
Selesai menikmati puding buatan mama Maria Khanza di ajak kembali ke ruang keluarga dimana papa Sam dan Aldy tengah membahas masalah yang menyangkut nama baik dirinya dan juga nama baik sekolah.
" Papa mengerti dengan semua kekhawatiran kamu Aldy, tapi kita tidak bisa bertindak tanpa adanya bukti yang kuat. apalagi Roni itu putra tunggal dari Bambang Samudera pengusaha yang cukup terkenal tegas dan dingin" tutur papa Sam
" Lalu apa yang harus aku lakukan pah?" tanya Aldy
" Papa sudah meminta Bram untuk menyelidikinya dan mengecek semua cctv yang ada di seluruh area sekolah dan jika benar selama ini pak Ridwan diketahui menutup mata dan telinga atas perbuatan Roni yang melanggar peraturan sekolah maka dengan terpaksa kita harus mengambil tindakan tegas!"
" Perbuatan melecehkan apalagi sampai memutar balikkan fakta itu sungguh tidak pantas diberi maaf" tegas papa Sam
" Iya pah, walau bagaimanapun orang tua mereka sudah menitipkan putra putri mereka untuk di didik bukan di lecehkan apalagi sampai berbuat lebih dari itu" ucap Aldy setuju dengan penuturan yang diungkapkan oleh papa Sam.
" Sekarang bagaimana keadaan siswi tersebut?" tanya papa Sam yang turut khawatir dengan keadaan Nana karena dia teringat akan nasib yang pernah dialami oleh menantu kesayangannya Zaira.
" Dia tidak berani pulang pah, dan sekarang dia lebih memilih untuk menginap di rumah temannya" jawab Aldy
" Kata Khanza tadi Nana sampai ketiduran karena terlalu lama menangis" lanjutnya
" Kasihan sekali nasib anak itu"
" Iya pah!"
" Sebenarnya apa yang memicu Roni melakukan hal itu?" tanya papa Sam penasaran
" Roni adalah mantan pacar Nana, karena Nana anaknya polos dan lugu dia tidak pernah menaruh curiga dengan sikap Roni yang lama-kelamaan menuntut gaya pacaran yang terbilang bebas. beruntung waktu itu Khanza dan teman-temannya memergoki mereka di parkiran sekolah di dalam mobil hampir berbuat mesum. dan karena nasihat Khanza juga teman-temannya Nana sadar jika Roni hanya ingin merusak dirinya saja maka dari itu Nana memutuskan hubungan mereka dan disitulah Roni tidak terima pah jawab Khanza yang baru saja datang dari arah dapur bersama mama Maria
" Jadi Roni itu mantan pacar Nana?" tanya papa Sam
" Iya pah" jawab Khanza
" Kenapa akhir-akhir ini SMA Darma Bangsa selalu saja ada perbuatan yang tidak menyenangkan pah, bagaimana sistem pengawasan dan keamanan di sekolah itu sih pah?" tanya mama Maria yang tidak habis pikir dengan kejadian demi kejadian yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
" Papa juga bingung mah, kenapa seakan tuh para siswa dan siswi SMA Darma Bangsa tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya baik ilmu pengetahuan maupun moral" ucap papa Sam seraya menghela napasnya panjang
" Apa harus Azka turun tangan pah untuk menyelidiki kasus ini?" tanya papa Sam
" Papa rasa tidak perlu mah Azka pasti sibuk dengan pekerjaan kantornya" sahut papa Sam
" Tidak perlu apa pah?" tanya pria tampan yang baru saja datang
" Kalian sudah pulang?" tanya mama Maria
" Iya mah" jawab Zaira
" Kapan datang, kok enggak bilang kalau mau kesini?" tanya Zaira seraya duduk di samping Khanza
" Tadi ya sekitar satu jam ya lalu" jawab Khanza seraya mengambil alih baby Zia dari gendongan Zaira.
__ADS_1
" Hai cantik, masih ingat aunty tidak?" sapa Khanza pada baby Zia
Baby Zia tertawa gemas membuat Khanza tertawa geli melihat tingkah lucu baby Zia yang berada di pangkuannya.
" Bagaimana keadaan kehamilan kamu, apa tidak merepotkan?" tanya Zaira membuat Khanza mengerutkan keningnya
" Merepotkan? maksud kak Za?" Khanza nampak berpikir
" Maksud aku itu, mual di pagi hari" terang Zaira
" Terkadang sih kak, tapi enggak terlalu!" sahut Khanza
" Syukurlah kalau dedeknya tidak rewel, mungkin dia mengerti kalau bundanya itu repot sekolah jadi dia tidak ingin membebani bundanya" ucap Zaira
" Semoga saja begitu kak, kalau sampai mengalami morning seknees aku gak tahu kak bagaimana aku sekolahnya"
Zaira tersenyum " Kamu pasti bisa kok melewati masa kehamilan kamu ini dengan baik jangan khawatir semua pasti akan baik-baik saja," Tutur Zaira
" Pah, apa ada sesuatu yang terjadi di sekolah?" tanya Azka yang menjadi penasaran dengan pembicaraan papa Sam, mama Maria dan juga Aldy.
" Ya, pak Ridwan sepertinya sudah melakukan kesalahan besar dengan menutup mata dan telinga akan kesalahan yang di lakukan salah satu murid, meskipun murid tersebut putra salah satu donatur di SMA Darma Bangsa setidaknya pak Ridwan tidak melibatkan kekuasaan dengan menutup kesalahan" terang papa Sam
" Maksud papa?' tanya Azka yang semakin dibuat bingung.
Papa Sam pun akhirnya menceritakan semuanya yang telah terjadi di sekolah baik itu tentang skandal Aldy dengan Nana dan juga mengenai Roni yang bisa dengan bebasnya keluar masuk kelas di jam pelajaran.
" Lalu bagaimana keadaan siswi tersebut?" tanya Azka khawatir
" Sedikit terguncang, dan sangat sedih. dia takut orang tuanya tahu masalah yang tengah menimpanya dan mereka tidak mempercayai penjelasannya " bukan Aldy yang menjawab tapi Khanza
" Jadi orang tuanya belum tahu?" tanya Azka penasaran dan Khanza menggeleng pelan
" Nana tidak berani pulang ke rumah dan dia lebih memilih pulang ke rumah Miska teman kami!" jawab Khanza
" Walau bagaimanapun orang tuanya pasti akan tahu dan siapa tadi namanya?" tanya Azka
" Nana " sahut Khanza
" Iya Nana harus mendapat pendampingan dalam hal ini terutama saat menjelaskan kepada orangtuanya" tutur Azka
" Untuk sementara waktu sampai masalah ini terselesaikan saran aku Aldy tidak perlu mengajar dulu, aku akan mengurus semuanya dan sebagai gantinya kau yang fokus untuk masalah kantor, bagaimana?" saran Azka
" Kalau itu yang terbaik aku setuju saja" sahut Aldy.
" Khanza apa kamu tidak keberatan?" tanya Azka membuat Khanza mengerutkan keningnya
" Keberatan soal apa pak?" tanya Khanza
__ADS_1
"Ya guru tercinta mu ini tidak bisa mengajar untuk beberapa hari" goda Azka
Khanza tersenyum malu" kenapa harus keberatan pak, kalau itu yang terbaik untuk suami saya kenapa tidak"
" Tapi pak_" ucap Khanza terjeda
" Bagaimana dengan nasib sahabat saya Nana?" lanjutnya
" Jika sekolah pasti dia akan dibully"
" Kamu benar, Maja dari itu mungkin salah satu diantara kita bisa datang berkunjung ke rumah sahabatmu itu untuk memberi penjelasan kepada kedua orangtuanya" sahut Azka
" Tapi tidak dengan Aldy yang ada nanti orang tuanya malah tambah murka dan mereka bisa saja dipaksa menikah"
" Menikah?" hati Khanza bergemuruh membayangkan Aldy menikah lagi terlebih dengan sahabatnya sendiri membuat dadanya semakin terasa sesak.
" Aku cuma bercanda" ucap Azka yang merasa takut karena Zaira sudah mendelik tajam ke arahnya.
" Aku dan Zaira yang akan datang ke rumah sahabatmu yang bernama Nana itu dan juga menggantikan Aldy mengajar untuk sementara waktu" ucap Azka
"Terima kasih Ka!" ucap Aldy
" Tidak perlu sungkan, kali ini sekalian kita lihat sampai mana pak Ridwan menutupi setiap kesalahan siswa yang bernama Roni itu" tutur Azka
" Kamu akan kembali mengajar mas?" tanya Zaira dan Azka mengangguk
" Iya"
" Aku harap saat mengajar kamu hanya fokus mengajar saja ya mas, tidak untuk hal yang lain" pesan Zaira
" Maksud kamu?" tanya Azka
" Tidak boleh modus dan tidak boleh di modusin" tegas Zaira
" Oh rupanya isteriku sedang mode cemburu ya?" Azka menaik turunkan alisnya
" Cemburu enggak ya!" elak Zaira
" Duh kak maaf gara-gara masalah ini jadi melibatkan kak Za dan pak Bagas" ucap Khanza tidak enak hati
" Kamu santai saja, kamu memang sudah biasa seperti ini. ya sebagai bumbu rumah tangga" ucap Zaira seraya tersenyum tipis
" Tidak usah pikirkan hal yang macam-macam, fokus saja dengan kegiatan belajar kamu disekolah dan jangan lupa juga jaga kesehatan kamu dan dedek bayi!"lanjutnya
"Terima kasih ya kak"
" Tidak perlu berterima kasih, kita ini kan saudara" sahut Zaira
__ADS_1
Mereka pun akhirnya mengobrol satu sama lain sampai tanpa sadar baby Zia sudah tertidur pulas di pangkuan Khanza.