
Miska menghela napasnya berat menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Gue bingung Za harus bagaimana, gue enggak bisa menolak. jika gue menolak kedua orang tua gue pasti akan kecewa banget dan gue enggak mau kalau sampai hal itu terjadi" ungkapnya dengan sendu
Khanza mengusap lembut punggung Miska memberinya semangat dan dukungan
" Kalau gitu satu-satunya jalan ya elo harus bisa menerima perjodohan itu sebagai mana yang sudah loe dan bokapnya sepakati tapi dengan catatan loe harus bisa membentengi diri loe dan menjaga diri loe dengan baik dari kebeja**n tuh anak, jangan izinkan dia menyentuh loe sebelum dia berubah!" saran Khanza
" Memang semua itu pasti enggak akan mudah apalagi tuh anak terkenal bereng**k suka mempermainkan dan nyakitin cewek, ya semoga aja loe bisa bertahan dan buat tuh anak sadar sesadar sadarnya" lanjutnya
"Iya Za, semoga aja gue bisa bertahan dan kalau pun gue sudah enggak sanggup lagi seperti yang bokapnya janjikan gue akan tinggalkan dia Za"
" Apa loe udah siap dengan konsekuensi yang akan loe terima nantinya? status janda itu enggak mudah terus bagaimana dengan kedua orang tua loe?"
" Siap enggak siap, karena gue enggak ada pilihan lain Za" jawabnya sendu
" Dan ada satu hal juga yang masih mengganjal di pikiran gue Za" keluh Miska
" Apa? Nana?" tebak Khanza yang langsung diangguki oleh Miska
"Ya elo juga kan tahu sendiri tuh anak dulu bucin banget sama Rio, dan gue juga sempat melarang mereka berhubungan. jika tiba-tiba dia tau gue nikah sama tuh si kuvrit Nana pasti akan benci banget sama gue Za " Khanza berpikir sejenak tentang ucapan Miska yang ada benarnya, Nana pasti akan marah dengan Miska tapi mau bagaimana lagi Miska pun tidak punya pilihan dia juga terpaksa menerima semua ini
" Kita serahkan saja semuanya kepada yang diatas, semoga Nana mau mengerti apalagi mereka kini kan sudah enggak ada hubungan apa-apa lagi" ucap Khanza yang diangguki oleh Miska
" Udah, bismillah aja. kalau kalian berjodoh semua pasti akan baik-baik saja dan jika tidak semoga semua itu adalah yang terbaik untuk kalian berdua" lanjutnya
" Thanks ya Za, loe memang sahabat terbaik gue" Miska memeluk Khanza
" Sama-sama, saat gue dalam masa sulit juga elo selalu ada buat gue" Khanza membalas pelukan Miska
" Terus kapan kalian menikah?" tanya Khanza mengurai pelukannya
" Dua Minggu lagi" jawab Miska
" Apa dua Minggu lagi?" Miska mengangguk pelan
" Yang sabar ya Ka, gue enggak bisa bantu loe apa-apa selain doa, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan tuh anak segera tobat" ucap Khanza
" Amin, semoga saja" ucap Miska
Satu persatu teman-teman mereka sudah datang, Hana seperti biasa datang bersama Nana dan dibelakang mereka ada Nicko dan Billy yang mengekor.
" Ngapa tuh muka tumben kusut bener?" tegur Nicko seraya duduk di tepi meja Miska
__ADS_1
" Bukan urusan loe!" ketus Miska
"Wah ini anak pagi-pagi udah kayak mercon mulutnya, PMS bu?" ucap Nicko yang langsung dapat tatapan tajam dari Miska
"Serem amat tuh mata, kabur ah!' Nicko langsung berdiri dan bergeser ke kursinya sendiri
"Elo sih Ko, pagi-pagi udah bangunin macam tidur" timpal Billy yang ikut cabut dan duduk di kursinya
" Elo kenapa Ka, tumben banget muka loe bete gitu, lagi ada masalah atau loe lagi sakit?" tanya Nana yang langsung membuat Miska melirik sekilas ke arah Khanza
" Gue enggak apa-apa, cuma lagi enggak enak badan sedikit" sahut Miska
" Kalau gitu loe izin aja dulu, istirahat di ruang UKS" lanjut Nana
Miska merasa semakin bersalah, andai saja Nana tahu hal yang sebenarnya anak itu pasti akan membencinya.
" Semua pasti akan baik-baik aja!" bisik Khanza yang seolah tahu isi hati Miska
Miska mengangguk " Semoga aja"
" Mau gue anterin gak Ka?" tanya Nana
" Enggak usah Na, gue masih mau disini aja, nanti juga akan Baikkan" sahut Miska
Disaat Khanza dan teman-temannya sedang asik makan tiba-tiba pandangan Khanza dan Miska terfokuskan pada cowok yang tengah merangkul seorang cewek dan duduk di bangku yang berada di seberang meja mereka.
Roni yang dengan tidak tahu malunya bersikap sangat mesra dengan pacar barunya membuat Khanza mengepalkan tangannya kuat, bukan karena ia merasa cemburu akan tetapi cowok bereng**k inilah yang dua Minggu lagi akan menikah dengan sahabat baiknya.
Ingin rasanya Khanza menghajar tuh cowok tapi Miska yang dapat melihat kemarahan di mata Khanza langsung mengusap punggung tangan Khanza seakan berkata gue baik-baik aja.
Khanza menoleh ke arah Miska yang tengah tersenyum ke arahnya. " Udah lanjut makannya, jangan karena hal yang gak penting kayak gitu selera makan kita hilang" bisik Miska
" Tapi_"
" Gue enggak apa-apa" sahut Miska yang tahu akan kekhawatiran sahabatnya itu.
" Njir, ngapain sih tuh anak malah duduk di situ? kalau mau mesum mah jangan dikantin bawa ke hotel sekalian" cerocos Nicko yang tidak suka melihat pemandangan yang ada di hadapannya karena posisinya yang memang menghadap ke arah Roni dan pacarnya
" Kenapa loe, kepengen?" goda Billy
" Belum saatnya bro, yang begituan mah enaknya sama yang udah halal. bukan begitu isterinya pak guru?" tanya Nicko yang menoleh ke arah Khanza
" Iya betul sekali nak Nicko!" sahut Khanza dibuat-buat membuat teman-temannya terkekeh
__ADS_1
" Mak loe ngapain sih ngeliatin tuh anak bae?" tanya Hana
" Enggak Kenapa-napa, cuma gue heran aja ya tuh cewek kok mau aja ya ditempelin gitu, enggak takut apa ya?" sahut Khanza
" Di tempelin apaan Mak, jin halus?" canda Hana
" Bapaknya jin dia mah!" sahut Khanza
" Na elo kenapa diam aja, masih belum move on?" goda Billy
Deg
Miska menghentikan tangannya yang hendak menyuap makanannya dan menoleh ke arah Nana menunggu jawaban dari sahabatnya itu
" Eh?.. eng.... enggak, gue enggak kenapa-napa kok cuma lagi capek aja"
" Move on yaudah lah!" jawab Nana sedikit salah tingkah dengan wajah yang sudah merona
Sebenarnya Nana masih menyimpan rasa pada Roni tapi karena sikap Roni yang bereng**k itulah rasa berusaha untuk memendamnya dan itupun demi sahabat-sahabatnya juga yang tidak ingin melihat dirinya tersakiti .
" Na apa loe masih cinta sama Roni?" tanya Miska tiba-tiba membuka Khanza hampir saja tersedak salivanya sendiri
" Ka!" beo khanza menatap lekat ke arah Miska
" Apa loe mutusin Roni karena kita semua Na dan sebenarnya elo masih sayang sama dia?" lanjut Miska bertanya
Nana terdiam lalu tersenyum kecut " Ka gue sama Roni itu sebenarnya u...udah balikan" jawab Nana yang mengejutkan semua teman-temannya
" Ap..apa? loe serius Na?" tanya Hana dan Nana mengangguk pelan
" Awalnya gue menolak karena gue juga takut kejadian itu terulang lagi, tapi dia janji bakalan berubah dan memohon ngeyakinin gitu"
" Karena jujur aja gue juga memang masih sayang sama dia jadi dengan bodohnya diam-diam gue balikan lagi sama dia, maafin gue ya semuanya karena sudah membohongi kalian" ucap Nana menundukkan kepalanya
"Terus bagaimana hubungan loe sama dia sekarang, apa kalian sudah putus secara tuh anak mesra-mesraan gitu sama cewek barunya apanya yang berubah coba?" tanya Hana yang gemas ingin menimpuk Roni dengan sepatunya dan sangat penasaran dengan jawaban Nana
" Gu....Gue ... sama Roni masih status pacar" jawab Nana takut-takut.
Jlepp
Degup jantung Miska seakan berhenti berdetak pengakuan Nana seperti bumerang untuk dirinya. bisa-bisanya Roni menjalin hubungan dengan Nana sementara saat ini dia tengah bermesraan dengan gadis lain di depan matanya wanita yang dua Minggu lagi akan berstatus isterinya.
Marah, benci itu sudah pasti tapi dengan berusaha untuk sabar dan seolah menutup mata dan telinganya Miska harus bisa menerima perilaku buruk sang calon suami.
__ADS_1