
" Assalamu'alaikum!"
(....)
" Apa? innalilahi wa innailaihi rojiun" ucap Mia yang nampak syok dan diam mematung.
" Mi... Mia ada apa?" tanya Lia yang nampak khawatir begitu juga dengan yang lainnya.
Mia menoleh ke arah Mona dengan tatapan yang sulit untuk di artikan dan yang ditatap mengernyit nampak bingung.
" Ada apa?" tanya Mona bingung kepada Mia
" Apa loe semalam bertemu dengan Yoga?" tanya Mia datar
Deg
Batin Lia merasa tidak enak takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
" Iya semalam Yoga datang nemuin gue, kenapa memangnya?" tanya Mona
" Apa kalian sempat bertengkar?" tanya Mia membuat Mona menjadi tidak nyaman karena terus di tanya oleh Mia.
" Loe itu kenapa sih Mi, kalau loe suka sama Yoga ya bilang aja terus terang, loe tinggal kejar sana cintanya tuh si Yoga jangan malah interogasi gue kayak gini, gak asik tau gak sih loe Mi!" kesal Mona.
" Siapa yang gak asik, loe apa gue?" Mia balik bertanya " Yoga itu tulus sayang sama loe Mon, bahkan hampir setiap hari dia datang ke rumah loe cuma buat melihat keadaan loe doank, apa sih kurangnya Yoga Mon buat loe dia itu orang yang baik" ucap Mia yang sudah berderai air mata.
" Kalau loe suka ambil aja sana, gak usah marah-marah sama gue kayak gini. gue tau Yoga itu memang orang baik jadi dia cocok sama loe Mi bukan gue!" sahut Mona sedikit ngegas.
" Mi kenapa loe kayak gini dan tadi itu telpon dari siapa? jangan bilang kalau sudah terjadi sesuatu sama Yoga Mia?" tanya Lia yang merasa aneh dengan sikap Mia.
Mia diam sejenak dan mengabaikan pertanyaan Lia fokus menatap lekat ke arah Mona.
" Gue akui Mon gue memang sayang sama Yoga tapi rasa sayang gue ke Yoga begitu juga rasa sayang Yoga ke gue hanya sebatas rasa sayang layaknya adik dan kakak gak lebih." ucap Mia
" Cihh, jangan muna deh loe Mi!" sarkas Mona
" Mon gue bicara apa adanya gue gak ada perasaan apa-apa dengan Yoga justru gue selalu berharap loe mau membukakan pintu hati loe buat Yoga tapi apa Mon sekarang semua sudah terlambat!" ucap Mia berteriak histeris dengan air mata yang terus bercucuran membuat para sahabatnya merasa khawatir dan juga panik.
" Mia bilang terus terang, apa telah terjadi sesuatu dengan Yoga ?" sentak Lia karena entah kenapa perasaannya semakin terasa tidak enak..
" Li Yoga Li.." ucap Mia disela Isak tangisnya.
" iya Yoga kenapa?" tanya Lia memelankan ucapannya
" Se...semalam Yoga.... Yoga kecelakaan Li, mobilnya meledak dan masuk ke jurang "
Jegeeeerrrrrrrrrrrrrrrrr
Bagaikan petir di siang bolong tubuh Mona seketika lemas bagaikan tidak bertulang, Mona memberingsut ke lantai tatapan matanya kosong. Menyesal itulah satu kata yang tepat untuk Mona.
" Tidak mungkin... itu tidak mungkin...!" teriak histeris Mona sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Mia loe jangan asal bicara Mi, semalam Yoga datang ke rumah gue dan dia dalam keadaan baik-baik aja, loe pasti bohong kan Mi?" sentak Mona yang merasa tidak percaya kalau Yoga kecelakaan.
" Yoga kecelakaan setelah pulang dari rumah loe Mona!" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan menghampiri Mona.
" Dion" ucap Mona terkejut dengan adanya Dion yang baru saja datang bersama Sendy.
" Semalam setelah dari rumah loe Yoga sempat datang ke rumah gue lalu dia mengajak gue dan kak Sendy pergi ke club. awalnya kita berdua sudah menolaknya tapi Yoga terus memaksa, dia bilang itu untuk yang pertama dan juga yang terakhir dia datang ke club tersebut." tutur Dion.
" Yoga sempat mabuk dan terus merancau membicarakan tentang loe Mon, dia sempat bilang kalau dia sangat mencintai loe Mon" lanjut Dion.
" Semalam Yoga memang sedikit mabuk gue sudah membujuk dia agar gue aja yang menyetir mobilnya dan mengantarkan dia pulang tapi dia terus bersikeras mau pulang sendiri dan menyetir mobilnya sendiri." ucap Dion lagi.
Mona beranjak dari duduknya dan menghampiri Dion
" Itu gak mungkin, kalian pasti sengaja bohongin gue iyakan? Yoga gak mungkin pergi ke club dia tidak suka club malam dan tidak mungkin Yoga pergi begitu saja, dia semalam bilang ke gue walaupun gue tetap monolaknya berkali-kali dia tidak akan menyerah dan akan terus datang sampai gue luluh dan menerima dia" ucap Mona disela isak tangisnya.
" Mon" lirih Mita yang langsung menarik Mona kedalam pelukannya
" Gue berharap juga ini cuma mimpi Mon tapi pada kenyataannya setelah gue datang ke TKP , yang gue dan kak Sendy lihat itu benar-benar itu mobil yang semalam Yoga pakai" tutur Dion
" Yoga memang sempat berpesan sebelum pergi meninggalkan kita berdua di club, dia sempat bilang titip Mona jangan biarkan Mona menangis dan bersedih lagi, Mona harus bahagia dan menemukan cinta sejatinya" ucap Sendy membuat Mona semakin terasa sesak.
" Dasar bodoh, kenapa sudah berkali-kali gue sakiti dia tetap aja bersikap baik dan perhatian sama gue" Mona menyandarkan kepalanya di bahu Mita dan menangis pilu.
" Semua gara-gara loe Mon!" sarkas Mia menuduh Mona dengan ketus membuat Mona tersentak kaget
" Mia!" ucap Mona lirih dan membulatkan matanya tidak percaya Mia mengatakan hal seperti itu.
" Loe benar Mi ini semua karena gue, Yoga pergi karena gue. kalau saja semalam gue gak ngusir dia dan gak bicara yang bikin dia sakit hati mungkin hal ini gak akan terjadi." ucap Mona.
Flashback on
Tokk
Tokk
" Bi tolong dong bukain pintu!" teriak Mona yang sedang sibuk memakai masker wajah.
" Baik non!" ucap art yang ada di rumah Mona.
" Non!"
" Iya bi, siapa bi yang datang?" tanya Mona
" Itu non ada den Yoga diluar" ucap art memberitahu Mona
" Yoga?" tanya Mona memastikan dan art tersebut mengangguk.
" Tolong ya bi suruh pulang saja, aku lagi malas ketemu sama dia bi" ucap Mona
" baik non" art tersebut pergi untuk menemui Yoga dan beberapa menit kemudian art tersebut kembali lagi menemui Mona
__ADS_1
" Maaf non katanya den Yoga mau bicara penting dengan non Mona dan setelah ini dia janji gak akan datang kesini lagi" ucap art tersebut memberitahu Mona.
" Emmmm... baiklah, tolong buatkan minum ya bi!'
" Iya non"
Mona keluar untuk menemui Yoga setelah ia membersihkan wajahnya terlebih dahulu.
" Ada apa?" tanya Mona dengan nada ketus seperti biasanya dan setelah dia sudah berdiri di hadapan Yoga.
" Boleh kita bicara sebentar Mon?" tanya Yoga
" Yaudah bicara aja!" ucap Mona dengan santainya
" Boleh gue duduk?" tanya Yoga
" Hem!" jawab Mona memutar bola matanya malas.
" Mau bicara apa, cepatlah!" ucap Mona dengan angkuhnya
" Gue mau minta maaf!" ucap Yoga membuat Mona mendelikan matanya
" Gue tau selama ini gue sudah mengganggu loe dan maaf kalau karena sikap gue membuat loe merasa tidak nyaman" ucap Yoga dan Mona hanya diam saja tidak menggubrisnya.
" Jujur gue memang sayang sama loe Mon!" ucap Yoga membuat Mona merasa jengah dengan ucapan Yoga yang selalu seperti itu.
" Udah deh Yo, bisa gak sih loe bicara yang lain aja, gue tuh jengah tau gak Yo loe selalu bilang seperti itu terus. bukannya udah gue bilang berkali-kali sama loe ya Yo gue itu gak suka sama loe jadi please Yo jangan ganggu hidup gue lagi . loe sebaiknya terima aja deh tuh Mia jadi pacar loe biar loe gak ngejar gue terus, " ucap Mona ketus
" Mona, gue berharap malam ini aja loe mau mendengarkan ucapan gue setelah itu gue janji gak akan muncul lagi di hadapan loe!" ucap Yoga.
" Yaudah buruan ngomong, lagian emangnya loe mau ngomong apa lagi sih?" ucap Mona.
Yoga menarik napas dalam-dalam sebelum mengatakan apa yang selama ini ia ingin katakan kepada Mona.
" Mona sebenarnya gue ingin tetap bertahan dan terus memperjuangkan cinta gue ke elo, gue ingin berusaha untuk tetap mengejar cinta loe meskipun loe berkali-kali menolak, gue ingin terus mengejar cinta loe sampai gue bisa membuat hati loe luluh dan bisa menerima cinta gue tapi gue sadar Mon, semakin gue mendekat maka loe akan semakin menjauh dari gue, karena gue sudah membuat loe merasa gak nyaman dengan kehadiran gue. sekali lagi maafkan gue Mon." ucap Yoga tersenyum getir.
Yoga beranjak dari duduknya " Gue pamit Mon, sekali lagi gue minta maaf atas semua yang gue lakukan sama loe!" ucap Yoga.
" Selamat tinggal Mona!" kata-kata terakhir Yoga sebelum beranjak pergi meninggalkan Mona yang nampak tercengang dengan sikap Yoga yang lain dari biasanya.
Mona menatap punggung Yoga dengan tatapan sendu, seperti ada perasaan aneh yang menusuk hatinya.
" Gue kenapa ya?" gumam Mona.
Flashback off
" Semua memang salah gue Mi, salah gue.. gue memang jahat!" ucap Mona menyalahkan dirinya sendiri dan sedetik kemudian
Bruk
" Mona!" teriak semuanya bersamaan
__ADS_1