Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Kenzia Cyara Bagazkara


__ADS_3

Zaira meremas dan menggigit tangan Azka saat dokter Dinda mengintruksikan dirinya untuk mengejan.


Zaira sekuat tenaga terus mengejan dan sedikit berteriak berbarengan dengan teriakan Azka yang menjerit kesakitan karena cengkraman dan gigitan Zaira yang menempel di tangannya.


"Eeee....!"


" Aaaa!" teriak Azka memenuhi isi ruangan membuat dokter Dinda menahan tawanya dan bersamaan dengan teriakan sepasang suami istri tersebut terdengar suara tangis makhluk mungil yang baru saja lahir ke dunia.


" Owekkkk... owekkkk... owekkkk....!"


" Alhamdulillah!" puji syukur tidak lupa terukir di bibir Zaira dan Azka saat bayi mungil nan cantik yang mereka tunggu-tunggu telah lahir dalam keadaan selamat dan sehat walafiat.


" Selamat ya Za, pak Bagaz atas kelahiran putri kalian yang cantik!" ucap dokter Dinda


" Terima kasih dokter" ucap Azka dan Zaira


Bayi mungil nan cantik itu diberikan kepada Azka untuk di adzani, haru biru dan penuh rasa syukur membuat Azka tidak kuasa untuk menahan tangis bahagianya.


••


Zaira kini sudah berada di ruang perawatan, Bunda Aryani tengah menimang bayi mungil yang diberi nama Kenzia Cyara Bagazkara. sementara Mama Maria, papa Sam ,Novi dan Alex sudah pulang lebih dulu karena waktu juga sudah sangat malam.


Azka tidak henti-hentinya mengulas senyum bahagianya seraya mengelus dan mengecup tangan Zaira. " Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah menerima mas sebagai suamimu dan mau menjadi ibu dari anak-anakku. terima kasih sudah berjuang demi putri kecil kita" ucap Azka yang sudah menitikkan air mata.


" Mas!" panggil Zaira menatap penuh cinta


tangan lembutnya terulur menghapus air mata yang membasahi pipi sang suami.


" Mas mencintaimu!" Azka mendaratkan kecupan di kening Zaira.


" Aku juga mencintaimu mas" jawab Zaira dengan senyum yang mengembang.


Bunda Aryani tersenyum penuh haru, ia merasa turut bahagia melihat putrinya yang memiliki suami yang begitu mencintainya, rasa syukur tak henti ia ucapkan atas kebahagiaan putrinya.


Ceklekk


" Assalamu'alaikum!" Zaira dan Azka menoleh ke arah pintu yang terbuka, sementara Bunda Aryani pelan-pelan tengah meletakkan putri kecil mereka ke dalam box bayi.


" Wa'alaikum salam!" jawab Zaira dan Azka


" Zaaaa!" teriak Lia yang menyembul dari balik pintu yang masuk bersama Mario, Mita dan Arta sementara.


" Huss, jangan berisik!" Mario langsung membekap mulut Lia dengan tangannya.


" Jangan teriak-teriak nanti dede bayinya bangun!" ucap Mario setelah melepaskan tangannya dari mulut Lia membuat Mita dan Arta geleng-geleng kepala sementara Lia mengerucutkan bibirnya lucu.


" Maaf!" Lia cengir kuda.

__ADS_1


" Za, selamat ya sudah jadi mama!" ucap Lia memeluk Zaira


" Selamat Za, akhirnya launching juga dede bayinya!" bergantian kini Mita yang memeluk Zaira.


" Siapa Za namanya?" tanya Mita yang sudah berada di box bayi memperhatikan bayi mungil Zaira dan Azka.


" Kenzia Cyara Bagazkara!" jawab Zaira


" Panggilannya?" tanya Mita lagi


" Zia!" sahut Azka


" Hai.. baby Zia kamu cantik banget sih!" ucap Mita dengan suara pelan karena tidak ingin membuat Zia terbangun.


" Li kapan menyusul?" tanya Arta


" Emmm .. kapan ya, Io kapan dong?" Lia bukan menjawab malah bertanya kepada Mario.


" Aku sih terserah kamu saja sayang, sekarang proses juga aku dengan senang hati akan membuatnya" ucap Mario membuat Lia menyesal bertanya kepada Mario.


" Sudah Li cepat bikin biar baby Zia ada temannya!" ucap Mita


" loe sendiri kapan Mit?" tanya Lia membuat Mita mengerutkan keningnya.


" Kapan apanya?" tanya Mita bingung


" Loe dulu aja deh Li!" ucap Mita yang sebenarnya merasa sedikit tersentil dengan ucapan Lia.


" Sabar Li tunggu tanggal mainnya saja!" jawab Arta yang tahu kalau Mita terlihat sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan Lia.


" Siap deh kita tunggu!" Jawab Lia.


" Maksudnya?" tiba-tiba suara wanita paruh baya mengejutkan mereka semua.


" Bunda!" ucap Zaira dan Mita bersamaan.


" Bund!" cicit Lia


Azka yang melihat raut kegelisahan yang terpancar di wajah Zaira langsung mengelus dan mengusap punggung Zaira dengan lembut menenangkannya.


" Bunda harus tahu sayang!" ucap Azka pelan.


" Mita dan nak Arta?" tanya bunda Aryani menatap bergantian keduanya.


" Bunda maaf!" ucap Mita seraya menundukkan wajahnya


" Loe gak perlu Minta maaf Mit, bunda memang harus tahu apa yang telah terjadi belakangan ini" ucap Lia

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya, apa ada yang bisa menjelaskan semuanya?" tanya bunda Aryani yang merasa bingung.


" Bunda, maaf kalau kami belum memberitahu bunda, sebenarnya Mita sudah putus dengan kak Ariel dan membatalkan semua rencana pernikahannya" tutur Zaira menjelaskan kepada Bunda Aryani.


" Putus? batal nikah?" ucap Bunda Aryani terkejut


" Apa karena nan Arta?" tanya bunda Aryani lagi penuh selidik.


" Bukan bund, ceritanya panjang tapi pada intinya Mita dan kak Arta justru bertemu setelah putus dari dokter Ariel yang bereng_" ucapan Lia terpotong


" Sayang tidak baik mengumpat!" tegur Mario membuat Lia menghela napasnya kasar.


" Iya maaf" Cicit Lia membuat bunda Aryani malah penasaran dengan ucapan Lia yang terpotong.


" Maksudnya apa nak Lia?" tanya Bunda Aryani.


" Bunda inikan sudah malam, sebaiknya bunda istrirahat aja dulu ceritanya bisa besok lagi bund, kasihan mereka pasti capek dengan kejadian hari ini yang pasti menguras tenaga mereka!" ucap Zaira.


" Ada apa memangnya?" tanya bunda Aryani yang malah semakin penasaran.


" Bunda, besok aja ya!" pinta Zaira


" Baiklah!" bunda lalu duduk di sofa


" Kalian lagian ngapain sih kesini bukan istirahat aja, apalagi loe Mita. loe itu butuh istirahat!" ucap Zaira


" Ya gue kan gak sabar ingin melihat Zaira junior" ucap Mita


" Tau tuh sudah di bilang istirahat aja, ngeyel banget pingin ikut juga" Arta ikut menimpali.


" Gemesin tau Za!" ucap Mita yang terlihat begitu senang melihat baby Zia


" Yaudah sabar yang, nanti juga kita bikin yang lebih gemesin!" ucap Arta membuat Mita langsung tersedak Salivanya sendiri.


" Apaan sih kak gak jelas banget deh" ucap Mita


" Kenapa memangnya? kamu gak mau gitu menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Arta menaik turunkan alisnya.


" Bukan begitu aku ha_" ucapan Mita menggantung


" Sudah ah kenapa jadi ngomongin hal itu sih halal aja belum" ucap Mita tanpa sadar keceplosan


" Wah kak ternyata minta di halalin" goda Lia membuat Mita menepuk pundak Lia kesal.


" Sudah-sudah, sebaiknya kalian semua istirahat. Za juga butuh istirahat!' ucap Azka menyuruh Zaira segera berbaring.


Zaira saat ini tengah tertidur setelah tadi selesai menyusui baby Zia. Arta dan Mario duduk di luar sementara Lia dan Mita sudah tertidur bersama bunda Aryani di sofa yang berada di ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2