Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

"Luna sebaiknya kamu pergi dari ruangan saya, nanti saya yang akan ke kelas kamu!" titah Aldy namun nampaknya Luna tidak menghiraukan ucapan Aldy dia berjalan semakin mendekat dan tiba-tiba duduk di pangkuan Aldy membuat Aldy refleks berdiri hingga membuat Luna terjungkal ke lantai dan hal itu bertepatan dengan pintu ruangan yang terbuka


Ceklekk


Netra keduanya membulat sempurna tatkala melihat sosok yang tengah berdiri di ambang pintu.


" Sedang apa kalian?" tanya seorang wanita dengan menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun


" Kami tidak sedang ngapa-ngapain, Luna hanya ingin menanyakan pelajaran yang tidak dia pahami" jawab Aldy setenang mungkin


Luna yang baru saja berdiri akibat terjatuh merasa sangat takut dan juga gugup apalagi dia juga tahu wanita yang ada di hadapannya itu juga menaruh hati kepada gurunya tersebut


" Sedang apa kamu duduk di lantai?" sindirnya. karena jelas dia tahu gadis yang ada di hadapannya itu tengah menggoda sang guru


" Ti.... tidak apa-apa bu, tadi saya tersenggol pak Aldy jadi terjatuh" Jawab Luna sedikit gugup


" Benarkah?" tanyanya penuh selidik


" Tentu saja Bu, mana berani saya berbohong sama Bu Siska!" Luna ketar ketir sendiri.


" Emmmm... kalau begitu saya permisi dulu Bu, terima kasih pak Aldy atas penjelasannya. lain kali saya akan datang lagi jika ada pelajaran matematika yang tidak saya mengerti" ucap Luna


" Tidak perlu, kalau kamu tidak mengerti soal matematika kamu bisa datang ke ruangan saya dengan senang hati saya akan membantu kamu." jawab Bu Siska membuat Luna menelan salivanya dengan kasar


" Terima kasih bu Siska atas tawarannya tapi jika pak Aldy yang menjelaskan saya akan lebih mudah paham bu" Luna meremas jemarinya sendiri takut-takut Bu Siska akan tersinggung dengan ucapannya.


" Baiklah kalau memang begitu, jika ada yang kamu tidak mengerti tinggal bilang saja nanti saya yang akan menemui kamu di kelas jadi bukan hanya kamu yang akan mengerti teman-teman mu yang lain juga yang tidak paham ikut bisa mengerti" Jawab Aldy menengahi


" Betul apa yang dikatakan pak Aldy, jadi kamu tidak perlu datang ke ruangan pak Aldy dan hanya berdua-duaan dengan pak Aldy yang merupakan guru disekolah ini" tegur bu Siska


" Terus untuk apa bu Siska juga datang ke ruangan pak Aldy?" tanya Luna sedikit menyindir


" Ya karena pak Aldy sendiri tadi yang meminta saya untuk datang ke sini" jawab bu Siska dengan penuh rasa percaya diri


" Bukan begitu pak Aldy?"


Aldy yang mendengar pengakuan bu Siska sempat kaget tapi melihat situasi yang sebenarnya cukup meresahkan dengan terpaksa pak Aldy berbohong dengan mengiyakan pertanyaan bu Siska.


" Iya" Aldy menganggukkan kepalanya


" Tuh kamu dengar sendiri kan?" bu Siska tersenyum penuh kemenangan membuat Luna dibuat kesal setengah mati.


" Awas saja Bu Siska, gue balas loe nanti!" batin Luna menatap sinis Bu Siska

__ADS_1


" Ya udah tunggu apalagi kamu, cepat sana pergi!" usir Bu Siska


Luna akhirnya dengan penuh kekesalan keluar dari ruangan Aldy.


" Terima kasih pak Aldy, saya permisi dulu" pamit Luna dan Aldy hanya tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


Setelah Luna pergi kini bu Siska yang mendekati Aldy yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


" Emmmm... ada apa ya pak Aldy memanggil saya kesini?" tanya bu Siska dengan suara yang dibuat selembut mungkin membuat Aldy merinding mendengarnya.


" Ya?" Aldy tercengang


" Saya... emmm!" Aldy bingung ingin menjawab apa karena sejujurnya dia tidak pernah merasa memanggil bu Siska untuk datang ke ruangannya.


Dan disaat Aldy tengah sibuk dengan pikirannya tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan yang diketuk.


Tok


Tok


Tok


" Permisi pak, tadi bapak manggil saya!" ucap Khanza yang langsung membuyarkan lamunan Aldy yang sibuk dengan pikirannya sendiri mencari jawaban atas pertanyaan bu Siska.


Bukan takut tapi lebih tepatnya berjaga-jaga takut adanya kesalahpahaman.


" Ah iya, kamu sudah datang masuklah!" ucap Aldy seraya beranjak dari duduknya


" Terus tadi pak Aldy menyuruh Khanza memanggil saya kesini untuk apa?" tanya bu Siska kembali namun kali ini pertanyaan bu Siska cukup mengusik pendengarannya.


' Ada apa dengan isterinya, meminta bu Siska datang ke ruangannya oh astaga sungguh di luar dugaannya isteri kecilnya itu melakukan hal sekonyol itu.


Aldy melirik sang isteri namun yang dilirik dengan cepat membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Dan kamu Khanza untuk apa datang kesini juga?" tanya bu Siska dengan sinis


" Oiya maaf Bu hampir saja saya lupa" ucap Aldy tiba-tiba mengalihkan pertanyaan bu Siska kepada Khanza


" Tadi saya meminta bu Siska datang ke ruangan saya karena saya mau meminta tolong sama Bu Siska" ucap Aldy


" Tolong apa ya pak?, kalau saya bisa pasti akan saya bantu dengan senang hati" jawab bu Siska dengan senang


" Emmmm.... begini bu, hari ini saya akan pergi ke luar kota dan selama saya pergi saya mau meminta tolong kepada bu Siska untuk menggantikan jam pelajaran saya, itupun kalau tidak merepotkan bu Siska "

__ADS_1


" Pak Aldy mau pergi ke luar kota? berapa hari pak?" tanya bu Siska di sela keterkejutannya


" Mungkin seminggu bisa juga lebih bu"


" Kalau boleh tahu ada acara apa pak Aldy keluar kota? bukan untuk menikah kan pak?" tanya Bu Siska cemas


" Bukan bu, hanya ada urusan pekerjaan" jawab Aldy seraya terkekeh


Bu Siska bernafas lega mendengar jawaban pak Aldy.


" Baiklah kalau begitu dengan senang hati saya akan menggantikan jam pelajaran bapak"


" Hati-hati ya pak diperjalanan jangan lupa kalau sudah sampai beri kabar pak!" ucap bu Siska yang terdengar sedikit aneh


" Ah iya Bu Siska, terima kasih banyak ya bu maaf jadi merepotkan!" ucap Aldy jadi merasa tidak enak sendiri


" Ah tidak merepotkan kok pak, saya malah senang bisa membantu pak Aldy" jawab bu Siska dengan senyum bahagianya


" Kalau begitu terima kasih banyak, bu Siska sekarang bisa kembali ke ruangan ibu , saya mau berkemas-kemas dulu bu" ucap Aldy yang secara halus ingin mengusir bu Siska dari ruangannya


" Mau berkemas-kemas? bagaimana kalau saya bantu pak Aldy?" tawar bu Siska membuat Aldy semakin pening sendiri


" Tidak perlu bu Siska saya bisa sendiri lagi pula hanya tinggal mengemas perintilannya saja" tolak Aldy secara halus


" Oh begitu, ya sudah kalau begitu saya permisi pamit dulu pak Aldy!" ucap bu Siska dan beranjak pergi namun saat berbalik dia terkejut karena ternyata dia hampir saja melupakan keberadaan seorang gadis yang sudah bukan gadis lagi masih berada di ruangan yang sama


" Loh kamu masih disini?" tanya bu Siska dengan keterkejutannya


" Iya bu!" jawab Khanza sopan


" Kenapa tidak kembali ke kelas mu sekarang?" suara bu Siska sedikit meninggi


" Maaf bu Siska, saya masih ada keperluan dengan murid saya Khanza" jawab Aldy membuat bu Siska diam seketika


" Oh begitu, kalau boleh tahu ada urusan apa pak Aldy meminta Khanza untuk datang ke ruangan bapak?" tanya bu Siska penuh selidik


' Oh ya ampun ini orang kepo akut banget sih, masih aja belum juga pergi' batin Aldy


" Hanya sedikit tentang pelajaran kok bu, beberapa tugas yang nantinya saya berikan selama saya cuti Bu!" jawab Aldy sekenanya


" Oh begitu ya pak!"


"Iya bu, silahkan bu karena saya juga harus buru-buru!" ucap Aldy seraya mempersilahkan bu Siska pergi dari ruangannya mengantarkannya sampai depan pintu

__ADS_1


" Ah iya pak, kalau begitu saya permisi!!" ucap bu Siska lalu pergi keluar dari ruangan pak Aldy dengan rasa kesal dihatinya karena lagi-lagi membiarkan Aldy dan Khanza dalam kondisi berduaan.


__ADS_2