe Mi, gue sebagai sahabat cuma bisa mendo'akan dan mendukung semua keputusan yang loe pilih Mi!"


...πŸ“ž Mia...


" Tapi apa gue bisa menerimanya Mit?"


...πŸ“ž Mita...


" Apa loe gak suka sama kak Sendy?"


...πŸ“žMia...


" Suka atau tidak semua percuma Mit, gue hanya akan menyakiti hatinya kak Sendy"


...πŸ“ž Mita...


" Maksud loe apa sih Mi kok loe bicara kayak gitu?"


...πŸ“ž Mia...


" Sebenarnya gue juga suka sama kak Sendy apalagi belakangan ini dia sudah perhatian banget sama gue tapi gue gak bisa menerima kak Sendy Mit gue gak mau mengecewakan dia apalagi membuat dia terluka karena gue"


...πŸ“ž Mita...


" Mia sumpah ya gue gak ngerti ucapan loe"


...πŸ“ž Mia...


" Mit... Mita gue... gue dijodohin"


...πŸ“ž Mita...


" Apa dijodohin?"


...πŸ“ž Mia...


" Iya, tadi mama bilang kalau gue sebenarnya sudah lama di jodohin dengan anak dari sahabatnya bokap gue jadi sebelum bokap gue meninggal mereka sudah menjodohkan gue tapi karena ada musibah yang menimpa mereka jadi perjodohan itu terputus begitu aja dan baru sebulan yang lalu kata nyokap gue mereka bertemu kembali"


...πŸ“ž Mita...

__ADS_1


" Apa loe sudah mengambil keputusan?"


...πŸ“ž Mia...


" Justru itu gue bingung Mit, gue juga gak mau mengecewakan kak Sendy"


...πŸ“ž Mita...


" Mia loe yang sabar ya, loe sebaiknya mending sholat malam deh loe minta petunjuk dan serahkan semua urusan loe yang Maha kuasa karena semua yang terjadi tidak luput dari kuasa-Nya"


" Loe harus kuat Mi, kalau memang kak Sendy jodoh loe kalian pasti akan bersama tapi klo memang gak jodoh ya berarti takdir loe memang anak dari putra sahabatnya almarhum bokap loe itu"


...πŸ“ž Mia...


" Iya Mit loe benar"


...πŸ“ž Mita...


" Apa loe sudah bertemu dengan orang yang bakal di jodohin sama loe?"


...πŸ“ž Mia...


" Belum"


" Kata nyokap gue dia bekerja di sini di perusahaan yang cukup besar di kota ini, namanya kalau gak salah dengar nyokap gue bilang Didi!"


...πŸ“ž Mita...


" Terus apa kata nyokap loe lagi, apa memaksa loe buat menerima perjodohan itu?"


...πŸ“ž Mia...


" Gak juga sih nyokap gue bilang gue bertemu aja dulu sama tuh orang yang bernama Didi setelah itu keputusan semua ada di gue mau lanjut atau gak tapi nyokap gue berharap gue gak mengecewakan almarhum bokap gue ya gue jadi bingung kalau begini Mit"


...πŸ“ž Mita...


" Ya udah loe jalani aja dulu, loe temuin dulu tuh si Didi - Didi itu, siapa tau cocok "


...πŸ“ž Mia...


" Terus bagaimana dengan kak Sendy?"


...πŸ“ž Mita...


" Gue yakin kak Sendy akan mengerti kok"


" Ingat Mia kalau berjodoh kalian pasti bisa bersama kok"


...πŸ“ž Mia...


" Tapi kalau jodoh loe ternyata Didi ya mau bagaimana lagi jodoh gak bisa dipaksakan Mia"


...πŸ“ž Mia...


" Iya Mit, thanks ya! sorry malam-malam gue sudah ganggu waktu istirahat loe"


...πŸ“ž Mita...


" Gak apa-apa, gue malah senang kalau loe mau cerita sama gue, maaf kalau gue gak bisa bantu apa-apa buat loe. "


...πŸ“ž Mia...


" Ini juga sudah lebih dari cukup kok, semoga gue bisa menyusul kebahagiaan kalian semua ya, perjalanan cinta loe dan yang lainnya juga berawal dari lika-liku yang cukup sulit jadi semoga aja gue bisa melewatinya seperti kalian semua"


...πŸ“ž Mita...


" Amin"


" Semangat terus ya Mi, yakin dan percaya dengan keputusan yang akan loe pilih nantinya ya, semua pasti akan baik-baik saja!"


...πŸ“žMia...


" Iya Mit, terima kasih ya"


...πŸ“žMia ...

__ADS_1


" Sama-sama!"


Telpon pun ditutup Mia berusaha untuk memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.


__ADS_2