Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Keputusan Mama Novi


__ADS_3

"Ayo cepat kemasi barang-barang kamu Rio!" perintah mama Novi tegas


Saat ini mama Novi tengah berada di kamar Mario dan Lia. mama Novi sengaja menghampiri mereka karena ingin segera membawa anak dan menantunya pulang ke tanah air.


" Mama benar-benar tidak habis pikir dengan papah kamu, bisa-bisanya dia ingin menjalin kerjasama dengan perempuan rubah seperti itu!" kesal mama Novi.


" Untung saja nak Azka mengabulkan keinginan Lia yang ingin menyusul kalian kalau tidak mama tidak tahu akan seperti apa jadinya!" lanjut mama Novi dengan aura dingin yang mendominasi. mama Novi yang selama ini nampak diam, lembut dan begitu keibuan ternyata jika sudah marah terlihat menakutkan. Lia yang baru pertama kali melihat mama Novi marah bergidik ngeri ternyata mama Novi seperti singa betina jika sudah marah sangat menakutkan.


" Ma jika kita pulang sekarang, lalu bagaimana dengan kerjasama perusahaan Alexander Grup dengan tuan Yamato?" tanya Mario


" Mama lebih memilih kehilangan kerjasama perusahaan tersebut dari pada mama kehilangan kebahagiaan dalam keluarga" ucap mama Novi tegas


Lia nampak bangga dengan mama Novi yang bisa bersikap tegas.


" Tapi bagaimana kalau papa sampai marah mah?" tanya Mario yang takut papahnya kecewa dengannya.


" Kamu berhak bersikap tegas sayang, di dunia bisnis memang terkadang sangat kejam. jika kamu bersikap lemah dan tidak berani mengambil keputusan maka kamu yang akan kalah bukan hanya kekalahan yang bisa kamu dapat tapi kehilangan orang-orang yang kamu sayangi itupun bisa saja terjadi jika kamu tidak waspada dan bersikap hati-hati!" ucap mama Novi mengingatkan


" Kamu memang masih terlalu muda menghadapi dunia bisnis tapi mama percaya kedepannya kamu pasti bisa melewati ini semua dengan baik. satu hal yang harus kamu ingat. dimanapun dan kemanapun kamu pergi sebaiknya ingat dengan keberadaan isteri kamu yang akan selalu setia menunggu kamu pulang ke rumah" lanjut mama Novi menasehati


" Sekarang sebaiknya kita pulang, masalah kerjasama dengan perusahaan Okinawa mama dan kakakmu sudah mengurusnya. jika mereka ingin tetap menjalin kerjasama dengan perusahaan kita maka putrinya tidak boleh lagi ikut campur dengan kerjasama tersebut." tutur mama Novi memberitahu


Pada saat Lia dan Mario menghabiskan waktu mereka di dalam kamar, mama Novi ditemani Arta datang menemui tuan Yamato Okinawa untuk memberitahu perihal apa yang sudah dilakukan putrinya kepada Mario.


Mama Novi sangat marah dengan perbuatan putri tuan Yamato yang hampir saja menghancurkan rumah tangga putranya. mendengar penuturan dari mama Novi tuan Yamato sangat kecewa dengan putrinya tersebut, dan mama Novi mengatakan kalau tuan Yamato ingin tetap menjalin kerjasama dengan Alexander Grup maka tuan Yamato tidak boleh melibatkan putrinya dalam kerjasama tersebut.


Lia bersandar di bahu Mario menghilangkan rasa pusing dan kantuknya. saat ini mereka tengah berada di jet pribadi milik papa Sam. mendengar Lia pergi menyusul Mario ke Jepang membuat papa Sam marah terhadap Azka yang mengizinkan Lia pergi.

__ADS_1


Di kediaman Dinata


" Kamu apa-apaan sih Ka, kamu tahukan adik kamu itu sedang hamil, bagaimana bisa kamu mengizinkannya pergi menyusul suaminya begitu saja?" papa Sam marah karena merasa khawatir dengan keadaan Lia


" Iya, Ka bahkan kamu tidak bilang apa-apa sama mama dan papa!" ucap mama Maria menimpali


" Maaf pah, mah. Azka hanya tidak tega melihat Meli bersedih seperti itu, diam disini pun tidak akan baik untuknya jika dia terus menangis. Azka hanya tidak ingin melihat Meli menangis terus menerus" ucap Azka menjelaskan


" Lagipula sebelum berangkat, Azka sempat bertanya terlebih dahulu kepada dokter Dinda dan dia mengatakan kandungan Meli aman jika melakukan perjalanan ke Jepang asalkan Meli tidak ada keluhan apapun. dan semalam Meli juga sudah memberi kabar kalau dia baik-baik saja disana. Meli juga tidak pergi sendiri mah , pah karena Meli bilang Mama Novi ikut menemaninya ke Jepang!" lanjut Azka


" Tadi Mita juga sempat memberitahu Za, katanya mereka sedang dalam perjalanan pulang!"


" Pulang? lalu bagaimana dengan urusan pekerjaan Mario disana?" tanya papa Sam khawatir takut karena putrinya menyusul Mario jadi tidak konsentrasi dan memilih untuk pulang.


" Arta bilang ada sesuatu hal yang membuat semua harus dipikirkan ulang. dan semua keputusan itu diambil alih oleh mama Novi" jawab Azka


" Soal masalah itu Arta tidak mengatakan secara detail mungkin dia ingin mama Novi sendiri yang menjelaskan semuanya" jawab Azka


" Lalu apa tanggapan Alex mengetahui perihal ini?"


" Sejauh ini tuan Alex sepertinya masih bersikap biasa saja, mungkin dia memilih menunggu penjelasan dari isterinya" Papa Sam mengangguk mengerti


" Apa terjadi sesuatu yang fatal disana sampai membuat Novi mengambil keputusan secepat itu?" mama Maria nampak berpikir


" Firasat Za juga mengatakan seperti itu mah, entah kenapa Za merasa sangat khawatir dengan Lia dan juga Mario" tutur Zaira yang baru berani angkat bicara


" Semoga tidak terjadi apa-apa sayang, Mama yakin mereka bisa menyelesaikan semuanya dengan baik" mama Maria mencoba bersikap tenang meskipun hatinya cukup khawatir dengan keadaan putrinya yang pergi keluar negeri secara mendadak dan dalam keadaan hamil muda.

__ADS_1


" Ya sudah mah , pah Azka dan Za pamit pulang dulu ya. kamu mau menjemput baby Zia di rumah bunda" tutur Azka beranjak dari duduknya hendak pamit kepada kedua orangtuanya.


" Oiya, mama sampai lupa dengan cucu mama. kenapa tadi tidak kalian ajak kesini?" tanya mama Maria yang sudah sangat merindukan cucu kesayangannya


" Tadi pulang dari sekolah kami langsung kesini mah jadi belum sempat menjemput baby Zia di rumah bunda" sahut Zaira


" Ya sudah kalian hati-hati dijalan, nanti malam kesini lagi ya ajak baby Zia!" mama Maria mengusap punggung Zaira lembut


" Iya mah!" Zaira dan Azka berpamitan mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


Mobil Azka dan Zaira kini sudah melesat menuju rumah bunda Aryani untuk menjemput putri kesayangan mereka.


" Mas!" panggil Zaira dan Azka langsung menoleh ke arah Zaira


" Apa terjadi sesuatu ya sama mereka disana?" tanya Zaira yang merasa sedikit khawatir


" Mas juga tidak tahu sayang, tapi bisa saja karena tidak mungkin mama Novi mengambil keputusan sebesar itu tanpa perundingan terlebih dahulu dengan tuan Alex" sahut Azka


" Aku jadi khawatir mas dengan mereka" Zaira nampak sendu memikirkan sahabat sekaligus adik iparnya itu


" Kamu tenang saja sayang, mas yakin Meli pasti baik-baik saja, kamu tahu siapa Meli kan dia itu anak yang kuat" tutur Azka


"Mas sekuat apapun wanita tapi bisa saja rapuh jika sudah ada orang ketiga" sahut Zaira tiba-tiba membuat Azka mengerutkan keningnya.


" Kamu bicara apa sayang?" tanya Azka yang merasa bingung dengan ucapan Zaira yang tiba-tiba berbicara seperti itu


" Tidak ada" entah kenapa tiba-tiba saja Zaira teringat dengan adik kelasnya tadi pagi saat di koridor sekolah.

__ADS_1


__ADS_2