Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Sinar mentari masuk menyelinap melalui celah jendela kesebuah kamar sepasang suami isteri yang entah sejak kapan tidur saling memberi kehangatan dan rasa nyaman satu sama lain hingga pagi yang biasanya sudah disibukkan dengan kegiatan masing-masing terlewat begitu saja.


Tok....


Tok...


Tok...


Suara ketukan dari luar kamar menarik paksa keduanya dari alam mimpi, hingga membuat Miska dan Roni terperanjat dan saling menatap satu sama lain.


Degup jantung keduanya seperti saling bersahutan, menatap gugup dan salah tingkah saat menyadari posisi mereka begitu intim dan saling memeluk.


" Kamu!" ucap keduanya lalu saling melepas pelukan masing-masing.


" Sayang, kalian sudah bangun!" teriak mommy Sarah dari luar kamar membuat Roni dan Miska langsung menoleh ke arah pintu


" Mommy!" ucap mereka bersamaan


"Roni kita kesiangan!" melas Miska saat melihat jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 6:30


" Miska... Roni..!" mommy Sarah kembali berteriak karena belum mendapat jawaban dari dalam kamar


"Iya momm!" jawab Roni seraya berteriak


" Kalian sudah bangun? ayo kita sarapan dulu sayang!" mommy masih berteriak karena Roni maupun Miska masih belum membukakan pintu kamar mereka..


" Iya momm!" sahut Roni seraya membuka pintu kamarnya dengan muka bantal dan suara serak khas bangun tidur


"Kamu baru bangun?" mommy Sarah terkejut dengan penampilan putranya ini yang berpenampilan acak-acakan baru bangun tidur


" Iya mom!" jawab Roni seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Miska?" mommy Sarah melongok ke dalam kamar


" Sedang mandi" Roni menunjuk dengan ekor matanya ke arah kamar mandi dan mommy Sarah mengangguk mengerti


" Apa karena terlalu nyaman dengan kasur baru kalian sampai kesiangan begitu?" Tanya mommy Sarah dengan tatapan menggoda


" Ya bisa dibilang begitu!" sahut Roni cengengesan


" Dasar kamu ini, udah sana gih mandi. udah siang nanti telat!"


" Ada Miska dikamar mandi mom"


" Kamu ini bagaimana sih, kan masih ada kamar mandi di kamar sebelah!" Roni menepuk jidatnya sendiri merasa bodoh


" Iya ya!" Roni tergelak


" Udah sana cepat!"


" Siap mommy ku sayang" Roni langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil seragam sekolahnya


Mommy turun ke lantai bawah seraya geleng-geleng kepala.


Miska dengan cepat merampungkan kegiatan mandinya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah namun setelah berpakaian rapih tiba-tiba ada rasa yang bergejolak di dalam perutnya ingin segera di keluarkan


Roni yang sudah selesai mandi dan rapih dengan seragam sekolahnya langsung bergegas melesat masuk ke dalam kamar mandi setelah mendengar suara Miska yang muntah-muntah di dalam kamar mandi


" Hueeekkk"


" Sayang!" Roni dengan cekatan memijat lembut tengkuk Miska dan tidak berapa lama Miska pun merasa lebih baikkan


Roni memapah Miska yang sedikit pucat keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di tepi kasur


Dengan penuh kasih sayang Roni menyeka peluh yang membasahi kening wanita yang kini menjadi ratu dalam hatinya


" Bagaimana, apa sudah merasa baikkan?" tanya Roni seraya mengambilkan air minum yang sudah tersedia di atas nakas


" Hemm" Miska mengangguk pelan lalu meminum air yang Roni berikan hingga tersisa setengahnya


" Apa masih mau berangkat ke sekolah?" tanya Roni dengan tangan mengusap lembut perut Miska


" Sudah, aku enggak mungkin izin terus kan apalagi hari ini ada jadwal belajar kelompok untuk menyelesaikan tugas kelompok yang pak Aldy berikan kemarin" tutur Miska


" Belajar kelompok?" Miska mengangguk


" Apa dikelompok kamu ada anak laki-lakinya?" tanya Roni datar


" Ya adalah" sahut Miska


" Siapa? apa Nicko juga termasuk?" Miska mengangguk


" Iya, Nicko sama Billy satu kelompok sama aku"


Mendengar Nicko satu kelompok dengan Miska hati Roni terasa bergemuruh dan wajahnya seketika berubah datar


" Kamu kenapa? kok kayak enggak suka gitu?" Miska memegang lengan Roni yang malah menghindar


Miska bingung dengan perubahan sikap Roni yang tiba-tiba berubah dingin.


" Sudah siang, ayok kita turun. mommy sudah menunggu kita untuk sarapan!" Roni berbalik badan lalu meraih tas punggungnya yang berada di atas meja belajar berjalan keluar tanpa menunggu Miska


Melihat sikap Roni yang berubah dingin membuat Miska merasa sedih namun dia tidak ingin mengambil pusing. Miska pun mengambil tas punggungnya dan berjalan keluar menyusul Roni


Mommy Sarah mengerutkan keningnya saat melihat Roni menghampirinya tidak bersama dengan Miska


" Loh sayang Miska nya mana?" mommy Sarah celingak-celinguk melihat ke arah belakang Roni tapi tidak melihat menantu kesayangannya itu


" Miska sebentar lagi juga menyusul mom" sahut Roni mendudukkan dirinya di kursi meja makan

__ADS_1


" Mom!" sapa Miska saat berjalan menghampiri mommy Sarah


" Sayang, sini!" mommy Sarah melambaikan tangannya menyuruh Miska segera menghampirinya


" Sarapan dulu ya!" titah mommy Sarah seraya mengambil piring


" Maaf mom, Miska sepertinya sarapan di kantin sekolah aja deh hari ini, soalnya udah telat mom" tolak Miska halus


Mommy Sarah melirik ke arah Roni yang terlihat cuek dan tetap asik memakan sarapannya sama seperti halnya Miska memutar bola matanya jengah melihat Roni yang bersikap acuh dan mengabaikannya.


" Mom Miska pamit ya!" ucap Miska seraya mengalami takzim punggung mommy Sarah


" Kalian enggak bareng berangkatnya?" tanya mommy Sarah seraya menoleh ke arah Roni


" Enggak mom, Miska berangkat duluan aja udah telat soalnya" jawab Miska


" Assalamualaikum!" ucap Miska yang hanya melirik Roni sekilas


" Wa'alaikum salam" sahut mommy Sarah


" Kamu ini apa-apaan sih Ron, bersikap acuh kayak gitu sama isteri kamu? lupa, iya kalau saat ini isteri kamu itu sedang hamil dan itu benih kamu loh!" mommy Sarah terlihat jengkel dengan sikap Roni yang tiba-tiba berubah cuek


" Roni pamit mom" Roni tidak merespon ucapan mommy Sarah


" Assalamualaikum" pamitnya seraya salam takzim


" Wa'alaikum salam" jawab mommy Sarah seraya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya


Roni dengan bergegas menyusul Miska yang sudah lebih dulu keluar, namun betapa terkejutnya Roni saat tidak mendapati Miska di luar rumah


" Pak Joko!" teriak Roni memanggil penjaga rumahnya


" Miska mana pak?" tanya Roni cemas


" Udah berangkat den" jawab pak Joko


" Udah berangkat?" Roni terkejut


" I... iya den" sahut pak Joko


" Naik apa pak?"


" Tadi naik motor pak"


" Naik motor sama siapa pak?" tanya Roni mulai merasa kesal


" Tukang ojek !" jawab pak Joko yang langsung membuat Roni lega


"Yaudah kalau gitu tolong buka gerbangnya ya pak saya mau berangkat !" mendengar kata-kata Roni yang terdengar sangat sopan pak Joko malah tercengang tidak biasanya majikannya yang satu ini bersikap sopan seperti itu


" Pak !"


Roni tidak menggunakan mobilnya hari ini namun dengan motor kesayangannya.


Miska sudah sampai di sekolah, entah kenapa rasanya ada yang kurang baginya pagi ini


" Kenapa loe, lemes bener jalannya dicampakkin Roni ya?" tanya Lolly meremehkan


Deg


Miska sedikit terkejut dengan pertanyaan yang Loly lontarkan


" Maksudnya apa Lolly bertanya kayak gitu ya apa dia tahu kalau gue dan Roni..... ah bomatlah!" batin Miska


" Kenapa kok diam? kaget ya gue bisa tahu kalau loe itu ternyata salah satu cewek mainan Roni juga!" Lolly tersenyum meremehkan


" Loe itu cewek munafik Miska, dengan lantang loe bersikap seolah loe adalah cewek suci yang benci dengan sikap Roni yang ya gaya pacarannya sangat gue suka, meskipun harus berbagi dengan cewek-ceweknya yang lain, tapi ternyata loe juga salah satu ceweknya, iyakan?"


Miska memilih bersikap acuh dan tidak menghiraukan pertanyaan Lolly, terserah Lolly menganggapnya apa, tapi yang jelas pagi ini adalah pagi yang menyebalkan untuk Miska


" Eh loe bud*G ya? gue ini sedang bicara sama loe" kesal Lolly yang mencekal pergelangan tangan Miska yang hendak pergi meninggalkannya


Miska menghela napasnya kasar lalu menatap Lolly dengan tatapan tajam


" Mau loe sebenarnya apa sih? mau gue dicampakin atau enggak itu bukan urusan loe permen lollipop!" ucap Miska seraya mengejek


" Loe!" Miska cuek dan langsung meninggalkan Lolly yang nampak geram


" Awas loe ya Miska, Loe akan menyesal telah berhadapan dengan gue !" teriak Lolly


" Awas apa?" tanya seorang gadis yang tiba-tiba sudah menarik tangan Lolly dengan kasar dan mencekalnya kuat


" Ka... kalian?" Lolly terkejut dengan kemunculan teman-teman Miska dan Khanza yang tengah mencekal tangannya dengan sangat kuat


" Awww.... sa.. sakit Za!" pekik Lolly


" Sakit ya, dan ini adalah peringatan buat loe agar tidak berbuat macam-macam dengan sahabat gue Miska, ingat kalau loe berani macam-macam maka ke lobang semut pun loe bersembunyi pasti gue temukan!" ancam Khanza seraya menghempaskan tangan Lolly dengan kasar


" Loe...?" Lolly kesal ingin memaki tapi sedetik kemudian nyalinya menciut


" Apa? mau lagi?" tantang Khanza


Lolly memilih pergi dari pada tangannya semakin sakit


" Za loe berani banget sih, tangan orang sampai merah gitu loh, enggak takut loe di laporin?" tanya Nana


" Udah tenang aja, enggak mungkin dia berani lapor" jawab Khanza santai


Bel sudah berbunyi, semua murid sudah masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

__ADS_1


Hari ini Roni kebetulan jam pelajaran olahraga, sesekali mata elangnya menyorot ke kelas Miska berharap gadis itu akan keluar.


" Roni!" Lolly bergelayut mesra di tangan Roni namun dengan gerakan cepat Roni menepisnya


Roni bersikap dingin dan cuek bahkan bukan cuma dengan Lolly sekarang Roni menjadi pribadi yang dingin jika berdekatan dengan lawan jenis


Luna tertawa menghampiri Lolly yang di geram karena di acuhkan oleh Roni.


" Kasihan, loe di cuekin ya sama Roni?" ejek Luna


" Roni itu cuma milik gue, jadi loe jangan terlalu banyak berharap deh bisa dekat-dekat lagi dengannya!" ucap Luna memperingati


" Loe jangan terlalu percaya diri dulu deh Lun, Loe kira loe itu siapanya Roni berani ngomong kayak gitu. ingat ya loe sama gue itu lebih dulu loe yang diputusin sama Roni. "


" Loe_!"


" Apa?, loe pikir gue takut sama ancaman loe, enggak sama sekali. kita buktikan aja siapa yang akan lebih dulu kembali menjadi pacar Roni!" ucap Lolly dengan bangga


" Oke, siapa takut!" ucap Luna dengan senyum liciknya


Roni nampak tidak fokus mengikuti jam pelajaran olahraga kali ini, pikirannya bercabang memikirkan Miska yang tadi belum sempat sarapan ditambah lagi dengan sikap Luna dan Lolly yang selalu bersikap berlebihan mendekati dirinya terus


Roni jengah dengan sikap Lolly dan Luna yang sepertinya tengah mencari perhatiannya kembali, meskipun sudah berkali-kali di tolak tapi kedua gadis tersebut tidak juga menyerah


" Kalian bisa diam gak sih!" bentak Roni membuat bu Tika pun terkejut mendengarnya


" Maaf bu" ucap Roni


" Mereka berdua terus saja mengganggu saya!" lanjut Roni menunjuk Luna dan Lolly dengan ekor matanya


" Lolly, Luna ini jam pelajaran bukan waktunya untuk berpacaran!" tegas Bu Tika


" Iya Bu maaf!" ucap Lolly dan Luna bersamaan


Bel istirahat berbunyi, para murid dengan langkah cepat menuju kantin tapi ada juga sebagian yang memilih bersantai di kelas, ditaman sekolah dan di lapangan untuk bermain bola basket dan juga ada yang memilih bermain sepak bola


Roni duduk di tepi lapangan seraya netranya mencari sosok yang sedari tadi mengganggu pikirannya.


" Roni, ayo sini gabung! ngapain sih loe malah diam disitu?" teriak Raka salah satu teman Roni


" Iya, loe pada main aja dulu. gue lagi malas" jawab Roni


" Kenapa loe? bosen dengan cewek disekolah ini? cari dong di sekolah lain !" ejeknya


" Jangan ngaco kalau ngomong, gue mau fokus sama satu cewek aja!" jawab Roni


" Wuuuuuu.... Loe yakin gue aja enggak, Ha...Ha...!" teriak Raka yang disurakin teman-temannya


" Roni sang playboy insyaf nih ceritanya dengan satu cewek?" ledek temannya seraya bermain sepak bola


" Gue sih enggak yakin" jawab temannya yang lain


" Iya, gue juga enggak yakin secara sudah hampir semua cewek yang ada di sekolah ini dia pacarin, kita aja dapet bekasnya... ha..ha..." tutur Angga temannya


" Pada serius banget sih, ngomongin apaan?" tanya Luna yang datang menghampiri mereka bersama Maya


" Ah enggak ngomongin apa-apa cuma itu si Roni katanya mau insyaf. mau punya cewek satu aja " jawab Raka


" Masa sih?" Luna menoleh ke arah Roni yang pandangannya seperti sedang mencari seseorang


" Kemana sih tuh anak enggak muncul-muncul, ini kan udah jam istirahat?"


Roni menyunggingkan senyumnya saat matanya menangkap sosok yang sedari tadi dicarinya, berjalan gontai bersama sahabat-sahabatnya hendak menuju kantin.


Roni hendak beranjak dari duduknya dan ingin mengikuti langkah bidadari hatinya namun seketika mata Roni membelo saat melihat bola yang melayang di udara tepat menuju ke arah Miska


" Miska awaassss......!" teriak Roni dan yang lainnya saat bola melesat dengan cepat ke arah Miska


Miska yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh dan betapa terkejutnya Miska saat bola tersebut melayang tepat ke arahnya, Miska tidak sempat menghindar alhasil bola pun mengenai kepala Miska.


Buggh


" Aaaa...!" pekik Miska


" Miska!" teriak Khanza dan yang lainnya saat melihat bola meluncur mengenai kepala Miska


Brughhh


" Miska!" Teriak Khanza saat melihat Miska terhuyung dan terjerabah tergolek tidak sadarkan diri


Roni bagaikan ditikam belati saat melihat bidadari hatinya terkulai lemas tak sadarkan diri setelah terkena hantaman bola.


Semua pandangan mata membulat sempurna ketika melihat raut kekhawatiran Roni pada gadis yang saat ini tidak sadarkan diri di pelukannya.


" Sayang sadarlah!" bisik Roni namun Miska bergeming dengan mata yang tertutup


Dengan langkah cepat Roni pun bergegas membawa Miska ke rumah sakit karena dia juga memikirkan keadaan bayinya..


" Billy, pinjam mobil loe!" teriak Roni


" Iya, gue antar. kalian tolong bilang ke guru ya" pesan Billy pada Khanza dan yang lainnya


Roni dengan degup jantung yang sudah tidak beraturan menggendong Miska dengan posesif, membuat cewek-cewek pada iri dengan Miska.


Nicko hendak ikut namun Billy mencegahnya.


" Ko, ini darurat kalau loe ikut yang ada loe sama Roni ribut!" pesan Billy


" Tapi Billy gue"

__ADS_1


" Udah Ko, Miska butuh pertolongan sekarang nanti gue kabarin oke!" Billy pun langsung tancap gas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit


__ADS_2