Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Cerita Zaira


__ADS_3

Zaira mulai menceritakan tentang dokter Ariel yang dulu memang pernah mengisi hari-harinya.


" Kak Ariel memang dulu pernah menjadi orang yang paling dekat denganku mas, hampir setiap hari kami bersama-sama, meskipun waktu itu aku masih duduk di bangku SMP" Zaira menjeda ucapannya menatap lekat wajah suaminya yang sedikit terlihat tidak bersahabat.


" Setiap hari kak Ariel yang mengantarkan aku pergi kesekolah dan setiap ada anak laki-laki yang menggangguku pasti langsung diberi pelajaran oleh kak Ariel, dia selalu menjagaku melindungi ku ." cerita Zaira yang sedetik kemudian mulai sedikit panik saat melihat Azka mengeratkan genggaman tangannya.


" Mas!" panggil Zaira yang sudah menggenggam tangan Azka yang mengepal kuat.


" Dia memang pernah hadir dalam hidup aku mas tapi itu dulu sebelum aku mengenal mas dan menjadi isteri mas Azka" tutur Zaira lembut.


" Sebesar apapun perasaanku dulu terhadapnya tetap saja mas itu perasaan di masa lalu dan saat ini aku sedang belajar untuk mencintai seseorang yang sudah menjadi masa depan aku" Zaira mengangkat tangannya dan tangan Azka menunjukkan cincin yang tersemat di jari mereka.


" Mas pernah bilang, kita jalani pernikahan ini dengan baik dan belajar untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing dan Juga belajar menerima masa lalu masing-masing." ucap Zaira mengingatkan.


Azka masih diam tidak menanggapi ucapan Zaira. Ia merasa masih tidak nyaman dengan kedekatan Zaira pada pria masa lalunya itu. Entah kenapa rasanya begitu sakit di dalam hati Azka saat Zaira memuji dan menceritakan kedekatannya dengan laki-laki lain.


" Mas, apa mas cemburu?" tanya Zaira


membuat Azka tersedak dengan salivanya sendiri.


" Uhuk... uhukk!" Azka menatap Zaira sekilas


" Cemburu? cih, siapa yang cemburu" ucap Azka menyangkal namun mampu membuat Zaira tersenyum.


" Apa senyam-senyum?" tanya Azka ketus namun semakin membuat Zaira tertawa lepas.


" Mas Azka lucu kalau lagi cemburu kaya gini, kenapa aku jadi gemas ya " goda Zaira yang membuat Azka semakin dibuat kesal.


" Kamu_" Belum selesai Azka berucap Zaira langsung menyandarkan kepalanya di bahu Azka dan bergelayut manja.


" Mas, kak Ariel itu sebenarnya adalah anak angkat ayah dan bunda" ucap Zaira yang mampu membuat Azka menoleh ke arahnya.


Zaira mendongak dan pandangan mereka pun bertemu, Zaira tersenyum lalu mengusap lembut rahang Azka yang sempat mengeras.


"Ayah kak Ariel dulu adalah sopirnya ayah ku mas, dan saat kak Ariel berusia 8 tahun kedua orangtuanya mengalami kecelakaan ketika ingin menjemput kak Ariel ke sekolah, ayahnya meninggal ditempat dan ibunya sempat di rawat di rumah sakit. orang tua Kak Ariel tidak memiliki sanak saudara jadi sebelum ibunya meninggal ibunya sempat menitipkan kak Ariel kepada ayah." Zaira mendongak sekilas menatap wajah suaminya yang masih diam menyimak lalu kembali bercerita.


" Ayah membawa kak Ariel pulang ke rumah setelah ibunya kak Ariel meninggal, dan semenjak saat itu kak Ariel dan aku menjadi dekat waktu itu usia aku baru 3 tahun. Karena wajah kak Ariel yang tampan banyak adik dan kakak kelas aku dulu yang suka kepadanya tapi sedikitpun kak Ariel tidak menghiraukan mereka. sampai pada akhirnya ketika aku duduk di bangku SMP kak Ariel tiba-tiba menyatakan perasaannya kepada ku mas"


Azka tanpa sadar meremas tangan Zaira yang menggenggam tangannya.


" Awww, mas sakit!" pekik Zaira yang langsung menggeser tubuhnya menjadi duduk tegak.


" Ma.. maaf!" Azka nampak kikuk.


" Bilang gak cemburu tapi tangan aku diremas gitu" gumam Zaira mengerucutkan bibirnya membuat Azka semakin salah tingkah karena tergoda dengan bibir ranum sang isteri.


" Maaf, ayo lanjutkan ceritanya!" pinta Azka yang langsung menarik Zaira ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" Gak mau ah, mood aku sudah hilang" ucap Zaira yang melerai pelukannya dan langsung merebahkan diri ke kasur.


" Loh kok malah tidur si yang, ayo dong cerita lagi. apa kamu menerima pernyataan cintanya?" tanya Azka tanpa basa-basi.


Zaira langsung bangun duduk dan menyipitkan matanya menatap lekat Azka yang terlihat dengan jelas rasa penasarannya.


" Emmmm... menurut mas?" Zaira malah balik bertanya dan tentu saja hal itu kembali membuat seorang Azka merasa kesal.


Azka memberengut dan memilih untuk pergi namun belum melangkah tangan Zaira sudah lebih dulu mencegahnya.


" Mau kemana?" tanya Zaira tapi tidak dijawab oleh Azka. "Duduk!" Zaira menarik tangan Azka dengan kuat hingga membuat Azka kembali duduk di tepi tempat tidur.


" Iya, dulu aku memang merasakan perasaan yang sama dengan kak Ariel tapi perasaan itu mungkin ada karena kami sudah terbiasa bersama. sampai pada akhirnya ayah tahu hubungan kami yang terjalin secara sembunyi-sembunyi. Ayah sangat marah waktu itu karena dia sudah menggap kak Ariel itu seperti putranya sendiri dan tidak ingin kami menjalin hubungan karena Ayah sangat menentang aku berpacaran." lanjut Zaira bercerita.


" Mas!" panggil Zaira yang sedikit memberengut karena sikap Azka yang terlihat berubah dingin.


" Hemmm" jawab Azka singkat.


" Ishh!" kesal Zaira.


" Sudah ayo lanjut ceritanya!" titah Azka datar.


" Ayah menentang hubungan aku dan kak Ariel sampai kak Ariel berpikir kalau Ayah tidak menerimanya mungkin karena ayah menggap kak Ariel itu bukan siapa-siapa dia hanya anak yatim-piatu yang gak punya apa-apa. sampai akhirnya kak Ariel memilih pergi meninggalkan rumah entah kemana." Zaira menjeda ceritanya


" Ayah bertahun-tahun mencarinya tapi hasilnya nihil, waktu itu aku sedih dan juga kecewa pada ayah tapi aku juga tidak mau membuat ayah sedih karena kehilangan kak Ariel yang memang sudah ayah anggap seperti putranya sendiri. Ayah sebenarnya sangat menyayangi kak Ariel tapi dia kecewa karena ternyata kak Ariel memiliki perasaan yang lain terhadapku bukan perasaan kakak yang menyayangi adiknya. sampai pada akhirnya aku tahu kenapa ayah selama ini melarangku untuk berpacaran bahkan dengan kak Ariel sekalipun." tutur Zaira menceritakan semuanya


" Karena seseorang!" jawab Zaira singkat


" Siapa?" Azka semakin penasaran


" Seorang pria dingin, egois, pemarah dan juga tidak mau mengakui kalau sebenarnya dia sedang cemburu" jawab Zaira yang sudah kembali merebahkan diri di atas kasur.


" Maksud kamu siapa sih?" Azka kali ini memilih untuk merebahkan diri di samping Zaira.


" Pikir aja sendiri siapa yang sudah jahat banget meremas tangan orang dan tidak mau mengakui kalau dia sebenarnya lagi cemburu!" cibir Zaira lalu bergeser memunggungi Azka.


Azka menarik bahu Zaira hingga membuat Zaira kembali menghadap ke arahnya.


" Mak.. maksud kamu karena aku?" tanya Azka yang semakin tidak paham.


" Iya semua itu karena ayah dan papa Sam sudah lama menjodohkan kita, karena itu ayah sangat menentang keras aku berpacaran sampai ada yang menilai aku memiliki kelainan karena selalu menolak setiap pria yang menyatakan cintanya kepada ku, " tutur Zaira panjang lebar.


" Jadi selain sama dokter tengil itu kamu tidak pernah berpacaran?" tanya Azka antusias.


" Dokter Ariel bukan dokter tengil?" protes Zaira.


" Cih, marah" kesal Azka.

__ADS_1


" Biarin, ya memang kenapa kalau aku memang tidak pernah pacaran? aku hanya menjaga amanah yang ayah berikan tidak seperti kak Azka yang malah berpacaran dengan wanita lain di luar sana bahkan sampai mesra-mesraan di tempat umum, cih!" Zaira pun tidak mau kalah, ia juga jadi ikutan kesal karena teringat dulu sewaktu melihat Azka yang tengah jalan bermesraan dengan pacarnya.


" Emmmm... jadi ternyata isteriku ini masih ingat yang dulu nih, katanya dulu gak marah dan bilang kenapa harus marah tapi kenapa sekarang jadi marah gini ya?" Azka mencubit hidung Zaira gemas dan membuat Zaira langsung menepuk tangan Azka.


" Issh... sakit tahu?" ucap Zaira Ketus


" Sakit mana sama hati mas yang melihat isteri mas berpelukan dengan pria lain tepat di hadapan mas bahkan sampai melupakan keberadaan suaminya ini dan ditambah lagi ketika di rumah pun bertelponan dengan asiknya tanpa menghiraukan perasaan suaminya." ucap Azka menyatakan apa yang di rasakannya.


Degggg


Zaira mendongak menatap manik mata Azka yang sudah merah menahan rasa kekecewaannya seharian ini.


" Maaf mas, maaf. mungkin itu perasaan spontanitas aku mas yang tiba-tiba merasa senang bisa melihat kak Ariel lagi" ucap Zaira penuh penyesalan.


" Senang bisa melihat orang yang di cintai?" celetuk Azka.


"Apaan sih mas, udah deh gak usah bahas kak Ariel lagi, aku sudah mau jujur ya mas jadi jangan bikin perasaan aku sama mas pudar karena tuduhan-tuduhan mas sendiri!" geram Zaira.


" Maksudnya?" tanya Azka yang bingung dengan ucapan Zaira.


" Gak tau ah, pusing!" Zaira kembali memunggungi Azka.


" Loh kok gitu sih yang, ayo dong bilang maksudnya apa?" pertanyaan Azka membuat Zaira berbalik dan tanpa memberi jawaban Zaira langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Azka sekilas dan hal itu mampu membuat Azka tercengang dan bungkam.


Zaira memilih untuk bangun dan pergi ke kamar mandi namun tangan Azka sudah lebih cepat membawa Zaira ke dalam Kungkungannya.


" Mas apa-apaan sih?" tanya Zaira dengan wajah yang sudah bersemu merah.


" Kenapa kamu nakal sekarang sudah berani bangunin belut kecil mas?" goda Azka yang semakin membuat Zaira malu-malu tapi mau.


" Mas, lepas ihhh" Zaira memberontak namun kekuatan Azka jauh lebih kuat.


" Kamu gak boleh nakal ya peluk-peluk dan cium-cium laki-laki lain ya selain mas!" tegas Azka yang langsung mendapat pelototan dari Zaira.


" Mas pikir aku ini wanita macam apa?" kesal Zaira yang semakin memberontak.


" Kamu ini wanita nakal yang sudah membuat belut kecil mas bangun dan minta segera di tidurkan." sahut Azka yang langsung menerkam Zaira dengan buas.


Zaira tidak menolak karena ia memang juga menginginkannya. setiap sentuhan Azka membuat candu untuk Zaira begitu pun dengan Azka baginya Zaira adalah candu untuknya.


Di sore hari di ruang ber-AC dan guyuran hujan yang cukup deras diluar sana tidak menjadikan kamar mereka terasa dingin tapi justru semakin panas dengan kegiatan panas yang mereka lakukan berkali-kali, setelah pelepasan dan keduanya merasa lelah akhirnya mereka tertidur dibawah selimut yang sama dengan keadaan yang masih polos.


...** Jika suka dengan cerita Azka dan Zaira tolong bantu ...


...untuk memberi like, vote and komennya ya! **...


...☺️☺️☺️☺️...

__ADS_1


__ADS_2