Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi harinya Khanza bangun seperti biasa, membuat sarapan dan kopi panas untuk sang suami.


" Sayang!"panggil Aldy lembut


" Hem" jawab Khanza singkat seraya mengambilkan sarapan untuknya


"Kamu masih marah?" tanya Aldy hati-hati


"Akan berdosa jika aku marah kepada suami yang sudah meminta maaf mas, aku hanya kecewa itu saja" jawab Khanza dengan santai


" Apa bedanya?"


"Entahlah, aku hanya seorang murid sedangkan mas adalah gurunya, aku rasa mas bisa membedakan apa itu marah dan kecewa dari pada aku" Khanza mulai memakan sarapannya


Aldy terdiam rupanya satu hal yang baru ia ketahui tentang isterinya tegas dan cukup pandai berbicara


Saat ini keduanya tengah berada di dalam mobil, suasana cukup hening karena tidak ada pembicaraan diantara keduanya.


Khanza sibuk berbalas pesan baik dari sahabatnya maupun dari Alya seorang wanita dewasa yang sudah Khanza anggap sebagai kakaknya sendiri.


" Chatingan sama siapa sih serius banget?" tegur Aldy melirik sekilas ke arah Khanza


" Biasa, Miska dan yang lainnya" jawab Khanza tanpa menoleh


Dreett


ponsel Aldy berdering, Aldy melihat nama yang tertera di layar ponselnya lalu mengabaikannya begitu saja.


" Kenapa enggak diangkat telponnya?" tanya Khanza menoleh ke arah Aldy


"Telpon enggak penting" jawab Aldy


" Dari siapa?" Khanza kepo


" Emmmm... Mila!" jawab Aldy sedikit gugup


" Kenapa enggak diangkat aja?"


" Aku kan udah bilang enggak penting!" sahut Aldy sedikit meninggi


Khanza langsung diam dan kembali memainkan gawainya


" Maaf!" ucap Aldy yang merasa bersalah karena sudah berbicara dengan nada tinggi


" Tidak apa-apa" ucap Khanza datar


Tidak berapa lama mobil mereka sudah sampai di area sekolah dan betapa terkejutnya Aldy karena melihat Mila sudah berada di depan sekolah.


" Sudah ada yang menunggu tuh!" Khanza menunjuk dengan ekor matanya


" Untuk apalagi sih dia kesini?" kesal Aldy


" Kenapa aku jadi curiga ya?" ucap Khanza asal


" Maksud kamu?" Aldy pasang wajah dingin


" Apa alasan wanita itu selalu mencari mu mas, aku bukan ingin berprasangka buruk tapi sebagai wanita biasa apa salah jika aku mulai merasa resah dan takut akan kenyataan yang bisa saja menyakitkan" Aldy mengusap wajahnya kasar mendengar penuturan sang isteri


" Demi tuhan sayang, aku dan dia tidak ada hubungan lain kecuali adik dan kakak ipar. aku bukan tidak bisa menolak keinginannya tapi yang aku takutkan dia berbuat nekad apalagi jika dia tahu kita sudah menikah"


" Memangnya kenapa kalau dia tahu kalau aku ini isteri mu mas?"


" Bagaimana kalau dia mengatakan kamu yang tidak-tidak, dan seantero sekolah tahu kita sudah menikah. mereka pasti berpikir yang tidak-tidak sayang"


" Ya sudah kalau begitu katakan saja kalau kita ini tunangan, aku ingin tahu bagaimana reaksinya" ucap Khanza


" Apa kamu siap menjadi bahan gosip di sekolah?"


" Aku sudah biasa mas!"

__ADS_1


" Baiklah kalau itu yang kamu mau, ayok kita turun!" ucap Aldy


Khanza dan Aldy jalan bersama untung saja suasana sekolah masih terbilang sepi.


" Mas Aldy!" teriak Mila berjalan cepat menghampiri Aldy


" Kamu mau apalagi datang kesini?" tanya Aldy dengan malas


" Aku mau pulang ke kota x mas jadi sebelum pulang bisakah kita bertemu dulu nanti siang?" tanya Mila dengan suara yang dibuat manja


" Tidak bisa aku masih ada jam mengajar"


" Sebentar aja mas, mau ya!" rengeknya manja


Dan disaat Mila hendak bergelayut di lengan Aldy suara deheman dari belakang Aldy membuat Mila menggantungkan tangannya lalu menoleh ke sumber suara.


" Kamu?" ucap Mila terkejut saat netranya melihat Khanza berada di belakang Aldy


" Ngapain kamu disini?"


" Ini sekolah jika situ lupa, aku disini untuk belajar lah situ ngapain kesini? ini tuh ya bukan ruang periksa kandungan apalagi ruang bersalin" sindir Khanza


" Kamu_!" geram Mila


" Sudahlah Mila, kalau kamu mau pulang ya udah pulang saja. dan aku harap mulai sekarang jaga batasan kamu. aku tidak ingin orang lain salah paham terutama adikku dan juga keluarga ku" ucap Aldy tegas


" Mas kok kamu bicaranya seperti itu, apa gara-gara anak ini iya?" kesal Mila lalu menuduh Khanza begitu saja


" Ini tidak ada kaitannya dengan siapa-siapa, semua memang murni keinginan ku sendiri" jawab Aldy


" Benarkah, aku tidak yakin pasti gadis j***** ini yang sudah mempengaruhi mu , iyakan?" Mila menunjuk ke arah Khanza


" Cukup Mila kamu sudah keterlaluan!" bentak Aldy


" Mbaknya kalau di lihat dari penampilan situ terlihat oke, cantik dan juga seksi apalagi disaat hamil cukup besar seperti sekarang, tapi yang sedikit aneh buat aku ya mbaknya kan punya suami ya kok malah ngejar-ngejar kakak iparnya terus sih!" ucap Khanza dengan senyum mengejek


" Eh gadis mu****n, jangan sok tahu kamu. dia ini sua_"


" Tapi mas aku_"


" Mulai sekarang jangan temui aku lagi Mila ada hati yang harus aku jaga dan satu hal lagi jaga ucapanmu, dia adalah gadis baik-baik yang bisa menjaga diri dan kehormatannya" ucap Aldy monohok membuat Mila menatap sinis kepada Khanza namun yang ditatap malah tersenyum tipis.


" Apa kalian memiliki hubungan selain guru dan murid?" tanya Mila melirik tajam


" Aku rasa itu bukan urusan mbaknya, jika pun kami punya hubungan yang spesial pun itu tidak masalah bukan, secara kami tidak terikat hubungan dengan yang lain" sahut Khanza dengan percaya dirinya membuat Mila tercekat.


" Mbaknya kan lagi hamil besar ya alangkah baiknya diam di rumah dan bermanja-manja dengan suami sendiri bukan dengan calon suami orang" lanjut Khanza


" Apa maksud mu?" Mila cukup terkejut dengan kata calon suami


" Sudah ya mba sebentar lagi akan banyak murid yang datang, enggak enak loh jadi pusat perhatian orang"


" Aku tidak peduli, bagus jika ada yang melihat biar mereka tahu kalau guru mereka ternyata guru yang tidak bertanggung jawab mencampakkan isterinya yang sedang hamil dan memilih pacaran dengan muridnya sendiri" ucap Mila dengan sombongnya


" Mila apa maksud ucapan mu itu?" geram Aldy


" Apa mas? aku gak rela ya mas kalau mas lebih mementingkan dan memilih wanita ini dari pada aku"


" Cukup Mila, jaga bicara kamu"


" Aku enggak mau mas kamu mengabaikan aku, meninggalkan aku dan tidak memperdulikan aku lagi" Mila mengeluarkan jurus andalannya pura-pura menangis.


" Mila aku_" Khanza yang melihat Aldy mulai sedikit termakan oleh kata-kata Mila tersenyum kecut.


" Sebenarnya yang mbaknya inginkan apa ya? apa mbak ini suka sama pak Aldiansyah?" tanya Khanza dengan menekankan setiap kata-katanya terutama menyebutkan nama lengkap sang suami.


Aldy yang mendengar namanya disebut sepenuhnya oleh Khanza langsung melirik ke arah istrinya yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kalau aku sebagai seorang wanita, aku paling tidak suka berada di antara hubungan orang lain apalagi yang tidak ada keberanian sama sekali untuk menerima maupun menolak" Khanza lagi-lagi melirik Aldy

__ADS_1


" aku tidak akan mengemis cinta yang memang bukan milikku tapi aku akan memperjuangkan cinta jika memang pantas cinta itu untuk aku perjuangkan dan aku akan melepaskannya jika cinta itu mudah goyah dan tidak memiliki keberanian untuk bertahan" Khanza melirik lagi ke arah Aldy membuat yang di lirik menelan salivanya dengan susah payah


" Mbaknya itu sudah punya suami seharusnya pulang dan minta suami sendiri yang menemani. walau bagaimanapun mereka itu adalah kakak beradik mbak jangan egois ingin memilikinya keduanya Mba , apalagi dalam keadaan hamil seperti itu seharusnya bercermin,". sindir Khanza


" Adiknya memang suamiku tapi ayah bayi yang ada di dalam kandungan ku adalah anaknya!" tunjuk Mila kepada Aldy


" Oh ya, apa benar seperti itu?" tanya Khanza dengan santainya sementara Aldy sudah tak karuan menghadapi dua wanita yang berada di hadapannya saat ini


" Kamu itu hanya anak kemarin sore tahu apa kamu dengan hubungan orang dewasa?" Khanza tersenyum miring mendengar ucapan Mila


" Apa benar yang wanita ini katakan hem?" tanya Khanza kepada Aldy


"Tidak sayang, aku berani bersumpah apa yang dikatakan dia hanya omong kosong " ucap Aldy cepat


" Kau dengar itu?" tanya khanza kepada Mila


"Tunggu dulu mas, tadi kau panggil dia apa, sayang?" marah Mila


" Sayang, rupanya mbaknya cemburu loh kamu memanggil ku sayang"Ucap Khanza mesra kepada Aldy membuat Mila seperti cacing kepanasan. marah kesal dan benci melihat Khanza yang menurutnya tidak tahu malu padahal pada kenyataannya justru dialah yang tidak tahu malu menggoda kakak iparnya sendiri.


" Mas, aku tidak mau tahu kau jauhi wanita ini"!' pinta Mila


"Apa urusanmu, sebaiknya kamu pergi sekarang dari sini!" geram Aldy


" Mas, aku tidak akan tinggal diam aku pastikan kamu akan datang mencariku!"


"Oh ya?" ledek Khanza


" Sayang, apa benar yang dikatakan si mbaknya kalau mas akan pergi mencarinya?" Khanza bergelendot manja pada Aldy untung saja posisi mereka terhalang mobil jadi tidak banyak orang yang melihat mereka berdua.


"Tidak sayang, mana mungkin mas pergi mencarinya" sahut Aldy


Mila merasa kesal sendiri dan dalam keadaan marah wanita hamil tersebut pergi meninggalkan Aldy dan Khanza.


" Syukurlah dia sudah pergi!" ucap Khanza yang langsung melepaskan tangannya dari lengan Aldy lalu pergi meninggalkan Aldy begitu saja


Sesampainya di dalam kelas Khanza langsung duduk di bangkunya dan sudah ada Miska yang duduk lebih dulu disamping Khanza


" Tumben loe datang siang banget?" tanya Miska


" Ada sedikit masalah tadi di parkiran" sahut Khanza seraya mengeluarkan buku pelajarannya


" Masalah apa?"


"Masalah rumah tangga" jawab Khanza ngasal


" Maksudnya?"


" Loe masih ingatkan wanita hamil yang kita lihat di mall bersama laki gue?" Miska mengangguk


"Kenapa memangnya dengan wanita itu?" tanya Miska penasaran


" ceritanya panjang, nanti gue ceritain sekarang gue haus loe ada minum kagak?"


" Ih dasar, cerita belom udah malak minum"


" Haus gue Mis habis adu mulut sama tuh orang!"


"orang siapa?"


" Nanti gue ceritain, mana minumnya?" Khanza menengadahkan tangannya


" Nih!" Miska memberikan botol minumnya kepada Khanza


Khanza membuka botol minuman tersebut dan meneguknya hingga kosong.


" Khanza air minum gue!" ucap Miska melas


" Nanti gue ganti" ucap Khanza seraya memberikan botol minum Miska yang sudah kosong isinya

__ADS_1


" Air minum gue!" Miska menatap lesu air minumnya membuat Khanza bergelak melihatnya


__ADS_2