
" Siapa Han yang telpon?" tanya Miska
" Gawat gaess Nana nelpon!" ucap Hana saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya
" Duh jawab apa nih?" tanya Hana bingung
" Jawab apa ajalah terserah loe!" sahut Miska
" Tuh anak bakalan marah nih kita pergi tanpa pamit"
" Kalian bolos?" tanya Khanza
" Enak aja bolos, kita udah dapat izin khusus ya dari pak Gutami" sahut Miska tak terima
" Izin apa ?" Khanza memincingkan matanya
" Diminta mengantarkan berkas pak Aldy yang tertinggal di ruangannya" sahut Hana
" Sebegitu bucinnya ya pak Aldy sampai menyuruh kita bolos seperti ini"
" Iya, semua itu hanya gara-gara loe Za" ucap Miska menunjuk Khanza dengan ekor matanya
" Loh kok gara-gara gue sih?" tanya Khanza tak terima
" Lah itu kenyataannya" sahut Miska
" Maksud loe?"
" Gara-gara loe enggak mengangkat telpon dari pak Gutami loe itu, dia langsung nelpon gue entah tuh orang dapat nomor gue dari mana tapi yang jelas dia minta gue buat datang ke sini untuk mengecek keadaan loe" cerocos Miska
" Baru juga ditinggal sebentar udah bucin abis apalagi besok ya gue enggak kebayang langsung meluncur pulang kali ya!" gumam Miska menggoda Khanza.
" Dia itu mungkin panik karena Khanza gak mengangkat panggilannya apalagi setelah kegiatan yang baru saja mereka lewati bersama tadi iyakan Za" ucap Hana menaik turunkan alisnya menggoda Khanza lalu terkekeh
" Ngomong apaan sih loe Hana Humairah?" Khanza merangkul leher Hana membuat tawa Hana semakin pecah
" Udah gak usah sok polos deh loe didepan gue, sok polos padahal mah seneng tuh kalau dipolosin pak Gutami!" ledek Hana membuat Khanza melotot dan menyumpal mulut Hana dengan telapak tangannya
" Aduh Hana otak gue jadi traveling kemana-mana nih" keluh Miska
" Itu sih udah dasar loe nya aja yang omes otak mesum!" Sahut Hana mengundang gelak tawa Khanza dan Miska
" Ngomong-ngomong si Nana masih nelpon gak tuh?' tanya Khanza yang teringat dengan Nana
" Udah di matiin, paling juga besok tuh anak bakalan cerewet akut" sahut Miska
" Loe sih Mis tadi gak mau ngajak tuh anak" ucap Hana
" Loe kayak gak tahu tuh anak aja, kalau dia kita ajak kesini terus banyak nanya-nanya loe mau jawab apa coba?" tanya Miska pada Hana
" Ya kita bilang aja apa adanya, susah amat"
" Terus loe mau seantero sekolah tahu gitu kalau Khanza dan pak Aldy sudah menikah iya?" Hana nampak berpikir
" Iya juga sih, terus bagaimana dong!" tanya Hana bingung
" Yaudah sekarang loe abaikan aja dulu panggilan dari Nana besok kalau tuh anak nanya dan marah-marah bilang aja hp loe silent lupa ngaktifin jadi gak tau kalau dia nelpon." saran Miska namun baru saja selesai bicara tiba-tiba kini ponsel Miska yang berdering
__ADS_1
" Et dah" Miska menepuk jidatnya sendiri setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya
" Pasti Nana tuh yang nelpon iyakan Mis?!" tebak Hana
" Beneran Mis itu Nana yang nelpon?" tanya Khanza penasaran
" Hem" Miska mengangguk seraya menghela napas kasar
" Tuh loe jawab dah sendiri gue nanti nyontek jawaban loe!" seru Hana
" Elo mah emang kebiasaan tukang nyontek jadi apa-apa maunya nyontek teruuuuussss" ucap Miska seraya tertawa
" Ah sialan loe!" ucap Hana tak terima
" Yaudah sih bilang aja loe jengukin gue dadakan gitu karena gue tadi ngilang tanpa jejak!" kali ini Khanza yang memberi saran
"Dadakan udah kayak tahu bulat aja loe" Seloroh Miska
" Kalau gue bilang gue jengukin loe yang ada tuh anak makin marah karena gak diajak-ajak " Khanza mengangguk membenarkan ucapan Miska
" Iya juga sih!"
" Ribet baed dah" Hana menggaruk-garuk kepalanya sendiri
" Udah deh nanti aja urusin tuh anak, sekarang gue mau lanjut konsentrasi isi perut gue dulu, bikin gue gak napsu makan aja da'ah!" lanjutnya
" Uh dasar emang karung loe mah, pikirannya gak jauh antara perut sama kasur, bilang gak nafsu tapi tau-tau bersih tuh isi piring!" umpat Miska
" Eh bodo amat yang penting perut kenyang hati riang, bukan begitu ibu Khanza?" Hana menaik turunkan alisnya
Selesai makan mereka bersantai di ruang TV.
" Khanza!" panggil Miska
" Hem!" jawab Khanza tanpa menoleh karena sedang fokus menonton drakor kesukaannya.
" Khanza!" panggil Miska sekali lagi karena Khanza masih saja fokus menatap layar TV
" Apaan sih ganggu aja ?" kesal Khanza yang akhirnya menoleh dan itupun cuma sekilas
" Bagaimana rasanya Za?" tanya Miska kepo akut
" Enak" jawab Khanza dengan santainya seraya menyuap cemilannya tanpa menoleh
" Serius enak Za?" tanya Khanza dengan seringai diwajahnya
" Iya enak, enak banget malah" jawab Khanza yang tengah menikmati makanannya
" Loe pasti ketagihan ya Za?"
" Iya, nanti kalau kurang gue minta lagi sama laki gue" jawab Khanza membuat Miska semakin menahan tawanya.
" Pantes aja pak Aldy sampai gak tahan gitu ya Za, sebelum pergi gue yakin pasti loe sama pak Aldy ehem-ehem dulu ya" goda Miska sampai membuat Khanza tersedak salivanya sendiri
" Uhuk... uhuk..."
" Loe ngomong apaan sih Miska?" tanya khanza melotot
__ADS_1
" Ha...ha...!" Miska tertawa
" Dasar otak mesum!" Khanza melempar Miska dengan bantal sofa.
" Ngetawain apaan sih?" tanya Hana yang baru saja datang dari arah kamar mandi
" Khanza bilang enak Han!" sahut Miska masih sambil tertawa
" Eh nih anak, ya jelas gue bilang enak emang ini enak, enak banget malah" jawab Khanza seraya memperlihatkan makanan yang ada di tangannya.
" Bohong Han bukan itu yang tadi Khanza omongin" goda Miska membuat Khanza mendengus kesal sama sahabatnya yang satu itu otak gesreknya bikin ngeselin.
" Terus apaan dong?" tanya Hana yang dibuat penasaran
" Pak Aldy tadi nelpon kita karena dia itu khawatir ninggalin isterinya yang habis di_" Miska menjeda ucapannya seraya tersenyum simpul
" Habis apa Ka?" tanya Hana antusias
" Wah beneran pingin gue pecak kali ya ini anak!" Khanza berdiri lalu berjalan menghampiri Miska dan menggelitiknya
" Ha...ha..ha..!" Miska tertawa kegelian dan Hana hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya
...Hening...
" Kalian menginap ya disini?" ucap Khanza memecah keheningan
" Serius nih kita boleh menginap?" tanya Hana antusias
" Emangnya pak Gutami ngizinin kita menginap?" tanya Miska cemas
" Justru dia tadi yang nyaranin, kalau gue kesepian boleh ngajak kalian menginap disini ya sekalian nemenin gitu" jawab Khanza
" Wah, pak Gutami pengertian juga rupanya" puji Hana dan Khanza mengangguk mengiyakan
" Emmmm... di sekolah pak Aldy itukan jutek dan dingin banget ya Za kalau di rumah dia kayak gitu juga gak sih?" tanya Hana penasaran
" Gimana ya, dia itu orangnya kadang-kadang ya dibilang romantis iya dan juga perhatian banget, tapi kalau lagi marah atau udah cemburu akut cueknya pakai banget ya gitu deh dingin jutek abis" sahut Khanza membayangkan wajah suaminya seraya tersenyum
" Doi suka cemburu juga Za?" tanya Miska
" Huhhh... sering pake banget malah!"
" Pantes ya bucinnya abisss" goda Hana
" Tapi ya bukan Khanza namanya kalau gak bisa bikin keadaan terbalik!" ucap Khanza dengan jumawa
" Maksud loe?" tanya Miska kepo
" Kalau dia lagi marah terus nyuekin gue ya itu gue yang bakalan balik diamin dia dan nyuekin dia sampai dia sendiri yang mengalah" sahut Khanza lalu tertawa
" Wah parah loe Za dasar isteri durhaka " Hana geleng-geleng
" Ye enak aja, itu sih salah sendiri kenapa gue di cuekin, lagi pula selama gue merasa benar kenapa juga gue yang harus mengalah. gak maulah gue" sahut Khanza tergelak
" Wah.... wah....wah... jangan ditiru nih isteri yang kayak begini, itu namanya isteri yang durhakim binti egois!" ucap Miska seraya geleng-geleng kepala
Mendengar ucapan Miska, tawa Khanza semakin pecah dan Hana pun ikutan tertawa mereka akhirnya tertawa bersama.
__ADS_1